Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 January 2009

Weekly Scripture – Amsal 22:9

"Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin." - Amsal 22:9

30 January 2009

Tentara Yang Buta

Matius 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 30; Kisah Para Rasul 2; Keluaran 9-10

Pada Perang Dunia II, hiduplah seorang kakek yang mempunyai koleksi uang logam yang sangat langka di dunia. Dia takut tentara musuh akan merampas koleksinya. Karena itu, dia memasukkan koleksinya ke dalam karung kecil dan menyembunyikannya. Dan benar, sepasukan tentara menerobos masuk rumahnya. Mereka menodongkan senjata sambil mencari koleksi yang sangat terkenal itu. Mereka membongkar lemari, mengeluarkan isi laci, mencari di dapur, di langit-langit dan semua tempat yang dicurigai secara teliti. Tapi hasilnya nihil. Lalu, dengan kecewa mereka pergi dan tak pernah kembali.

Di manakah koin itu? Ternyata kakek meletakkan karung berisi koin itu di tempat terbuka, yaitu di lantai ruang bawah tanah. Meski melihatnya, para tentara mengabaikannya karena mereka justru mencarinya di tempat tersembunyi.

Sebagaimana tentara "buta" itu, kita sering kali tidak melihat "harta" yang ada di depan kita. Banyak orang Kristen yang rindu terjun di dunia pelayanan. Kita menunggu sebuah pelayanan "ideal" seperti yang ditampilkan di TV atau dimuat di majalah rohani. Tapi akhirnya kita hanya menunggu saja, karena kita mencarinya di tempat tersembunyi. Padahal ladang pelayanan itu terhampar di depan kita. Entah itu berupa orang gila yang lewat di depan kita, pengemis yang menadahkan tangan di lampu merah atau waria yang mengamen di depan warung kita.

Orang yang tidak berinisiatif melakukan perbuatan baik tidak akan diingat kebaikannya.

Jawaban.com

Humor : Aye Punya Ape?

Di Kalimantan, ada 2 orang yg sudah bersahabat lama, Andi dan Arman. Ketika mereka beranjak dewasa, Andi pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib, 2 tahun lamanya dia di Jakarta barulah Andi mudik ke Kampung halaman. Arman yang mengetahui Andi telah sukses di Jakarta mencari Andi. Akhirnya Andi berjanji akan mengajak Arman ke Jakarta.

Tak terasa setengah tahun Arman berada di Jakarta. dan Arman pun rindu kampung halamannya. tak lama kemudian Arman pulang dengan logat kebetawi-betawian. Ayahnya pun bertanya:

Ayah : "Bagaimana kamu di JAkarta,Nak ?"
Arman : "Senang,Beh! "
Ayah : "Kamu kerja apa di Jakarta ?"
Arman : "Banyak Beh...yah,jadi guru Agama,pembina Iman.yah pokoknya banyak deh Beh."
Ayah : "Kalo gitu,nanti malam sebelum makan kamu pimpin Doa ya!"

Pada saat makan malam Arman pun memulai doanya, "Babe gue yang ada di Surge, surge lu punye, bumi lu punye, gue ape dong, tapi nggak apalah, Amin ye!"

Semua anggota keluarga : "??????"

29 January 2009

Pekerjaan Yang Membanggakan

2 Korintus 10:15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 29; Kisah Para Rasul 1; Keluaran 7-8

Kini, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh perempuan. Ada yang menjadi dokter, guru, pilot, wartawan bahkan presiden! Di mata anak-anak, pekerjaan ibunya justru merupakan sebuah kebanggaan. Naomi, yang ibunya bekerja sebagai guru playgroup berkomentar, "Aku bangga sama pekerjaan mama, soalnya mama bisa ngurusin anak-anak."

Ada orang yang bekerja karena perlu uang. Baginya, pekerjaan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Ada juga yang menganggap pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri. Dengan pekerjaannya, ia merasa menjadi pribadi seutuhnya.

Tuhan mengajarkan bahwa pekerjaan adalah sarana untuk menyaksikan kasih-Nya kepada dunia. Alkitab memuat kisah orang-orang yang bekerja dengan profesional dan mencintai pekerjaannya. Misalnya, Bezaliel dan Aholiab sebagai tukang. Petrus sebagai nelayan dan bahkan budak perempuan yang tinggal di rumah Naaman. Pribadi-pribadi itu bangga dengan pekerjaannya. Melalui pekerjaannya, mereka memberkati orang sekitarnya dan memuliakan Tuhan.

Pekerjaan kita juga merupakan sebuah ungkapan hubungan kita dengan Dia. Mari, kita tempatkan pekerjaan kita menjadi sesuatu yang membanggakan baik bagi diri sendiri maupun bagi-Nya!

Bekerja adalah seni beribadah dengan cara yang lain. Berilah dampak kepada orang lain melalui pekerjaan Anda.

Jawaban.com

Apakah Saya Mencintai Orang Yang Tepat?

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?"

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria di sebelah anda itu suami anda?"

Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"

"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.."

Inilah jawabannya!
SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Tidak perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta". Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi?

Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar, perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telepon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada.

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya. Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..

Nah lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi. Anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.

Berbagai macam cara, bentuk, dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya. Tapi tau ngga?!

Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada diluar, justru jawaban ini hanya ada didalam pernikahan itu sendiri.  Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya tidak mengatakan kalo anda tidak boleh ataupun tidak bisa selingkuh, Anda bisa!

Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang..

Itu adalah siklus... Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan "diperbudak cinta". Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik.

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.. Cinta bukanlah MISTERI. Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta, bukannya "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN!

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik...
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta......
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..

CINTAILAH pasangan anda, seperti anda INGIN DICINTAI olehnya. SETIALAH pada pasangan anda, seperti anda INGIN MENDAPATKAN KESETIAANNYA

28 January 2009

Manajemen Stres

Matius 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 28; Matius 28; Keluaran 5-6

Seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen stres. Dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya, "Seberapa berat Anda kira segelas air ini?" Para mahasiswa pun menjawab beragam, ada yang 20 gram sampai 500 gram. Sang dosen menjawabnya, "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya. Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, bebannya akan semakin berat. Hal terbaik yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi."

Seringkali tanpa disengaja kita membawa beban hidup kita terus-menerus. Akibatnya, setiap hari kita cenderung merasa susah, kuatir, bahkan stres karena beban-beban itu rasanya menekan kita. Beban itu pun akan semakin berat karena kita cenderung mengkuatirkan hari-hari esok. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menanggung kesusahan hari esok, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Bahkan Tuhan sendiri meminta kita untuk menyerahkan segala beban yang kita tanggung kepada-Nya.

Cara memecahkan masalah adalah bukan dengan mempersoalkannya, tetapi bagaimana menyelesaikannya.

Jawaban.com

Tindakan Ikut Menentukan Hasil

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ternyata, pada umumnya manusia melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukannya dihari-hari sebelumnya. Dengan kata lain kita melakukan aktivitas yang itu-itu saja dari hari ke hari. Itulah sebabnya, kita selalu dapat memperkirakan apa yang akan kita hasilkan dihari itu. Karena, kita tahu bahwa sebuah tindakan ikut menentukan hasil yang kita dapatkan.

Setiap hari kita bertanya; mengapa hidupku tidak kunjung mengalami perbaikan? Padahal, kita menjalani hidup dengan cara yang sama dengan hari-hari sebelumnya. Suatu ketika, saya memasuki sebuah bangunan dimana dinding di keempat sisinya didominasi oleh kaca transaparan. Begitu bersihnya kaca-kaca itu, sehingga kita bisa melihat keluar dengan jelas. Selain saya, didalam ruangan itu terdapat seekor burung liar. Ketika saya masuk, dia terlihat panik dan berusaha menjauh. Namun ketika hendak terbang keluar, dia menabrak kaca hingga nyaris terhempas. Dia mencoba lagi, dan menabrak kaca lagi. Sampai berkali-kali. Meski ingin menolongnya, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Hey, pintunya ada disamping kiri...." saya berkata, meski tahu bahwa dia tidak akan mengerti. Suatu ketika, burung itu kelelahan. Dia tidak terbang dan menabrak kaca lagi. Kali ini dia diam saja. Kepalanya yang mungil mendengak-dengok ke kiri dan ke kanan. Seolah dia mencari tahu; benda apa yang tadi ditabraknya? Saya tidak tahu, apakah burung kecil itu sudah menyadari keberadaan kaca itu atau tidak. Tetapi, sekarang dia tidak mau terbang lagi. Dia memilih untuk menclak-menclok diantara kusen-kusen kayu dipinggir bangunan. Saya mengira dia kapok terbang. Sehingga bertambahlah rasa kasihan saya. Seandainya saja bisa menangkapnya, saya akan membawanya keluar dari sana.

Tetapi, ternyata semua dugaan saya salah. Setelah beberapa kali menclak menclok, burung itu kemudian masuk kedalam lubang angin yang sempit. Lalu dia menelusuri lorong gelap itu. Dan akhirnya sampai disisi lain dinding bangunan. Sekarang dia sudah sampai kealam luas tanpa batas. Lalu terbang dengan teramat bebas!

Saya tertegun. Lantas berucap terimakasih kepada sang burung. Dia telah mengingatkan saya tentang apa yang selama ini saya lakukan setiap hari. Setelah selama bertahun-tahun saya melakukan tindakan yang sama, mestinya saya tahu bahwa hasilnya pasti akan sama. Tetapi, kadang pikiran ini tertimbun kepicikan sehingga menjadi begitu dangkal. Sehingga, meskipun tahu bahwa tindakan yang saya ulang-ulang itu hanya akan memberikan hasil yang sama, tetapi setiap akhir tahun saya suka bertanya; mengapa tahun ini saya tidak mendapatkan peningkatan yang bermakna? Mengapa pencapaian saya tahun ini hanya begini-begini saja? Mengapa pendapatan saya tahun ini sama saja dengan tahun lalu? Dan sejuta tanya lainnya.

Tiba-tiba saja burung itu menyadarkan saya, bahwa untuk mendapatkan hasil yang berbeda; saya harus melakukan sesuatu yang berbeda. Bahkan burung itu rela menunjukkan bahwa terbang dan menabrak kaca hanya akan menjadikan jiwanya terancam. Dia mengulanginya lagi untuk menegaskan pelajaran itu. Pelajaran bahwa; jika kita melakukannya lagi, maka kita akan mendapatkan hasil seperti sebelumnya lagi.

Sekarang burung kecil itu menunjukkan kepada saya tindakan yang berbeda sama sekali. Meski dia punya sayap, dia tidak tergoda untuk kembali mengepak terbang. Kali ini dia menclak-menclok dengan kaki-kaki mungilnya. Lalu menelusuri lubang angin itu. Dan. Seperti yang saya saksikan; dia mendapatkan hasil yang berbeda. Dia berhasil mendapatkan apa yang diharapkannya.

Sekarang, saya mengerti; mengapa hasil yang kita dapatkan dari tahun ke tahun sama saja. Karena, kita tidak mengubah apapaun dari perilaku kita. Karena, kita tidak mengubah apapaun dari cara pandang kita. Karena kita tidak melakukan sesuatu yang berbeda dalam hidup kita. Sang burung kecil berkata; "Kalau kamu ingin mendapatkan hasil yang berbeda, maka kamu harus melakukannya dengan cara yang berbeda."

Ubahlah sesuatu, maka hasilnya akan berubah pula. Bagaimana seandainya kita bersikukuh untuk tidak melakukan perubahan? Silakan saja. Bukankah hidup ini merupakan sederetan pilihan? Kita semua berhak untuk bersikukuh pada jalan mana yang kita tempuh. Kita semua berhak untuk tetap berdiri pada cara kita sendiri. Pada sudut pandang kita sendiri. Dan kepada kebenaran diri kita sendiri. Namun, jangan lupa akan konsekuensinya. Sehingga, kita tidak akan pernah mengeluhkan hasilnya. Jadi, jika kita tidak mau berubah; maka sebaiknya kita tidak menuntut perbaikan hasil. Kenapa? Karena hasil yang lebih baik hanya akan kita dapatkan jika kita bersedia melakukan perubahan. Jika tidak? Maka kita hanya akan mendapatkan yang itu-itu saja.

27 January 2009

Bernyanyi Atau Merangkak

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 27; Matius 27; Keluaran 3-4

Kisah ini berlangsung di Amerika ketika seorang pengembara tiba di tepi Sungai Mississipi, ia tidak menemukan jembatan. Untunglah saat itu musim dingin dan permukaan sungai besar itu membeku. Namun, pengembara itu ragu-ragu untuk melintasinya karena ia tidak tahu ketebalan lapisan es itu. Akhirnya, dengan sangat berhati-hati, ia merangkak di atasnya sampai ke bagian tengah.

Saat itulah ia mendengar suara nyanyian di belakangnya. Dengan hati-hati ia menoleh, dan ternyata dari tepi sungai yang berkabut, muncul pengembara lain, mengendarai kereta kuda penuh muatan. Kedua orang itu melintasi lapisan es yang sama, namun sampai ke seberang dengan cara yang berbeda. Mengapa demikian? Yang satu meragukan ketebalan dan kekuatan lapisan es itu; yang lain mengenalinya dengan baik.

Kira-kira seperti itu juga perjalanan iman kita. Kita memiliki obyek atau landasan iman yang sama: Tuhan Yesus Kristus. Namun, taraf pengenalan kita akan Dia berbeda-beda, dan hal itulah yang menentukan perjalanan iman kita masing-masing. Karena itulah firman Tuhan mendorong kita untuk bertumbuh dalam pengenalan kita akan Dia.

Tanpa pengenalan yang memadai akan Dia, kita memang bisa saja sampai ke seberang. Namun, kita tidak bisa menikmati perjalanan sambil bernyanyi-nyanyi; kita hanya bisa merangkak!

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu cara terbaik mengerti kehidupan.

Jawaban.com

Egois

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri

26 January 2009

Humor : Wawancara Kerja

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, "PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu".

"Jawaban yang sangat bagus", sahut si Manager. "Kalau menurut Anda?", tanyanya ke kandidat II.

"Hm....KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya"

"Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan 'sekejap mata' untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi".

Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras. "NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui", jawabnya, "Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala"

Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. "Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya", pujinya. Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, "Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah MENCRET"

"APA???!!!", seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.

"Oh saya bisa menjelaskannya", kata si kandidat. "Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana"

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima...

25 January 2009

Encim Tung Khe & Si Pao-Pao

Semua orang memanggil nenek tua itu Encim Tung Khe.  Padahal nama aslinya adalah Oei Lie Cen dan Tung Khe sendiri adalah nama almarhum suaminya, Enchek Tung Khe. ‘Cim Tung Khe masih keliatan sangat sehat di usianya yang ke 74tahun. Padahal dia sudah punya 5orang cucu hasil pernikahan kedua orang anak laki-lakinya yang masing-masihg tinggal bersama keluarganya di luar negri. Ingatannya masih terbilang sangat bagus dan bahkan tak pikun sama sekali. Hanya saja pendengarannya sedikit agak terganggu. Maka dari itu anak sulungnya memberikan dia alat bantu pendengaran yang setiap saat selalu menempel di telinganya.

