Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 June 2008

Bila Semua Mengecewakan

Nats : Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku (Habakuk 3:18)

Bacaan : Habakuk 3:17-19

Bila segala sesuatu tampak tak terkendali dan di luar rencana sehingga mengganggu kenyamanan dan kestabilan, bagaimana kita menghadapinya? Doa Habakuk ini bukan doa yang nyaman. Realitas hidup Habakuk adalah ketidakadilan, penindasan yang merajalela. Payahnya, Tuhan seolah-olah membiarkan semuanya itu. Tidak ada keadilan! (Habakuk 1:2,3). Karenanya Tuhan menghukum Israel dengan perantaraan bangsa lain. Namun, bangsa lain yang menjarah ini kemudian akan berhadapan sendiri dengan murka Tuhan (2:6-20). Suasana benar-benar kelam. Di sinilah puisi doa Habakuk teruntai. Itulah sebabnya doa ini dinyanyikan dalam nada ratapan (ayat 3).

Habakuk memulai puisi ratapan tentang hidup yang mengkhawatirkan dengan merefleksikan kuasa Tuhan yang melebihi kekuatan-kekuatan mitologis (ayat 1-16). Masalahnya, kita sering menganggap kuasa-kuasa lain lebih berjaya daripada Tuhan. Kuasa Tuhan, entah bagaimana, kurang berasa. Di sinilah Habakuk menjadi contoh bagi kita. Perhatikan ungkapan sang nabi di akhir puisi doanya. Pesannya amat kuat dan jelas. Barangkali dapat dibahasakan ulang bahwasanya iman tidak boleh ditentukan oleh berkat Tuhan. Iman tidak ditentukan oleh baiknya situasi. Iman kepada Tuhan tidak boleh berubah relatif sesuai dengan apa yang enak atau tidak enak bagi kita. Dalam bahasanya sendiri Habakuk berdoa, "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon bakung tidak berbuah ... kambing domba terhalau dari kurungan ... namun aku akan bersorak-sorak, beria-ria di dalam Allah penyelamatku."

Apakah dimensi iman yang sedewasa ini menjadi milik kita? —DKL

HABIS HUJAN TAMPAK PELANGI
TERHADAP TUHAN, JANGAN PERNAH PATAH HATI

SABDA.org

Siapa Yang Mempersiapkan Parasutku?

Charles Smith, seorang lulusan akademi Angkatan Laut Amerika adalah seorang juru terbang sebuah pesawat jet di Vietnam. Setelah melakukan 75 penerbangan di medan pertempuran, pesawatnya telah dijatuhkan oleh sebuah roket musuh. Untungnya, Smith berhasil dilontarkan keluar pesawat dan turun dengan parasut di tengah-tengah musuh. Ia ditangkap dan kemudian dipenjarakan di sebuah penjara Vietnam.

Ia berhasil untuk tetap hidup dan kini ia memberikan pengajaran-pengajaran tentang segala sesuatu yang ia telah belajar dari pengalamannya.

Pada suatu hari, Smith dan isterinya sedang makan di sebuah restoran. Seseorang dari seberang meja mendekatinya dan berkata, “Anda adalah Charles Smith!. Anda telah menerbangkan pesawat-pesawat jet dari kapal induk Kitty Hawk dan Anda telah ditembak jatuh!”

Smith mengatakan, “Bagaimana kamu tahu itu semua?”

“Akulah yang mempersiapkan parasutmu setiap hari”, jawab orang itu.

Smith ternganga karena terkejut bercampur dengan hati penuh terima kasih. Orang itu memompa tangannya dan mengatakan, “Kukira apa yang aku lakukan berhasil!”

