Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

19 September 2009

Humor : Mengajar Anjing Duduk

Si kecil Timmy sudah tidak sabar ingin segera pulang dari ganti baju dan terus memikirkan anjing peliharaannya sambil makan siang. Saat dia selesai mencuci piring, ia langsung main dengan anjingnya.

Tak lama, ibunya mendengar Timmy berteriak, “Amin! Amin! Amin!”

Ibunya segera melihat apa yang ia lakukan. Kemudian si ibu melihat Timmy sedang mengacungkan tangan pada anjingnya sambil berteriak, “Amin!”

“Apa yang kamu lakukan?,” tanya ibunya.

“Mengajarnya untuk duduk,” jawab Timmy.

“Lalu mengapa kamu malah bilang ‘amin’, bukankah harusnya kamu bilang ‘duduk’?”

“Ya,” jawab Timmy, “tapi kata ‘amin’ selalu manjur saat digunakan pendeta, saat dia berkata ‘amin’, semua jemaat langsung duduk.”