Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 December 2009

Resolusi Diri

Mazmur 90:12 - "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 92; Filipi 5; Mazmur 114

Memasuki tahun yang baru ini, ada satu pertanyaan yang hampir akan ditanyakan oleh orang-orang kepada kita, "resolusi apa yang sudah dibuat untuk dilakukan di tahun depan?" Bagi orang-orang yang memiliki prinsip hidup let it flow akan kesulitan menjawabnya karena mereka tidak merancangkan dengan detail apa yang akan mereka kerjakan bagi hidup mereka ke depannya. Namun, bagi yang terencana sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan itu karena mereka sudah mengetahui apa yang menjadi target yang harus diraih ke depannya.

Allah dalam Kemahakuasaan-Nya mengetahui setiap detail kehidupan kita karena Dia telah merancangkan hal itu sebelum manusia dijadikan. Dia sudah menggoreskan tinta perjalanan hidup kita dengan sungguh indah. Walaupun begitu, Allah tidak menginginkan kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa alias pasrah. Allah ingin Anda membuat perencanaan-perencanaan bagi hidup Anda.

Mungkin di tahun yang akan terlewati ini banyak target yang belum tercapai, namun janganlah menjadi putus asa dan ragu. Tetaplah melakukan resolusi. Mintalah bimbingan Allah untuk memberi pengertian akan hal-hal yang perlu Anda perbaiki ke depannya dan juga target-target kehidupan apa yang akan di raih dalam satu tahun mendatang. Percayalah, Dia tidak akan diam ketika Anda menanyakan hal itu. Dia justru akan memberitahukan jalan-jalanNya kepada Anda.

Mari gunakan kesempatan ini untuk mengetahui isi hati Allah bagi masing-masing kita di tahun mendatang. Biarlah doa Daud menjadi doa kita juga di hari ini, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."

Merenung sejenak akan apa yang telah kita lewati dan memikirkan hal apa yang akan dilakukan di tahun mendatang adalah langkah bijak membuka lembaran hidup yang baru.

Jawaban.com

Menghapus Duka Di Tahun Baru

Banyak orang yang memulai tahun yang baru dengan penuh kebahagiaan, paling tidak memori tentang sederetan perayaan menyambut harapan baru di tahun yang baru masih hangat di benak mereka.

Tentu saja sukaria tersebut bukan mutlak milik semua penduduk Bumi ini. Tentu ada sebagian orang yang justeru merasakan duka di tahun yang baru. Sebuah duka karena anggota keluarga mereka atau orang yang sangat dekat dengan mereka harus pergi untuk selamanya justeru di saat mereka merayakan pergantian tahun. Duka karena kegagalan-demi kegagalan yang beruntun mendera di penghuujung tahun. Dan masih banyak lagi alasan yang dunia sodorkan sebagai alasan bagi manusia untuk mengenakan kain kabung mereka.

Bila demikian, bagaimana cara mengatasi duka di awal tahun yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan pengharapan?

1. Keadaan fisik diri sendiri harus diawasi. Jangan pernah biarkan duka malah membunuh diri sendiri karena sudah tidak ada perawatan sama sekali. Jika tubuh tidak dirawat baik lewat makanan atau istirahat, dan berujung pada kehilangan kesehatan, duka dan frustasi bisa bertambah parah.

2. Jangan pendam duka sendirian. Bagikan rasa duka pada orang yang paling dekat. Bantuan dan dukungan dari orang sekitar akan sangat membantu seseorang untuk pulih.

3. Tetap pikirkan masa depan. Walau orang yang dikasihi telah pergi, masa depan orang yang masih hidup masa ada, bahkan penuh harapan bagi mereka yang dekat pada Tuhan. Karena itu, perencanaan, visi, dan tujuan hidup di tahun yang baru harus tetap ada supaya hidup tidak "asal terbang mengikuti angin".

4. Hibur orang lain. Ini adalah sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, tapi sangat ampuh khasiatnya jika dilakukan. Yang berduka kehilangan mungkin bukan satu orang saja. Karena itu, menghibur dan memberi kekuatan pada orang lain yang sama-sama berduka akan menguatkan kedua belah pihak dan membuat ketabahan itu semakin kuat.

5. Jangan paksakan diri. Menangis dan berduka karena kehilangan orang yang dicintai sangatlah wajar. Menyambut tahun baru terasa hambar karena hal itu, juga merupakan sesuatu yang wajar. Jangan paksa diri untuk segera pulih jika itu hanya akan membohongi diri sendiri. Take your time, asal tidak larut dalam kesedihan terlalu lama. Ingatkan diri sendiri bahwa hidup tetap berlanjut dan di masa yang akan datang, sukacita itu harus tetap ada untuk bisa menikmati hidup.

6. Jangan tutup diri. Orang yang baru kehilangan cenderung menutup diri dari dunia baru. Pada awalnya ini wajar, tapi jangan berlangsung lama. Tetaplah bergaul.

7. Lakukan prinsip "sesuatu" dan hindari prinsip "semuanya" atau "tidak sama sekali". Prinsip "sesuatu" adalah perilaku positif dalam menghadapi banyak hal. Seseorang yang berduka tidak harus melakukan "semua" karena kesibukan yang berlebihan malah kadang menjadi pelarian yang tidak sehat. Seseorang yang berduka juga jangan "tidak sama sekali" melakukan apapun. Tapi tetaplah berbuat "sesuatu" untuk siapapun dan apapun yang menghendaki sebuah reaksi.

8. Tetap bersyukur. Segala sesuatu yang terjadi pasti dibawah kendali tangan Tuhan yang Maha Kuasa. Karena itu, tetaplah bersyukur untuk rencana Tuhan walau ada duka yang harus dialami. Bersyukurlah untuk kesempatan hidup yang masih diberi Tuhan di tahun yang baru. Karena itu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi seseorang yang jauh lebih bak dari tahun sebelumnya.

9. Dekatkan diri pada Tuhan. Ini syarat mutlak untuk bisa lepas dari duka. Tuhan adalah tempat perlindungan yang teduh dan sumber penghiburan yang sejati. Bersama dengan Tuhan, duka seberat apapun pasti bisa dilewati.

30 December 2009

Yesus Yang Terutama

Matius 6:33 : "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 91; Filipi 4; Mazmur 111, 113

Ini adalah sebuah kisah yang nyata dimana ada seorang seorang pria bernama Kurt Warner. Nama ini mungkin terasa asing bagi Anda, namun coba tanyakan kepada masyarakat Amerika Serikat. Tidak ada satu pun yang tidak mengetahui siapakah dirinya.

Kurt merupakan olahragawan AS. Ia adalah pemain Football yang aktif sampai saat ini. Berbagai penghargaan telah ia raih dari cabang olahraga favorit masyarakat negara berjulukan "Pam Sam" tersebut. Di tahun 2008 ketika ia membawa timnya, Arizona Cardinals sebagai juara liga Football AS (NFL), di tahun yang sama itu pula Kurt menerima penghargaanWalter Payton NFL Man of the Year Award.

Dalam sebuah wawancaranya dengan sebuah media Kristiani Amerika Serikat, pria berbadan tegap ini membuka rahasia mengenai kesuksesan yang ia raih. Ia katakan bahwa apa yang ia dapatkan selama ini adalah karena ia menempatkan Tuhan sebagai tempat paling pertama di dalam hidupnya. Setiap hari, ia bersama dengan istri dan anak-anaknya mengambil saat teduh dan mempraktikkan apa yang telah mereka baca pada hari itu. Hal itu terus dilakukan oleh Kurt dan keluarga sampai hari ini.

Kita pun bisa mengalami apa yang diterima Kurt dan keluarga. Namun, kuncinya adalah kita harus menjadikan Tuhan sebagai yang paling utama dalam kehidupan kita. Kesuksesan dan kebahagiaan adalah bonus ketika kita setia dan jujur membangun hubungan dengan-Nya.

Ketika Kristus ditempatkan ke posisi semestinya dalam hidup kita maka segala anugerah dan berkat yang Dia curahkan menjadi milik kita.

Jawaban.com

Video : Why Firefighters ROCK

29 December 2009

Komunikasi Suami Istri

Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dengan baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan. Untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yang perlu kita ubah.

Prinsip komunikasi yg sehat :
1. Jadilah pendengar yang baik (Ams 18:13)
2. Berpikir sebelum berbicara (Ams 15:23,28, Yak 1:19)
3. Berbicara dengan kasih (Efe 4:15,25)
4. Jangan menghukum pasangan dengan puasa bicara
5. Jauhi berdebat (Ams 17:9)
6. Kendalikan amarah waktu berbicara (Ams 14:29)
7. Mintalah maaf bila bersalah (Yak 5:16)
8. Jangan merengek (Ams 10:19)
9. Berhentilah mengkritik, membangunlah (Roma 14:13)
10. Hargailah pendapat orang lain (Fil 2:1-4, Efe 4:2)

Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1. Volume - jangan terlalu keras
2. Pitch - Nada suara jangan tinggi/membentak
3. Moment - cari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah.

Sembilan puluh persen gesekan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh nada bicara yang kurang baik.

Amsal 15:23 - Seseorang bersuka cita karena jawaban yang diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!

Teman, ketika kemarahan memuncak, pikirkanlah akibat-akibatnya. ...

27 December 2009

Cape Deh…

Seorang anak kelas 1 SD tidak mau bergabung dengan teman-teman sebayanya yang dengan ceria ngobrol tentang liburan Natal.

"Apa kamu ngak suka liburan Natal?" tanyaku.

"Nggak terlalu," katanya.

"Capek, karena orang tuaku slalu menghadiri banyak sekali kebaktian Natal, dan aku harus selalu ikut."

"Loh, orang tuamu pendeta ya?" tanyaku penasaran.

"Bukan, hanya anggota gereja biasa," jawabnya, "tapi kami harus selalu ikut agar mama tidak perlu masak lagi di rumah, capek deh..."

26 December 2009

What Is Christmas All About?

* This post contain video

Weekly Scripture – Roma 12:2

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:2

Pigeon Impossible

25 December 2009

Retooning the Nativity

Siapa Yang Tahu?

NARATOR : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, sebagaimana telah diumumkan beberapa waktu yang lalu bahwa menjelang malam Natal, di gereja kita akan digelar “Talk Show Natal”. Mari kita panggil saja host kita, bukan Farhan, bukan juga Indi Barends, tetapi ini dia…

HOST KELUAR DAN MELAMBAI KE JEMAAT

HOST : Syalom, syalom… apa kabar semua? Umat yang berbahagia, untuk menyambut malam Natal yang spesial ini, saya sudah siapkan tamu kita dari jauh. Saya panggilkan saja, Saudara Barak bin Yunus…

BARAK, YANG BERPAKAIAN YAHUDI, KELUAR DENGAN STATUS LUMAYAN KARENA DIA ADALAH PEMILIK PENGINAPAN DI BETLEHEM.

HOST : Selamat datang, selamat datang, Bung Barak. Silahkan duduk. Dalam catatan saya ini, Bung ini seorang pemilik penginapan di kota kecil Betlehem Yudea. Apa betul?

BARAK : Betul, tidak salah lagi.

HOST : Maaf Bung Barak. Saya tidak bermaksud memojokkan Bung. Tetapi saya harus bertanya, kok tega-teganya Bung itu menempatkan Yusuf dan Ibu Maria yang sedang hamil besar di sebuah kandang binatang?

BARAK : Eh, Dik, kami ini gampang bicara. Kamu enggak tahu bagaimana keadaan kota Betlehemn waktu itu. Ramainya ajubile. Dan semua penginapan penuh, juga rumah penginapan saya. Lagipula kandang binatang saya termasuk cukup lumayan untuk beristirahat. Bersih. Buktinya, Ibu Maria yang melahirkan Anaknya disana, tidak kena penyakit dan kemudian cukup kuat untuk mengadakan perjalanan ke Mesir.

HOST : Oke… Oke… Jangan emosi, Bung. Saya wajib menanyakan. Kan namanya juga talk show. Nah, ini saya mesti tanya lagi nih.

BARAK : Silakan. Saya akan jawab selama saya bisa.

HOST : Bung tahu enggak kalau Anak yang dikandung Ibu Maria itu adalah Yesus, Juru Selamat dunia. Anak Allah pencipta langit dan bumi.

BARAK : Ya enggak lah…! Siapa yang tahu…

HOST : Oke… Oke… Kalau misalnya Bung tahu, apakah waktu itu Bung tetap memberikan Ibu Maria tempat di kandang binatang untuk melahirkan Bayinya.

BARAK : Ya enggak mungkinlah. Saya pasti mengimbau, kalau perlu memaksa keluarga yang menempati kamar yang terbaik, pindah dan men-share tempat dengan seorang langganan yang lain.

HOST : Oo, jadi karena Bung tidak tahu jadi Bung kasih Ibu Maria kandang domba itu sebagai tempat melahirkan. Tetapi kalau Bung tahu, akan menjadi lain persoalannya.

BARAK : Ya, begitulah kira-kira…

HOST : Apakah sekarang ada rasa penyesalah karena tidak memberikan yang terbaik kepada Tuhan Yesus, Anak Allah, Juru Selamat Dunia

BARAK : Hey, Bung. Enggak usah ngomong gitu deh. Karena saya tidak tahu, maka terjadilah suatu kesalahan tempo hari. Tetapi, Bung sendiri bagaimana? Teman-teman Bung yang sudah tahu bagaimana? Kalian bahkan tahu semua rencana Allah. Bahkan sudah mengalami penyelamatan dunia yang dahsyat, dan sekarang hidup di tahun-tahun anugerah. Apakah teman-teman Bung yang duduk di depan sekarang ini sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus yang nama-Nya Bung dan teman-teman pakai di belakang nama Bung sekarang? Bukankah Bung menamai diri Bung seorang Kris-ten, pengikut Kristus, namun tidak memberikan yang terbaik kepada Dia yang Bung sembah? Tolong pikirkan itu deh. Daripada memojokkan saya seorang pemilik penginapan pada zaman dua ribu tahun yang lalu, yang tidak tahu menahu soal siapa Ibu yang hamil itu.
Sudah. Saya mau kembali sekarang. Tetapi sekali lagi ya, tolong pikirkan betul, renungkan lagi apa yang saya katakan tadi…

BARAK MASUK DAN MENINGGALKAN HOST BENGONG SENDIRIAN.

HOST : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, saya tidak bisa menjawab pertanyaan Bung Barak dari Betlehem tadi. Saya serahkan saja kepada saudara masing-masing. Apakah saudara sudah memberikan yang terbaik kepada Yesus, Tuhan kita. Syalom, Tuhan memberkati kita.

SELAMAT NATAL!

Sumber : Renungan Harian Edisi Desember 2009

24 December 2009

Merry Christmas

Rumah Renungan ingin mengucapkan Selamat Natal 2009, terima kasih buat semua orang yang sudah kunjungan ke blog ini dan yang sudah mensupport kami baik itu dengan artikel, mengunjungi sponsor kami, sehingga blog ini tetap ada. Tuhan Yesus memberkati kalian semua… Merry Christmas!

Kue Natal

Mazmur 34:9a "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 26; Lukas 2; Ayub 32-33

Natal selalu identik dengan lagu, pernak-pernik dan tidak ketinggalan adalah makanannya. Nah, untuk yang ditulis terakhir ini, setiap keluarga mempunyai jenis dan cara tersendiri menyajikannya. Namun, dari berbagai macam makanan tersebut, kue-kue natal seperti nastar, kue bawang hampir selalu ada di setiap rumah orang Kristen.

Selain memiliki aroma khas, rasa kue-kue ini yang nikmat membuat siapa saja yang memakannya pasti ketagihan. Saya pun termasuk orang yang sangat menyukainya. Bila saya melihat makanan-makanan ini ada di rumah maka tidak perlu menunggu hitungan 3, saya pun pasti akan segera melahapnya. Terkesan rakus? Nggak juga. Namun, begitulah saya menikmati makanan yang Tuhan telah sediakan dalam hidup saya dan keluarga.

Apakah hari-hari ini Anda telah merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Bagaimana Anda mengekspresikan ucapan syukur atas hal tersebut? Berdiam saja atau hanya berterima kasih kepada-Nya ala kadarnya?

Bapa di Surga sungguh senang ketika nama-Nya ditinggikan dan dimuliakan oleh anak-anakNya di muka bumi ini. Dia sangat disukakan begitu mendengar ada sukacita besar yang dinaikkan kepada-Nya dalam nyanyian-nyanyian baru. Oleh karena itu, bersukacitalah senantiasa karena perbuatan-perbuatan yang dilakukan Allah bagi hidup Anda.

Cara menikmati kasih dan anugerah Allah adalah dengan mengucap syukur.

Sumber: Artikel Saduran Devotional “Oh! That Chrismas Pie” Oleh Missey Butler

Jawaban.com

Teman Adalah Cara Tuhan Menjaga Kita

Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pk 5:00, terjebak dalam kemacetan di jalan  di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.

Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedihnya, dan bukan karena jatuhnya; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, “Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!”. Jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, “Apakah anda berdoa?” Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, “IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.”

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi.

Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi  ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.

Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, “Apakah, Anda malaikat atau apa?”

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, “Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.”

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, ternyata mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan,  tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan Anda sehingga Anda bisa mendengar getaran sayapnya...

Mazmur 55:23 - “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”

Permintaan saya adalah pilihlah orang yang Anda mau TUHAN berkati, terutama pada bulan-bulan terakhir di 2009, dan saya memilih Anda. Tolong berikan cerita ini ke orang lainnya agar mereka diberkati. Ini doanya:

“Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman2ku, keluargaku dan orang yang membaca artikel ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon Engkau untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Dimana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Dimana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Yesus. Amin.”

Ketika Setan datang mengetuk pintu anda, katakan, “Tuhan Jesus, tolong enyahkan dia dari saya.”

Christmas

23 December 2009

Lampu Dapur

Matius 5:14 - "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 25; Lukas 1; Ayub 29-31

Setiap rumah di perkotaan pasti memiliki ruang dapur, entah itu berukuran besar atau kecil. Disanalah tempat berbagai macam bahan-bahan makanan diolah menjadi makanan yang super lezat. Namun, entah mengapa dapur merupakan tempat kesukaan mama saya. Beliau tidak dapat tinggal diam saja begitu melihat salah satu dari kami memasak. Ia seperti "tak rela" ada masakan di dalam rumah kami yang tidak enak, tersaji di hadapan kami.

Menjelang natal, mama termasuk orang yang begitu antusias untuk merancangkan makanan apa yang akan diberikan kepada kami sekeluarga dan tentu saja orang-orang yang ada di sekitar rumah. Sebenarnya tidak ada makanan yang baru dan begitu spesial yang dibuat oleh beliau, tetapi sepertinya akan terasa berbeda bila makanan itu tidak dibuat sendiri oleh mama kami. Dalam usianya yang tidak muda lagi, ia masih mampu mengerjakan masalah masak memasak di dalam keluarga kami seorang diri.

Mama mungkin bukanlah seorang penginjil yang terkenal yang ada di depan ribuan orang yang melakukan berbagai macam mukjizat kesembuhan, tetapi apa yang dilakukan beliau bagi saya, anggota keluarga saya yang lain dan para tetangga dengan memasak makanan yang sehat dan enak sungguh-sungguh memberkati kami. Beliau tidak hanya lampu yang menerangi ruangan dapur kami, tetapi juga menerangi kehidupan kami.

Saksi-saksi Kristus dimana pun ditempatkan selalu menjadi pusat perhatian.

Sumber: Saduran Artikel Devotional ”The Kitchen Light” oleh Missey Butler

Jawaban.com

Malaikat Yang Baik

Alkisah, di surga seorang malaikat senior sedang membimbing seorang malaikat junior yang akan melakukan PKN (Praktik Kerja Nyata) di bumi.

Malaikat Senior : “Dik, sudah saatnya kamu melihat bagaimana kehidupan di bumi. Nanti kalau kita sudah tiba di bumi, pelajari segala sesuatu dengan baik ya, tapi ingat, kamu tidak usah bicara macam-macam kepada orang-orang di bumi, biar aku saja yang berbicara. Mengerti?”

Malaikat Junior: “Baik, Bang!”

Maka turunlah kedua malaikat tersebut ke bumi. Di bumi mereka mengambil rupa sebagai orang miskin. Setelah sehari penuh melakukan perjalanan, tibalah mereka di rumah seorang yang sangat kaya tetapi sangat kikir dan mengetuk pintu rumah tersebut sebab mereka mencari tumpangan untuk menginap.

Malakat Senior : “Pak, bolehkah kami menumpang di rumah Bapak untuk semalam saja? Kami sudah sangat kelelahan dan tidak ada tempat untuk kami berteduh.”

Orang Kaya : “Hmmm... Bagaimana ya...” (Orang Kaya tersebut ragu-ragu untuk memberi tumpangan, padahal rumahnya sangat besar dan ada banyak kamar di dalamnya)

Malaikat Senior : “Hanya semalam saja Pak, dan percayalah, kami tidak mempunyai maksud jahat kepada Bapak.”

Orang Kaya : “Baiklah, kalian boleh menginap di rumahku ini, tapi hanya untuk semalam saja, ya! Aku mempunyai gudang di belakang rumah, kalian boleh tidur di sana, tapi ingat, jangan berbuat macam-macam, atau kupanggil satpam untuk mengusir kalian!”

Malaikat senior : “Baik Pak, kami mengerti. Terima kasih.”

Maka masuklah kedua malaikat itu ke rumah tersebut menuju gudang di belakang rumah. Gudang tersebut sudah sangat jelek dan kotor karena hampir tidak pernah dibersihkan, bahkan beberapa bagian temboknya sudah hancur dan berlubang. Malaikat Junior karena sudah sangat lelah kemudian langsung tertidur, sedangkan Malaikat Senior malah berinisiatif untuk memperbaiki tembok yang berlubang. Dengan kemampuan supranaturalnya, tertambal lah tembok yang berlubang tersebut.

Keesokan paginya, kedua malaikat tersebut berpamitan kepada pemilik rumah (si orang kaya). Si Orang Kaya karena kekhawatirannya memeriksa gudang rumahnya dan didapatinya bahwa tembok gudang tersebut telah diperbaiki. Ia sangat senang karena tanpa harus memanggil tukang bangunan dan mengeluarkan uang, kondisi tembok yang tadinya berlubang sudah kembali baik.

Kedua malaikat melanjutkan perjalanan mereka dan tibalah mereka di rumah sepasang suami istri yang sudah tua dan miskin namun sangat ramah dan baik hati. Kondisi rumah tersebut sudah sangat buruk, karena suami istri tersebut tidak mampu untuk memperbaiki rumah mereka. Mereka sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, satu-satunya harta yang paling berharga yang mereka miliki adalah seekor sapi yang ada di belakang rumah mereka. Kedua malaikat mengetuk pintu rumah tersebut dan sang Suami membuka pintu rumah dan menyambut dengan ramah kedua malaikat itu.

Malakat Senior : “Pak, bolehkah kami menumpang di rumah Bapak untuk semalam?”

Suami Miskin : “Oh, silakan, Nak... kami justru sangat senang dengan kehadiran kalian, karena sudah lama kami tidak kedatangan tamu. Mari, silakan masuk.”

Malaikat Senior : “Terima kasih, Pak.”

Maka masuklah kedua malaikat ke dalam rumah, dan di dalam rumah sang Istri pun menyambut dengan sangat ramah dan menjamu mereka. Mereka pun berbincang-bincang sampai tiba saatnya untuk beristirahat.

Suami Miskin : “Karena di rumah ini hanya ada satu kamar, yaitu kamar kami saja, kalian boleh menggunakan kamar tersebut, biar aku dan istriku tidur di dipan di belakang saja.”

Malaikat Senior : “Tapi Pak, kami kan menumpang di rumah ini...”

Suami Miskin : “Ah, tidak apa-apa kok.”

Malaikat Senior : “Terima kasih atas kebaikan Bapak.”

Akhirnya, suami istri dan kedua malaikat pun beristirahat. Malaikat Junior, seperti biasa, lebih dahulu terlelap daripada Malaikat Senior. Keesokan harinya, saat kedua malaikat terbangun, mereka mendapati sang Suami dan Istri menangis di belakang rumah.

Malaikat Senior : “Ada apa, Pak? Mengapa Bapak menangis?”

Suami Miskin : “Nak, bagaimana kami tidak bersedih, harta kami satu-satunya yang paling berharga, sapi milik kami, kini telah mati...”

Malaikat Senior : “Sudahlah, Pak, jangan bersedih lagi. Nanti Tuhan pasti akan memberikan gantinya untuk Bapak. Bersabar saja ya, Pak...”

Kemudian setalah menghibur suami istri itu dan berbincang sejenak dengan mereka, kedua malaikat berpamitan kepada keluarga tersebut. Kedua malaikat kemudian memutuskan kembali ke surga. Di dalam perjalanan menuju surga, akhirnya Malaikat Junior dengan penasaran dan penuh rasa heran bertanya kepada Malaikat Senior.

Malaikat Junior : “Bagaimana sih, Abang ini? Waktu kita menginap di rumah orang kaya yang kikir, Abang kok malah menolong orang itu dengan memperbaiki tembok gudangnya. Eh, sedangkan waktu kita menginap di rumah keluarga miskin, Abang malah tidak menolong mereka dengan memohon kepada Tuhan agar menghidupkan sapi milik mereka, padahal mereka sudah sangat baik kepada kita. Kasihan kan mereka... Padahal sapi itu adalah satu-satunya harta mereka yang paling berharga yang tersisa!”

Malaikat Senior: ”Kamu sih selalu tidur lebih awal, jadi kamu tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi. Biar kujelaskan ya, sebenarnya di dalam tembok gudang orang kaya itu terdapat banyak emas & benda-benda berharga lainnya. Aku berpikir, rasanya orang yang kikir seperti dia sudah tidak pantas dan layak lagi mendapat harta lebih banyak. Jadi aku menambal tembok tersebut justru supaya dia tidak bisa menemukannya. Sedangkan sewaktu kita menginap di rumah keluarga miskin, pada saat tengah malam waktu semua sudah terlelap, kecuali aku, datanglah rekan kerja kita, si malaikat maut, untuk mengambil nyawa sang Istri. Jadi waktu kulihat kejadian itu, aku berpikir, kasihan si Suami kalau istrinya diambil, pasti ia akan kesepian dan sangat bersedih, karena hanya istrinya lah keluarga bahkan sahabat satu-satunya di dunia ini. Lalu aku pun menyampaikan kepada malaikat maut supaya ia jangan mengambil nyawa sang Istri. Tapi malaikat maut bilang harus ada sesuatu yang bernyawa yang harus diambil sebagai ganti agar nyawa si Istri tidak diambil. Lalu aku berpikir, kan ada seekor sapi di belakang rumah, maka aku pun menawarkan supaya nyawa sapi itu saja yang diambil. Itulah sebabnya mengapa saat kita bangun, sapi tersebut sudah mati. Begitu lho ceritanya...”

Malaikat Junior : “Ooo...”

Ada banyak hal-hal di dalam hidup ini yang secara kasat mata kita anggap sebagi sesuatu yang buruk. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita sudah berdoa kepada Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita, namun tetap saja rasanya kebaikan tidak berpihak kepada kita. Tetap saja keadaan hidup kita tidak berubah bahkan menjadi lebih buruk. Sedangkan orang lain yang mungkin tidak pernah dekat dengan Tuhan, tidak mengindahkan firmanNya, bahkan jahat perbuatannya, malah sepertinya selalu beruntung! Kita merasa Tuhan tidak adil! Kita merasa Tuhan memang menginginkan kita menderita! Namun semua hal-hal yang kita pikirkan tersebut sama sekali tidak benar. Karena keterbatasan jangkauan pikiran kita lah yang membuat kita tidak mampu untuk melihat kebaikan di balik apa yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita. Mungkin Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita mohonkan, namun itu bukan karena Ia tidak mengasihi kita. Justru karena kasihNya lah, maka Ia tidak mengabulkannya. Mungkin apabila Tuhan berikan, justru akan membawa kita jauh dari Tuhan bahkan mencelakakan kita! Demikian juga dengan segala berkat dan kelimpahan yang kita terima dari Tuhan, kalau kita tidak mampu mengelolanya dengan baik dan dipersembahkan untuk kemulian Tuhan, tetapi hanya untuk kesenangan kita sendiri, bukan tidak mungkin justru akan membawa hidup kita kepada kehancuran! (ingat kisah Salomo pada masa tuanya)

Ingatlah, Tuhan selalu merancangkan hal yang indah bagi hidup kita (Yer 29:11). Segala sesuatu yang mungkin saat ini kita alami, apakah itu hal yang baik maupun yang kurang baik, bahkan hal yang buruk sekalipun, jika kita dapat menerimanya dengan penuh ucapan syukur (1 Tes 5:18), maka kita akan tetap merasakan damai sejahtera Allah melimpah dalam hidup kita (Ef 4:6-7). Sebagaimana Allah mengizinkan hal-hal yang buruk menimpa Yusuf, bukan untuk menghancurkannya, tetapi justru untuk membawa Yusuf agar menjadi penolong dan berkat bagi banyak orang. Bersabarlah, nantikankanlah jawaban dan berkat-berkatNya, karena Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3:11).

Have a great monday...Tuhan memberkati..

22 December 2009

Santa Clause & Gadis Kecil

Siapa pun harus berusaha agar tidak gaptek alias gagap teknologi, termasuk Santa Claus.

Santa  : Apakah yang kau inginkan untuk hadiah Natalmu tahun ini?

Gadis kecil : Apakah pak Santa tidak menerima emailku?

21 December 2009

Dekat Dengan Hati Allah

Yakobus 4:8a - "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 23; 1 Korintus 14; Ayub 25-26

Saat Samuel pertama kali mendengar suara Allah, ia sedang "di dalam Bait Suci TUHAN, tempat Tabut Allah" (I Samuel 3:3). Itu adalah tempat yang baik untuk tinggal, karena lokasinya sedekat mungkin dengan hadirat Allah sebisa yang dicapai seseorang pada masa itu. Kecuali ia Imam besar, yang dapat masuk sampai ke Ruang Maha Kudus setahun sekali.

Setiap para pemimpin maupun mereka yang dalam proses menjadi pemimpin hendaknya mengerti bahwa dekat dengan Allah adalah tempat yang sangat tepat untuk mereka memperoleh kebijaksanaan dan hikmat. Di dalam Dia, Anda akan menemukan jawaban bagi setiap pertanyaan yang ada dalam benak Anda.

Seringkali orang-orang percaya begitu mendengar "mendekat kepada Allah" mengartikannya sebagai sesuatu yang formal dimana mereka harus menyediakan berapa banyak waktu atau tempat yang sangat sepi agar bisa bisa menyembah-Nya dengan leluasa. Hal itu bukanlah salah, tetapi masih sempit.

Allah tidak hanya berkomunikasi kepada umat-Nya satu hari hanya satu kali, yakni di dalam waktu saat teduh yang telah dirancang sebelumnya. Dia ingin menyatakan isi hati-Nya kepada Anda setiap waktu dan Dia mau Anda mendengar apa yang disampaikan-Nya.

Jika ingin menjadi seorang yang didengar orang lain, kenalilah Allah lebih baik lagi. Berhubunganlah dengan Dia secara teratur, dan lihatlah kemampuan Anda berhubungan dengan orang lain secara otomatis juga meningkat.

Pemimpin yang berhasil adalah ia yang mengandalkan Tuhan setiap waktu.

Sumber: Leadership; Janji Tuhan untuk Setiap Hari; John C. Maxwell; Penerbit Immanuel

Jawaban.com

Membantu Anak Fokus Pada Makna Natal

Anda sedang mencari-cari ide baru untuk merayakan Natal tahun ini? Namun, tak satu pun yang muncul dalam benak Anda? Jangan khawatir, cobalah ide-ide segar berikut ini. Kiranya dapat membantu anak untuk tetap fokus pada makna Natal yang sesungguhnya.

Kelahiran seorang anak laki-laki.
Bagilah anak-anak dalam kelompok-kelompok. Mintalah mereka bekerja sama membuat suatu pengumuman kelahiran Yesus lengkap dengan cap kaki bayi yang baru lahir (mintalah ijin dari orang tua bayi tersebut terlebih dahulu). Foto kopilah pengumuman ini rangkap dua untuk dibawa pulang oleh masing-masing anak. Satu untuk disimpan dan yang satu untuk diberikan kepada orang lain.

Aku ada disana
Bagilah anak dalam beberapa kelompok. Mintalah  masing-masing kelompok memilih salah satu tokoh yang ada dalam cerita Natal. Kemudian, mintalah setiap kelompok menulis dan memainkan drama berdasarkan tokoh yang dipilih. Dokumenasikanlah drama tersebut dan berikan hasil dokumentasi tersebut kepada anak untuk dibawa pulang dan ditunjukkan kepada keluarga mereka.

Bersinar
Mintalah tiap anak menggunting sebuah gambra bintang dan menuliskan nama mereka pada gambar bintang tersebut dengan menggunakan tinta yang dapat bersinar di dalam gelap. Tempelkan bintang-bintang tersebut di langit-langit ruang kelas. Matikan lampu dan katakan kepada anak-anak bahwa mereka juga dapat menolong orang lain menemukan Juru Selamat, sama seperti bintang yang menuntun para majus untuk datang kepada Yesus.

Cerita Natal
Mintalah anak-anak yang belum sekolah mendikte Anda tentang cerita Natal. Catatlah setiap kalimat yang mereka ucapkan di kertas yang berbeda. Usahakan tetnap sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh anak tersebut. Kemudian, mintalah anak-anak menggambarkan setiap halaman. Kumpulkan secara urut kertas-kertas tersebut, berilah sampul dan jilidkan. Undanglah pendeta Anda untuk menghadiri presentasi istimewa buku tersebut. Suruhlah anak-anak menyampaikan hasil karyanya.

Hadiah Natal
Ajaklah anak-anak untuk membungkus bingkisan untuk pekerja gereja Anda. Bahan-bahan yang diperlukan disediakan oleh guru SM (Sekolah Minggu).

Setelah Natal, mintalah anak-anak membantu para pekerja gereja membersihkan gereja karena banyaknya acara Natal, pekerjaan mereka dua kali lebih banyak.

Anak-anak dapat memberi hadiah kepada anak-anak yang kurang mampu di seluruh dunia pada saat Natal. Mintalah anak-anak untuk membungkus mainan-mainan kecil, baterai dan lampu senter, topi dan kaos tangan dalam kardus sepatu atau mintalah mereka membungkus permen. Kemudian, kirimkan hadiah tersebut dan sedikit uang ke panti-panti asuhan yang Anda tahu.

Mintalah anak-anak mengisi 25 kotak dengan benda-benda, misalnya permen yang dibungkus, mainan kecil, pensil, kartu natal, gambar buatan sendiri dan ayat Alkitab. Kemudian, bungkus atau hiaslah kotak itu. Mintalah anak-anak untuk memikirkan 25 orang yang melayani di gereja Anda, misalnya pendeta, guru, penjaga gereja, sekretaris atau anggota majelis. Tulislah nama orang-orang ini dan berikan kepada anak-anak. Beritahukan kepada orang tua anak-anak, apa yang akan mereka kerjakan. Pada tanggal yang sudah ditetapkan, anak-anak dapat mengirimkan hadiah kejutan kepada mereka.

Kreasi Kalender
Tugaskan pada setiap anak untuk membawa kalender (angka-angkanya saja tanpa gambar). Mintalah anak-anak menggambar pada kalender tersebut. Setelah itu, tanda tanganilah hasil karya mereka. Gunakan gambar mereka sebagai gambar di kalender tersebut. Anak-anak dapat memberikan kalender ini kepada orang tua mereka.

Memberi buku
Mintalah anak-anak membawa buku-buku lama untuk diberikan kepada perpustakaan lokal atau berikan kepada anak-anak lain untuk dibaca.

Malaikat dimana-mana
Bagikan hiasan atau pin malaikat kepada tiap anak. Tempelkan malaikat itu pada sehelai kartu dan tambahkan tulisan : “… Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 18:10)

Tanda Khusus
Berikan sebuah korsase atau pin kepada setiap guru dan pendamping sekolah minggu. Mintalah mereka mengenakannya pada saat ibadah terakhir sebelum Natal.

Tempat Duduk Kejutan
Adakan perjamuan kasih, supaya murid-murid bisa saling kenal satu dengan yang lain. Aturannya, gambarlah simbol-simbol berikut ini pada kertas berukuran 3x5 cm : pohon, lonceng, malaikat, salib, bintang, dan kotak hadiah sejumlah murid. Letakkan gambar itu di setiap kursi. Buat lagi gambar-gambar tersebut dalam jumlah yang sama untuk dibagikan kepada murid dan letakkan semua gambar tersebut ke dalam sebuah kotak. Saat murid-murid datang, mintalah mereka mengambil gambar dari dalam kotak, dan mereka harus duduk di kursi yang bergambar sesuai dengan gambar yang mereka dapatkan. Anak-anak pasti akan senang mengetahui mereka duduk dengan siapa selama perjamuan kasih tersebut.

Hadiahku Untuk Yesus
Setelah mengajarkan hadiah yang Tuhan berikan bagi kita, diskuiskan bagaimana kita dapat memberikan hadiah bagi Yesus. Mintalah anak-anak memikirkan sesuatu yang mereka janjikan untuk dilakukan dan benar-benar akan disukai Yesus. Misalnya menceritakan Yesus kepada seorang teman atau berdoa. Mintalah anak-anak untuk menuliskan pada kartu : “Tuhan Yesus, Natal ini hadiahku untuk-Mu adalah (janji). Aku yang mengasihi-Mu, (nama anak).”

Letakkan kartu tersebut pada sebuah kotak kecil, bungkuslah dan beri tulisan : “Kepada Yesus, dari (nama anak).” Mintalah anak-anak membawa pulang kotak hadiah itu, meletakkannya di bawah pohon Natal, dan membukanya untuk Yesus pada hari Natal.

Christine Yount

20 December 2009

Brokoli

Seorang bocah berusia empat tahun diminta berdoa untuk membuka makan malam pada malam Natal. Seluruh anggota keluarga pun menundukkan kepala.

Ia mulai berdoa, bersyukur atas semua temannya (menyebut nama mereka satu per satu). Kemudian bersyukur atas ibu, ayah, saudara, kakek dan nenek, serta paman dan bibi.

Lalu ia mulai bersyukur untuk berkat makanan.

Ia bersyukur untuk kalkun, buah-buahan, kentang, roti, makanan penutup, dan minuman.

Kemudian ia berhenti, dan semuanya pun menunggu, menunggu, dan menunggu.

Akhirnya, ibunya menyuruhnya untuk terus berdoa dan bersyukur untuk brokoli (satu-satunya makanan yang belum ia sebut).

Setelah terdiam sejenak, bocah itu memandang ibunya dan berkata, "Aku tidak bisa mengatakannya! Tapi aku tahu aku seharusnya mengucap syukur untuk itu juga. Aku bingung."

"Apa maksudmu, Sayang?" tanya ibunya.

"Karena hari ini adalah hari kelahiran Yesus, aku bertaruh ia pasti akan lebih mendengarkan doaku," kata bocah itu. "Jadi jika aku bersyukur untuk brokolinya, Ia akan tahu kalau aku berbohong. Lalu Ia akan memberitahu Santa kalau aku bohong. Dan itu akan membuatku tidak mendapat hadiah dari Santa!"

19 December 2009

Kesembuhan Selalu Datang

Markus 16:17-18 - "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 21; 1 Korintus 12; Ayub 20-21

Sewaktu kecil, saya mendengar dari orangtua saya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan segala penyakit manusia. Tidak ada yang tidak dapat disembuhkannya. Namun setelah remaja dan aktif dalam pelayanan, saya menjadi ragu akan kuasa-Nya. Dengan mata kepala saya sendiri, saya melihat bahwa tidak sedikit orang yang maju didoakan oleh hamba Tuhan baik dan mereka benar-benar tetap dalam keadaan yang awal. Bahkan sewaktu saya mau menggunakan kuasa kesembuhan ketika ada yang sakit, bukannya kesembuhan itu yang terjadi, tetapi sakitnya malah tambah parah.

Hal ini cukup lama saya pertanyakan kepada Tuhan dan tanpa disadari iman saya pun mulai goyah. Saya mulai berpikir, "apakah kesembuhan itu benar-benar ada dan setiap orang percaya dapat menyembuhkan orang lain?", namun sungguh Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang luar biasa. Dalam kebimbangan hati, Allah menunjukkan firman-Nya pada saat saya sedang membaca Alkitab yang tertulis dalam Keluaran 3:14, "Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU,". Kata-kata ini menyadarkan saya bahwa apa yang terjadi di dunia ini tidak mengubah kebenaran bahwa Allah tetaplah sama dan sanggup memberikan kesembuhan.

Apakah hari-hari ini Anda mulai ragu dengan kuasa Tuhan atas hidup Anda? Jika itu yang terjadi maka bertobatlah. Kita tidak dapat memberikan kesimpulan dari satu atau dua peristiwa yang kita alami bahwa Allah bukanlah penyembuh. Lihatlah kembali peristiwa dimana Anda tidak melihat kuasa kesembuhan itu? Bisa jadi penyebabnya adalah iman Anda yang tidak teguh. Allah hanya dapat bekerja bila ada iman dari manusia.

Jika Anda saat ini telah meletakkan tangan atas seseorang yang tidak menerima kesembuhannya, janganlah memutuskan aliran kuasa Tuhan dengan menarik kembali iman Anda. Teruslah percaya bahwa "kesembuhan selalu datang" dan pada suatu saat yang tak terduga, orang yang sakit itu mungkin akan mengambil keputusan untuk berdiri dan bersepakat dengan Anda. Dan bisa jadi itulah saat Anda melihat kesembuhan terjadi.

Orang yang bersandar kepada Tuhan tidak akan pernah kecewa karena perbuatan-perbuatanNya ajaib dan besar.

Sumber: Kenneth & Gloria Copeland; Dari Iman ke Iman; Penerbit Immanuel

Jawaban.com

Ornamen Natal

John diminta untuk membawa dan menyimpan ornamen-ornamen Natal di loteng untuk dapat dipakai lagi tahun depan. Ia membawa banyak kotak penuh dengan ornamen-ornamen Natal. Saat menaiki dua anak tangga, ia terpeleset dan terjatuh.

Istrinya mendengar sesuatu dan berteriak, "Suara apa itu?"

"Aku baru saja jatuh dari tangga," katanya.

Istrinya segera berlari menghampirinya lalu berkata, "Apa ada yang patah?"

"Tidak, tidak ada, aku baik-baik saja."

Setelah terdiam beberapa saat, istrinya kemudian berkata, "Bukan kamu, maksudku ornamen Natalnya; apa ada ornamen yang patah?"

18 December 2009

Everyday Is CHRISTMAS

Setiap Tahun di Bulan Desember kita selalu disibukkan dengan perayaan Natal. Persiapan untuk natal bukan hanya dilakukan oleh orang Kristen dan Gereja saja, tapi oleh semua orang dan pusat perbelanjaan, bahkan sampai Ikan Hiu pun merayakan Natal di Sea world.

Apakah Natal hanya sekedar pesta dan perayaan? Natal sekarang indentik dengan baju baru, sepatu baru, dan lain-lain, sehingga tidaklah mengherankan jika banyak pusat perbelanjaan menawarkan “Christmas Sale” dan berbagai macam promosi untuk menarik orang berbelanja. Apakah Natal harus penuh dengan kemewahan?

Ketika Natal pertama kali dilakukan adalah suatu natal yang sederhana. Bukan Maria dan Yusuf tidak mampu, sehingga memilih sebuah kandang dan palungan untuk istri dan anaknya. Atau apakah Allah tidak mampu memilih “Maria” lain yang merupakan seorang puteri Raja atau bangsawan, sehingga Yesus sebagai Putra Allah mendapatkan tempat yang lebih layak. Namun Natal melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi untuk orang lain.

Ketika Natal kita mengetahui makna Natal adalah waktu memberi bagi orang lain. Apakah yang telah kita berikan, untuk sesama kita dan Tuhan? Ada tiga hal yang patut kita pikirkan dalam hal “memberi” yakni berikan dirimu kepada Tuhan, yang kedua berikan dirimu kepada sesamamu, dan yang ketiga adalah memberi harta kita untuk orang lain.

Pertama Berikan dirimu untuk Tuhan. Tujuan utama Kristus lahir di dunia ini adalah memberikan keselamatan bagi orang yang percaya pada-Nya. Ketika kita menjadi “orang-orang yang diselamatkan”, namun tidak menyerahkan diri kita sepenuhnya untuk “dipakai” oleh Tuhan, maka apa artinya keselamatan yang kita peroleh. Natal melambangkan sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban untuk orang lain. Sudahkah kita dengan sikap rendah hati dan rela untuk dibentuk oleh Tuhan terlebih dahulu, sehingga kita dapat “dipakai” oleh-Nya untuk orang lain bagi kemuliaan nama-Nya?

Kedua Berikan dirimu Kepada sesamamu. Seringkali kita sebagai orang Kristen menjadi seorang yang egois, yang tidak pernah “memberikan” keselamatan yang kita peroleh untuk orang lain. Jangankan untuk orang lain, untuk saudara seimanpun kita seringkali terlalu egois. Tidak pernah menjadi sahabat bagi saudara seiman kita. Terlalu banyak pertimbangkan untuk bersahabat, padahal dia adalah saudara seiman. Terlalu banyak orang merasa kesepian dan hampa di sekitar kita, termasuk dalam gereja dan Lingkungan dimana kita berada. Ingat natal adalah melambangkan suatu sikap rendah hati dan kerelaan mau berkorban atau memberi untuk orang lain. Sudahkah kita melakukannya, walaupun itu adalah orang yang paling kita benci?

Ketiga memberi harta bagi orang lain. Natal adalah moment yang tepat untuk memberi, namun seringkali orang terjebak dengan moment. Jika bukan Natal, jarang sekali kita orang Kristen mau memberi. Padahal begitu banyak orang-orang yang mengalami kemiskinan dan kesusahan, yang memerlukan bantuan anda tidak hanya di Hari Natal saja. Ketika kita diberikan sedikit harta duniawi, sudah kita menyisihkan sedikit untuk mereka yang susah ? Saya jadi teringat dengan kata-kata pengemis kecil dalam bis, Gope (500) dan Ceceng (1000) tidak membuat anda menjadi miskin. Sudahkah kita mempunyai hati yang tulus dalam memberi?

Marilah Kita jadikan moment Natal tahun ini, membuat kita memikirkan kembali makna Natal dan sesungguhnya, dan biarlah di tahun ini Natal itu lahir dalam hati kita semua. Biarlah Kita menjadikan diri kita “hadiah Natal” terindah buat orang lain, dengan kehadiran kita sebagai sahabat dan melalui harta yang kita miliki , bukan hanya di Hari Natal. Namun setiap hari dalam hidup kita adalah natal untuk orang lain.

17 December 2009

Mengasihi Di Saat Yang Tepat

Robertson MC Quilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai Rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan ingin merawat istrinya, Muriel, yang sakit Alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak. Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan, mandi dan buang air pun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.

Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah memukulnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan,"

Lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya. Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel, memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan Yesus yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!"

Pagi harinya, ketika Robetson berolah-raga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel yang tidak pernah berbicara memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku.... sayangku...", Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu.

"Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?" tanya Muriel.

Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robetson, Muriel berbisik, "Aku bahagia!" Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson. Memelihara dan membahagiakan orang-orang yang sudah memberi arti dalam hidup kita adalah suatu ibadah di hadapan Tuhan. Mengurus suami atau istri yang sudah tak berdaya adalah suatu perbuatan yang mulia. Mengurus ayah, ibu atau mertua adalah tugas seorang anak ataupun menantu. Mengurus kakek atau nenek yang sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para cucu. Jangan abaikan mereka yang telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh kasih.

16 December 2009

A Letter to Satan

* This post contains video and turn your speaker on.

15 December 2009

Revival Hymn Redux

14 December 2009

Kupu-kupu

Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.

Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit.

Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.

Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya, "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab, "Ya".

Tuhan berkata, "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya.

Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama ditinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala. Sang kupu-kupu sangat sedih.

Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.

Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.

Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan, "Saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas, "Apakah kamu menyesal?".

Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya, "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan, "Besok kamu sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA…

12 December 2009

Baby Elephant Sneezes

11 December 2009

Duta Allah Bagi Anak

“Kapan kita harus memperkenalkan Allah kepada anak?”

Kerapkali kita menganggap anak masih terlalu kecil, sehingga belum perlu diajar tentang Allah. Alkitab tidak memberitahu secara detil, tetapi Alkitab berkali-kali mengingatkan orangtua untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak. Lalu, bagaimana memperkenalkan Allah kepada anak? Mari pelajari cara Tuhan memperkenalkan diri kepada umat Israel.

1. Tuhan memeakai peraturan untuk memperkenalkan kekudusan-Nya
Dari banyak pohon yang boleh dimakan buahnya di Eden, ada satu pohon yang tidak boleh dimakan buahnya. Mengapa? Karena peraturan mengenai pohon itu membuat manusia mengenal arti ketaatan dan kekudusan Allah.

Tuhan banyak memberi peraturan kepada manusia, supaya manusia mengenal sifat Allah yang kudus. Kita pun perlu memperkenalkan peraturan kepada anak. Misalnya, sejak kecil mereka diberi peraturan keluarga; boleh menonton televisi pada waktu tertentu dengan siaran tertentu, sehabis bermain harus merapikan mainan, hari Minggu harus ke gereja, dan lain-lain. Selain membentuk pola berkeluarga yang baik, peraturan diberi untuk memperkenalkan kekudusan dan otoritas Allah.

Suatu hari saya mengajarkan suatu semboyan kepada anak saya : “Taat Itu Indah”. Ketika itu saya menyuruhnya tidur siang. Setelah dibujuk akhirnya ia taat. Atas ketaatannya, saya ijinkan ia tidur lebih malam. Kebetulan ayahnya baru pulang dari jauh dan membawa mainan. Jadi, ia punya sedikit waktu untuk bermain dengan mainan barunya. Maka, saya mengingatkannya pada semboyan “Taat Itu Indah”. Kalau saja ia tidak taat, tentu ia tidak menikmati waktu bermain dengan ayahnya. Dan ia belajar konsep “persekutuan dalam ketaatan” dan “perseteruan dalam ketidaktaatan atau dosa”. Ini merupakan konsep dasar kekudusan Allah.

2. Tuhan memakai alat peraga untuk memperkenalkan kasih dan rencana-Nya
Tuhan memberi Adam dan Hawa baju dari kulit binatang untuk mengganti baji dari dedaunan. Alat peraga “kulit binatang” lebih mudah diingat dan dimengerti sebagai ungkapan kasih Allah yang melukiskan pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Suatu kali, hujan begitu deras. Anak saya menangis ketakutan karena takut hujan deras itu akan menjadi banjir seperti di zaman Nuh. Saya bersyukur Tuhan memberi pelangi sebagai alat peraga untuk Nuh, juga untuk anak saya. Saya pun menenangkannya, “Tim, kamu ingat pelangi yang Tuhan berikan pada Nuh? Disitu Tuhan berjanji tidak akan memberi banjir sehebat itu lagi. Percayalah, hujan ini pasti reda dan akan ada pelangi.” Dari situ, anak saya belajar tentang janji dan kasih Tuhan.

3. Tuhan memperkenalkan diri melalui sejarah.
Untuk memperkenalkan diri, Tuhan memakai banyak peristiwa dalam sejarah bangsa Israel. Tuhan memilih Abraham dan membawanya ke Kanaan. Memakai Yusuf untuk membawa keluarganya ke Mesir. Memilih Musa untuk membawa orang Israel kembali ke Kanaan. Memilih Daud dan menyampaikan janji tentang Mesias. Dan seterusnya. Tuhan menunjukkan bahwa Dia Allah yang tidak berubah dalam sejarah. Ulangan 6:6-9 adalah amanat agung bagi semua orangtua untuk mempercakapkan berulang-ulang karya keselamatan Allah, sejak dunia dicipta hingga kini.

Kita pun dapat memakai sejarah keluarga kita untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak. Bukankah Tuhan juga banyak menyatakan diri dalam keluarga kita? Dengan mencatat peristiwa penting dalam keluarga, menyusun foto, membuat catatan harian, kita menolong anak belajar tentang kasih Tuhan. Saya punya jurnal khusus tengtang anak-anak saya. Sejak dalam harapan, menjadi janin, lahir, dan bertumbuh, semua saya catat. Saat besar nanti, ia akan melihat besarnya perbuatan Tuhan baginya.

Juga dengan menceritakan perjalanan iman keluarga kita. Bagaimana kita bertobat, bagaimana Tuhan menolong dan menjawab doa-doa kita,

4. Tuhan memperkenalkan diri melalui narasi
Tuhan juga mengajarkan kebenaran melalui perumpamaan. Seorang anak membutuhkan cerita-cerita yang kontekstual dengan hidupnya untuk mengerti prinsip kebenaran dengan lebih mudah. Kepada murid-murid-Nya, Tuhan memberi banyak cerita meski mereka belum mengerti sepenuhnya arti cerita tersebut, sampai pencurahan Roh Kudus.

Anak-anakk belum dapat memahami banyak hal tentang Tuhan. Namun, mereka dapat menyimpan kebenaran mengenai Allah, melalui cerita Alkitab yang kita sampaikan secara rutin setiap hari. Cerita punya kekuatan besar. Pada waktunya, cerita-cerita itu terhubung dengan segala konsep yang tertanam oleh pertolongan Roh Kudus. Maka, anak akan memahami cerita itu dan relevansinya dengan hidup mereka.

Ketika menceritakan kitab Raja-raja kepada anak saya, saya pikir ia akan bosan. Kisah-kisahnya hampir sama. Raja yang menyembah berhala, dihukum Tuhan. Raja yang menhingkirkan berhala, menyenangkan Tuhan. Ternyata itu melekat di pikiran mereka. Ketika saya menjelaskan tentang film serta mainan yang “tidak sehat”, ia lebih mudah menangkap karena sudah tahu konsep “mendukakan dan menyukakan Tuhan”.

Kisah perjalanan bangsa Israel dipada gurun adalah kisah yang sangat kuat. Melalui kisah-kisah itu, anak-anak belajar mengenal atribut Allah Yang Mahakudus, Mahategas, tetapi juga Mahamurah dan penuh kasih karunia kepada umat pilihan-Nya. Selain itu, anak-anak belajar tidak mengeluh dan menuntut, melainkan TAAT dan PERCAYA. Kisah ini bukan hanya saya sampaikan ketika saat teduh, melainkan juga dalam aktivitas sehari-hari, sebelum tidur, saat makan, dalam setiap kesempatan.

5. Tuhan memperkenalkan diri melalui Amsal dan Mazmur
Tuhan adalah pakar pendidikan yang hebat. Dia tahu metode terbaik untuk melekatkan kebenaran dalam pikiran. Amsal dan Mazmur adalah metode paling jitu dalam memorisasi. Anak-anak juga membutuhkan Amsal dan Mazmur. Banyak kebenaran penting dapat diingat melalui sajak dan lagu rohani. Jadi, sangat perlu kita mengajarkannya. Memperkenalkan musik dan pujian adalah cari paling murah untuk memperkenalkan Allah kepada anak segala usia, termasuk janin dalam kandungan. Tuhan mencipta manusia sebagai makhluk musikal, sehingga bayi pun dapat bereaksi terhadap musik.

Nama anak kedua saya adalah Tadeus (dari kata Thaddaeus : penuh pujian bagi Allah). Ketika baru lahir, ia selalu menangis menjelang senja. Tak ada yang dapat menenangkannya selain musik. Demikian juga saat ia marah, gelisah, atau sakit. Rumah saya pun “penuh musik”. Dan heran, seorang bayi bisa serius memperhatikan setiap nada yang ia dengar, kemudian tertidur tenang. Dalam buku Teach the Child to Read dikatakan bahwa seorang bayi yang selalu dibacakan cerita oleh ibunya, akan selalu berharap dibacakan buku. Bukan karena ceritanya, tetapi karena ia senang mendengar nada suara ibunya. Jadi, membacakan Mazmur kepada bayi juga merupakan kebiasaan yang baik. Sekarang, saat sudah berusia 9 tahun, Tadeus tetap suka dibacakan buku bahkan Alkitab bahasa Yunani (walau tidak mengerti). Ia pun mulai mengarang lagu pujian kepada Allah. Ia bertumbuh menjadi anak yang sangat mudah memuji Tuhan.

6. Tuhan memperkenalkan diri melalui manusia
Tuhan mengenal kebutuhan manusia akan hal konkret. Jadi, Dia mengutus para nabi, memilih bangsa Israel, dan akhirnya hadir dalam diri Yesus Kristus. Anak-anak pun perlu contoh konkret sifat Allah, dari manusia yang dapat dilihatnya. Dan, manusia yang paling dekat dengan anak adalah orangtua. Hubungan anak dengan orangtua sangat memengaruhi konsepnya tentang Allah. Ada orang yang terus merasa bersalah karena waktu kecil selalu dihukum. Maka, ia mengenal Allah sebagai Allah yang kudus, tapi diktator. Contohnya, Martin Luther. Ia butuh pergumulan panjang untuk memahami anugerah keselamatan Allah. Perlakuan ayah dan gurunya yang keras membuatnya berpikir dosanya tak dapat diampuni. Hanya oleh anugerah Tuhan dan pencerahan Roh Kudus, ia mulai mengerti anugerah dan kasih Allah melalui pembacaan surat Roma.

Banyak orangtua ingin membuat anak mereka taat dengan berkata : “Nanti Tuhan marah kalau kami begini!” Tanpa disadari, orangtua memakai nama Tuhan untuk kepentingan sendiri dan merusak konsep anak tentang Allah. Bukankah Allah tidak akan marah kalay anak kita tidak mau makan, memukul adik karena iri hati, atau merebut mainan yang ia sukai? Dia sangat mengerti pergumulan anak-anak. Di lain pihak, kita perlu hati-hati mewakili sifat Tuhan ketika mendidik anak.

Ternyata tak ada batas waktu kapan memperkenalkan Tuhan kepada anak. Kita dapat memperkenalkan Tuhan dengan cara sederhana dan mudah dimengerti anak, bahkan sejak mereka masih sangat muda!

Sumber : Renungan Harian Edisi Oktober 2009

10 December 2009

Kasih Pasti Lemah Lembut

Sebentar lagi, Panurata mau ulang tahun. Jerawati bingung mau memberi hadiah istimewa untuk Panurata.

