Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 April 2008

Dijamah Tuhan di Kafe

Kalau Tuhan sudah memanggil seseorang untuk masuk dalam pekerjaanNya memang kadang tak disangka-sangka. Kapan & dimana saja Ia mampu melakukannya. Hal inilah yang dialami Ruth Sahanaya.

Ketika ia diundang untuk menyanyikan lagu rohani di sebuah kafe, Ruth merasakan ada sesuatu yang lain dari biasanya. Undangan untuk menyanyi lagu rohani baik di gereja atau tempat lain memang bukan yang pertama kali bagi Ruth. Dan prinsipnya adalah jika menyanyi untuk Tuhan itu harus sungguh-sungguh. Tak terkecuali pada waktu di kafe tersebut. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Tiba-tiba ada suatu sukacita yang dahsyat yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Saat itu Roh Kudus menjamah hidupnya, dan kejadian ini membuat ia meneteskan air mata tanpa sadar bahkan menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu, mulailah timbul keputusan dari Ruth untuk bersungguh-sungguh dalam Tuhan.

Urusan tarik suara memang keahlian Ruth Sahanaya yang biasa dipanggil Uthe. Suaranya yang merdu bahkan pernah memukau orang-orang bule sehingga ia dianugerahi gelar Grand Prix Winner pada Midnite Sun Song Festival di Finlandia. Ia begitu diberkati dalam kariernya sebagai penyanyi. Lagunya yang terakhir berjudul "Keliru" menjadi sound track sebuah sinetron teve sehingga begitu digemari oleh banyak orang dan membuatnya begitu sibuk memenuhi undangan show. "Bagi saya ini adalah berkat yang luar biasa. Kiranya hasil yang saya raih ini tidak menjadikan saya tinggi hati, tapi justru mau semakin berserah sepenuhnya kepada Tuhan," begitu penuturannya dengan merendah.

Dilahirkan di Bandung, 1 September 1966, wanita berdarah Ambon ini telah menikah dengan Jeffry Waworuntu dan dikaruniai seorang puteri yang diberinya nama Nadine. Sebagai pasangan artis populer, Ruth dan Jeffry tergolong sepi dari gosip yang biasa menyertai kehidupan selebritis. Dan sekali lagi hal ini begitu disyukuri karena baginya semua adalah karena faktor doa dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Sejak kejadian di kafe itu, pertumbuhan rohani Ruth mengalami peningkatan luar biasa. Pemahamannya terhadap arti pelayanan juga telah diubahkan, dari yang sekedarnya menjadi sesuatu anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan karena kasihNya, sehingga tak jarang Ruth rela membatalkan show karena ada jadwal pelayanan.

Kegiatan pelayanan Ruth saat ini semakin padat setelah ia bergabung dengan kelompok The True Worshippers. Ruth merasa menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan talentanya bagi kemuliaan nama Tuhan. Seakan tak puas dalam memberi dan melayani Tuhan, Ruth juga aktif dalam kegiatan Unity Music Ministry (UMM), yaitu persekutuan di kalangan artis Kristiani.

Kita doakan saja semoga yaitu persekutuan di kalangan artis Kristiani. Kita doakan saja semoga kehidupan dan pelayanan Ruth beserta suami yang merangkap jadi manajernya ini semakin baik lagi. Melalui mereka banyak artis yang datang pada Yesus dan melalui pujian yang dinaikkan Ruth banyak orang yang dijamah dan diberkati.


Amin.

Ember Bocor

Seorang pemikul air di India memiliki dua buah ember. Masing-masing ember tergantung di ujung pikulannya yang ia sangga di bahunya. Salah satu ember bocor, sedang ember satunya lagi sempurna. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari sumber air ke rumah tuannya, ternyata air di ember yang bocor tinggal setengahnya, sedang di ember yang satu lagi tetap penuh.

Ember yang bocor merasa malu dengan ketidaksempurnaannya karena ia hanya mampu membawa setengah dari yang diharapkan. Ember yang sempurna merasa bangga dengan prestasinya karena seluruh kewajibannya dapat diselesaikannya.

Setelah dua tahun ember yang bocor itu tak tahan lagi dan berkata pada tuannya, "Aku merasa malu sekali dan ingin meminta maaf atas ketidakmampuanku".

"Mengapa engkau malu ?" tanya pemikul air itu.

"Karena selama dua tahun ini aku hanya mampu menyelesaikan setengah dari kewajibanku padahal engkau telah bersusah payah membawaku. Lubang pada tubuhku ini menyebabkan air bocor sepanjang jalan" jawab sang ember.

Si pemikul air berkata, "Apakah kamu memperhatikan bahwa di sepanjang jalan, pada sisi kamu berada, penuh dengan bunga yang indah, sedang di sisi lain tidak ?"

"Memang benar, aku telah memperhatikannya." kata sang ember.

Si pemikul air itu berkata, "Ini karena aku tahu kekuranganmu dan aku memanfaatkan kelemahanmu. Aku telah menabur benih bunga sepanjang sisimu, dan kamu telah menyiraminya setiap hari. Dan hasilnya, selama dua tahun ini aku setiap hari dapat menghias meja tuanku dengan bunga-bunga yang indah."


Renungan :
Memang kita semua memiliki kekurangan. Namun bila kita mau, Tuhan dapat menggunakan kekurangan itu untuk menghias meja Bapa di sorga dan memuliakanNya. Jangan khawatir dengan kekurangan kita, pada kelemahan dapat kita temukan kekuatan.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:10)

Thirst for Him

Today's Scripture

“As the deer pants for streams of water, so my soul pants for You, O God. My soul thirsts for God, for the living God.” (Psalm 42:1-2)

Today's Word from Joel and Victoria

Does your soul need a refreshing drink of water today? There’s a popular slogan that simply says, “Obey your thirst.” What are you thirsting for? Does your soul thirst for God? When you hunger and thirst for God, you will be satisfied. In the natural, you will crave whatever you constantly feed yourself. In the same way, your soul—which is your mind, will, and emotions—will crave whatever you meditate on and allow to enter your mind through your eyes - what you see and your ears - what you listen to. You can direct your thoughts toward God by focusing on Him and His Word. The more you meditate on the Word, the more you will think about the scriptures, and the more you will be drawn to Him. Before long, your soul will thirst for God and nothing else will satisfy! The Bible says that His Spirit is like refreshing water and that we are washed and renewed by the water of the Word. Direct your thirst toward God and focus on Him in your everyday life. As you do, you will be refreshed and enjoy the life of blessing He has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I choose to set my heart and mind on You. I know that only You can satisfy the longing in my soul. Fill me with Your peace and joy today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries