Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

03 October 2009

Kopi Luwak

Kopi luwak merupakan biji kopi matang pohon yang dimakan oleh binatang luwak (Viverridae) dan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran binatang tersebut. Jadi, di dalam pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras, tetapi mengalami proses pencampuran dan fermentasi dengan makanan luwak lainnya.

Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan, luwak merupakan binatang yang pandai memilih makanan yang baik untuknya. Maka, proses fermentasi di dalam pencernaan luwak itulah yang membuat rasa kopi ini berbeda. Aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan spesial.   

Daripada sulit membayangkan, ok kita simak saja prosesnya melalui gambar-gambar ini ya. 

Pertama, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon, yang berwarna merah. 

O ya gambar-gambar ini diambil di perkebunan kopi Bondowoso, Jawa Timur.


Kedua, setelah buah kopi terkumpul, dip ilah lagi yang bagus-bagus saja, soalnya hanya buah kopi matang (warna merah)  yang akan disantap musang sebagai makanannya.


Ketiga, luwak atau bagaimana Anda menyebutnya? Civet? Musang? A small squirrel-like arboreal mammal, hehehe, dipersilakan memakan buah kopi terbaik yang sudah dipilih oleh para petani tadi. O ya tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces, hiks.


Dan keempat .... in ilah bentuk feces luwak yang terkenal itu, seperti sudah disebut di atas, bijinya tetap utuh kan ? Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.


Kelima, selanjutnya biji kopi yang tercampur dalam feces, dipisahkan, dikumpulkan, dibersihkan, kemu dian dijemur, dan .... jad ilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu. Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi terbaik, sebab hanya buah kopi matang yang dipilih musang sebagai makanannya. Kopi Blue Mountain - Jamaika atau kopi Arabica Supremo - Kolombia? Hahah, lewat! :)

Kopi luwak mantap diminum tanpa gula, rasa getir dan aroma kopi pun sangat terasa, begitu nikmatnya sampai jika kita minum minuman lain setelahnya, entah itu air putih, teh, coklat, atau minuman lainnya, bahkan sudah dipakai ciuman satu jam pun, rasa nikmat kopi luwak masih terasa manis di mulut. Lho? Hahaha.

ada yang udah nyoba??

Weekly Scripture - Yohanes 14:6-7

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." - Yohanes 14:6-7

Humor : Gagap Teknologi

Suatu hari, terdapat seorang pelajar SMA di Bojonegoro bernama Cuplis datang ke warnet. Dia disuruh oleh gurunya membuka website Depdiknas Surabaya.

Sesampainya di warnet, Cuplis langsung duduk di depan salah satu komputer dengan rasa ingin tahunya yang tinggi.

Tak lama kemudian, setelah bosan melihat monitor dengan screensaver logo Windows yang besar bolak balik, dia memanggil operator yang tengah sibuk membantu pelanggan lain.

"Mbak, saya minta tolong dibukakan website Depdiknas Surabaya," tutur Cuplis.

"Alamatnya di mana, mas?" tanya si operator.

Si Cuplis tidak tahu. Lantas kembali ke sekolah untuk menanyakan ke gurunya.

Tak lama kemudian dia balik ke warnet lagi.

"Sudah tahu alamatnya, mas?" tanya si operator.

"Sudah, mbak!" jawab Cuplis dengan semangat.

"Di mana?"

"Di Jl. Gentengkali Raya, Surabaya, mbak."