Smith meyakinkannya, “Itulah pasti. Bila seandainya parasut itu tidak berhasil terbuka, maka aku tak akan berada di sini sekarang ini”

Malam harinya, Smith tidak dapat tidur melainkan terus memikirkan akan orang itu. Smith berpikir, “Aku bertanya-tanya, bagaimana orang itu bila berpakaian uniform angkatan Laut? Topi putih, suatu perangkat uniform angkatan laut dan sebagainya. Aku bertanya, beberapa kali aku telah berpapasan dengannya namun belum pernah mengatakan, “Selamat pagi, apa kabar atau apapun”, karena aku pada saat itu adalah seorang juru terbang jet dan ia hanya seorang pelaut”.

Smith membayangkan betapa lamanya pelaut itu berada di meja yang panjang di perut kapal, dan dengan hati-hati melipat parasut itu dalam lipatan-lipatan yang rapi sambil memegang di dalam tangannya nasib seseorang yang ia tidak kenal.

Kini, ia bertanya kepada hadirin, “Siapakah yang menyiapkan parasutmu?” Setiap orang mempunyai seseorang yang memberikan segala sesuatu bagi apa yang Anda perlukan untuk hari itu. Smithpun menerangkan bahwa ia memerlukan banyak macam parasut, ketika pesawat jetnya tertembak jatuh di atas wilayah musuh – ia memerlukan parasut physical, parasut mental, parasut emosional dan parasut spiritual. Ia membutuhkan semua dukungan itu sebelumnya ia mencapai keamanan.

Kadang-kadang, di tengah-tengah tantangan hidup, kita sering lupa akan apa yang sesungguhnya penting. Kita mungkin sering lupa atau tidak ingat untuk mengatakan, “Halo, tolonglah atau terima kasih, memberi selamat kepada seseorang atau sesuatu yang indah yang telah dialami oleh seseorang, memberikan kepada mereka imbalan atau sekadar berbuat suatu yang indah dan baik tanpa alas an apapun”.

Maka, bila Anda memasuki minggu ini, bulan atau tahun ini, kenalilah mereka yang telah menyiapkan parasutmu.


God's Little Acre

Secercah Senyuman

Secercah senyuman tidak memerlukan biaya sedikitpun, sebaliknya dapat memberikan sesuatu yang amat berharga. Senyuman dapat memperkaya seseorang yang menerimanya, tanpa menjadikan si pemberi itu lebih miskin lagi.

Tiada seorangpun, betapa besar kekayaannya atau kuasanya, yang dapat hidup tanpa senyuman. Dan tiada seorangpun, betapa miskinnya sekalipun yang tak dapat dibuat kaya olehnya.

Secercah senyuman menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga dan memperkuat niat yang baik dalam pekerjaan serta merupakan tanda dari persahabatan.

Ia membawa ketenangan kepada mereka yang lelah dan resah, mendorong kepada mereka yang putus asa, terang mentari kepada mereka yang sedih dan merupakan obat yang paling mujarab bagi kesukaran.

Namun ia tak dapat dibeli, diminta, dipinjam atau bahkan dicuri, karena hal itu tidak ada nilainya bagi siapapun, kecuali bila diberikan kepada orang lain. Ada banyak orang yang terlalu lelah bahkan untuk memberikan secercah senyuman kepadamu. Berikanlah salah satu dari yang kau miliki, karena seseorang yang tak dapat memberikannya, justru amat memerlukan secercah senyuman.


B.J. Morbitzer

Humor : Pernikahan Yang Kokoh

Sepasang suami dan isteri sedang mengikuti sebuah persekutuan jemaat dengan beberapa teman. Ketika itu sedang mempersoalkan tentang Pemberian Nasihat Pernikahan oleh gereja masih diper- lukan atau tidak.

“Oh, kalau kami tidak memerlukan akan hal itu. Kami berdua mempunyai hubungan perkawinan yang amat baik,” jelas sang isteri.

“Ia mengambil mata pelajaran pokok Komunikasi ketika di sekolah tinggi dan aku telah mengambil pelajaran pokok dalam Seni Akting. Ia berkomunikasi cukup baik dan aku beraksi seakan-akan aku mendengar!”