Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

23 April 2008

Tinggal Dalam Kebenaran

Orang yang mengenal apa itu Kebenaran sejati, tetapi tidak tinggal dalam Kebenaran, sudah murtad di dalam hatinya. Ayat-ayat Firman Tuhan di bawah ini akan menjelaskan sebagai berikut :

1. Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam Kebenaran, Firman-Mu
adalah Kebenaran. Ayat ini adalah doa Tuhan Yesus untuk murid-muridNya, dan dalam doa ini Dia membuat satu pernyataan Ilahi yang datang dari hati Bapa, itulah Kebenaran, Firman yang keluar dari mulutnya Allah, adalah Kebenaran. Lewat Kebenaran langit dan bumi telah dijadikan. Dan apa yang keluar dari mulut Yesus adalah keluar dari hati Bapa, itulah Kebenaran. Kebenaran mengatasi doktrin atau dogma apapun. Satu pernyataan ILahi yang dikatakan Yesus : FIRMAN-MU adalah KEBENARAN.

Setiap hati manusia yang sudah dimeteraikan Firman di dalamnya, akan selalu melakukan Kebenaran Firman dalam hidupnya, dan suka melakukan segala Titah Tuhan karena kesukaannya adalah melakukan kehendak Bapa. Seperti Yesus selalu melakukan apa Yang Bapa kehendaki, demikian juga siapa yang sudah menyatu dengan Dia dalam Roh dan Kebenaran, akan melakukan hal yang sama seperti Yesus lakukan. Ini prinsip kebenaran yang pertama ...

Dan jangan mempermainkan Kebenaran dengan ajaran manusia yang penuh
dengan falsafah kosong yang hanya dapat ditangkap oleh logika saja namun tak sanggup memberi damai sejahtera di dalam hati.

2. Yohanes 1:14
Firman
itu telah menjadi manusia. Firman yang menjadi daging namanya YESUS, dan daging yang dimiliki oleh Yesus berasal dari Sorga. Apa yang datang dari atas tidak dapat dikalahkan atau dirusakkan oleh apapun juga. Termasuk sakit-penyakit, kuasa dosa dan maut sekalipun. Dia menjadi daging supaya manusia ciptaan-Nya tidak lagi dikuasai keinginan daging (dosa). Itu maksud inkarnasi Firman menjadi daging, penebusan dengan cara pertukaran tempat. Yang seharusnya masuk alam maut diganti oleh Yesus masuk alam maut dan bangkit kembali. Yang seharusnya menderita dihukum oleh Yesus di salib ganti kita. Tujuan karya salib Kristus adalah pertukaran tempat antara manusia di bumi dengan Anak Allah dari Sorga. Rahasia dibalik penebusan adalah posisi terdakwa masuk penjara (neraka) menjadi bebas tak bersalah karena ditebus oleh darahNya.

Firman yang menjadi manusia itu YESUS, Firman-Mu adalah Kebenaran, Yesus adalah Kebenaran YESUS katakan, "AKU dan BAPA adalah satu (Yohanes 10:30). Doktrin yang mengajar bahwa Allah memiliki tiga pribadi, itu ajaran sesat. Pribadi Allah tetap satu, meskipun wujud Bapa dan Anak berlainan dan pernah dicatat oleh Alkitab. Allah Tri Tunggal itu begitu unik dan tak dapat dipisah-pisahkan. Prinsip penyatuan ini yang kabur dimengerti oleh banyak gereja di dunia. Apa yang dicatat oleh Alkitab tidak dapat diartikan secara literatur hurufiah. Inilah keunikan Alkitab yang hanya dapat dipahami melalui ilham Roh Kudus, karena memang Firman berasal dari Bapa, penjelasan sempurna dan akurat cuma datang dari Roh Bapa sendiri. Bapa, Anak dan Roh Kudus itu satu kesatuan yang tak dapat dipisah-pisahkan.

Banyak orang pandai yang telah menyelidiki Alkitab merasa diberi hikmat untuk menjabarkan isi Alkitab dan membuat doktrin-doktrin bagi keamanan iman mereka sendiri sesuai yang mereka mau, padahal Bapa tidak memberi pemahaman demikian. Apa yang mereka rasa sudah tahu dan benar adalah ketidak tahuan yang dengan berani diucapkan sebagai "pencerahan". Iblis pun punya pohon pengetahuan yang baik dan jahat yang sudah menguasai sebagian hikmat Allah sejak semula karena Lucifer pun pernah dekat dengan tahta Allah.

Sangat tipis perbedaannya antara hikmat yang di dapat dari Iblis dan Roh Kudus, siapa tidak sanggup mendeteksi apa yang masuk lewat pikiran manusia dan hati manusia, mereka selalu terjebak ke dalam pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hanya orang-orang yang sudah hidup menyatu dengan Tuhan, merekalah yang punya kesanggupan karena kuasa Allah sudah menyatu dengan dia, Roh Bapa menyatu dengan roh dia. Tuhan Yesus bisa buat mujizat, Iblis pun sanggup buat mujizat, dimana bedanya mujizat yang datang dari Yesus dan Iblis?
Kuncinya bukan terletak pada seberapa pandainya kita menguasai seebuah pengajaran dibumi, tapi Pertanyaan saya : sudahkah para hamba Tuhan menyatu dengan Tuhan di dalam Roh dan Kebenaran itu? Jika sudah, maka setiap Firman bisa dilakukan oleh orang tersebut. Ini bukti dari orang yang tinggal dalam Kebenaran.

Yohanes 15:15b
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Ayat ini mengajar prinsip PENYATUAN antara Allah dan orang percaya, ini mutlak bagi siapa yang mau melakukan kehendak Bapa.

Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal
di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Ayat ini berbicara sebuah 'pengkondisian'. Sayangnya banyak hamba Tuhan senior pun tidak sanggup menjelaskan dan punya komitmen seperti ayat ini tulis. Makanya doa-doanya tak ada kepastian, ragu-ragu, mulutnya doa apa, hatinya dan pikirannya melenceng dan bimbang. Bagaimana doanya mau dijawab, Roh Kudus yang menyelidiki hati manusia melihat kebimbangan yang bertolak belakang dan menentang prinsip kerja kuasa Kerajaan Allah. Kata amien cuma lips service belaka. Makanya harus sungguh-sungguh bertobat, saya sudah berulang kali katakan bertobat!!!

Orang bertobat, akan selalu mau mencari mana kehendak Tuhan mana bukan kehendak TUhan! Ini bukan soal pengajaran ilmiah theologis, ini berbicara soal sikap hati. Orang rendah hati itu tidak mengandalkan pengetahuan akalnya, tapi kepada pimpinan Roh di dalam hatinya. akal pikiran harus tunduk kepada pimpinan Roh, bukan Roh yang dikendalikan kemauan jalan pikiran.

Kembali ke ayat Yohanes 15:7 diatas, Firman Tuhan sudah menjamin dan tidak pernah gagal. Jika Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Percaya atau tidak sebagian besar orang percaya menyangkal ayat ini dalam praktek hidupnya, itulah pemurtadan di gereja yang terselubung. Pimpinan gerejanya murtad, maka jemaatnya akan murtad juga.

Jika Firman Tuhan tinggal di dalam hati kita, maka kita akan menuruti kehendak-NYa, disitulah terjadinya penyatuan kehendak yang akan menghasilkan doa-doa yang terjawab. Silahkan periksa diri kita masing-masing terutama para hamba TUhan yang berani melayani atas nama gereja Tuhan, tapi masih menyangkal ayat Firman ini. Bertobatlah!

Bedanya hamba Tuhan yang dipilih dengan hamba Tuhan yang mempromosikan diri (lewat atribut kasat mata) akan terlihat saat masuk pelayanan, siapa yang memimpin dia, dirinya sendiri atau Tuhan.

Yohanes 14:12
Aku berkata kepadamu, "Sesungguhnya barangsiapa
percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, ayat ini juga merupakan barometer bagi setiap orang kristen yang berani claim dirinya kenal Tuhan Yesus apalagi yang sudah menyandang predikat sebagai seorang hamba Tuhan? Para pengajar sesat sudah banyak meracuni gereja Tuhan dengan ajaran-ajaran logis praktis yang tidak sesuai Firman. Yang menolak dan menyangkal ayat ini sudah ada hakimnya yaitu Firman Tuhan sendiri, merekapun tidak akan diakui dihadapan Bapa di Sorga.


Christian

A Cong

Ini sebuah kisah nyata yang menarik dan menyentuh. Ada seorang laki2 paruh baya, umur 50 tahunan. Ia dipanggil A Cong (Ah Chong, ejaan inggrisnya). Miskin, tetapi jujur dan tekun. Kejujuran dan ketekunan itu mendapat perhatian seorang pemilik toko material di daerah Glodok, Pinangsia, Jakarta . A Cong diangkat menjadi CEO (chief exec.officer) atau penanggung jawab penuh toko tersebut. Usaha material itu meraup sukses luar biasa.

Sedemikian sibuknya A Cong di toko itu melayani pembeli, sampai ia tak sempat makan dengan teratur. Bahkan tidak jarang ia makan sambil tetap melayani. Tetapi, di tengah kesibukannya, setiap jam 12 siang ia menyempatkan diri berlari ke sebuah gereja di dekat situ. Dan itu ia lakukan tiap hari, sudah lebih dari tiga setengah tahun.

Sampai pada suatu hari kecurigaan seorang pastor memuncak! Ia telah memperhatikan dan mengamati fenomena aneh ini di gerejanya. A Cong datang di
pintu gereja, hanya berdiri saja, membuat tanda salib, lalu segera bablas lagi.

Ritual itu setia dilakukan A Cong, tiap-tiap hari, itu-itu saja. Adakah udang dibalik batu? Jangan2, Romo yang penasaran itu mencari kesempatan menghadang si A Cong, dan bertanya tanpa basa-basi lagi, "Maaf, Cek (panggilan menghormat bagi laki2 Tionghoa), kenapa Encek saben hari datang jam 12 begini, cuman berdiri aja di pintu, bikin tanda salib, terus cepet2 pergi?".

Kaget, si A Cong menjawab tersipu: "Hah?!... Lomo, owe ini
olang sibuk, owe punya waktu seliki, tapi owe seneng dateng kemali."

Jelas, Romo belum puas dan terus mendesak, "Emangnya apa yang Encek
lakukan di pintu gereja gitu?"

Jawab A Cong dengan polos: "Ngga ada apa2. Benel Owe cuman bilang ini
doang: Tuhan Yesus, ini owe, A Cong.Uuudah."

Terbengong, hanya "Oh....!" yang bisa dilontarkan sang Romo. Dan A Cong pun bergegas kembali ke tokonya.

Pada suatu hari A Cong sakit parah karena super sibuk dan makan sekenanya, tidak teratur. Komplikasi penyakitnya cukup berat sehingga ia dilarikan ke rumah sakit. A Cong bukan orang kaya, maka ia menempati kamar kelas 3, satu kamar dihuni 8 orang pasien. Sejak masuknya A Cong, kamar itu menjadi ceria, penuh canda tawa.Tak terasa 3 bulan sudah A Cong dirawat. Ia pun sembuh dan diperbolehkan pulang.

Ia gembira, tentunya, tetapi teman2 sekamarnya bersedih. Selama dirawat itu, semua sesama pasien dihiburnya. A Cong setiap pagi menghampiri teman2 pasiennya, satu per satu, dan menanyakan keadaan masing2. Sayang, sekarang A Cong harus pulang dan kamar itu akan kembali sunyi.

Akhirnya salah seorang sesama pasien mencoba bertanya: "Eh Cek A Cong, mau nanya nih. Kenapa sih Encek begitu gembira, dan selalu gembira, padahal penyakit Encek kan serius?"

Acong tercenung dan menjawab "
saben ali yam lua welas, yah, ada olang laki lambut gondlong dateng, megang kaki saya, dia bilang, "A Cong, ini aku, Yesus Kristus. Gimana owe nggak seneng, coba..."

Moral of the story :
Sesibuk-sibuknya kita,Sisihkan waktumu, untuk bersama Tuhan, ..

Stay Connected

Today's Scripture

“I am the vine; you are the branches. If a man remains in me and I in him, he will bear much fruit; apart form me you can do nothing” (John 15:5).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need more power and strength in your life today? When you are connected to the Father through Jesus, you are connected to your life source. Just as a branch is sustained by the vine it’s attached to, we are sustained by being attached to Him. If you think about how fruit grows, it doesn’t just happen over night; it takes time and the right conditions. In the same way, the spiritual fruit in your own life develops over time, too. You might be tempted to get discouraged if you aren’t seeing “fruit” as quickly as you’d like, but be encouraged today! If you’ll keep your heart humble before the Lord and stay connected to Him through prayer and studying His Word, you’ll see that fruit begin to form in your life just as He promised! You’ll see the fruit of joy, which is strength. You’ll see the fruit of love and peace, which will sustain you in the midst of difficulty. As you stay connected to Him, you’ll be empowered and equipped for every circumstance, and you’ll live as an overcomer in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, I humbly come before You. I recognize that You are the source for everything I need in this life. Keep me close to You always and turn my heart and mind toward Your ways. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries