7:58:00 AM
Peak
Seorang penderita sakit berpaling kepada dokternya, saat ia meninggalkan ruang prakteknya dan mengatakan, “Dokter, saya takut dengan kematian. Katakanlah apa yang terdapat di seberang kematian itu?”
Dokternya menjawab, “Anda tidak mengetahui? Anda sebagai orang percaya tidak mengetahui apa yang terdapat di seberang kematian?”
Dokternya sedang memegang gagang pintu sedangkan di sisi lain terdengar suara seperti ada sesuatu yang sedang mencakar-cakar pintu disertai suara mendengking. Ketika ia membuka pintunya, seekor anjing meloncat ke dalam kamar dan melompat kepada dokter itu sambil menunjukkan bahwa ia sedang senang.
Berpaling kepada pasiennya, dokter itu berkata, “Apakah Anda memperhatikan anjingku? Ia tidak pernah masuk ke dalam kamar ini. Ia pun tidak mengetahui apa yang terdapat dalam ruangan ini. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa pemiliknya berada di dalam ruang ini, sehingga ketika pintunya terbuka, ia langsung melompat masuk tanpa takut. Aku sendiri tidak tahu banyak tentang apa yang terdapat di sisi lain dari kematian, namun aku tahu satu hal: bahwa Tuhan berada di sana, dan itu sudah cukup. Dan bila pintunya terbuka, aku akan masuk tanpa takut sedikitpun, melainkan dengan rasa bahagia.”
7:48:00 AM
Peak
Bacaan Setahun : Hosea 5-7
Nats : Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? (Mazmur 139:7)
Bacaan : Kejadian 39:8-10
Sebuah kartun melukiskan dengan menarik adegan Yusuf sedang digoda oleh istri Potifar. Mereka hanya berdialog berdua di sebuah kamar. Di kamar itu tegak berdiri patung dewa sesembahan keluarga Potifar. Sambil melempar busananya ke arah patung itu sehingga menutupi "kepala" si dewa, istri Potifar berkata kepada Yusuf, "Marilah tidur dengan aku. Tak ada seorang pun di sini yang melihat kita, bahkan dewa pun tidak." Namun Yusuf menjawab, "Janganlah Nyonya berbuat begitu! Walau dewamu tidak melihat, tetapi Allahku hidup dan tetap melihat."
Pencobaan terberat bisa terjadi ketika seseorang sedang berada dalam situasi sepi, tersembunyi, tak ada orang yang melihat. Nafsu jahat akan merayu minta dipenuhi. Niat berbuat baik pun diserbu suara yang berkata, "Percuma, tak usah jadi pahlawan. Tak ada yang melihat dan mengganjarmu". Di saat seperti itu, yang tersisa hanya benteng iman.
Syukurlah, Yusuf memiliki benteng itu. Yakni kesadaran dan penghayatan bahwa Tuhan hidup, selalu hadir dan melihat segala sesuatu. Meski tak ada orang di situ selain Nyonya Potifar sendiri Yusuf tetap berkata, "Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (ayat 9b).
"Mata Tuhan melihat, apa yang kita perbuat, buat yang baik, buat yang jahat", begitu sebagian lirik nyanyian anak-anak di Sekolah Minggu. Sederhana, tetapi sampai kapan pun kebenarannya tidak berubah. Berlaku baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Jika kita tergoda untuk berbuat jahat atau terhalang untuk berbuat baik karena ada pikiran bahwa tak ada yang melihat mari segera kuatkan benteng iman kita --PAD
DI MANA PUN DAN KAPAN PUN, SATU HAL YANG HARUS SELALU KITA INGAT:
ATAS SEGALA SESUATU, TUHAN MELIHAT
Sabda.org