Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 December 2009

Resolusi Diri

Mazmur 90:12 - "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 92; Filipi 5; Mazmur 114

Memasuki tahun yang baru ini, ada satu pertanyaan yang hampir akan ditanyakan oleh orang-orang kepada kita, "resolusi apa yang sudah dibuat untuk dilakukan di tahun depan?" Bagi orang-orang yang memiliki prinsip hidup let it flow akan kesulitan menjawabnya karena mereka tidak merancangkan dengan detail apa yang akan mereka kerjakan bagi hidup mereka ke depannya. Namun, bagi yang terencana sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan itu karena mereka sudah mengetahui apa yang menjadi target yang harus diraih ke depannya.

Allah dalam Kemahakuasaan-Nya mengetahui setiap detail kehidupan kita karena Dia telah merancangkan hal itu sebelum manusia dijadikan. Dia sudah menggoreskan tinta perjalanan hidup kita dengan sungguh indah. Walaupun begitu, Allah tidak menginginkan kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa alias pasrah. Allah ingin Anda membuat perencanaan-perencanaan bagi hidup Anda.

Mungkin di tahun yang akan terlewati ini banyak target yang belum tercapai, namun janganlah menjadi putus asa dan ragu. Tetaplah melakukan resolusi. Mintalah bimbingan Allah untuk memberi pengertian akan hal-hal yang perlu Anda perbaiki ke depannya dan juga target-target kehidupan apa yang akan di raih dalam satu tahun mendatang. Percayalah, Dia tidak akan diam ketika Anda menanyakan hal itu. Dia justru akan memberitahukan jalan-jalanNya kepada Anda.

Mari gunakan kesempatan ini untuk mengetahui isi hati Allah bagi masing-masing kita di tahun mendatang. Biarlah doa Daud menjadi doa kita juga di hari ini, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."

Merenung sejenak akan apa yang telah kita lewati dan memikirkan hal apa yang akan dilakukan di tahun mendatang adalah langkah bijak membuka lembaran hidup yang baru.

Jawaban.com

Menghapus Duka Di Tahun Baru

Banyak orang yang memulai tahun yang baru dengan penuh kebahagiaan, paling tidak memori tentang sederetan perayaan menyambut harapan baru di tahun yang baru masih hangat di benak mereka.

Tentu saja sukaria tersebut bukan mutlak milik semua penduduk Bumi ini. Tentu ada sebagian orang yang justeru merasakan duka di tahun yang baru. Sebuah duka karena anggota keluarga mereka atau orang yang sangat dekat dengan mereka harus pergi untuk selamanya justeru di saat mereka merayakan pergantian tahun. Duka karena kegagalan-demi kegagalan yang beruntun mendera di penghuujung tahun. Dan masih banyak lagi alasan yang dunia sodorkan sebagai alasan bagi manusia untuk mengenakan kain kabung mereka.

Bila demikian, bagaimana cara mengatasi duka di awal tahun yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan pengharapan?

1. Keadaan fisik diri sendiri harus diawasi. Jangan pernah biarkan duka malah membunuh diri sendiri karena sudah tidak ada perawatan sama sekali. Jika tubuh tidak dirawat baik lewat makanan atau istirahat, dan berujung pada kehilangan kesehatan, duka dan frustasi bisa bertambah parah.

2. Jangan pendam duka sendirian. Bagikan rasa duka pada orang yang paling dekat. Bantuan dan dukungan dari orang sekitar akan sangat membantu seseorang untuk pulih.

3. Tetap pikirkan masa depan. Walau orang yang dikasihi telah pergi, masa depan orang yang masih hidup masa ada, bahkan penuh harapan bagi mereka yang dekat pada Tuhan. Karena itu, perencanaan, visi, dan tujuan hidup di tahun yang baru harus tetap ada supaya hidup tidak "asal terbang mengikuti angin".

4. Hibur orang lain. Ini adalah sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, tapi sangat ampuh khasiatnya jika dilakukan. Yang berduka kehilangan mungkin bukan satu orang saja. Karena itu, menghibur dan memberi kekuatan pada orang lain yang sama-sama berduka akan menguatkan kedua belah pihak dan membuat ketabahan itu semakin kuat.

5. Jangan paksakan diri. Menangis dan berduka karena kehilangan orang yang dicintai sangatlah wajar. Menyambut tahun baru terasa hambar karena hal itu, juga merupakan sesuatu yang wajar. Jangan paksa diri untuk segera pulih jika itu hanya akan membohongi diri sendiri. Take your time, asal tidak larut dalam kesedihan terlalu lama. Ingatkan diri sendiri bahwa hidup tetap berlanjut dan di masa yang akan datang, sukacita itu harus tetap ada untuk bisa menikmati hidup.

6. Jangan tutup diri. Orang yang baru kehilangan cenderung menutup diri dari dunia baru. Pada awalnya ini wajar, tapi jangan berlangsung lama. Tetaplah bergaul.

7. Lakukan prinsip "sesuatu" dan hindari prinsip "semuanya" atau "tidak sama sekali". Prinsip "sesuatu" adalah perilaku positif dalam menghadapi banyak hal. Seseorang yang berduka tidak harus melakukan "semua" karena kesibukan yang berlebihan malah kadang menjadi pelarian yang tidak sehat. Seseorang yang berduka juga jangan "tidak sama sekali" melakukan apapun. Tapi tetaplah berbuat "sesuatu" untuk siapapun dan apapun yang menghendaki sebuah reaksi.

8. Tetap bersyukur. Segala sesuatu yang terjadi pasti dibawah kendali tangan Tuhan yang Maha Kuasa. Karena itu, tetaplah bersyukur untuk rencana Tuhan walau ada duka yang harus dialami. Bersyukurlah untuk kesempatan hidup yang masih diberi Tuhan di tahun yang baru. Karena itu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi seseorang yang jauh lebih bak dari tahun sebelumnya.

9. Dekatkan diri pada Tuhan. Ini syarat mutlak untuk bisa lepas dari duka. Tuhan adalah tempat perlindungan yang teduh dan sumber penghiburan yang sejati. Bersama dengan Tuhan, duka seberat apapun pasti bisa dilewati.