8:31:00 AM
Peak
I Samuel 3:19-20 : "Dan Samuel makin besar dan Tuhan menyertai Dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan."
Bacan Kitab Setahun : Mazmur 34; 2 Tesalonika 1; Yesaya 21-22
Pernahkah Anda berpikir apa yang memberikan kepercayaan begitu besar dari orang lain? Jika ia berbicara, orang mendengarkan.
Keberhasilan Samuel dimulai saat ia masih seorang anak kecil di bawah bimbingan Eli. Allah berbicara kepada Samuel pada malam hari, kemudian ia berbicara bagi Allah kepada Eli. Walaupun pesan Allah kepada Eli keras, Samuel mengatakan kebenaran dalam kasih. Perjumpaan ini memulai suatu pola yang panjang bagi Samuel.
Segera, bangsa Israel mencari Samuel untuk mengucapkan kata-kata pengarahan masa depan mereka. Mereka memerlukan pertolongan untuk mengambil kembali Tabut Perjanjian. Mereka memerlukan strategi melawan orang Filistin. Mereka akhirnya mencari izin darinya untuk memahkotai seorang raja.
Pengaruh seorang nabi terus bertumbuh. Pengaruh itu begitu besar sehingga saat Saul gagal dalam kepemimpinannya, Samuel menyingkirkan dia. Bayangkanlah, mempunyai satu-satunya otoritas untuk memecat raja! Samuel memperingatkan, meneguhkan, memperbaiki, bernubuat, mengingatkan, dan mengajar bangsa itu. Ia mengatakan kebenaran, dan ia mengatakannya dalam kasih.
Anda pun dapat menjadi pemimpin seperti Samuel atau pemimpin yang takut akan Tuhan yang ada yang ada saat ini. Hanya saja apakah Anda sudah melakukan apa yang para tokoh tersebut lakukan? Mereka mendapatkannya dari sebuah hubungan dengan Tuhan yang dibangun hari demi hari. Jadi, ketika mereka berbicara, otoritas dari Tuhan lah yang mereka pegang sehingga segala sesuatu yang mereka katakan atau nyatakan pasti terjadi.
Untuk memperoleh kepercayaan dari manusia, dapatkan kepercayaan Tuhan terlebih dahulu karena Dia-lah Penguji yang akan menilai apakah Anda bisa dipercaya atau tidak
Jawaban.com
8:27:00 AM
Peak
Waktu kecil aku suka sekali bermain di taman. Biasanya permainan yang disediakan di taman umumnya selalu ada permainan seperti ayunan, putar-putar, perosotan dan jungkat jungkit. Nah, di antara semuanya itu aku paling suka main jungkat jungkit, mainan yang biasanya terbuat dari sebalok besi atau kayu, yang di kedua sisinya bisa di duduki.
Sebaliknya jungkat-jungkit dimainkan oleh orang yang berat badannya seimbang, kalau tidak maka permainannya kurang seru. Naik turun karena seorang yang lain kadang berada di atas, kadang di bawah, karena ada penumpang di tengahnya. Yang serunya adalah ketika kita berada di atas. Banyak hal yang kita lihat ketika berada di atas. Pandangan yang lebih luas. Tetapi untuk berada di atas lagi, kita harus kembali berada di bawah dulu. Kita tidak bisa ingin di atas terus dan kita tidak bisa bermain sendirian. Harus ada orang lain sebagai penyeimbang untuk bisa menopang berat badan kita sehingga kita bisa terus bermain.
Begitulah persahabatan, keduanya saling menyeimbangi. Tidak ada yang lebih dari keduanya. Ketika yang satu ada diatas, dia akan mengangkat yang di bawah. Ketika yang satu ada di bawah, dia akan diangkat ke atas. Untuk itulah seorang sahabat ada, agar kita terus bisa berjalan bersama.
Semakin lama jalinan persahabatan, semakin dapat kita ketahui apakah dia ataupun diri kita adalah seorang sahabat sejati. Sahabat adalah seseorang yang bukan hanya menegur tapi juga mau ditegur, seseorang yang bukan hanya mengajar tapi juga mau diajar, seseorang yang bukan hanya ingin dimengerti tapi juga mengerti, seseorang yang mau menerima masukkan, saran, kritik, walaupun mungkin itu hal yang menyakitkan.
Seorang sahabat tidak berpura-pura baik, berpura-pura senang, atau berpura-pura mendukung jika tahu sahabatnya salah. Tetapi sahabat tidak akan meninggalkan ketika ia tahu temannya salah. Ia akan terus mendukung dan menopang dalam keadaan yang sulit. Karena itulah saat ketika yang diatas menjadi penyeimbang yang di bawah.