Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

10 August 2009

Jika Tidak Hancur

Kejadian 32:24-25 : "Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 41; 1 Timotius 5; Yesaya 35-36

Karakter dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan apabila seseorang ingin menjadi pemimpin. Kepemimpinan bukan hanya berbicara hal-hal di luar diri Anda, tetapi juga hal-hal yang ada di dalam diri Anda.

Yakub adalah tokoh nyata di dalam Alkitab yang diajar Tuhan dalam soal karakter. Dari semula Yakub mempunyai pengaruh yang besar. Tidak peduli apa yang dilakukannya atau ke mana ia pergi, ia menggugah segala sesuatu.

Ia adalah orang yang kaya, kuat, berpengaruh, dan diberkati dengan keluarga besar sehingga mengira bahwa dirinya mempunyai segala sesuatu. Tetapi, seorang pemimpin yang mencari jalan dan keuntungannya sendiri tidak dapat menjadi sebuah alat yang efektif dalam tangan Allah. Allah harus menghancurkan Yakub untuk membuatnya berguna.

Dalam proses penghancuran, Yakub yang arti namanya adalah "si penipu" diubah Allah menjadi Israel yang berarti "pahlawan Allah". Dia ingin Yakub memusatkan pelayanan-Nya kepada Allah bukan diri sendiri.

Para pemimpin alami sering perlu dihancurkan. Anggaplah kemampuan alami Anda untuk memimpin sebagai karunia dari Allah, tetapi karakter Anda adalah suatu pemberian kepada Allah. Ingatlah: Setiap kali Anda ditekan kesukaran, Anda sedang dipersiapkan, seperti Yakub, untuk melayani Allah dan memimpin orang lain dengan lebih baik lagi.

Ujian kepemimpinan yang sejati adalah ketika karakter Anda dibentuk dan diubahkan Tuhan. Tidak ada yang lain!

Jawaban.com

Telinga Cacat

Sobat, ada kisah nyata di sebuah daerah di Papua. Sebut saja Boni, layaknya seorang pemuda SMU, dia sedang mencari jati diri dan bergaul dengan banyak kawan, namun dia bergaul dengan teman yang salah. Berantem, begadang dan keluyuran menjadi kebiasaannya setiap harinya. Ayahnya yang seorang tentara sudah sering menghajar dia, namun Boni sudah cukup kebal dengan sabuk kulit dan sepatu tentara yang sering menghantam dirinya.

Beberapa hari ke depan Boni akan menjadi pemuda “dewasa” dengan usianya yang akan menyentuh 17 tahun. Kebiasaan di Papua, merayakan ulang tahun adalah dengan pesta makan-makan. Karena ayahnya adalah tentara level rendah dengan gaji yang minim, akan sangat sulit mengadakan pesta besar bagi dia. Muncul gagasan untuk memanggang seekor babi piaraan ayahnya yang ada di kebun belakang. Dia tahu, bahwa konsekuensi dihajar oleh ayahnya pasti akan terjadi, namun rasa malu di depan teman-teman jika dia tidak dapat merayakan ulang tahun lebih besar. Jadilah dia mencuri satu-satunya babi yang ada di belakang dan menikmati babi itu bersama teman-temannya.

Tiba saat penghukuman, Boni sudah mempersiapkan mental dengan hinaan dan pukulan yang pedas dari ayahnya. Namun di luar dugaan, kali ini ayahnya benar-benar naik pitam. Dia menghajar Boni habis-habisan! Semua pukulan itu masih bisa ditahan oleh Boni, namun tidak dengan tindakan terakhir dari ayahnya. Ayahnya mengiris sebagian dari daun telinga Boni dengan pisau dan menyuruh untuk ditelan! Benar-benar shocking untuk Boni, karena telinganya menjadi cacat seumur hidupnya.

Sobat, ketika Boni sudah bekerja di Jawa dan mengikuti sebuah retreat, kejadian ini masih membekas jelas di dalam hatinya. Ketika sesi Hati Bapa, susah baginya untuk bisa mengerti seberapa lembut hati Bapa. Namun ketika dilayani secara pribadi, tumpah semua isi hatinya. Dia bisa menangis lega. Sebuah komitmen untuk mengasihi Bapa di Surga timbul di hatinya. Namun tidak berhenti sampai di sana , dia pun berkomitmen untuk mengasihi bapa-nya yang di dunia. Boni menelpon ayahnya yang sekarang tua dan berkata “Ayah, aku mengasihimu”.

Sobat, luka masa lalu memang tidak bisa dihapus, namun luka itu bisa disembuhkan. Berdoa kepada Roh Kudus untuk melembutkan hati kita dan ambil tindakan untuk memaafkan orang yang melukai hati kita, terlebih jika itu orang tua kita sendiri. GOD Bless!