Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

09 July 2009

Penakluk Komitmen

Hakim-Hakim 8:4 : Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 9; Matius 9; Obaja 1

Mengikut Yesus bukanlah hal sembarangan atau murahan. Para murid Yesus harus meninggalkan seluruh kehidupannya sebagai harga yang harus dibayar sebagai pengikut Yesus. Komitmen merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seorang murid yang ingin sungguh-sungguh belajar dan hidupnya diubahkan.

Sebagian besar hidup manusia dikendalikan oleh mood mereka. Kalau mereka sedang merasa enak, mereka akan melakukannya. Kalau sedang tidak mood, apa yang menjadi tugasnya tidak akan dikerjakan. Namun, itu bukan mentalitas Kerajaan. Anak-anak Kerajaan tidak hidup dikendalikan oleh perasaan yang naik turun. Hidup mereka dikendalikan oleh otoritas Kerajaan yang dinyatakan dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Akan selalu ada saat-saat di mana kita tidak ingin melakukan sesuatu. Perasaan kita sedang tidak baik, pikiran kita sedang kalut dan hati kita sedang gundah gulana. Saat itulah kita perlu melatih diri untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya sedang tidak ingin kita lakukan, tetapi harus kita lakukan. Inilah mentalitas seorang pemenang. Sikap (attitude) mereka berbeda dengan orang pada umumnya. Keberhasilan tidak dipersiapkan untuk orang "moody", melainkan untuk orang yang memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan tugas dan panggilannya.

Tanpa komitmen yang kuat, kehidupan kita hanya akan menjadi ‘bangunan setengah jadi'. Banyaknya tugas yang tidak kita selesaikan sampai tuntas, biasanya dikarenakan kita tidak memiliki komitmen yang serius. Bahkan di dalam hubungan, seringkali kita mudah membuat janji-janji yang tidak kita tepati. Akibatnya, kita kehilangan kepercayaan. Kehilangan kepercayaan jauh lebih merugikan daripada kehilangan uang atau barang. Sekali kita tidak dipercaya oleh orang, maka kita akan kehilangan banyak peluang dan kesempatan yang menguntungkan, yang tadinya hendak dipercayakan kepada kita.

Masa muda merupakan saat terbaik untuk kita melatih diri berkomitmen. Sehingga saat kita menghadapi tantangan-tantangan hidup di masa depan, kita tidak mudah menyerah. Dengan komitmen yang kuat, kita akan berani mengambil resiko menghadapinya dan berkata, "Ini sudah jalan hidup kita sebagai seorang Penakluk!"

Menaklukkan masalah diawali dengan komitmen untuk memberikan dan menghasilkan yang terbaik dalam segala hal.

Sumber : Ps. Ferry Felani, S.Th. Pastor of City Gate Apostolic Community

Jawaban.com

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD,MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU”