Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

30 April 2008

Humor : Pulang Ke Surga

Ada seorang laki-laki yang ayahnya baru saja meninggal. Ia datang ke gereja dan menemui seorang pendeta. Ia bertanya, "Pak pendeta, apakah ayah saya sudah masuk Surga?"

"Belum, anakku, ayahmu masih di dalam api penyucian karena dosanya banyak", jawab pendeta itu.

"Apa yang harus aku lakukan?", tanyanya.

"Kamu harus berdoa lebih banyak dan menyumbang uang untuk gereja ini" ,jawab pendeta itu. akhirnya ia menyumbang uang untuk gereja.

Keesokan harinya laki-laki itu datang lagi dan menanyakan hal yang sama tapi jawab pendeta itu, "Anakku, ayahmu belum masuk Surga. Kepalanya sudah keluar dari api penyucian tapi belum semua badannya."

Kemudian pendeta yang serakah itu menyuruh laki-laki itu lebih banyak berdoa dan menyumbang uang lagi. Keesokan harinya laki-laki itu datang lagi dan menanyakan hal yang sama. Tapi kata pendeta, "Separuh badan ayahmu sudah keluar dari api penyucian, tapi separuhnya lagi belum."

Akhirnya orang itu pun menyumbang uang lagi untuk gereja. Hari keempat orang itu datang lagi, tapi ia masih mendapatkan jawaban yang sama.

"Sebentar lagi ayahmu pasti masuk Surga. Kaki kanannya sudah keluar dari api penyucian. Kaki kirinya masih tertinggal", kata pendeta itu.

Apa yang terjadi? orang itu pergi. Pendeta itu keheranan dan bertanya, "Hei...kok malah pergi? Apa kamu ngga mau menyumbang uang lagi untuk gereja?"

Jawabnya, "Buat apa pak pendeta, ayahku yang meninggal adalah orang cacat"

Tetap Tinggal Bersama Yesus

Yoh 6:60-71

Situasi jadi berkembang. Sebelumnya orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut karena mendengar perkataan Yesus. Kemudian malah murid-murid Yesus yang mengundurkan diri karena tidak sanggup menerima pengajaran-Nya.

Memang ada orang yang mengikut Yesus sebagai murid. Mereka ikut Dia ke padang belantara, di mana Ia mengajar mereka dan memberi mereka makan. Namun mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada Dia, pada misi dan pelayanan-Nya sebagai Mesias bagi Israel. Mereka menyatakan bahwa pengajaran Yesus terlalu berat. Padahal faktanya tidaklah demikian. Mereka hanya tidak suka pada apa yang mereka dengar. Oleh sebab itu, mereka tidak ingin mendengar lebih banyak lagi. Yesus tahu yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka. Sebenarnya mereka tidak dapat menangkap makna rohani dari perkataan-Nya. Mereka bingung, bagaimana mungkin orang dapat memperoleh hidup kekal melalui makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Namun Yesus tahu bahwa orang tidak mungkin percaya bila tidak ditarik Bapa. Bahkan orang seperti Yudas Iskariot yang telah mendengar dan melihat semua yang Yesus lakukan, tidak memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Yesus.

Banyak orang yang seperti itu. Mengikut Yesus hanya sementara waktu, yakni sepanjang pengajaran Yesus dan konsekuensi menyangkut Yesus tidak bertabrakan dengan faham, kebiasaan, atau keinginan-keinginan manusiawi mereka. Namun ketika harus menerima seluruh pengajaran Yesus dan juga kehendak-Nya, saat itulah iman semu menjadi runtuh. Mereka tidak mau lagi mendengar perkataan Tuhan dan menolak untuk mengikut Yesus secara serius.

Kiranya kita menjadi seperti para murid sejati, yang meskipun tidak memahami pengajaran Yesus pada waktu itu, tetapi mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Mereka percaya bahwa hanya melalui Dia mereka mendapat hidup kekal. Mereka tetap bersama Yesus dan menyilakan Yesus membentuk dan mengubah mereka!

20 Things To Remember

Twenty Things to Remember :

  1. Faith is the ability to not panic.
  2. If you worry, you didn't pray. If you prayed, don't worry
  3. As a child of God, prayer is kind of like calling home every day.
  4. Blessed are the flexible, for they shall not be bent out of shape.
  5. When we get tangled up in our problems, be still. God wants us to be still so He can untangle the knot.
  6. Do the math. Count your blessings.
  7. God wants spiritual fruit, not religious nuts.
  8. Dear God: I have a problem. It's me.
  9. Silence is often misinterpreted, but never misquoted.
  10. Laugh every day -- it's like inner jogging.
  11. The most important things in your home are the people.
  12. Growing old is inevitable, growing up is optional.
  13. There is no key to happiness. The door is always open. Come on in.
  14. A grudge is a heavy thing to carry.
  15. He who dies with the most toys is still dead.
  16. We do not remember days, but moments. Life moves too fast, so enjoy your precious moments.
  17. Nothing is real to you until you experience it; otherwise it's just hear say.
  18. Its all right to sit on your pity pot every now and again. Just be sure 20 to flush when you are done.
  19. Surviving and living your life successfully requires courage. The goals 20 and dreams you're seeking require courage and risk- taking. Learn from the turtle, it only makes progress when it sticks out it's neck.
  20. Be more concerned with your character than your reputation. Your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are.

Submitted by: Nancy Chessher - Dade City, FL

Wait on the Lord

Today's Scripture

“But those who wait on the Lord, shall renew their strength, they shall mount up with wings like eagles, they shall run and not be weary, they shall walk and not faint” (Isaiah 40:31).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need strength today? Sometimes it’s easy to get down and discouraged when you’re constantly looking at the circumstances of life. You may feel tired and weary from a long battle. But when you wait on the Lord, the Bible says your strength will be renewed. Waiting on the Lord means you’re putting your trust and hope in Him. You’re living with an attitude of faith and expectancy. In the natural, if you are waiting for someone like a special dinner guest, you’re probably not just sitting around the house wondering what will happen. No, you’re probably preparing for that special person by straightening the house and making sure everything is perfect for their arrival. Most likely, you started weeks in advance making the menu and deciding what to wear! In the same way, when you are waiting on the Lord, it doesn’t mean you are just sitting around, it means you are preparing for Him. Are you ready for God to move on your behalf? Are you waiting on Him? As you take a step of faith, He’ll meet you there. He’ll renew your strength and lead you into victory in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your promise to renew my strength. I choose to wait on You. I choose to trust You. I choose to prepare for You to move mightily in my life! In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

29 April 2008

He Leads You to Victory

Today's Scripture

“But thanks be to God, Who gives us the victory making us conquerors through our Lord Jesus Christ” (I Corinthians 15:57).

Today's Word from Joel and Victoria

God desires that you live in victory in every area of your life. The scripture says He always causes us to triumph through Christ Jesus! No matter what you may be facing today, God wants to make you more than a conqueror. Are you battling sickness? God wants to give you healing. Are you struggling with a broken relationship? God wants to give you restoration and peace. Are you facing a need—physically, spiritually, or emotionally? God wants to give you provision and supply all your needs according to His riches in glory. Notice this verse starts out by saying, “Thanks be to God…” Many times in the Bible when God’s people were going into battle, the worshipers were out in front of the warriors. When you choose to be thankful and bless the Lord in the midst of your battle, you are making a way for Him to move in your life. Start today by thanking Him for His goodness and the promise to give you the victory. Magnify your God, don’t magnify your problems! As you do, you’ll see Him move on your behalf, and He’ll lead you into victory in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I give You thanks for Your mercy and faithfulness in my life. Thank You for leading me in to victory! I magnify You and bless Your holy Name today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

3:16

Nikodemus datang pada malam hari. Pada saat bayang-bayang kegelapan menyelimuti kota, ia melangkah keluar, menyelinap tak terlihat menyusuri jalan-jalan setapak yang berbatu, berkelok-kelok. Nikodemus mengetuk pintu, Yesus memberi isyarat agar tamu itu duduk.

Nikodemus memulai dengan apa yang ia "ketahui". Aku telah melakukan pekerjaan rumahku, maksudnya. Pekerjaan-Mu membuat aku takjub.

Yesus tidak menyebutkan status Nikodemus yang mahapenting, maksud baik, atau kredensi akademik Nikodemus. Dia cukup mengeluarkan pernyataan ini, "Kecuali jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerjaan Allah". (Yohanes 3:3, NKJV)

Seperti kita, Nikodemus pun ragu-ragu. Lahir kembali? "Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan jika ia sudah tua?" (ayat 4, NKJV)

Lahir kembali. Lahir adalah tindakan pasif. Anak dalam kandungan tidak memberikan kontribusi apa pun dalam proses persalinan. Ibu mendorong, berjuang, dan melahirkan. Kelahiran kembali secara rohani membutuhkan orangtua yang cakap, bukan yang terampil.

Bahasa Yunani menawarkan dua pilihan untuk kata kembali :

  1. Palin, yang berarti pengulangan suatu tindakan; melalukan kembali apa yang dilakukan sebelumnya.
  2. Anothen, yang juga menggambarkan tindakan yang berulang, tetapi membutuhkan sumber yang asli untuk mengulanginya. Dengan kata lain, pihak yang melakukan pekerjaan itu pertama kali melakukannya kembali. Ini adalah kata yang dipilih Yesus.

Lahir : Allah mengeluarkan upaya
Kembali : Allah memulihkan keindahannya.


Pemikiran itu membuat Nikodemus terperangah. "Bagaimana mungkin hal itu terjadi?" (ayat 9). Yesus menjawab dengan mengarahkan dia ke berlian Harapan Alkitab.

Karena Allah begitu mengasihi dunia ini. Sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang Alkitab, mulailah dari sini. Jika Anda mengetahui segalanya dalam Alkitab, kembalilah kesini. Inti permasalahan manusia adalah hari manusia. Dan pengobatan Allah diresepkan di YOHANES 3 :16.

Dikutip dari : 3:16, Angka Pengharapan, Max Lucado

28 April 2008

Surviving The 81st Floor of WTC Two

A testimony of God's hand of protection amidst tragedy Tuesday, Sept. 11, 2001, began like any other day for Bethel Assembly of God deacon and Sunday school superintendent Stanley Praimnath of Elmont, Long Island. He got up early, took a shower, prayed, got ready and headed for work.

The drive was uneventful. The train ride was the same. Yet, this day he would see the hand of God spare his life. "For some particular reason, I gave the Lord a little extra of myself that morning [during prayer]," Stanley said. "I said, 'Lord, cover me and all my loved ones under your precious blood.' And even though I said that and believed it, I said it over and over and over."

When Stanley arrived at World Trade Center Tower Two, he took the elevator up to his office on the 81st floor. "I work for the Fuji Bank

Limited," he said. "I'm an assistant vice president in the loans operations department. The company is located on the 79th through 82nd floors."

Stanley greeted Delise, a woman who had arrived before him. After talking briefly, he headed over to his desk and picked up his phone to retrieve his messages. "As I'm standing there retrieving my messages, I'm looking out at the next building, One World Trade, and I saw fire falling through from the roof," Stanley said. "Now, this entire building is surrounded by glass, and you can stand up and from there you can see all the buildings, planes and everything flying at the same altitude."

As Stanley saw "fire balls" coming down, his first reaction was to think of his boss who works in that building. He decided to try to call him to see if he was OK. "I'm dialing his number, and getting no response. So, I say to Delise, the temp, 'Go, go, go -- let's get out.'"

Delise and Stanley got on the elevator and went down to the 78th floor. Some other people were there. The company's president, the CEO, the human resources director and two other men joined the group and headed down to the concourse level of Two World Trade Center. If they had continued on and exited the building, all of their lives would have been spared. As it was, that's not the way it happened. "As soon as we reached the concourse level, the security guard stopped us and said, 'Where are you going?' Stanley explained about seeing the fire in Tower One. According to Stanley, the guard said, "Oh, that was just an accident. Two World Trade is secured. Go back to your office."

That turned out to be fatal advice -- aside from Stanley, Delise was the only one of that group to survive. "We were joking, and I told [Human Resources Director] Brian Thompson, 'This is a good time to think of relocating this building -- it's not safe anymore.'" Stanley headed back to his office, but before he got there, he told Delise, that with the events of the day, she should go home and relax.

Thompson went to the 82nd floor, the president and CEO went to the 79th floor and Stanley got out on the 81st floor. When Stanley got to his office, his phone was ringing. "It was someone from Chicago calling to find out if I'm watching the news," he said. He told the caller everything "was fine."

But everything wasn't fine -- far from it. As Stanley was talking, he looked up and saw United Air Lines Flight 175 heading straight for him. "All I can see is this big gray plane, with red letters on the wing and on the tail, bearing down on me," said Stanley.

"But this thing is happening in slow motion. The plane appeared to be like 100 yards away, I said 'Lord, you take control, I can't help myself here.' "Stanley then dove under his desk. "My Testament [Bible] was on top of my desk," explained Stanley. "I knew, beyond a shadow of a doubt, that the Lord was going to take care of me once I got there." As he curled into a fetal position under his desk, the plane tore into the side of the building and exploded.

Miraculously, Stanley was unhurt. However, he could see a flaming wing of the plane in the doorway of his department. He knew he needed to get out of his office and the building fast. But, he was trapped under debris up to his shoulders. "Lord, you take control, this is your problem now," he recalled praying. "I don't know where I got this power from, but the good Lord, He gave me so much power and strength in my body that I was able to shake everything off. I felt like I was the strongest man alive."

