Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

23 October 2008

Dimana Saya Dapat Menemukan Kasih?

Jika pertanyaan yang ada dalam hati Anda adalah, “Dimana saya dapat menemukan kasih sejati ini?” maka saya akan berbagi beberapa kabar baik ini untuk Anda. Anda sebenarnya sudah dikasihi. Dalam ayat yang paling populer dalam Alkitab, dikatakan kepada kita bahwa, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” - Yohanes 3:16

Yesus menjelaskan cakupan kasih Allah bagi orang percaya. Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, “... janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” - Matius 6:31-33. Hanya jika kita percaya bahwa kita dikasihi dengan sedemikian rupa, maka kita mendapatkan rasa aman untuk mengambil resiko dalam mengasihi orang lain.

Sudahkan Anda berinisiatif untuk menemukan kasih dalam Pribadi dan perbuatan Kristus? Sudahkah Anda memercayakan diri Anda kepada-Nya? Sudahkan Anda percaya ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus wafat untuk dosa-dosa Anda?

Berikut ini adalah cara memulainya. "Akuilah dosa Anda dan kebutuhan Anda kan Kristus, yang telah datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilag” (Lukas 19:10). Di dalam Kristus, kita dapat menemukan kasih Allah, dan di dalam Dia kita melihat apa artinya hidup dalam kasih seperti yang dijelaskan Paulus. Dialah Allah yang tidak hanya memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi juga untuk mengizinkan Dia menyatakan kehidupannya melalui kita.

Sumber : Seri Dinamika Iman, Apakah Kasih Sejati itu? Yayasan Gloria, 2004, Bill Crowder

Satu Syarat Saja

Nats : Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)

Bacaan : Yohanes 14:1-11

Seorang anak miskin dari desa sangat ingin pergi ke istana dan menjumpai raja negeri itu. Ibu dan tetangga-tetangga mengatakan bahwa niatnya itu tak masuk akal. Namun, si anak tetap nekat. Ia pun berangkat. Sayang, penjaga istana tak mengizinkannya masuk begitu saja. Berbagai pertanyaan dan syarat diajukan, sehingga si anak gelagapan. Akibatnya, ia tak boleh masuk. Sambil berjalan pulang, ia menangis tersedu-sedu. Di tengah jalan, ia bertemu seorang anak laki-laki yang bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar ceritanya, anak laki-laki itu menggandeng tangannya dan berkata, "Ayo ikut aku."

Maka berjalanlah mereka beriringan. Ternyata mereka kembali ke istana. Sampai di gerbang, si anak desa sudah khawatir. Namun, ia mendapati situasi yang berbeda. Para pengawal menunduk. Tanpa berkata apa-apa mereka membukakan pintu, memberikan penyambutan, lalu mempersilakan keduanya masuk. Sampai akhirnya mereka bertemu sang raja. Di depan raja, si anak laki-laki berkata, "Ayah, perkenalkan, ini temanku. Ia sangat ingin bertemu Ayah. Ayah mau kan berbincang dengannya?"

Gerbang surgawi, barangkali juga serupa pintu berpalang yang dijaga banyak pengawal. Dan, di hadapan mereka, kita adalah warga biasa, yang tak bisa masuk begitu saja. Namun, kondisinya akan berbeda saat kita tak datang sendiri ke sana. Apabila Yesus yang menggandeng tangan kita, tak ada syarat diajukan (ayat 3). Sebaliknya, penyambutan diberikan. Dan kita boleh menikmati keberadaan kita di sana. Ya, tak ada syarat lain untuk masuk ke sana. Satu saja syaratnya: masuk bersama Yesus! -AW

KUNCI GERBANG SURGA ADA DI TANGAN SANG ANAK KITA TAK BISA KE SANA TANPA GANDENGAN TANGAN-NYA

Yayasan Gloria

Buah Itu Penting