Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

01 March 2009

Humor : Kegigihan si Cadel

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.

Cadel : “Bang, beli nasi goleng satu.”

Abang : “Apa...?” (.....ngeledek.)

Cadel : “Nasi Goleng!”

Abang : “Apaan...?” (.....Ngeledek lagi.)

Cadel : “Nasi Goleng!!!”

Abang : “Ohh nasi goleng...”

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “Nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari ke-2
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel : “Bang..., Saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!”

Abang : “Ohh... Pake apa?”

Cadel : “...pake telol...”

Sambil sedih... Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

Hari ke-3
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut - turut makan nasi goreng.

Cadel : “Bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!”

Abang : “Ceplok atau dadar?”

Cadel : “Dadal...”

Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

Hari ke-4
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.

Cadel : “Bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!”

Abang : “Hebat kamu del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del.”

Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya,

Cadel : “Bang.., kembaliannya?”

Abang : “oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del?”

Sambil senyum ngeledek. Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab, “GOPEK!”

Sambil tersenyum penuh kemenangan. :)