Seingat saya, waktu saya masih kecil tiap lewat di depan rumahnya, saya pasti menyapa dia (meskipun hanya sekedar basa-basi saja..) dan dia pasti akan selalu memanggil dan memberikan kue-kue jajan pasar, ataupun uang 100-500perak. Dia adalah nenek yang paling ramah dan paling disegani disekitaran tempat tinggal saya. Hampir setiap perayaan Idul Fitri dan Imlek dia selalu membagi-bagikan kain baju ataupun dodol ke tetangga-tetangga yang dianggapnya perlu tuk diberi.

Suaminya meninggal tahun 1996 karena sakit diabetes yang sudah menahun menjangkiti tubuhnya. Akhirnya ‘cim Tung Khe memutuskan tuk tinggal sendiri tanpa mau ikut dengan anak-anaknya yang sudah menikah. “..embung ngaganggu rumah tangga barudak…(Enggak mau menggaggu rumah tangga anak-anak)” itu katanya.

Cim Tung Khe selalu mengisi hari-harinya dengan beribadah di gereja. Memang daridulu keluarganya adalah keluarga yang taat beragama. Dirumahnya ia hanya tinggal dengan 2 orang pembantu perempuan dan seekor anjing betina bernama Pao-Pao.

Pao-Pao adalah seekor anjing blasteran Pomerian dan anjing kampung, namun rupa dan bentuknya lebih banyak ke anjing pom. Pao-Pao inilah teman satu-satunya tempat dimana biasanya dia berkeluh kesah dan berbagi cerita hari tuanya.

Setiap pagi ‘cim Tung Khe selalu berjalan keliling dengan Pao-pao sambil menyapa para tentangga yang dia temui. Jalannya tidak jauh, hanya satu atau dua blok saja. Lumayanlah tuk perempuan seumuran dia. Kira-kira jam 6.30an dia selalu menyapu halaman rumahnya ditemani oleh si Pao-Pao yang dengan setia duduk di teras rumah menunggu teman tuanya selesai menyapu. Setelah selesai, biasanya cim Tung Khe selalu terlihat bermain-main sambil menyisir dan merapikan bulu si Pao-Pao sambil sesekali “mengobrol” dengannya. Kadang terdengar alunan lagu-lagu gospel dari dalam rumahnya. Jika sore menjelang, cim Tung Khe selalu terlihat di depan teras rumahnya duduk di kursi goyang sambil ditemani Pao-Pao yang kadang-kadang suka terlihat duduk di pangkuannya cim Tung Khe.

Ada kalanya cim Tung Khe jalan kaki pergi ke gereja yang jaraknya hanya beberapa blok dari rumahnya dan si Pao-Pao ini ditinggalkan sendirian dirumah, ditemani kedua orang pembantu rumah tangga si encim. Dan kalau hari itu tiba biasanya si Pao-Pao enggak mau masuk rumah dan selalu terlihat diam di teras rumah menunggu si encim pulang. Kalau sudah begini, biasanya anak-anak sekitar yang liat si Pao-Pao lagi diam sendirian pasti langsung menyoraki,”Yee Pao-Pao ceurik….puas-puas…si encim mah keur ulin ka Cina ‘da (Yee Pao-Pao nangis…puas-puas…si encim tuh lagi liburan ke Cina)”. Dan akhirnya memang meneteslah air matanya si Pao-Pao itu. Tapi ketika si ‘cim Tung Khe pulang, Pao-Pao biasanya langsung bergegas menghampiri sahabat tuanya itu sambil melompat-lompat dan mengibaskan ekornya kesana kemari. ‘Cim Tung Khe biasanya tahu kalau sahabatnya itu baru selesai mengangis. Biasanya dia langsung mengelus-ngelus dan menciumi Pao-Pao sampai tenang kembali.

Pada suatu hari, tidak biasanya si encim tak tampak jalan pagi ataupun menyapu halaman rumahnya. Pao-Pao pun tak tampak keluar dari pintu rumah si encim. Tetangga terdekat sebelah rumahnya pun akhirnya bertanya pada salah seorang pembantunya. Pembantunya bilang kalau ‘cim Tung Khe sedang sakit. Akhirnya berita tersebar di sekitar lingkungan tetangga dan hal ini menyebabkan simpati warga yang mengenalnya secara dekat. Maklumlah, nenek tua ini memang sangat akrab sekali dengan pada tetangganya. Saya dan keluarga pun akhirnya menjenguk ‘cim Tung Khe ini.

Ketika saya masuk ke dalam kamarnya, rupanya cim Tung Khe sedang terbaring lemah tak berdaya dan ditemani oleh si kecil Pao-Pao yang menunggu si encim sampai-sampai tidak mau makan ataupun minum sama sekali. Begitulah kata dua orang pembantunya. Suhu badan cim Tung Khe tinggi sekali dan itu membuat kami khawatir. Salah seorang tetangga kami akhirnya menghubungi salah seorang anggota keluarganya. Kami tidak bisa menghubungi anak-anaknya Karena mereka berdua tinggal diluar negri dan kami memang tidak tau alamat ataupun contact number nya.

‘Cim Tung Khe pun akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit dan harus segera masuk ke ruangan ICU tuk mendapatkan perawatan intensif.

Malang bagi si kecil Pao-Pao.. jangan kan tuk menemani sahabat tuanya. Bahkan untuk menginjakkan kaki di rumah sakit saja dia tidak diperbolehkan. Selama cim Tung Khe dirumah sakit, Pao-Pao diurus oleh kedua pembantu si encim. Mereka pun tidak bisa selamanya menemani Pao-Pao karena mereka harus bergantian ke rumah sakit menjaga majikannya. Pao-Pao terlihat sangat lesu dan tak bergairah. Setiap hari dia hanya diam termenung didepan rumah si encim, menunggu si encim pulang.

Saya pun tersentuh melihat si Pao-pao ini. Saya akhirnya mencoba tuk membawa dia ke rumah dan diurus semampunya. Badannya sangat kurus dan lemah tak selincah biasanya. Ketika saya tanyakan ke pembantu si encim, rupanya Pao-Pao sudah 2 hari tidak mau makan. Dia hanya mau minum susu sapi saja. Kontan saat itu saya langsung memberinya NUTRI PLUS GEL dan coba merangsangnya dengan dogfood kering yang dibasahkan air rebusan daging babi dicampur dengan nasi putih sedikit. Pao-Pao pun mau makan meskipun porsinya masih sedikit. Tapi setelah selesai makan, dia langsung berlari ke gerbang rumah dan minta tuk dibukakan pintu. Kami tentu saja tidak mengijinkan, karena kami pikir dia akan kabur dari rumah.

Kami tidak memperhatikan dia sampai kira-kira jam 18, rupanya Pao-Pao masih saja duduk didepan pintu minta dibukakan pintu gerbang. Tentu saja kami sekeluarga jadi kaget dibuatnya dan bertanya-tanya, kira-kira apa yang diinginkan si Pao-Pao ini. Akhirnya ayah saya memutuskan tuk membawa dia keluar sambil memasangkan tali di leher Pao-Pao dan mengikuti kemana si Pao-Pao akan menuju. Saya pun mengikutinya berdua bersama Bulldog kesayangan saya.

Pao-Pao rupanya menyeret kami ke rumah si encim. Ketika tali lehernya dibuka dia segera duduk di tempat dia biasa mengunggu si encim pulang. Saat itu saya dan ayah saya sampai terharu melihat kesetiaan seekor anjing kecil yang mungkin bagi sebagian orang dia hanyalah binatang yang tanpa arti.

Keesokan harinya, pagi-pagi pukul 7 saya mengangkat Pao-Pao kembali kerumah tuk disuapi makanan dan memberinya susu khusus tuk Puppies. Setelah itu dia segera pulang dengan sendirinya ke tempat biasa dia duduk menunggu sahabatnya pulang. Dan begitu juga dengan sore hari kira-kira pukul 15. Begitulah setiap harinya selama 4hari dia bolak-balik diangkat kerumah saya dan pulang sendiri kerumahnya.

Di hari keempat si encim dirumah sakit, tiba-tiba saya ditelepon tuk segera membawa Pao-Pao kerumah sakit tempat si encim dirawat. Saya berdua bersama ayah saya segera membawa Pao-Pao ke ruang LIONS CLUBS rumah sakit Imanuel Bandung. Ketika tiba di depan rumah sakit, satpam melarang kami masuk membawa Pao-Pao. Saya pun segera menghubungi teman saya, yang kebetulan menjadi dokter disana. Setelah saya menjelaskan duduk perkaranya, kamipun diijinkan masuk dengan syarat “tidak boleh terlihat” oleh siapapun.

Singkat cerita kami berhasil masuk ke kamar 94, menemui cim Tung Khe. Dia terlihat sangat lesu dan menyedihkan sekali. Tampak pula kedua anak dan kedua menantunya yang menjaga bergiliran.

Pao-Pao terlihat senang sekali bisa menemui sahabat tuanya itu. Ekornya dikibaskan kesana kemari dan dia menjilati wajah si encim ketika saya mengangkatnya ke pangkuan si encim. Begitu pula dengan si encim. Senyum kecil terlihat di wajah lemas cim Tung Khe ini.

Sampai kira-kira 1 jam Pao-Pao menjenguk sahabat nya itu, dia tetap menolak tuk digendong. Tangan saya sempat nyaris jadi sabetan giginya. Padahal sebelumnya Pao-Pao tidak pernah menggigit orang sama sekali. Si encim pun bilang ke sahabatnya itu dengan bahasa mandarin. Kira-kira beginilah artinya, ”..Pao-Pao cepat pulang! Sebentar lagi saya juga akan pulang!”.

Pao-Pao pun mau saya angkat pulang kerumah saya. Dan ketika tiba dirumah, dia segera berlari ke rumah si encim yang jaraknya kira-kira 50 meter dari rumah saya, lalu seperti biasanya dia menunggu si encim di pojok biasa sampai pagi menjelang.

Malamnya, dihari yang sama waktu Pao-Pao menjenguk sahabat tuanya, saya mendapat kabar dari tetangga kalau cim Tung Khe telah benar-benar “pulang”. Kami sekeluarga sebenarnya tidak begitu kaget dengan kejadian ini karena kami memang sudah punya firasat tak enak.

Keesokan paginya saya seperti biasanya menjemput Pao-Pao kecil tuk diberi makan. Kata tetangga sebelah rumahnya si encim, Pao-Pao sepanjang malam melolong tanpa henti. Suaranya seperti tangisan yang menyayat hati. Begitulah kata tetangga sebelah rumahnya. Seperti biasanya saya segera membawa Pao-Pao kerumah tuk disuapi. Namun seperti biasanya pula, setiap selesai makan dan minum, dia langsung pulang menunggu si encim di pojok rumahnya.

Kini telah 2 bulan setelah hari pemakaman ‘cim Tung Khe. Saya dan keluarga masih mengurus Pao-Pao. Namun rupanya Pao-Pao ini tidak pernah menganggap rumah kami ini adalah rumahnya juga. Sampai sekarang dia masih saja selalu diam menunggu di depan rumah ‘cim Tung Khe. Padahal rumah itu telah kosong tak berpenghuni dan telah tertempel papan bertuliskan “DIJUAL”.

Teman-teman, ini adalah benar-benar kisah nyata yang terjadi di kehidupan kita. Pao-Pao telah saya adopsi dan saya paksa tuk tinggal disini berteman dengan bulldog-bulldog dan Collie supaya dia bisa belajar melupakan sahabatnya, meski saya tahu bahwa hal itu sangatlah mustahil. Soalnya sampai sekarang dia masih suka kabur ke rumah lamanya….

DOGs ARE ABSOLUTELY A TRUE FRIEND…..

24 January 2009

Weekly Scripture – Amsal 14:30

"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang." - Amsal 14:30

Sepotong Kue

23 January 2009

Stay Foolish Stay Hungry

Pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, di acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.

Hari ini akan saya ceritakan tiga kisah dalam hidup saya.

Cerita pertama saya.
Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?

Mereka menjawab, "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya –yang hanya pegawai rendahan– habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh : Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami –Macintosh– satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?

Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali– saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.

Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.

Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari.

Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar."

Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri, "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu –semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal–tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.

Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.

Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna.

Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan.

Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma –yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960- an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Tetaplah Lapar. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.

Tuhan Memberkati!

22 January 2009

Hanya Tuhan

Dia duduk tertunduk. Perutnya kembung, tetapi tak ada keluhan dari mulutnya. Hanya matanya yang menyiratkan rasa sakit yang dideritanya. Dia, seorang dokter yang cukup ternama dan disegani di kota ini. Aku menatapnya dengan perasaan terharu. Dia sedang memasuki tahap kritis saat kanker mulai menggerogoti paru-parunya. Aku pikir, sebagai seorang dokter, dia tentu menyadari bagaimana perkembangan penyakitnya saat itu.

Bahwa waktunya tidak lagi panjang. Bahwa saatnya sudah hampir tiba. Usianya memang masih muda. Belum memasuki tahun yang ke 60. Tetapi apa yang dapat dilakukan lagi? Mungkin sering kita bertanya-tanya, dimanakah Tuhan saat itu? Mengapakah semua permohonan seakan membentur dinding tebal ketakmampuan manusia sendiri? Dan saat dia amat berharap terjadi suatu keajaiban dalam imannya yang demikian teguh, keajaiban itu ternyata tidak juga datang. Dan pada akhirnya dia pun menyerah. Menjelang siang, di hari minggu yang mendung, dia pun meninggal.

Dimanakah Tuhan saat kita demikian membutuhkan Dia? Dimanakah Dia saat kita menyandarkan seluruh harapan kita padaNya? Apakah segala doa dan permohonan itu hanya lewat sia-sia saja? Ah, ternyata tidak. Maka saat terakhir kali aku menemuinya, saat maut belum mengakhiri perjalanan hidupnya, dia berkata, “Keberadaan Tuhan, bagiku, tidak hanya ada saat kita disembuhkanNya. Keberadaan Tuhan juga nampak saat kita didera penyakit. Ya, dalam sakit atau sehat, Tuhan selalu hadir. Sebab, bukankah penyakit juga adalah suatu keajaiban. Betapa segala akal dan pengetahuan kita sering tak berdaya melawannya. Maka adalah salah jika kita hanya dapat melihat keberadaanNya saat kita disembuhkan. Dalam segala pengetahuan yang telah kupelajari, aku tahu betapa terbatasnya kemampuan kita untuk mengobati. Terbatas sekali.”

Maka saat mengikuti misa requiem untuknya, menyaksikan betapa banyaknya yang ikut hadir memenuhi gereja, aku pun sadar bahwa dalam hidup ini, kita sungguh manusia yang rapuh. Namun dalam kerapuhan itu, kita tetap dapat berbuat sesuatu. Karena dalam segala kelemahan badan ini, kita toh tetap dapat menampakkan kekuatan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan. Hidup tidak pernah sia-sia, betapa dalam pun penderitaan yang kita alami. Hidup tak usah dikeluhkan walaupun segala doa-doa permohonan kita seakan ditampik. Sebab Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. Tuhan selalu tahu.

Dan hujan jatuh rintik saat peti jenasahnya diturunkan ke dalam tanah. Hujan jatuh rintik. Di sini, di pekuburan ini, berakhirlah hidup seorang dokter yang baik. Dengan iringan ratusan pelayat dari berbagai kalangan, dan agama, nampaklah betapa satunya keberadaan kita sebagai manusia di dunia ini dalam laku perbuatan yang baik. Dan aku percaya bahwa, seperti kalimat indah ini, suatu ratap tangis kedukaan di dunia ini boleh jadi merupakan suatu pesta pora kelahiran di dalam surga. Dia, yang pergi meninggalkan kita semua telah lahir kembali dalam dunianya yang baru. Dunia kekal di surga.

Doa-doa telah usai dipanjatkan. Tubuhnya pun telah menyatu dengan tanah berlumpur yang dibasahi oleh gerimis. Gerimis yang tetap jatuh rintik. Aku tertunduk di depan nisannya sambil berdoa. Berdoa untuk hidupnya selama di dunia ini. Dan berdoa pula untuk hidupku yang masih di dunia ini. Apa yang akan terjadi kelak, hanya Tuhan yang tahu. Hanya Tuhan. Maka biarlah semuanya terjadi menurut kehendakNya.

Jadilah kehendakNya diatas bumi seperti di dalam surga.....

21 January 2009

Keajaiban Jalan-Nya

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 21; Matius 21; Kejadian 41-42

Martunis, demikian nama anak kecil yang berasal dari Aceh ini. Ia berhasil meraih cita-citanya bertemu bintang sepak bola asal Portugal seperti: Louis Vigo, Christian Ronaldo, Morentes, dan sebagainya. Hal itu terjadi setelah bocah yang kehilangan dua kakak serta ibunya itu melakukan aksi heroiknya bertahan 19 hari bergulat dengan maut karena tsunami. Bertahan hidup dari mie instant dan air mineral yang terbawa ke lautan, ia ditemukan setengah mati dan tubuhnya mulai dirubungi lalat. Namun semua penderitaan itu terbayar karena baju yang dikenakannya saat itu. Ketika mengalami peristiwa naas itu, ia mengenakan seragam kesebelasan Portugal berwarna merah-hijau.

Kalau bukan gara-gara kostum ‘palsu' timnas Portugal nomor 10-nya Rui Costa yang dia pakai sewaktu ditemukan, dia tidak bakal dilihat Christian Ronaldo di TV. Dan berarti dia kemudian tidak akan diberikan rumah oleh Luis Felipe Scolari, pelatih timnas Portugal. Dia tidak akan dikasih sumbangan uang sekitar 460 juta oleh federasi sepak bola Portugal. Dia tidak akan memiliki kostum timnas asli bernomor punggung 1 dengan nama Martunis, lengkap dengan tanda tangan semua pemain timnas Portugal mulai dari Ronaldo (Manchester United), Figo (Real Madrid), Deco (Barcelona) sampai Paulo Ferreira (Chelsea).

Dia tidak akan digandeng oleh Luis Figo ke tengah lapangan sebelum pertandingan kualifikasi Portugal vs Slowakia, bersalaman dengan Presiden FIFA Sepp Blatter, dan menyaksikan pertandingan yang dimenangkan oleh Portugal 2-0 dari tribun kehormatan, duduk di sampingnya Manuel Rui Costa, pemain favoritnya! Sekembalinya dari Portugal, anak Sarbini itu tersenyum gembira sambil berkata bahwa dirinya nanti akan menjadi pemain sepak bola nasional.

Kita kadang kurang memahami, berkat apa yang Tuhan sediakan di balik kesusahan yang kita alami. Paulus meyakinkan para orang beriman di Roma saat mereka mengalami kejadian tak menyenangkan - pasti ada kehendak Tuhan yang baik bagi kita yang mengasihi-Nya.

Kita diingatkan, sebagai anak-Nya kita hidup dalam anugerah dan keajaiban kasih-Nya yang penuh kejutan. Jika sepanjang hari ini ada kejadian yang kurang begitu menyenangkan, marilah kita bertahan dalam kehendak-Nya sehingga kita dapat menanggungnya.

Di balik badai kehidupan yang sulit tersimpan kejutan yang mencengangkan.

Jawaban.com

Humor : Krisis Pernikahan

Sepasang suami istri baru saja bertengkar selama beberapa waktu. Setelah hati dan kepala mulai dingin, si istri menghampiri suaminya yang sedang melihat-lihat surat kawin mereka,

"Apa yang sedang kamu lakukan?"

