Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 October 2008

Humor : Jack & Diane

Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan sejak menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman.  Diane menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Jack. Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri. TAKUT!

Takut akan penolakan, takut jika Jack tidak merasakan hal yang sama, takut kalau Jack tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Jack dan dengan harapan, bahwa Jack lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Diane.

Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar.  Jack dan Diane pergi ke arah yang berlainan. Jack melanjutkan studinya ke keluar negeri, sedangkan Diane mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan, dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Diane merindukan Jack akan kembali. Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada Jack bagaimana perasaan cintanya, jika Jack kembali.

Dan tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Diane menulis kepadanya, tetapi tidak ada jawaban. Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Diane tetap berharap bahwa Jack akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat. Dan lalu doanya terkabul. Dia menerima surat dari Jack, mengatakan...!

"Diane, aku punya kejutan untukmu! Temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu lagi. Cinta dan cium Jack"

Diane berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas kata-kata itu. Ketika harinya telah tiba, Diane menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita dengan pakaian ketat berwarna biru yang seksi.

Dia begitu perhatian melihat Diane, "Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu Diane?" tanyanya. Diane menganggukkan kepala.

"Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi," kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundaknya Diane. Diane tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar!!!

Apa yang telah terjadi?? Diane bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya menjadi pucat. "Dimana Jack? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku..." Diane memohon kepada si wanita.

Si wanita melihat dengan cermat ke Diane dan dia menepuk pundak Diane dan mengatakan "ALAMAK DIANE... INI IKE BO...APAKAH E'IKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG? AIH....AIH......YEY TIDAK DAPAT MENGENALI IKE LAGI YAH??? IHHH...SEBEL DEH.....!!!"

...dan kemudian Diane langsung pingsan..... :D

Ketegangan Keluarga

Nats : Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah (Efesus 4:29)

Bacaan : Efesus 6:1-4

Banyak konflik orangtua dan anak dibingkai oleh kata-kata: "Bapak Ibu itu kuno!" Atau, "Anak zaman sekarang tidak tahu menghormati orangtua, beda dengan zaman kami dahulu". Begitulah yang kerap terjadi dalam banyak rumah tangga. Lalu bagaimana ketegangan seperti ini mesti dikelola?

Paulus berpesan agar orangtua mendidik anak-anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan serta bertindak sedemikian rupa agar anak paham yang mereka terima merupakan ekspresi kasih semata. Bisa jadi ajaran dan nasihat mengambil bentuk yang tegas, tetapi tak pernah ketegasan itu keluar dari hati yang membenci.

Sebaliknya, anak diminta menghormati orangtuanya, bukan hanya agar si anak beruntung ("supaya lanjut umurmu", ayat 3). Anak perlu taat kepada orangtua yang hidup dalam Tuhan karena ini merupakan sebuah perintah; suatu keharusan! Namun, ingat juga pesan Paulus, "taatilah orangtuamu di dalam Tuhan". Artinya, perspektif ketaatan pada orangtua mesti berpusatkan kepada Tuhan. Nilai-nilai ketuhanan itulah yang menjadi dasar ketaatan anak terhadap ayah dan ibunya.

Bisa saja orangtua berbuat salah, bahkan jahat. Terhadap kasus seperti ini, anak tentu harus lebih memegang kebenaran sebagai ekspresi imannya kepada Tuhan sebagai sumber segala kebenaran. Sekalipun demikian, janganlah orangtua diabaikan. Mereka tetap layak menerima hormat. Semoga sebagai anak, kita selalu menghargai orangtua dengan hati yang hormat, bukan dengan hati yang merasa "lebih" lalu meremehkan bahkan menihilkan orangtua sendiri -DKL

JIKA DAMAI YANG ANDA INGINKAN
MULAILAH dari KELUARGA ANDA-BUNDA TERESA

Yayasan Gloria

Kingdom Assignment

Ini adalah pembuktian perumpamaan tentang talenta. Sepuluh ribu dolar dibagikan kepada seratus jemaat gereja. Dalam tiga bulan, 10.000 dolar telah berkembang menjadi lebih dari 100.000 dolar. Salah seorang yang mengemban tugas ini adalah Mike. Dulu, kekecewaan dan keputusasaan pernah hampir membuatnya bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya. Namun, pistol itu tidak meletus, padahal ia telah mengisinya dengan peluru. Waktumu belum tiba, Mike. Ia mendengar Allah berbicara. Bukan hari ini, bukan dengan cara seperti ini.

Begitulah awal pemulihannya. Mike datang ke gereja kami, dan ia didampingi seorang anggota jemaat yang berperan sebagai mentornya. "Anda telah menyelamatkan nyawa saya", katanya kepada sang mentor yang menjadi sahabatnya itu. "Jika saya diberi kesempatan, saya ingin membantu orang lain, seperti yang Anda lakukan untuk saya".

Ucapan itu berbalik kepadanya ketika ia menerima tugas seratus dolar itu. Esok paginya, Mike mulai mencari-cari dan menemukan sebuah organisasi bernama "Mentor Me", yang bertanggung jawab memasangkan anggota masyarakat dengan anak perempuan maupun laki-laki yang bermasalah. Program tersebut di bilang sukses besar dan Mike meyakini ke sanalah Allah menghendakinya melakukan investasi.

Mike menelepon organisasi itu dan menawarkan dua hal : uang seratus dolar dan waktunya sebagai sukarelawan untuk menjadi mentor bagi anak-anak muda yang memiliki pengalaman traumatik masa kanak-kanak yang sama dengan dirinya.

"Allah telah mengembalikan hidup daya", kata Mike. "Jika saya dapat menggunakan Kingdom Assignment untuk membantu seseorang menemukan kembali hidupnya, maka saya ini terus menerus diberkati".

Jadi, apa yang akan terjadi jika Anda menerima tugas ini? Tuhas ini akan mengubah hidup Anda selamanya, juga kehidupan orang lain yang begitu banyak di sekitar Anda, hari ini, esok, dan selamanya.

Sumber : Kingdom Assignment, Gloria Gaffa, 2008