Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 February 2008

The Fire

An article in National Geographic several years ago provided a penetrating picture of God's wings.

After a forest fire in Yellowstone National Park, forest rangers began their trek up a mountain to assess the inferno's damage. One ranger found a bird literally petrified in ashes, perched statuesquely on the ground at the base of a tree. Somewhat sickened by the eerie sight, he knocked over the bird with a stick. When he struck it, three tiny chicks scurried from under their dead mother's wings.

The loving mother, keenly aware of impending disaster, had carried her offspring to the base of the tree and had gathered them under her wings, instinctively knowing that the toxic smoke would rise.

She could have flown to safety but had refused to abandon her babies. When the blaze had arrived and the heat had singed her small body, the mother remained steadfast. She had been willing to die so those under the cover of her wings would live.

He will cover you with his feathers, and under his wings you will find refuge; his faithfulness will be your shield and rampart.
Psalm 91:4 (NIV)

Humor: Guru Baru

Ini adalah hari pertama sekolah setelah tahun baru. Semua murid ada di tempat duduk masing-masing, menunggu guru baru mulai mengajar.

Guru baru itu berdiri dan berkata, "Siapa pun di sini yang berpikir dirinya bodoh, tolong berdiri."

Semua murid saling lihat, dan akhirnya seorang anak berdiri.

"Menurutmu, kamu bodoh?" tanya guru baru itu.

"Tidak," kata anak itu, "saya cuma kasihan melihat Pak Guru berdiri sendirian."

Sesuatu Untuk Dipikirkan

Sebuah kapal telah karam ketika mengalami badai yang dahsyat di tengah laut. Hanya dua orang yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke sebuah pulau yang gersang dan tanpa kehidupan. Kedua orang itu tidak tahu apa yang mereka harus lakukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Namun, untuk mengetahui doa siapa yang lebih kuat, mereka setuju untuk membagi pulau itu ke dalam dua wilayah untuk dihuni masing-masing.

Pertama-tama, mereka berdoa untuk makanan. Esok harinya, orang yang pertama melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buah di sisi wilayahnya sedangkan wilayah orang kedua tetap gersang tanpa kehidupan.

Setelah seminggu orang pertama merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberi seorang isteri. Esok harinya seorang wanita sedang berenang menuju ke sisi pulau itu di mana ia tempati. Sedangkan di sisi orang kedua, tidak terjadi sesuatu apa.

Tak lama kemudian orang pertama berdoa untuk sebuah rumah, pakaian dan makanan. Esok harinya, dengan mengherankan semua itu telah tersedia untuk orang pertama, sedangkan orang kedua masih tak memiliki apapun.

Akhirnya, orang pertama berdoa untuk sebuah kapal, supaya dia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu. Pada esok harinya, ia mendapatkan sebuah kapal berlabuh di sisi wilayahnya. Orang pertama kemudian bersama isterinya menaiki kapal itu untuk meninggalkan orang kedua di pulau itu. Ia menilai orang kedua itu tidak layak untuk menerima berkat Tuhan, karena tak ada satu dari doa-doanya dijawab oleh Tuhan.

Ketika kapal itu hendak berlayar, orang pertama itu mendengar sebuah suara yang kencang dari sorga : “Mengapa kamu meninggalkan kawanmu di pulau?”

“Berkat-berkatku adalah milikku sendiri, karena akulah yang memintanya melalui doa-doaku,” demikianlah orang pertama itu menjawab. Sedangkan doa-doa kawanku itu semuanya tak terjawab sehingga ia tak layak untuk menerima apapun.

“Kamu salah!” suara itu berkumandang. “Ia hanya menyampaikan satu doa saja yang Ku telah menjawab. Bila tidak, niscaya kamu tidak akan menerima apapun dari berkatKu.”

“Katakanlah,” kata orang pertama itu, : “Apa yang ia telah doakan, sehingga aku dianggap berhutang sesuatu kepadanya?”

“Ia berdoa, agar doa-doamu semuanya Kujawab.”

Kiranya kita sadar bahwa berkat-berkat kita bukan hanya merupakan hasil dari doa-doa kita sendiri, melainkan juga hasil dari doa-doa yang dipanjatkan oleh orang lain untuk kita.

Kiranya pada hari ini, doa-doaku untukmu akan dijawab semuanya. Tuhan memberkatimu!

“Apa yang engkau lakukan untuk orang lain, itu lebih penting daripada apa yang engkau lakukan untuk dirimu sendiri!”


Sumber : Reflecta Edisi November 2006

He Answer

Cara Tuhan melihat berbeda dengan apa yang kita lihat


Separate Yourself

Today's Scripture

“So whoever cleanses himself [from what is ignoble and unclean, who separates himself…be a vessel set apart and useful for honorable and noble purposes…” (II Timothy 2:21).

Today's Word from Joel and Victoria

Are there people or activities in your life that you know you need to separate yourself from? The Bible says that bad company will corrupt good morals. God wants you to constantly be growing and rising higher in life. That’s why this verse encourages us to separate ourselves from corrupting influences. And those influences are more than just the people in your everyday life. The influences are anything that influence your thinking. Be careful about what you are allowing into your mind. Be careful about what you read and what you watch. Don’t give your attention to things that are going to drag you down. Choose to separate yourself today. Remember. God wants you to live an abundant life. He wants you be separate so that He can work through you and fulfill his purposes in you life. As you cleanse yourself God will work in and through you so that you can live as an over comer the way God intends!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for your Word which is the Truth that sets me free. Give me strength to separate myself from anything that does not honor You. In Jesus Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries