Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

03 August 2009

Pemimpin Yang Dapat Dipercaya

I Samuel 3:19-20 : "Dan Samuel makin besar dan Tuhan menyertai Dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan."

Bacan Kitab Setahun : Mazmur 34; 2 Tesalonika 1; Yesaya 21-22

Pernahkah Anda berpikir apa yang memberikan kepercayaan begitu besar dari orang lain? Jika ia berbicara, orang mendengarkan.

Keberhasilan Samuel dimulai saat ia masih seorang anak kecil di bawah bimbingan Eli. Allah berbicara kepada Samuel pada malam hari, kemudian ia berbicara bagi Allah kepada Eli. Walaupun pesan Allah kepada Eli keras, Samuel mengatakan kebenaran dalam kasih. Perjumpaan ini memulai suatu pola yang panjang bagi Samuel.

Segera, bangsa Israel mencari Samuel untuk mengucapkan kata-kata pengarahan masa depan mereka. Mereka memerlukan pertolongan untuk mengambil kembali Tabut Perjanjian. Mereka memerlukan strategi melawan orang Filistin. Mereka akhirnya mencari izin darinya untuk memahkotai seorang raja.

Pengaruh seorang nabi terus bertumbuh. Pengaruh itu begitu besar sehingga saat Saul gagal dalam kepemimpinannya, Samuel menyingkirkan dia. Bayangkanlah, mempunyai satu-satunya otoritas untuk memecat raja! Samuel memperingatkan, meneguhkan, memperbaiki, bernubuat, mengingatkan, dan mengajar bangsa itu. Ia mengatakan kebenaran, dan ia mengatakannya dalam kasih.

Anda pun dapat menjadi pemimpin seperti Samuel atau pemimpin yang takut akan Tuhan yang ada yang ada saat ini. Hanya saja apakah Anda sudah melakukan apa yang para tokoh tersebut lakukan? Mereka mendapatkannya dari sebuah hubungan dengan Tuhan yang dibangun hari demi hari. Jadi, ketika mereka berbicara, otoritas dari Tuhan lah yang mereka pegang sehingga segala sesuatu yang mereka katakan atau nyatakan pasti terjadi.

Untuk memperoleh kepercayaan dari manusia, dapatkan kepercayaan Tuhan terlebih dahulu karena Dia-lah Penguji yang akan menilai apakah Anda bisa dipercaya atau tidak

Jawaban.com

0 comments:

Post a Comment