Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 November 2009

Pemulihan

Yeremia 33:6 "Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 139; Yohanes 16; Ezra 3-4

Pada 18 Mei 1980, seluruh dunia dikegetkan dengan peristiwa meletusnya Gunung St.Helens. Kejadian itu sangatlah luar biasa sehingga tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar pada zaman modern. Saat meletus, puncak gunung itu menyemburkan batu-batu yang telah hancur menjadi kepingan mulai dari besar sampai kecil setinggi 17 kilometer dan menjadi awan kelabu. Pada saat yang bersamaan, banjir batu, lumpur, dan es melanda lereng gunung itu, menghancurkan semua yang dilaluinya, menutup sungai-sungai, dan menghentikan perahu-perahu.

Untuk memulihkan Gunung St.Helens dan perbaikan wilayah yang terkena dampak letusan, Pemerintah Amerika Serikat tidak hanya menguras dana kas negara yang tidak sedikit, tetapi juga harus menunggu waktu 25 tahun hingga kondisi sekitar gunung kembali seperti semula. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Dalam proses pemulihan hidup kita, Allah pun sebenarnya melakukan hal yang sama. Dia menunggu dengan sabar kita untuk bertobat dan dipulihkan ketika kita melakukan pemberontakan kepada-Nya. Dia tahu bahwa perlu waktu yang lama agar hidup kita benar-benar berubah dan itu tidak menjadi masalah bagi-Nya.

Zaman akhir ini adalah masa-masa anugerah dimana pengampunan dan kasih setia Allah berlimpah bagi manusia. Masih ada waktu untuk kita berbalik kembali kepada-Nya dan mengizinkan Dia memulihkan kehidupan kita. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini dan ambillah sekarang juga.

Darah Kristus sanggup memutihkan kembali hidup kita yang penuh dengan noda dosa.

Sumber: Kingdom Magazine Edisi Oktober 2009

Jawaban.com

Anak Anjing

Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan memakukannya pada tiang di pinggir halamannya.

Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak laki-laki kecil.

"Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu anak anjing anda."

"Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya."

Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani.

"Saya punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk membelinya?"

"Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul " Dolly, kemari!" panggilnya.

Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh anak-anaknya. Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yg bergerak di rumah anjing.

Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang berlari, berusaha menyusul yang lain.

"Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yang anak anjing kecil itu.

Sang petani berjongkok disampingnya dan berkata," Nak, kau tidak akan mau anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya."

Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang melingkari kakinya hingga sepatu yg di buat khusus untuknya.

Ia memandang sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya. "

<<<<< ^-^ >>>>>

Dunia penuh dengan orang-orang yang memerlukan seseorang lain yang mau memahaminya.

"Sebab barangsiapa malu karena Aku, Aku-pun akan malu karena orang itu di hadapan Bapa-Ku" - Lukas 9:26 (diringkas)