All the while, Stanley was asking the Lord to spare his life. "I'm crying and I'm praying, 'Lord, I have things to do. I want to see my family, Lord, help me through.' "Stanley's office resembled a battle zone -- walls flattened into dusty heaps, office equipment strewn violently, flames flickering about and rubble everywhere. "Everything I'm trying to climb on [to get out] is collapsing and I'm going down," he said. "I'm getting cuts and bruises, but I'm saying, 'Lord, I have to go home to my loved ones, I have to make it, You have to help me.' "

Suddenly Stanley saw the light of a flashlight. For a moment, it stunned him. "What were the chances of someone bringing a flashlight to this floor?", he thought. "My first gut reaction was, 'This is my guardian angel -- my Lord sent somebody to save me!' " Stanley began screaming, "I see the light, I see the light." But after clawing his way through the debris, he realized that he couldn't get out - all the exits were blocked and his "guardian angel" couldn't get to him--a wall was between him and the staircase. "He can't get to me and I can't get to him, and by this time I can't breathe," Stanley said. "I don't know if it was sulfur or what [burning jet fuel, perhaps], but I can smell this thing. I got down on my knees and said, "Lord, you've got to help me. You've brought me this far, help me to get to the staircase."


But then Stanley did something surprising. While praying on his knees, he called out to the man behind the wall, "There's one thing I got to know, do you know Jesus?" The man replied he went to church every Sunday. Then they prayed together to enable them to break through the wall. "I got up, and I felt as if a power came over me," said Stanley. "I felt goose bumps all over my body and I'm trembling, and I said to the wall, 'You're going to be no match for me and my Lord.' " Moments later, he punched his way through the wall and, with the help of the man on the other side, was able to squirm his way through the hole in the wall."


The guy held me and embraced me and he gave me a kiss and he said, 'From today, you're my brother for life.' "But the danger wasn't over. The man on the other side of the wall, who introduced himself as Brian, was an older man and they still had 81 floors to walk down, with the building on fire and, unknown to them, in danger of collapse. "We hobbled our way down, and at every floor we stopped to see if anybody was there, but nobody was, except a man was on the floor, and his back was gone, and he was covered in blood."

Stanley asked to be allowed to carry the man out, but a security guard told him it would be better to send somebody up. When they finally made it down to the concourse, only firefighters were there. "They were saying, 'Run! Run! Run!', they were telling us to run out, but they were not concerned about themselves," he said. Stanley and Brian would have run from the building, but now the concourse was surrounded with fire. Wetting themselves under the building's sprinkler system, they held hands and ran through the flames to safety at Trinity Church, about two blocks away. "I wanted to go to the church to thank God," Stanley explained, "As soon as I held onto the gate of that church, the building [World Trade Center Tower Two] collapsed."

Stanley and Brian made their way safely out of the danger area. Before they parted, Stanley gave his business card to Brian in hopes of contact at a later time, and said, "If I don't see you, I'll see you in heaven."

Cut and bloodied, with clothes tattered and wearing a borrowed shirt, Stanley finally made it home hours later to his wife, Jennifer, and his two girls, Stephanie, 8, and Caitlin, 4. "I held my wife and my two children and we cried," said Stanley. After thanking God for sparing his life, Stanley told God whatever he did, it will always be for His glory. "I'm so sore, but every waking moment, I say 'Lord, had you not been in control, I would not have made it.'

"For some divine reason, I know, beyond a shadow of a doubt, that the good Lord's mighty hand turned the plane a fraction from where I was standing," said Stanley. "Because when it crash-landed, it was just 20 feet from me. I don't care who would rationalize -- what people would say now or years from now, but I know it was the handiwork of the Lord that turned that plane. My Lord Jesus is bigger than the Trade Center and His finger can push a plane aside!"

By Dan Van Veen, Assemblies of God News Service

Iman & Biji Sesawi

Sudah pernah ada yang lihat biji sesawi dan pohonnya ? Kalau belum nih dia…


cid:E1617B80-2A71-45C7-BDFB-0B474783F472


Bulan April 2007 lalu orang tua tmn saya pergi ke Israel, lalu pulang dari sana membawa biji khusus yang sering disebutkan di firman Tuhan, yaitu biji Sesawi.

Penjelasan di Wiki :

Mustard seeds are the proverbially small seeds of the various mustard plants. The seeds are about 1 mm in diameter, and may be colored from yellowish white to black. They are important spices in many regional cuisines. The seeds can come from three different plants: black mustard (B. nigra), brown Indian mustard (B. juncea), and white or yellow mustard (B. hirta/Sinapis alba).

In the Indian subcontinent they are often used whole, and are quickly fried in oil until they pop to impart a flavor to the oil.


Kandungan nutrisinya per 100 g ( 3.5 oz)
Energy 470 kcal 1960 kJ
Carbohydrates 34.94 g
- Sugars 6.79 g
- Dietary fiber 14.7 g
Fat 28.76 g
- saturated 1.46 g
- monounsaturated 19.83 g
- polyunsaturated 5.39 g
Protein 24.94 g
Water 6.86 g
Vitamin A equiv. 3 ìg 0%
Thiamin (Vit. B1) 0.543 mg 42%
Riboflavin (Vit. B2) 0.381 mg 25%
Niacin (Vit. B3) 7.890 mg 53%
Vitamin B6 0.43 mg 33%
Folate (Vit. B9) 76 ìg 19%
Vitamin B12 0 ìg 0%
Vitamin C 3 mg 5%
Vitamin E 2.89 mg 19%
Vitamin K 5.4 ìg 5%
Calcium 521 mg 52%
Iron 9.98 mg 80%
Magnesium 298 mg 81%
Phosphorus 841 mg 120%
Potassium 682 mg 15%
Sodium 5 mg 0%
Zinc 5.7 mg 57%

Banyak juga kandungannya dan dari biji ini bisa tumbuh menjadi pohon besar. Satu bagian firman Tuhan yang menggunakan perumpaan biji sesawi:
Matius 13:31 "Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya."

cid:F9AF64C8-43B1-48DF-8979-888121F2CC77

Saya memperhatikan dengan seksama, panjang biji sesawi ini kurang dari 0,5 cm dan satu biji yang saya ukur sekitar 4,5 mm. Foto di atas menunjukkan perbandingan antara tutup lensa kamera nikon D50 saya (warna hitam, hanya ujungnya saja yang kelihatan) dan biji sesawi serta perbandingannya dengan ukuran panjang 1 cm.

cid:A58E021B-EFC8-4379-B6F2-6A59998C0831
Kumpulan biji sesawi dalam botol khusus


cid:24BCDDE0-5304-4657-97F9-BB56315540B7
Biji sesawi di tangan saya

cid:0B3EFB2F-B7B4-4C09-AE76-355C62D29718


Foto di atas menunjukkan beberapa biji sesawi yang saya foto dengan setingan macro pada kamera. Biji ini memang sangat kecil. Sampai sekarang saya belum pernah menemukan biji yang sekecil ini dan dari banyak biji yang lain.
Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Sebesar apa iman kita? Kita masing-masing yang tahu, yang pasti cukup iman sebesar biji ini saja, kita dapat melakukan hal yang mustahil.

cid:99D12C6D-33FC-4D6B-8948-ABBFAADCD187
Pohon Sesawi

Matius 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabang.

GOD Bless U all.

Sweet Fragrance

Today's Scripture

“For we are the sweet fragrance of Christ which exhales unto God…” (2 Cor 2:15).

Today's Word from Joel and Victoria

Did you know that your life is a sweet fragrance to God? Think about how a wonderful aroma affects you personally. When it’s springtime and the flowers are blossoming, everything feels new again. The sweet aroma in the air is a sign that the flowers are fresh and alive. It catches your attention! It makes you want to take a deep breath and partake of the wonderful sweet fragrance. God feels the same way about you! He loves wonderful aromas, and when you are living your life to please Him, it’s a beautiful fragrance that captures His attention! Just like the aroma in springtime is a sign that the flowers are alive, the aroma of your life is a sign that Christ is alive in you. It is pleasing to the Father! The next time you experience a fresh fragrance, remember that your life is a fragrance unto God. You can rest in knowing that He is pleased with a heart that seeks after Him. As you continue to seek Him, you’ll be that sweet fragrance, and you’ll experience His wonderful hand of blessing in every area of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, I come to You today surrendering all that I am. May everything I do please You and be a wonderful fragrance to You. Keep me close to You today and always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

What We See

A long time ago a baby was born to poor parents. His future looked bleak as he grew to see a life of dreariness and poverty before him. He joined the army as a common soldier and was wounded so severely that he never regained the use of his left arm.

He later failed to find decent employment and, on two occasions, was sent to debtor's prison. He continued to have brushes with the law and struggled just to survive.

But, despite the severity of his life, he never let go of his dream to write a book. He wrote that book and in it he told a beautiful story which welled from his heart's deepest dreams and yearnings. It has moved generations of people the world over ever since. It is about a man who saw the world differently than everyone else. Though created in suffering, the book is an inspiring tale of irrepressible hope. This man's story has been put to music and film, translated into numerous languages and remains a literary classic after some 400 years. The author was Miguel de Cervantes Saavedra and the book is Don Quixote De La Mancha.

Perhaps Cervantes himself believed, as did his character, that the world "sees people as they are -- I see them as they can be!" For Cervantes may never have accomplished such a magnificent work had he not seen some potential within himself that was hidden from the rest of the world. He knew, and has taught others ever since, that great truth: What we see will come to be.

Some see situations as they are, others as they can be. Some see people as they are, others as they can be. And some see themselves as they are, others as they can be. But when we look beyond the present reality, dismal as it may seem, and set our sights upon the best that is within a situation or a human being, then, too, what we see will come to be. And we'll know the power of hope.

-- Steve Goodier

Humor : Orang Baru

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya.

Tapi, semangatnya untuk bersaksi ngga kalah besar sama yang udah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan.

Begitu turun dari bis, ia ketemu orang yang ngga ia kenal. Spontan, ia bertanya, "Mas, kenal Yesus, ngga?"

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, "Belum, sori aku orang baru di sini. Coba tanya Ibu yang jualan di warung itu!"

26 April 2008

Bakti Sosial Berbagi Kasih

Shallom,


Bakti Sosial Berbagi Kasih yang akan di adakan di Cirebon pada tanggal 13 - 16 Mei 2008 terselenggara berkat kerjasama antara Radio Suara Gratia 95,9 FM Cirebon yang berulang tahun ke-4 dan Yayasan Obor Berkat Indonesia dan akan dilayani oleh 20 dokter dari dokter umum maupun dokter gigi.

http://suaragratiaonline.blogspot.com/


Tuhan Memberkati.

Humor : Jaga-jaga

Budi baru saja pindah ke rumahnya yang baru di dekat sebuah hutan lindung. Dia merasa terganggu dengan seekor monyet besar yang sering mengambil barang-barangnya dan membawanya ke atas pohon.

Budi menghubungi petugas hutan lindung untuk membantu mengatasi masalahnya. Keesokan harinya datang seorang petugas, ditemani seekor anjing, membawa tali dan senapan.

"Saya akan naik ke atas pohon dan mengoyang-goyangkan pohonnya agar monyet tersebut jatuh, kemudian anjing yang telah terlatih ini akan menggigit alat kelamin monyet tersebut. Pada saat itu saya akan mengikatnya dengan tali dan membawanya pergi," kata petugas hutan lindung.

Sambil menunjuk senapan yang dipegang petugas, Budi bertanya, "Lalu senapan itu untuk apa?" "Untuk jaga-jaga kalau saya jatuh duluan. Tolong tembak anjingnya, sebelum menyerang saya," jawab petugas.

He Gives Strength

Today's Scripture

“He gives strength to the weary and increases the power of the weak” (Isaiah 40:29).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you ever felt backed into a corner about a particular situation, and you couldn’t see a way out? We’ve all felt overwhelmed by the circumstances of life at one time or another. Be encouraged today because the Bible says in Isaiah that when you cry to God for help, as soon as He hears, He will answer you! He will give you strength when you are weary and increase your power when you feel weak. No matter what is going on in your life today, God is greater than any obstacle or difficulty you may be facing. Do you need strength today to overcome a challenge in your life? Do you need power to stand strong in the midst of a storm? Call on Him and He will hear you. The answer is on the way while the words are still on your lips! Open your heart and by faith receive His strength and might, and let Him empower you to live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for hearing and answering my prayers. Fill me with Your strength and power today. I give You my whole heart and ask that You remove anything from my life that isn’t pleasing to You. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

25 April 2008

Dijamah Tuhan di Kafe

Kalau Tuhan sudah memanggil seseorang untuk masuk dalam pekerjaanNya memang kadang tak disangka-sangka. Kapan & dimana saja Ia mampu melakukannya. Hal inilah yang dialami Ruth Sahanaya.

Ketika ia diundang untuk menyanyikan lagu rohani di sebuah kafe, Ruth merasakan ada sesuatu yang lain dari biasanya. Undangan untuk menyanyi lagu rohani baik di gereja atau tempat lain memang bukan yang pertama kali bagi Ruth. Dan prinsipnya adalah jika menyanyi untuk Tuhan itu harus sungguh-sungguh. Tak terkecuali pada waktu di kafe tersebut. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Tiba-tiba ada suatu sukacita yang dahsyat yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Saat itu Roh Kudus menjamah hidupnya, dan kejadian ini membuat ia meneteskan air mata tanpa sadar bahkan menangis sejadi-jadinya. Dan sejak saat itu, mulailah timbul keputusan dari Ruth untuk bersungguh-sungguh dalam Tuhan.

Urusan tarik suara memang keahlian Ruth Sahanaya yang biasa dipanggil Uthe. Suaranya yang merdu bahkan pernah memukau orang-orang bule sehingga ia dianugerahi gelar Grand Prix Winner pada Midnite Sun Song Festival di Finlandia. Ia begitu diberkati dalam kariernya sebagai penyanyi. Lagunya yang terakhir berjudul "Keliru" menjadi sound track sebuah sinetron teve sehingga begitu digemari oleh banyak orang dan membuatnya begitu sibuk memenuhi undangan show. "Bagi saya ini adalah berkat yang luar biasa. Kiranya hasil yang saya raih ini tidak menjadikan saya tinggi hati, tapi justru mau semakin berserah sepenuhnya kepada Tuhan," begitu penuturannya dengan merendah.

Dilahirkan di Bandung, 1 September 1966, wanita berdarah Ambon ini telah menikah dengan Jeffry Waworuntu dan dikaruniai seorang puteri yang diberinya nama Nadine. Sebagai pasangan artis populer, Ruth dan Jeffry tergolong sepi dari gosip yang biasa menyertai kehidupan selebritis. Dan sekali lagi hal ini begitu disyukuri karena baginya semua adalah karena faktor doa dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Sejak kejadian di kafe itu, pertumbuhan rohani Ruth mengalami peningkatan luar biasa. Pemahamannya terhadap arti pelayanan juga telah diubahkan, dari yang sekedarnya menjadi sesuatu anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan karena kasihNya, sehingga tak jarang Ruth rela membatalkan show karena ada jadwal pelayanan.

Kegiatan pelayanan Ruth saat ini semakin padat setelah ia bergabung dengan kelompok The True Worshippers. Ruth merasa menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan talentanya bagi kemuliaan nama Tuhan. Seakan tak puas dalam memberi dan melayani Tuhan, Ruth juga aktif dalam kegiatan Unity Music Ministry (UMM), yaitu persekutuan di kalangan artis Kristiani.

Kita doakan saja semoga yaitu persekutuan di kalangan artis Kristiani. Kita doakan saja semoga kehidupan dan pelayanan Ruth beserta suami yang merangkap jadi manajernya ini semakin baik lagi. Melalui mereka banyak artis yang datang pada Yesus dan melalui pujian yang dinaikkan Ruth banyak orang yang dijamah dan diberkati.


Amin.

Ember Bocor

Seorang pemikul air di India memiliki dua buah ember. Masing-masing ember tergantung di ujung pikulannya yang ia sangga di bahunya. Salah satu ember bocor, sedang ember satunya lagi sempurna. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari sumber air ke rumah tuannya, ternyata air di ember yang bocor tinggal setengahnya, sedang di ember yang satu lagi tetap penuh.

Ember yang bocor merasa malu dengan ketidaksempurnaannya karena ia hanya mampu membawa setengah dari yang diharapkan. Ember yang sempurna merasa bangga dengan prestasinya karena seluruh kewajibannya dapat diselesaikannya.

Setelah dua tahun ember yang bocor itu tak tahan lagi dan berkata pada tuannya, "Aku merasa malu sekali dan ingin meminta maaf atas ketidakmampuanku".

"Mengapa engkau malu ?" tanya pemikul air itu.

"Karena selama dua tahun ini aku hanya mampu menyelesaikan setengah dari kewajibanku padahal engkau telah bersusah payah membawaku. Lubang pada tubuhku ini menyebabkan air bocor sepanjang jalan" jawab sang ember.

Si pemikul air berkata, "Apakah kamu memperhatikan bahwa di sepanjang jalan, pada sisi kamu berada, penuh dengan bunga yang indah, sedang di sisi lain tidak ?"

"Memang benar, aku telah memperhatikannya." kata sang ember.

Si pemikul air itu berkata, "Ini karena aku tahu kekuranganmu dan aku memanfaatkan kelemahanmu. Aku telah menabur benih bunga sepanjang sisimu, dan kamu telah menyiraminya setiap hari. Dan hasilnya, selama dua tahun ini aku setiap hari dapat menghias meja tuanku dengan bunga-bunga yang indah."


Renungan :
Memang kita semua memiliki kekurangan. Namun bila kita mau, Tuhan dapat menggunakan kekurangan itu untuk menghias meja Bapa di sorga dan memuliakanNya. Jangan khawatir dengan kekurangan kita, pada kelemahan dapat kita temukan kekuatan.

Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:10)

Thirst for Him

Today's Scripture

“As the deer pants for streams of water, so my soul pants for You, O God. My soul thirsts for God, for the living God.” (Psalm 42:1-2)

Today's Word from Joel and Victoria

Does your soul need a refreshing drink of water today? There’s a popular slogan that simply says, “Obey your thirst.” What are you thirsting for? Does your soul thirst for God? When you hunger and thirst for God, you will be satisfied. In the natural, you will crave whatever you constantly feed yourself. In the same way, your soul—which is your mind, will, and emotions—will crave whatever you meditate on and allow to enter your mind through your eyes - what you see and your ears - what you listen to. You can direct your thoughts toward God by focusing on Him and His Word. The more you meditate on the Word, the more you will think about the scriptures, and the more you will be drawn to Him. Before long, your soul will thirst for God and nothing else will satisfy! The Bible says that His Spirit is like refreshing water and that we are washed and renewed by the water of the Word. Direct your thirst toward God and focus on Him in your everyday life. As you do, you will be refreshed and enjoy the life of blessing He has in store for you!

A Prayer for Today

Heavenly Father, today I choose to set my heart and mind on You. I know that only You can satisfy the longing in my soul. Fill me with Your peace and joy today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

24 April 2008

Penjaja Korek Api

Langit amat kelam. Hujan mengurapi bumi. Deras. Genangan air naik hingga ke trotoar pertokoan. Bumi amat muram. Sementara itu lampu jalan dan neon-sign berkedap-kedip, berkilauan menyajikan mimpi. Seorang gadis cilik dengan buntalan kantung plastik hitam berjalan menelusuri tepian jalan yang gelap. Tangan dan kakinya, yang telanjang, membiru diterpa cuaca dingin. Dia berjalan sendirian sambil menjajakan korek api dagangannya kepada satu dua orang yang melintas. Tetapi tak ada yang memperhatikannya. Semua hanya bergegas lewat, memikirkan diri mereka sendiri, megejar waktu untuk pulang ke rumah masing-masing. Malam ini malam tahun baru dan semua orang bergegas untuk berkumpul bersama.

"Aku takut pulang", desah gadis itu pahit. "Ayah pasti akan memukulku lagi bila aku pulang tanpa uang". Dia membayangkan rumahnya yang sempit dan kusam. Dinding yang retak dan ditutupi koran bekas serta kalender tua agar angin tidak menusuk masuk. Terakhir kali dia pulang tanpa uang, ayahnya yang sedang mabuk memukulnya. Kata ayahnya, "Tidak ada makanan bagi orang malas!". Toh, dia tak dapat memaksa orang untuk membeli korek apinya. Maka dia terus menelusuri trotoar kota. Di depan sebuah Restauran dia berhenti dan memandang ke dalam. Dia melihat kumpulan orang yang sedang bergembira. Di depan mereka terhidang makanan yang kelihatan amat lezat. Sayup-sayup dia mendengar alunan lagu Natal serta suara tawa. Dan beberapa anak seusianya berlarian memutari meja makan itu. Dengan sedih ia kemudian melihat pantulan tubuhnya pada kaca etalase Restauran. Wajah kurus, mata kuyu dan bajunya yang compang-camping membuatnya pilu. Dengan air mata yang mengembang di matanya dia meninggalkan tempat itu. Sayup-sayup dia mendengarkan alunan nada: Joy to the world, the Lord is came Sementara itu malam makin pekat. Jalanan kian sepi. Dan muram.

Akhirnya, dengan letih dia duduk di sudut gelap depan pertokoan yang telah tutup. Dia meringkuk kedinginan. Hujan semakin deras saja. "Mama, mama", bisiknya pelan. "Dimanakah engkau?". Kata tetangga-tetangganya, ibunya pergi meninggalkan mereka sejak dia masih berumur satu tahun. Entah kemana. Kini dia telah berusia tujuh tahun. Dia tinggal bersama ayahnya yang menjadi pemabuk setelah ditinggalkan ibunya serta tidak punya kerja tetap lagi. Kadang-kadang mereka bahkan tidak mempunyai nasi sebutir pun untuk makan sehari. Seluruh penghasilannya akan diambil ayahnya untuk dibelikan arak.

Cuaca dingin kian menusuk tulangnya. Jari-jarinya terasa kaku dan beku. Dengan ragu-ragu dia membuka kantung plastik hitam jinjingannya. Dikeluarkannya sekotak korek api. Ah, kalau saja aku berani untuk menyalakan korek api ini, tanganku tentu akan terhangati Dia merasa bimbang. Tetapi akhirnya dia mengambil sebatang dan menyalakannya. Dan sungguh indah api yang berkilauan dalam gelap. Bagaikan nyala lilin. Sesaat dia merasa berada dalam sebuah ruang yang amat indah. Cahaya itu menari-nari membentuk pendiangan yang memanggil tubuhnya mendekat. Maka diapun menghampirinya. Tetapi sayang, korek api itu lalu padam dan bayangan itu pun menghilang.

Maka dinyalakannya korek yang kedua. Cahayanya jatuh memantul di tembok. Tembok itu lalu berubah menjadi ruang yang amat lapang. Dan ditengah-tengahnya ada sebuah meja bertaplak putih bersih. Di tengah-tengahnya nampak beberapa piring porselen yang berisi makanan kesukaannya. Ada bernebon, ayam panggang rica dan berbagai macam kue seperi panekuk kesukaannya dan juga buah-buahan. Dan, hmm, sungguh lezat aromanya. Dia lalu mengulurkan tangan untuk meraih makanan kesukaanya tetapi mendadak segalanya sirna kembali. Korek itu telah padam. Yang disentuhnya hanya dinding yang keras dan dingin.

Dia lalu menyalakan koreknya yang ketiga. Dia lalu merasa berada di bawah sebuah pohon Natal yang besar dan indah. Pohon Natal terindah yang pernah dilihatnya. Ratusan lilin kecil nampak berkedap-kedip pada dahan dan rantingnya, di sela-sela selimut daun yang hijau rimbun. Sungguh menakjubkan. Dengan rindu dia mengulurkan tangannya untuk memegang pohon tersebut. Tetapi sesaat saja segalanya pun menghilang. Koreknya telah padam dan yang dilihatnya kini hanya tetesan air hujan dari langit yang kelam.

Demikianlah gadis itu terus menyalakan batang-batang korek yang membawa hidupnya ke alam mimpi yang tak pernah dialaminya. Pada batang terakhir muncullah seorang ibu berparas lembut, mengenakan sutera putih berikat biru dan menggendong seorang bayi yang bercahaya, datang menghampirinya. Ah pikirnya, "Aku pernah melihat Ibu ini di dalam gereja Tuhan". Dia ingat waktu kecil dulu, saat ayahnya belum menjadi pemabuk seperti sekarang ini, sesekali dia dibawa ke gereja tersebut. Dengan takjub dia memandangi wajah lembut itu. Dan tiba-tiba dia melihat bayi di gendongan Ibu itu tersenyum lembut kepadanya. Dengan perasaan amat riang dia bangkit berdiri dan berlari memeluk mereka.

Keesokan harinya, Tahun Baru, tubuh gadis itu ditemukan meringkuk oleh orang-orang yang lewat. Maka berkerumunlah mereka disekitarnya. Kasihan kata seorang ibu, Pasti dia mati kedinginan. "Bodoh amat", seru seorang bapak mencemooh, "Berkeliaran sendirian dalam hujan. Tetapi dia nampak bahagia bisik seorang gadis, Lihat senyumnya, seakan dia melihat sesuatu yang kudus sebelum meninggal".

Dan di dalam Gereja Tuhan, koster yang sedang membersihkan ruangan sedang mengomel. Siapa lagi yang bermain-main di sini Dia melihat ke patung Maria yang menggendong Yesus, basah kuyup. Airnya menetes-netes ke lantai. Lamat-lamat dari kejauhan, sekelompok Suster Biara bernyanyi, "Agnus Dei, Qui Tollis Peccata Mundi. Miserere Nobis".

Diadaptasi amat bebas dari Hans Christian Andersen Fairy Tales.

Something Out of Nothing

Today's Scripture

“The earth was formless and void…and God said, Let there be light.” (Genesis 1:2-3).

Today's Word from Joel and Victoria

Are you believing God for something today that seems impossible? We serve a great and mighty God. and He can create something out of nothing. He can make a way when there seems to be no way! Genesis tells us that in the beginning, God created the heavens and the earth. But before He spoke the world into existence, it was formless and void. If God can make the world out of nothing, He can take the empty places in your life and create something beautiful, too! He can speak light into your darkest hour. He can take your formless dreams and give them shape. He can resurrect your dormant gifts and talents! He can make your crooked places straight! Remember, you are created in the image of almighty God. There’s power in your words, and there’s power when you’re in agreement with Him. Start saying what God says about your situation. Speak life to your broken dreams, today. Stay in an attitude of faith and expectancy. As you do, God will take you places that you’ve never dreamed, and you’ll live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, I trust that You are willing and able to make a way where there seems to be no way in my life. Fill me with Your peace and faith and give me a vision for all You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

24 Selingan Dalam Hidup

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.

Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuhdihatimu.

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum , jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

23 April 2008

Tinggal Dalam Kebenaran

Orang yang mengenal apa itu Kebenaran sejati, tetapi tidak tinggal dalam Kebenaran, sudah murtad di dalam hatinya. Ayat-ayat Firman Tuhan di bawah ini akan menjelaskan sebagai berikut :

1. Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam Kebenaran, Firman-Mu
adalah Kebenaran. Ayat ini adalah doa Tuhan Yesus untuk murid-muridNya, dan dalam doa ini Dia membuat satu pernyataan Ilahi yang datang dari hati Bapa, itulah Kebenaran, Firman yang keluar dari mulutnya Allah, adalah Kebenaran. Lewat Kebenaran langit dan bumi telah dijadikan. Dan apa yang keluar dari mulut Yesus adalah keluar dari hati Bapa, itulah Kebenaran. Kebenaran mengatasi doktrin atau dogma apapun. Satu pernyataan ILahi yang dikatakan Yesus : FIRMAN-MU adalah KEBENARAN.

Setiap hati manusia yang sudah dimeteraikan Firman di dalamnya, akan selalu melakukan Kebenaran Firman dalam hidupnya, dan suka melakukan segala Titah Tuhan karena kesukaannya adalah melakukan kehendak Bapa. Seperti Yesus selalu melakukan apa Yang Bapa kehendaki, demikian juga siapa yang sudah menyatu dengan Dia dalam Roh dan Kebenaran, akan melakukan hal yang sama seperti Yesus lakukan. Ini prinsip kebenaran yang pertama ...

Dan jangan mempermainkan Kebenaran dengan ajaran manusia yang penuh
dengan falsafah kosong yang hanya dapat ditangkap oleh logika saja namun tak sanggup memberi damai sejahtera di dalam hati.

2. Yohanes 1:14
Firman
itu telah menjadi manusia. Firman yang menjadi daging namanya YESUS, dan daging yang dimiliki oleh Yesus berasal dari Sorga. Apa yang datang dari atas tidak dapat dikalahkan atau dirusakkan oleh apapun juga. Termasuk sakit-penyakit, kuasa dosa dan maut sekalipun. Dia menjadi daging supaya manusia ciptaan-Nya tidak lagi dikuasai keinginan daging (dosa). Itu maksud inkarnasi Firman menjadi daging, penebusan dengan cara pertukaran tempat. Yang seharusnya masuk alam maut diganti oleh Yesus masuk alam maut dan bangkit kembali. Yang seharusnya menderita dihukum oleh Yesus di salib ganti kita. Tujuan karya salib Kristus adalah pertukaran tempat antara manusia di bumi dengan Anak Allah dari Sorga. Rahasia dibalik penebusan adalah posisi terdakwa masuk penjara (neraka) menjadi bebas tak bersalah karena ditebus oleh darahNya.

Firman yang menjadi manusia itu YESUS, Firman-Mu adalah Kebenaran, Yesus adalah Kebenaran YESUS katakan, "AKU dan BAPA adalah satu (Yohanes 10:30). Doktrin yang mengajar bahwa Allah memiliki tiga pribadi, itu ajaran sesat. Pribadi Allah tetap satu, meskipun wujud Bapa dan Anak berlainan dan pernah dicatat oleh Alkitab. Allah Tri Tunggal itu begitu unik dan tak dapat dipisah-pisahkan. Prinsip penyatuan ini yang kabur dimengerti oleh banyak gereja di dunia. Apa yang dicatat oleh Alkitab tidak dapat diartikan secara literatur hurufiah. Inilah keunikan Alkitab yang hanya dapat dipahami melalui ilham Roh Kudus, karena memang Firman berasal dari Bapa, penjelasan sempurna dan akurat cuma datang dari Roh Bapa sendiri. Bapa, Anak dan Roh Kudus itu satu kesatuan yang tak dapat dipisah-pisahkan.

Banyak orang pandai yang telah menyelidiki Alkitab merasa diberi hikmat untuk menjabarkan isi Alkitab dan membuat doktrin-doktrin bagi keamanan iman mereka sendiri sesuai yang mereka mau, padahal Bapa tidak memberi pemahaman demikian. Apa yang mereka rasa sudah tahu dan benar adalah ketidak tahuan yang dengan berani diucapkan sebagai "pencerahan". Iblis pun punya pohon pengetahuan yang baik dan jahat yang sudah menguasai sebagian hikmat Allah sejak semula karena Lucifer pun pernah dekat dengan tahta Allah.

Sangat tipis perbedaannya antara hikmat yang di dapat dari Iblis dan Roh Kudus, siapa tidak sanggup mendeteksi apa yang masuk lewat pikiran manusia dan hati manusia, mereka selalu terjebak ke dalam pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hanya orang-orang yang sudah hidup menyatu dengan Tuhan, merekalah yang punya kesanggupan karena kuasa Allah sudah menyatu dengan dia, Roh Bapa menyatu dengan roh dia. Tuhan Yesus bisa buat mujizat, Iblis pun sanggup buat mujizat, dimana bedanya mujizat yang datang dari Yesus dan Iblis?
Kuncinya bukan terletak pada seberapa pandainya kita menguasai seebuah pengajaran dibumi, tapi Pertanyaan saya : sudahkah para hamba Tuhan menyatu dengan Tuhan di dalam Roh dan Kebenaran itu? Jika sudah, maka setiap Firman bisa dilakukan oleh orang tersebut. Ini bukti dari orang yang tinggal dalam Kebenaran.

Yohanes 15:15b
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Ayat ini mengajar prinsip PENYATUAN antara Allah dan orang percaya, ini mutlak bagi siapa yang mau melakukan kehendak Bapa.

Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal
di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Ayat ini berbicara sebuah 'pengkondisian'. Sayangnya banyak hamba Tuhan senior pun tidak sanggup menjelaskan dan punya komitmen seperti ayat ini tulis. Makanya doa-doanya tak ada kepastian, ragu-ragu, mulutnya doa apa, hatinya dan pikirannya melenceng dan bimbang. Bagaimana doanya mau dijawab, Roh Kudus yang menyelidiki hati manusia melihat kebimbangan yang bertolak belakang dan menentang prinsip kerja kuasa Kerajaan Allah. Kata amien cuma lips service belaka. Makanya harus sungguh-sungguh bertobat, saya sudah berulang kali katakan bertobat!!!

Orang bertobat, akan selalu mau mencari mana kehendak Tuhan mana bukan kehendak TUhan! Ini bukan soal pengajaran ilmiah theologis, ini berbicara soal sikap hati. Orang rendah hati itu tidak mengandalkan pengetahuan akalnya, tapi kepada pimpinan Roh di dalam hatinya. akal pikiran harus tunduk kepada pimpinan Roh, bukan Roh yang dikendalikan kemauan jalan pikiran.

Kembali ke ayat Yohanes 15:7 diatas, Firman Tuhan sudah menjamin dan tidak pernah gagal. Jika Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Percaya atau tidak sebagian besar orang percaya menyangkal ayat ini dalam praktek hidupnya, itulah pemurtadan di gereja yang terselubung. Pimpinan gerejanya murtad, maka jemaatnya akan murtad juga.

Jika Firman Tuhan tinggal di dalam hati kita, maka kita akan menuruti kehendak-NYa, disitulah terjadinya penyatuan kehendak yang akan menghasilkan doa-doa yang terjawab. Silahkan periksa diri kita masing-masing terutama para hamba TUhan yang berani melayani atas nama gereja Tuhan, tapi masih menyangkal ayat Firman ini. Bertobatlah!

Bedanya hamba Tuhan yang dipilih dengan hamba Tuhan yang mempromosikan diri (lewat atribut kasat mata) akan terlihat saat masuk pelayanan, siapa yang memimpin dia, dirinya sendiri atau Tuhan.

Yohanes 14:12
Aku berkata kepadamu, "Sesungguhnya barangsiapa
percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, ayat ini juga merupakan barometer bagi setiap orang kristen yang berani claim dirinya kenal Tuhan Yesus apalagi yang sudah menyandang predikat sebagai seorang hamba Tuhan? Para pengajar sesat sudah banyak meracuni gereja Tuhan dengan ajaran-ajaran logis praktis yang tidak sesuai Firman. Yang menolak dan menyangkal ayat ini sudah ada hakimnya yaitu Firman Tuhan sendiri, merekapun tidak akan diakui dihadapan Bapa di Sorga.


Christian

A Cong

Ini sebuah kisah nyata yang menarik dan menyentuh. Ada seorang laki2 paruh baya, umur 50 tahunan. Ia dipanggil A Cong (Ah Chong, ejaan inggrisnya). Miskin, tetapi jujur dan tekun. Kejujuran dan ketekunan itu mendapat perhatian seorang pemilik toko material di daerah Glodok, Pinangsia, Jakarta . A Cong diangkat menjadi CEO (chief exec.officer) atau penanggung jawab penuh toko tersebut. Usaha material itu meraup sukses luar biasa.

Sedemikian sibuknya A Cong di toko itu melayani pembeli, sampai ia tak sempat makan dengan teratur. Bahkan tidak jarang ia makan sambil tetap melayani. Tetapi, di tengah kesibukannya, setiap jam 12 siang ia menyempatkan diri berlari ke sebuah gereja di dekat situ. Dan itu ia lakukan tiap hari, sudah lebih dari tiga setengah tahun.

Sampai pada suatu hari kecurigaan seorang pastor memuncak! Ia telah memperhatikan dan mengamati fenomena aneh ini di gerejanya. A Cong datang di
pintu gereja, hanya berdiri saja, membuat tanda salib, lalu segera bablas lagi.

Ritual itu setia dilakukan A Cong, tiap-tiap hari, itu-itu saja. Adakah udang dibalik batu? Jangan2, Romo yang penasaran itu mencari kesempatan menghadang si A Cong, dan bertanya tanpa basa-basi lagi, "Maaf, Cek (panggilan menghormat bagi laki2 Tionghoa), kenapa Encek saben hari datang jam 12 begini, cuman berdiri aja di pintu, bikin tanda salib, terus cepet2 pergi?".

Kaget, si A Cong menjawab tersipu: "Hah?!... Lomo, owe ini
olang sibuk, owe punya waktu seliki, tapi owe seneng dateng kemali."

Jelas, Romo belum puas dan terus mendesak, "Emangnya apa yang Encek
lakukan di pintu gereja gitu?"

Jawab A Cong dengan polos: "Ngga ada apa2. Benel Owe cuman bilang ini
doang: Tuhan Yesus, ini owe, A Cong.Uuudah."

Terbengong, hanya "Oh....!" yang bisa dilontarkan sang Romo. Dan A Cong pun bergegas kembali ke tokonya.

Pada suatu hari A Cong sakit parah karena super sibuk dan makan sekenanya, tidak teratur. Komplikasi penyakitnya cukup berat sehingga ia dilarikan ke rumah sakit. A Cong bukan orang kaya, maka ia menempati kamar kelas 3, satu kamar dihuni 8 orang pasien. Sejak masuknya A Cong, kamar itu menjadi ceria, penuh canda tawa.Tak terasa 3 bulan sudah A Cong dirawat. Ia pun sembuh dan diperbolehkan pulang.

Ia gembira, tentunya, tetapi teman2 sekamarnya bersedih. Selama dirawat itu, semua sesama pasien dihiburnya. A Cong setiap pagi menghampiri teman2 pasiennya, satu per satu, dan menanyakan keadaan masing2. Sayang, sekarang A Cong harus pulang dan kamar itu akan kembali sunyi.

Akhirnya salah seorang sesama pasien mencoba bertanya: "Eh Cek A Cong, mau nanya nih. Kenapa sih Encek begitu gembira, dan selalu gembira, padahal penyakit Encek kan serius?"

Acong tercenung dan menjawab "
saben ali yam lua welas, yah, ada olang laki lambut gondlong dateng, megang kaki saya, dia bilang, "A Cong, ini aku, Yesus Kristus. Gimana owe nggak seneng, coba..."

Moral of the story :
Sesibuk-sibuknya kita,Sisihkan waktumu, untuk bersama Tuhan, ..

Stay Connected

Today's Scripture

“I am the vine; you are the branches. If a man remains in me and I in him, he will bear much fruit; apart form me you can do nothing” (John 15:5).

Today's Word from Joel and Victoria

Do you need more power and strength in your life today? When you are connected to the Father through Jesus, you are connected to your life source. Just as a branch is sustained by the vine it’s attached to, we are sustained by being attached to Him. If you think about how fruit grows, it doesn’t just happen over night; it takes time and the right conditions. In the same way, the spiritual fruit in your own life develops over time, too. You might be tempted to get discouraged if you aren’t seeing “fruit” as quickly as you’d like, but be encouraged today! If you’ll keep your heart humble before the Lord and stay connected to Him through prayer and studying His Word, you’ll see that fruit begin to form in your life just as He promised! You’ll see the fruit of joy, which is strength. You’ll see the fruit of love and peace, which will sustain you in the midst of difficulty. As you stay connected to Him, you’ll be empowered and equipped for every circumstance, and you’ll live as an overcomer in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, I humbly come before You. I recognize that You are the source for everything I need in this life. Keep me close to You always and turn my heart and mind toward Your ways. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

21 April 2008

KKR "BANGKITLAH INDONESIAKU"

HADIRILAH & DOAKANLAH


Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)

"BANGKITLAH INDONESIAKU"

Monas, Jakarta
Sabtu, 17 Mei 2008
pk. 17:00 - 20:30


Titik balik untuk Bangsa Indonesia, supaya mengalami masa kejayaan melebihi kejayaan di tahun-tahun sebelumnya.

Humor : Baru Lahir

Seorang bayi yang baru lahir, yang masih berada di rumah sakit, berkata kepada bayi yang berbaring di sampingnya, "Aku pasti bayi laki-laki!"

Bayi yang satunya bertanya, "Kok kamu yakin?"

"Rahasianya ada di bawah selimutku ini; Aku dapat memperlihatkannya padamu ...."

"Aku mau lihat! Aku mau lihat!"

"Sssstt!! Tunggu sampai suster-susternya pergi deh ...!"

Beberapa menit kemudian, "Aku bisa ngeliatin ke kamu sekarang ..., nihh lihat nihhh ...."

Perlahan bayi itu menyingkirkan selimutnya, dan bayi yang satunya langsung berusaha melihatnya.

"Bisa lihat nggak?" tanya bayi yang pertama. "Yang di bawah ini lho."

"Apa sih?" tanya bayi yang satunya.

"Aku pakai kaos kaki biru!"