Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 May 2008

Suku Indian

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya. Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Renungan :
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.


God is too wise to be mistaken.
God is too good to be unkind
So,
When you don't understand Him And
When you can't see His plan And
When you can't trace His hand
JUST TRUST HIS HEART.


Source Unknown

Have A Good Day Everyday

Siapa yang bisa menikmati keindahan hari pada saat Anda tidak pernah meningglkan rumah sakit atau kursi roda, bagun dan pergi tidur di sel penjara atau di daerah perang?

Kebanyakan orang tidak bisa, tetapi tidak bisakah kita mencobanya? Bagaimanapun, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita di dalamnya” (Mazmur 118:24). “Inilah hari” mencakup setiap hari. Hari-hari perceraian, hari-hari ujian akhir, hari-hari pembedahan, hari-hari pembayaran pajak.

Saat anda terjebak pada “hari yang sama sekali tidak menyenangkan, mengerikan, tidak ada yang baik, dan sangat buruk”, berilah hari itu kesempatan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda ingat.

Anda tidak lagi memiliki hari kemarin. Kemarin sudah pergi ketika Anda tidur. Sudah berlalu. Anda tidak bisa mengubah, menggeser, atau memperbaikinya. Maaf, Anda tidak boleh mengulangnya.

Anda belum memiliki hari esok. Kecuali jika Anda mempercepat orbit bumi atau menyuruh matahari untuk terbit dua kali sebelum akhirnya terbenam, hari ini Anda tidak bisa menjalani hari esok. Anda hanya memiliki hari ini.

Apa yang bisa kita lakukan? Berkonsultasilah kepada Yesus. Beberapa kali Dia menggunakan kata hari di Kitab Suci, kata itu memberikan formula yang sangat menggembirakan untuk mengangkat kita kepada status tertinggi.

Penuhi hari Anda dengan Anugerah-Nya (Grace).
Aku memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya”, jawab Yesus, “bahwa mulai hari ini kau akan bersama-Ku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).

Percayakan hari Anda dalam pengawasan-Nya (Oversight).
Berikanlah kami setiap hari makan kami yang secukupnya” (Lukas 11:3).

Ikuti tuntunan-Nya (Direction).
Jika ada di antara kalian yang menjadi pengikut-Ku, kau harus menyangkal dirimu. Kau juga harus memikul salibmu setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23)

Anugerah (Grace), Pengawasan (Oversight), Tuntunan (Direction).
G-O-D

Penuhilah hari Anda dengan hadirat Allah. Beri kesempatan kepada hari Anda.

Sumber : Have A Good Day Everyday, Max Lucado

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Umpamanya saat sekarang jam 17:50 sore, setelah Anda sibuk kerja seharian, anda sedang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai mobil sendirian, Anda sangat tegang dan tidak enak badan, tiba-tiba anda merasa sakit yang sangat di dada dan mulai menjalar ke lengan dan dagu. Tetapi jarak ke Rumah Sakit yang terdekat kira-kira masih 5 km, lebih celakanya lagi Anda tidak tahu apakah dapat mempertahankan diri begitu jauh.


Harus Bagaimana?
Anda dulu pernah dilatih cara CPR (cara menolong orang lain yang berhenti bernapas), tetapi instruksinya tidak pernah mengajarkan cara bagaimana menolong diri sendiri.

Saat sendirian, kena serangan jantung bagaimana cara pertolongan pertamanya? Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal, serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira-kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika di sekitarnya tidak ada orang yang memberi pertolongan pertama, penderita harus menggunakan waktu 10 detik yang singkat ini berusaha menolong diri sendiri.


Jawaban
Jangan panik, usahakan berbatuk terus dengan sekuat tenaga. Setiap kali sebelum batuk harus tarik napas dalam-dalam, kemudian berbatuk dengan kuat-kuat, dalam-dalam dan panjang-panjang, seperti kalau hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada. Setiap selang 2 detik, harus tarik napas sekali dan berbatuk sekali, hingga pertolongan tiba, atau hingga merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh istirahat.

Tujuan tarik napas untuk memasukkan oksigen ke dalam paru-paru. Tujuan batuk untuk menekan jantung agar aliran darah bersirkulasi. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal. Pertolongan pertama ini untung memberi kesempatan agar bisa tiba ke Rumah Sakit terdekat.


Pesan
Sebarkan cara pertolongan pertama serangan jantung ini. Mungkin akan berguna untuk menolong mereka. Jangan kira kalau usia anda belum mencapai 25 atau 30 tahun bisa terbebas dari serangan jantung. Pola hidup sekarang ini memungkinkan serangan jantung secara tiba-tiba menyerang siapa saja, tanpa peduli berapa umur mereka.

Terima kasih, Tuhan Memberkati.


Sumber : Article published by Journal of General Hospital Rochester

Penghiburan Kita

Bacaan : Yohanes 11:25-36

Ayah saya adalah seorang yang tegar. Namun suatu pagi, setelah menerima sebuah kabar melalui telepon, ia menangis. Seingat saya, itulah satu-satunya kesempatan saya melihatnya menangis di hadapan keluarga kami. Ternyata, ia baru saja mendengar berita meninggalnya kakek saya.

Kematian adalah bagian alami dari kehidupan. Namun toh setiap kali kematian datang, apalagi jika ia menjemput orang yang kita cintai, ada perasaan berduka yang muncul. Namun, berdasarkan bacaan hari ini, sebagai orang beriman setidaknya ada dua penghiburan yang bisa kita pegang saat kita berduka.

Pertama, bahwa dalam Yesus manusia tidak akan mati selama-lamanya (ayat 25). Itu berlaku juga bagi kita. Kematian di bumi ini hanya me-misahkan kita sementara saja dengan orang-orang yang kita kasihi. Kelak kita semua akan bertemu kembali.

Kedua, bahwa Tuhan mengerti benar perasaan kita. Dia menangis ketika melihat Maria dan orang-orang Yahudi meratapi kematian Lazarus (ayat 35). Tuhan yang penuh kasih benar-benar mengerti kedukaan kita akibat kematian. Dan, Dia pun turut berduka bersama kita!

Kedua hal tersebut dapat menjadi penghiburan ketika kita berduka akibat kehilangan seseorang yang terkasih. Kedua hal ini bahkan dapat kita pegang untuk menguatkan kita dalam segala situasi. Hidup kita hanya sementara. Segala masalah di dalamnya pasti akan berlalu. Selain itu, Tuhan yang Pengasih sungguh-sungguh mengerti apa yang kita rasakan. Kita tidak pernah bergumul sendirian -ALS

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP;
SIAPA SAJA YANG PERCAYA KEPADA-KU
IA AKAN HIDUP WALAUPUN IA SUDAH MATI-YESUS


SABDA.org