Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 November 2008

Berdoa Untuk Anak

Nats: Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya - Markus 7:26

Bacaan : Markus 7:24-30

Sebagai orangtua kristiani, kita memiliki kewajiban yang tak boleh dilupakan. Apakah itu? Berdoa untuk anak-anak kita! Dalam buku How to be a Good Mom, dikupas tentang pentingnya orangtua berdoa untuk anak-anaknya. Doa untuk anak-anak sungguh merupakan sesuatu yang penting dan tak dapat diabaikan!

Pokok doa pertama tentu kita berdoa untuk kehidupan rohani anak-anak. Berdoa agar mereka semakin mengenal Allah lebih dalam lagi. Dengan doa, anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Ketika itu terjadi, tanpa harus kita awasi dengan ketat pun mereka dapat menjadi anak yang bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

Pokok doa selanjutnya, kita berdoa untuk perkembangan fisik dan mental mereka. Ada begitu banyak anak memiliki gambar diri yang rusak. Sulit menerima diri sendiri. Mereka mungkin minder, penuh sikap negatif, dan pesimis. Melalui doa, mintalah Allah membuat terobosan-terobosan baru dalam hidup mereka, sehingga hidup mereka diubahkan.

Masih banyak yang perlu kita doakan. Berdoa untuk komunitas dan pergaulan anak-anak kita; untuk calon pasangan hidup mereka kelak; untuk kesehatan mereka; untuk studi atau aktivitas-aktivitas yang dijalani; untuk masa depan mereka; dan tentu masih ada banyak hal khusus yang bisa kita doakan.

Kita takkan pernah menjadi orangtua yang baik jika berhenti berdoa untuk anak-anak kita. Dengan berdoa untuk anak-anak, berarti kita mengakui keterbatasan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak. Dengan berdoa, kita mengizinkan Tuhan yang tak terbatas menyatakan kebaikan-Nya kepada anak-anak kita -PK

KITA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI ORANGTUA YANG BAIK
JIKA KITA BERHENTI BERDOA UNTUK ANAK-ANAK KITA

Yayasan Gloria

The Five Finger Prayer

prayer
* Your thumb is nearest to you. So begin your prayers by praying for those closest to you.They are the easiest to remember. To pray for our loved ones is, as C.S. Lewis once said, a “sweet duty”.

* The next finger is the pointing finger. Pray for those who teach, instruct and heal. This includes teachers, doctors, and ministers. They need support and wisdom in pointing others in the right direction. Keep them in your prayers.

* The next finger is the tallest finger. It reminds us of our leaders. Pray for the president, leaders in business and industry, and administrators. These people shape our nation and guide public opinion. They need God’s guidance.

* The fourth finger is our ring finger. Surprising to many is fact that this is our weakest finger; as any piano teacher will testify. It should remind us to pray for those who are weak, in trouble or in pain. They need your prayers day and night. You cannot pray too much for them.

* And lastly comes our little finger; the smallest finger of all. Which is where we should place ourselves in relation to God and others. As the Bible says, “the least shall be the greatest among you.” Your pinky should remind you to pray for yourself.

By the time you have prayed for the other four groups, your own needs will be put into proper perspective and you will be able to pray for yourself more effectively.