“Duh duh, siang-siang begini kok sudah melamun, Neng!”, tanya Panurata memecah kesunyian siang itu, lewat depan rumahnya. Jerawati sedang duduk di teras sambil memegang buku. “Yeee...ngapain usil banget sih, aku mau melamun atau tidak, emang penting buatmu?”, sahut Jerawati dengan bibirnya yang merah plus manyun.

“Kesempatan nih”, batin Panurata, "Yeee… dikomentari begitu sudah marah nih yeee… Omong-omong nih, aku duduk sini ya, boleh kan?”, rayu Panurata.

Jerawati cuma menjawab, “Ehmmm… emang aku buka kantor perizinan duduk apa, kok tanya boleh apa nggak! Kamu mau duduk di kursi ya silakan, mau berdiri juga terserah, mau melantai, terima kasih, aku jadi nggak susah ngepel lagi!”

Panurata langsung tertawa ngikik."Ha ha ha ha ha......ternyata ternyata...dirimu juthek begitu masih sempet melawak ya....Thanks ya...aku duduk di lantai aja deh...!!"

Kata Jerawati, "Bagus gitu dong, sekali kali gitu, pria duduk di bawah, perempuan duduk di atas!!"

Panurata menimpali, "Itu namanya balas dendam, iya kan..emang penting ya duduk di atas atau di lantai?"

Jerawati mulai esmosi, "Yeee...ya pentinglah.. .biar jelas identitasnya. ..duduk di atas itu orang terhormat, duduk di lantai itu orang terhormat juga...tapi. ..!!"

Panurata dengan tenangnya menyahut, "Yeee...ikut ikutan nih buat kalimat nggak selesai...! Tapi apa coba....Duduk di lantai itu terhormat..tapi lebih terhormat orang yang duduk di atas gitu kan maksudnya... ?"

Sambil tersenyum Jerawati mengiyakan, "Nah tuh dah tahu.....tanya lagi...! Huuu...jadi sadar diri dong, kalau dirimu itu lebih rendah daripada diriku!"

Panurata lalu kelihatan cemberut, "Jeng, tega nian....dirimu bilang begitu? Apakah kata kata itu keluar dari hatimu sejujurnya?"

Jerawati terdiam mendengarkan pertanyaan gugatan Panurata, batinnya, "Aku sebenarnya tidak mau mengatakan begitu, tapi rasanya kalau nggak mengatakan diriku lebih tinggi statusku, dia kurang ajar!"

Panurata lalu melanjutkan, "Jeng, kalau memang kata kata itu benar dari hati kecilmu, aku hanya bisa bilang, terima kasih atas kejujuranmu!"

Jerawati hanya terdiam mendengarkan kata kata Panurata. Jerawati mulai gelisah, "Aku tidak sebenarnya tidak berniat untuk sekejam itu merendahkan Panurata, tapi kenapa aku tidak bisa mengatasi ini!"

Panurata terdiam, merasa diri tidak berharga lagi di depan Jerawati. Panurata lalu pamit pulang.. "Jeng, aku pulang ya...!" Jerawati berdiri tanpa kata, hanya menganggukkan kepala, saat Panurata pulang, dan membiarkan Panurata pulang tanpa di antar sampai pintu gerbang. Saat itu jam sudah menunjukkan jam 20.00.

Sekitar jam 22.00, Judesanti menelpon Jerawati, "Jeng, apa kabar?" Jerawati kaget setengah mati, dikira Panurata yang telp. "Tumben, telp aku! katanya!" Judesanti pun menyahut, "Aku pingin nge-check nih, ringtoneku sudah bisa online apa belum. Coba ya kamu telp ke HPku, nanti dengerin ya ringtonenya. .bagus lho..Jerawati penuh semangat check ringtone HP Judesanti. Jerawati semangat karena dia selalu bersaing dengan Judesanti soal ringtone itu. Jari jempol kanan Jerawati langsung pencet "keypad" HP Nokianya. Tidak lama kemudian terdengarlah ringtone, "Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"

Tidak lama kemudian, Jerawati kaget namun juga terharu, "Dhuuuh....nyesel aku...sudah melukai hati sahabatku, Panurata!"

Tanpa terasa air matanya pun mengalir di pipinya. Judesanti telp lagi, "Gimana, bagus kan?"

Jerawati menjawab sambil terbata bata, "Iya bagus, Neng! Makasih banyak ya...!"

Judesanti heran, "Lhoh kok, jadi menangis, kenapa?"

Jawab Jerawati, "Iya aku terharu, ringtonemu pas banget mengingatkan aku! Aku lagi ada masalah! Mungkin ringtone ini bisa jadi jawabannya!"

Judesanti lalu menggoda, "Ehemmm, habis bertengkar ya?”

Sahut Jerawati, "Iya sih, makasih ya, aku mau minta maaf ama seseorang!"

Judesanti malah penasaran, "Aduh seseorang, someone special ya?"

Jerawati lalu mulai senyum, "Iya"

Judesanti lalu menimpali, "Uhuy, boleh dong, tapi martabak special, pakai telur n daging cincang atau?"

Jerawati, "Ah ada ada saja, someone special kok disamakan martabak special, ehmm… Thanks ya, San!"

Judesanti pun memaklumi, "Iya deh, selamat ya!"

Jerawati pun pamitan, "Iya sama sama, San, bye!!"

Esok pagi pagi, menjelang hari Rabu, tidak biasanya Jerawati pergi ke toko, sekitar jam 8 mampir sebentar di rumah Panurata. "Thok thok thok...!!"

Jerawati mengetuk pintu. "Iya, sebentar.." teriak Panurata dari dalam rumah. Jerawati langsung menyapa saat pintu dibuka, "Mas, sehat kan?" Panurata masih terkejut, "Iya ya aku sehat, kenapa kok tumben, Jeng. Ada apa? Bukankah aku ini orang rendahan, Jeng kan orang yang tinggi statusnya, nggak pantes kan ke sini. Akang yang mestinya ke rumah Jeng!"

Jerawati tersenyum, "Iya, aku mau mencabut kata kata itu kemarin, aku salah, sudah melukai hatimu dan merendahkan dirimu. Aku mau minta maaf pagi ini. Boleh kan?"

Panurata masih terperangah, "Iya Jeng, Akang memaafkan. Makasih banyak ya!"

Jerawati lalu menyahut, "Iya mulai sekarang, aku tidak akan lagi menganggapmu rendah, Akang tetap sama sederajat denganku! Semalam aku dengar ringtone bagus, seperti ini, (sambil Jerawati menyanyi), " Kasih pasti lemah lembut Kasih pasti memaafkan, Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan"

Panurata tak kuasa menahan rasa harunya juga, "Iya Jeng, makasih ya, suaramu bagus!"

Jerawati menimpali, "Hari ini, hari ulang tahunmu kan?" Panurata menganggukkan kepala, "Iya, dan kehadiranmu menjadi hadiah yang terindah dan mengejutkan buatku di pagi ini!"

Jerawati tersipu malu malu, sambil menepuk bahu dan menyalami tangan Panurata, Jerawati berucap, "Selamat ulang tahun ya Mas! Syukurlah kehadiranku menjadi hadiah untukmu."

Panurata lalu membalas, "Iya makasih ya Jeng, makasih banyak, hatiku jadi tenang, karena apa adanya diriku akhirnya kamu mau menerima"

Jerawatipun berujar, "Iya Mas, sama sama! Aku tidak akan mengulangi lagi kok, juga pada orang lain!"

Panurata lalu menyahut lagi, "Jeng, tapi boleh nggak aku minta satu lagi hadiah?"

Dengan senyum, Jerawati menyahut, "Iya boleh, pastinya gitu! Mau minta hadiah apa lagii?"

Dengan gaya tenang, dan sok bijak, menawar, "Boleh nggak kalau dirimu penting buatku?"

Jerawati lalu membalas, "Iya boleh, dong, kamu penting buatku, tapi kalau suatu saat aku tidak penting buatmu, jangan memaksakan dirimu ya!”

Panurata berujar, "Aku tetap memperlakukan dirimu penting buatku, biar aku bisa tetap minta dimasakin rujak cingur he he he!"

Jerawati mengiyakan, "Ehmm begitu, boleh boleh, aku siap deh masakin buat tetangga istimewa tapi jangan lupa ya honornya…!"

Panurata pun tersenyum, "Iya boleh, honor gratis apa honor uang neh?"

Sahut Jerawati, "Maksud loe???"

Jam sudah menunjukkan jam 9.30 pagi. Jerawati lalu pamit untuk pergi ke toko, "Okey deh, aku pulang dulu ya, makasih banyak!"

Panurata pun menyahut, "Sama sama Jeng, jangan kapok ya main lagi"

Jerawati diantar Panurata ke depan pintu gerbang halaman rumahnya! Panurata pun tersenyum lega, batinnya "Untung ada Judesanti dan ada ringtone Kasih itu Judesanti itu galak tapi ternyata malah tanpa disengaja bisa mencairkan kebekuanku dengan Jerawati. Coba kalau nggak ada Judesanti ya”

Panurata lalu pergi beres-beres rumah, karena hari ini ada banyak teman temannya mau datang untuk merayakan ulang tahunnya.

09 December 2009

Ibu… Ibu…

Aku lahir dari perut ibu..

Bila dahaga, yang susukan aku… Ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku… Ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku… Ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut… Ibu
Bila bangun tidur, aku cari… Ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang… Ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati… Ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah… Ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya… Ibu
Bila nakal, yang memarahi aku… Ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma… Ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah… Ibu
Bila takut, yang menenangkan aku… Ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk… Ibu

Aku selalu teringatkan… Ibu
Bila sedih, aku mesti telepon… Ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu… Ibu
Bila marah, aku suka meluahkannya pada… Ibu
Bila takut, aku selalu panggil… "Ibuuuuu!"
Bila sakit, orang paling risau adalah… Ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga… Ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku… Ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau… Ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni… Ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku… Ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal… Ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku… Ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku… Ibu
Yang selalu memuji aku… Ibu
Yang selalu menasihati aku… Ibu
Bila ingin menikah. Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan… Ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari… pasanganku
Bila sedih, aku cari… Ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada… pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada… Ibu
Bila bahagia, aku peluk erat… pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat… Ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa… pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah… Ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu... ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu... aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah selesai berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu? Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.

