Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

10 October 2009

Berlibur

I Yohanes 1:3 - "Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 102; Lukas 23; Yehezkiel 9-10

Adakah di dunia ini orang Kristen yang dapat berkata kepada Tuhan, "Tuhan, bolehkah saya berlibur sebentar saja untuk tidak berhubungan dengan Engkau? Saya kan sudah melayani Engkau selama ini, jadi boleh kan saya meminta satu hari saja untuk melakukan apa yang saya mau"? Saya percaya mungkin saja ada orang-orang seperti itu, tetapi saya hanya dapat berkata itu adalah sebuah pendapat yang sungguh konyol.

Mungkin mendengar hal ini, beberapa dari Anda mengapa saya mengapa saya mengatakan itu? salah satu alasan saya mengatakan itu adalah pendapat yang konyol adalah karena sesungguhnya perjalanan hidup kita bersama dengan Allah harus berlangsung terus menerus, setiap hari, bahkan lebih tepatnya lagi setiap saat. Jadi, tidak lah mungkin bila kita harus meminta izin kepada Tuhan untuk berlibur sementara.

Seorang pemain basket NBA, Grant Hill sempat mengutarakan mengenai bagaimana dia bisa menjadi seorang pemain yang profesional dan inilah salah tipsnya: "Saya tidak dapat libur berlatih selama satu minggu, sebab sehari saja saya berlibur, saya merasa keahlian saya semakin berkurang".

Begitu juga dengan kehidupan kerohanian kita. Jika kita sebagai orang-orang mengasihi Tuhan menginginkan untuk berlibur dari-Nya maka kita pun pasti akan merasakan sesuatu yang "berkurang" dari diri kita. Kita akan kehilangan tuntunan Firman-Nya dan persekutuan dengan-Nya yang kita rasakan melalui doa-doa kita. Bahkan bahayanya lagi, kita akan melangkah kepada kejatuhan.

Saya tidak tahu sudah berapa lama Anda menjadi anak Allah yang beriman dalam Kristus, tetapi yang jelas Anda haru selalu menjaga hubungan dengan Dia. Bukan hanya dengan Anda melakukan aktivitas-aktivitas rohani yang terlihat oleh orang-orang di sekitar seperti pergi ke gereja setiap minggu atau bersaat teduh setiap hari, tetapi juga dengan memelihara hubungan itu secara kontinu. Jadi, jika Anda ingin "berlibur" dalam memelihara hubungan Tuhan, ingatlah bahwa hal itu akan melemahkan langkah hidup Anda.

Agar kerohanian Anda tetap sehat, berjalanlah selalu bersama Yesus.

Jawaban.com

Weekly Scripture – Kolose 4:6

"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." - Kolose 4:6

Humor : Babi Makan Apa?

Pada suatu hari datang petugas dinas kesehatan untuk memeriksa babi-babi disebuah peternakan. Maka bertanyalah petugas itu kepada pengusaha peternakan, “Tolong dijelaskan babi-babi ini dikasih makan apa saja ?”.

Pengusaha itu menjawab, “You tahulah… babi-babi ini setiap hali owe kasih sisa-sisa makanan sajalah…”.

“Wah , engga boleh donk. Mana sehat ?!?”, gertak petugas.

Pengusaha mulai kesal tahu maksud si petugas ini, “Okelah nanti owe pebaiki. sekalang ini ceban buat you beli loko.”

Petugas pergi dengan senang dapat sepuluh ribu. Sebulan kemudian datang petugas dengan pertanyaan yang sama. Pengusaha itu kali ini menjawab, “You tak pelu takut lah… babi-babi sudah owe kasih makan sedap-sedap setiap hari…”

“Wah gimana sich…rakyat masih banyak yang kelaparan koq babi dikasih makan enak !!!”, kembali petugas menjawab dengan muka garang.

Sekali lagi petugas kena disogok dengan cebanan lalu pergi. Sebulan berikutnya datang lagi si petugas ini, “Sekarang saya musti periksa dengan seteliti-telitinya, babi-babi ini dikasih makan apa saja?”

Dengan tegas dan nada keras si pengusaha menjawab, “Owe puciiing.. dikasih makan ini salah, dikasih makan itu salah…. Sekalang tiap babi owe kasi goceng-goceng sulu cali makan sendili-sendili dilual..”