Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 October 2009

Humor : Gara-gara Lilin

Ny. O’Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O’Flannagan.

Pastur berkata, “Hai Ny. O’Reilly…bagaimana kabar suamimu? Bukankah saya yang menikahkan Anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?”

“Ya, memang Andalah yang menikahkan kami, Pastur,” jawab Ny. O’Reilly. Lalu Pastur bertanya lagi, “Berapa anak Anda sekarang?” “Oh, tidak ada, Pastur, kami belum mempunyai anak satupun.” “Baiklah, minggu depan aku pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin bagimu,” kata Pastur.

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya, “Ny. O’Reilly apakah Anda sudah mempunyai anak?”

“Oh, sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan dua pasang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang,” jawab O’Reilly.

Lalu Pastur berkata, “Wow, bukankah itu sangat luar biasa!! Bagaimana keadaan suamimu?”

“Dia sedang pergi ke Roma,” jawab Ny. O’Reilly

“Ke Roma??? Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?” tanya Pastur.

“Mematikan lilin yang Pastur nyalakan,” jawab Ny. O’Reilly.

Bukan Masalah Besar

Mazmur 23:4 - "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 109; 1 Petrus 1; Yehezkiel 23-24

Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang sepertinya hidupnya yang ia jalani itu lurus-lurus saja? Mau hidupnya sedang diterjang masalah atau sedang berkecukupan, orang itu tetap menunjukkan sikap yang sama yakni bersukacita. Kita mungkin berkata, "Ia sedang berlaku munafik karena sebenarnya dia sedang sedih, tetapi dia tidak tunjukkan", tetapi benarkah seperti itu?

Sewaktu sekolah dulu, saya mempunyai seorang teman seperti ini. Saya pun berpikir yang sama seperti Anda-anda yang berpikir, "nih orang pasti munafik, kok dia selalu tidak pernah terlihat sedih sih. apakah hidupnya selalu baik-baik saja?" jujur pikiran itu cukup lama ada di pikiran saya. Namun, lewat sebuah peristiwa dimana ketika hanya dia dan saya, pikiran negatif saya itu hilang dengan sendirinya.

Waktu itu teman saya memiliki masalah dengan keluarganya yang cukup besar dan saya mengetahui hal itu. Ketika itu, sehabis pulang sekolah seperti biasa saya mendekati teman saya ini untuk mengajak pulang bersama karena arah rumah kami itu sama. Saat berjalan kaki menuju halte bus, saya pun menanyakan mengenai keadaan keluarganya. Dan tahukah Anda, ketika saya menanyakan hal ini dia tetap menunjukkan wajah yang sama; wajah penuh sukacita.

Sebelum saya melanjutkan pertanyaan saya, dia berkata seperti ini, "Mungkin orang berpikir saya ini orang munafik karena tidak pernah menunjukkan kesedihan. Tetapi, sebenarnya saya adalah sama seperti kamu. Hanya saja, ada satu yang mungkin membuat perbedaan antara kita, yakni setiap saya sedang dalam masalah seperti sekarang ini saya menaruhkannya ke tangan Tuhan. Entah mengapa ketika saya datang kepada-Nya dan membaca firman-Nya ada damai sejahtera dan sukacita yang mengalir dalam hidup saya. Itulah mengapa saya selalu seperti ini"

Jujur ketika mendengarnya, hati saya tersentak dan mulai merasa begitu kagum dengan Tuhan. Tiada kata-kata yang dapat menggambarkan kemahadasyatan diri-Nya.

Apakah hari ini Anda mau memiliki sukacita dan damai sejahtera seperti itu? Sukacita dan damai sejahtera yang tidak terpengaruh oleh keadaan dan waktu; Sukacita dan damai sejahtera yang membuat Anda tetap optimis menjalani hari-hari Anda. Itu hanya Anda dapatkan bila Anda di dalam Tuhan.

Ketika Anda memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan maka segala permasalahan dan kondisi yang tidak menyenangkan tidak akan membuat Anda bersedih, tetapi tetap bersuka karena Anda tahu ada jalan keluar dan kekuatan yang Tuhan berikan ketika menjalaninya. Jadi, bila ada situasi buruk datang ke dalam hidup Anda, katakan bahwa itu bukanlah masalah besar karena ada Tuhan yang luar biasa bersama dengan Anda. Tetaplah bersukacita!!

Seberapa besar masalah yang Anda hadapi, Kuasa Allah tetaplah lebih besar.

Jawaban.com

Weekly Scripture – Matius 17:20

"... Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." - Matius 17:20