Berderai air mata jika kita mendengarnya. Tapi kalau ibu sudah tiada… “IBUUUU… RINDU IBU… RINDU SEKALI…”

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang mendoakan Ibu nya......

I love you, Mom!

08 December 2009

Tidak Ada Yang Sempurna

Kisah seorang istri dari pasangan muda yang baru hidup bersama 1 tahun. Suatu malam, ketika sang suami sudah tertidur lelap disampingnya, sang istri masih terjaga. Ditatapnya wajah suaminya, dan sang istri hanya bisa menggerutu dalam hati, melihat sosok si suami yang sebenarnya jauh dari idaman. Apalagi ketika sang suami mulai mendengkur cukup keras. Akhirnya dia menutup wajah dengan bantal dan mencoba tidur dengan segala kegalauan hati.

Namun belum lama terlelap dengan nyenyak, sang istri harus terbangun, karena kaki sang suami menyenggol kakinya. Memang seringkali sang suami banyak gerak tidurnya, dan ini yang kesekiankalinya terjadi kejadian yang sama. Sang istri pun kaget, dan tanpa sadar untuk pertama kalinya agak membentak pada sang suami. Sang suami pun terbangun dan langsung meminta maaf.

Dengan sabarnya membujuk Sang istri untuk tenang. Setelah beberapa saat, akhirnya sang istri mulai mereda emosinya, kemudian dia bertanya untuk sebuah pertanyaan yang akhir-akhir ini mengganjal dalam fikirnya, “MENGAPA KAU MENIKAHIKU, MAS?”

Sang suamipun menghela nafas, tersenyum dan menjawab, “Sebetulnya, memang kamu bukan wanita tipe idamanku, sayangku... tapi dari sekian waktu yang telah kita lewati bersama dulu, aku telah memilih untuk menjadikanmu pasangan hidup. Yang akan selalu kuperhatikan, kusayangi , dan kucintai untuk selamanya. Aku sadar, kalau aku selalu mencari sosok idaman, mungkin akan kudapatkan, tapi mungkin juga aku hanya akan selalu mencari dan mencarinya hingga Tuhan memanggilku, karena bisa jadi aku takkan pernah punya kesempatan bertemu dengan sosok idamanku itu atau malah dia akan menghindar untuk mencari idamannya juga. Jadi, kapan waktuku untuk membina keluarga?? Untuk menyayangi dan disayangi seseorang?”

Terhenyak sang istri mendengarnya, suatu penjelasan yang sederhana dan jauh dari egois. Sang istri tiba-tiba merasa sangat bersyukur telah “diberi kesempatan” untuk berkeluarga dan rasa cinta pada sang suami yang sempat ia pertanyakan sendiri, tiba-tiba tumbuh begitu dahsyat disertai sebuah kekaguman yang luar biasa. hingga air mata haru pun tak terasa menetes.

Mulai saat itu, tak pernah lagi sang istri mengingat-ingat sosok idamannya, sosok itu telah dia kubur dalam-dalam, dan dia mulai dapat menerima suaminya dengan segala kekurangan yang ada dan rasa syukur pun menjadi pengingat senyumnya di setiap waktu.

“Pasangan hidup kita adalah memang yang terbaik. Tak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk selalu memikirkan kekurangannya yang ada, karena tidak akan pernah kau dapatkan pasangan yang SEMPURNA sesuai dengan keinginanmu. Bila ingin suatu cinta lebih indah, bahagia dan abadi, berikan hatimu, untuk mengisi yang kurang dan mengurangi yang berlebihan atas apa yang ada pada diri kalian berdua.."

Berikan juga waktumu untuk pasanganmu ...
Agar pasanganmu merasakan bahwa kamu selalu ada untuknya.

Good luck friends.

07 December 2009

Permohonan Natal Gadis Kecil

Gadis Cilik yang Berani Memohon Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan.

"Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.

Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya.

"Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."

Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.

Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat.

"Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.”

Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.

Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.

Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."

06 December 2009

Humor : Tuhan Masih Bayi

Aming baru saja mengikuti perayaan Natal di kantornya.Sebagai pesan Natal, Aming diingatkan untuk hiduppasrah dan berserah diri kepada Yang Maha Esa. Dalamkisah Natal itu diceritakan mengenai zaman dimanaYesus baru dilahirkan, dan raja yang berkuasa saat itu: Raja Herodes - yang memang terkenal kejam – geram mendengar kelahiran 'Raja di atas segala Raja' yang memang sudah dinubuatkan dan memerintahkan untuk membunuh semua anak yang berumur 2 tahun.

Ditanyakan, “Apakah kita akan marah dan goyah imannya jika kita adalah salah satu dari orang tua yang masuk dalam daftar pembantaian itu?”

Sang pendeta, bertanya 3 hal, "Tahukah Tuhan bahwa peristiwa kejam ini akan terjadi?", "Mampukah Tuhan mencegah hal ini terjadi?" dan yang terakhir, "Baikkah Tuhan kepada UmatNya?".

Inti dari berita Natal yang didapat Aming adalah sebagai manusia kita seringkali mengedepankan kemauan kita di atas yang lain, sehingga kita kurang pasrah dan menerima jika ada kejadian buruk yang menimpa kita.

Sepulangnya di rumah, dengan semangat Aming ingin berbagi cerita ini kepada istrinya yang tercinta. "Kenapa Malaikat Tuhan tidak mampir sebentar memperingati orang tua yang memiliki anak berumur <2 tahun, padahal Malaikat Tuhan memperingati Jusuf, Maria dan orang-orang Majus"

"Iya, padahal kan bisa saja dia sambil lewat kasih tau yang lain yah Ming?", kata istrinya setuju.

"Kalau begitu, kamu akan marah tidak jika seandainya hal ini menimpa kita?"

"Ya maraahh dong!!!"

"Nah, inilah say, padahal menurut kamu Tuhan tahu tidak hal ini akan terjadi?", tanya Aming

"Ya tahu dong, malah sudah ada nubuatnya ratusan tahun sebelum kejadian ini ada"

"Tuhan sanggup gak kalau misalnya dia mencegah hal ini terjadi?"

"Harusnya sanggup, orang nabi Nuh saja bisa diselamatkan dengan cara yang ajaib"

"Tuhan baik gak sama kita?"

"Baik, buktinya bunga di taman saja di berikan baju dengan warna yang cerah, apalagi kita?"

"Lalu kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi kepada orang tua yang anaknya dibunuh?", tanya Aming sambil mengharapkan istrinya yang tercinta tidak bisa menjawab.

"Yaa...."

"Kamu tahu tidak alasannya?", tanya Aming lagi dengan sok tahu

"Yaa, karena Tuhannya kan masih bayi!"

".... ??!!"

05 December 2009

Humor : Tuhan Masih Bisa Mendengar

Jimmi dan Bill, usia 6 dan 10 tahun, tinggal bersama nenek mereka selama seminggu saat orang tuanya ke luar kota. Saat itu beberapa hari menjelang Natal, dan anak-anak bersiap-siap tidur. Nenek mereka ada di ruang sebelah dan menunggu mereka sampai tidur sehingga ia bisa mematikan lampu kamar mereka.

Jimmi berdoa dan kemudian menyelimuti dirinya sendiri. Bill, masih bersujud, terus berdoa memohon banyak hadiah Natal. Saat dia berdoa, suaranya semakin lantang, dan ia mengulang-ulang doanya. Merasa terganggu, Jimmi bangun dan mengeluh, "Hei, kamu ngga perlu berdoa keras-keras seperti itu; Tuhan itu ngga tuli!"

Kemudian dengan ketus Bill menjawab, "Tuhan memang tidak tuli tapi nenek di sebelah kan sudah terganggu pendengarannya!".

04 December 2009

Ajari Anak-anak Arti Natal Yang Sebenarnya

Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika terdengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar Dan saya amat terkejut, sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon natal. Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya malahan saya pikir saya melihat air Mata disudut matanya.

“Apa yang sedang anda lakukan?”, saya bertanya.

“Saya datang untuk mengingatkan kamu. AJARILAH ANAK-ANAK!” kata Sinterklas.

Saya menjadi bingung apa yang dimaksudkannya? Kemudian dengan satu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, “Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak”.

Sinterklas merogoh kedalam tasnya Dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini. “Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah keatas, mengingatkan Kita bahwa segala pikiran Kita di masa Natal hanya terarah pada surga.”

Kemudian ia memasukan tangannya kedalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. “Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, Dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya.”

Ia memasukkan tangannya lagi kedalam tasnya Dan mengeluarkan sebatang LILIN. “Ajarilah anak-anak bahwa kristus adalah terang dunia, Dan ketika Kita melihat terang lilin, Kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan”

Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon natal, “Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan Cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus tidak hanya saat Natal, tetapi sepanjang tahun.”

Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. “Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati Dan segala niat baik yang Kita rasakan sepanjang bulan Desember.”

Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata, “Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memeberikan anaknya yang tunggal....”

“Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus Dan mempersembahkan emas, kemenyan Dan mur. Hendaklah Kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus.”

Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. “Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya Dan tersesat maka gembala datang Dan menuntun mereka kembali. Batang permen ini mengingatkan Kita bahwa Kita adalah penjaga saudara-saudara Kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan geraja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah Kita berdaya supaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik Dan menuntun mereka pulang kerumah.”

Ia memasukan tangannya lagi kedalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. “Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi, “Kemuliaan bagi Allah di surga Dan damai di bumi bagi manusia.” Sama seperti para malaikat di Betlehem, Kita patut mewartakan kabar gembira tersebut kepada keluarga Dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta Kita!

Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya Dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, “Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel -Tuhan beserta Kita”. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.

Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya Dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - Dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya Dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ Tuhan beserta Kita!