Si suami mencoba menyembunyikan dokumen yang ada di tangannya dan berkata,

"Aku tidak melakukan apa-apa."

Si istri yang telah melihat dokumen itu, sangat kecewa.

"Tidak melakukan apa-apa? Aku melihatmu membaca surat kawin kita. Mengapa kamu berbohong! Kamu sudah mengamati surat kawin itu, dari atas sampai bawah, dibolak-balik lagi! Untuk apa itu?"

Merasa kesal, si suami berkata, "Baiklah jika kamu ingin tahu. Dari tadi aku sedang mencari tanggal kadaluarsa surat kawin ini!"

20 January 2009

Tawaran Menggiurkan

Daniel 1:8 - Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 20; Matius 20; Kejadian 39-40

Daniel masih remaja ketika diperhadapkan pada sebuah keputusan penting. Ia ditawari mengikuti pelatihan untuk sebuah posisi yag penting dan amat menjanjikan. Sebagai bagian dari kelompok elit yang bertugas melayani raja, pasti ia akan mendapatkan fasilitas istimewa. Namun Daniel sadar, untuk meraih kesempatan yang menggiurkan itu ia harus mengkompromikan hubungannya dengan Tuhan. Ia mesti melanggar perintah Tuhan. Akankah ia mengikuti sistem yang ada atau ia mengambil resiko untuk tetap mengambil jalan Tuhan apapun yang terjadi?

Rupanya Daniel cukup cerdas melihat ke depan dan menyadari apa yang penting. Ia sadar bahwa saat kehidupannya berakhir, yang penting bukanlah apa yang dipikirkan teman-teman, orang di sekitarnya atau bahkan rajanya sendiri tentang dirinya. Ia tahu bahwa yang terpenting adalah apa yang dipikirkan oleh Sang Pencipta tentang dirinya. Jadi, ia memilih untuk menahan hasratnya akan kedudukan dan memastikan bahwa ia memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan.

Dalam taraf yang berbeda, kita masing-masing pernah menghadapi pilihan serupa: menyenangkan manusia atau menyenangkan Tuhan. Mari kita belajar dari Daniel dan mengambil keputusan bukan berdasarkan kepentingan sementara, melainkan berdasarkan perspektif Tuhan yang kekal.

Kekuatan terbesar adalah kuasa untuk memilih. Kita tidak bisa melakukan segala sesuatu, tapi kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.

Jawaban.com

57 cents

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”.

Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis? “Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu”, kata si gadiskecil. Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus, sang pastor segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tdk disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil. Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Yesus. Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur.

Sejak saat itu, si gadis kecil “berkawan” dengan sang pastur. Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya di daerah kumuh, dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana.

Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 cents dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil, yang isinya : “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak-anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu”. Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uang nya sampai terkumpul sejumlah 57 cents untuk maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya.

Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja. Namun ceritanya tidak berakhir sampai disini, suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya ada seorang pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 cents, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu. Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu.

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan, namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi. Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus pengajar nya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu. Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 cents, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama, yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih, foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell, penulis buku “Acres of Diamonds” - a true story.

Kenyataan sejarah yang collosal ini bisa memberikan petunjuk kepada kita semua apa yang dapat DIA lakukan terhadap uang 57 cents.

19 January 2009

Humor : Kakek Hebat

Suatu hari sebuah rumah di tepian kota terjadi pembicaraan antara kakek dengan cucunya.

Cucu : Kek, kemarin ada orang jatuh dari lantai 3!
Kakek : Emangnya kenapa?
Cucu : Anehnya orang itu tidak meninggal...
Kakek : Ah itu sih biasa!
Cucu : Lho kok? (Dengan penuh heran si Cucu menatap wajah si Kakek.)
Kakek : Waktu kakek masih muda dulu kakek pernah jatuh dari lantai 6...
Cucu : Waooooo...
Kakek : Hanya jari manis kakek yang keseleo... Yang lain patah semua.

18 January 2009

Apa Yang Kamu Percaya, Itu Yang Kamu Dapat

Nick adalah seorang yang besar, kuat dan keras, yang bekerja di suatu langsiran kereta api selama bertahun-tahun. Ia adalah salah seorang pegawai terbaik perusahaannya - selalu tiba tepat waktu, dapat diandalkan, pekerja keras yang dapat menyesuaikan diri dengan para pegawai lainnya.

Tetapi Nick mempunyai satu masalah besar. Sikapnya terus-menerus negatif. Ia dikenal di sekitar langsiran kereta api itu sebagai orang yang paling pesimis di tempat kerja. Ia selalu takut pada hal yang terburuk dan terus-menerus khawatir, takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Suatu hari musim panas, para pegawai diberitahukan bahwa mereka dapat pulang satu jam lebih awal untuk merayakan ulang tahun mandor mereka. Semua pekerja pergi, tetapi entah bagaimana, Nick secara kebetulan terkunci dalam sebuah mobil boks pendingin yang telah dibawa ke langsirang kereta api itu untuk diperbaiki. Mobil boks itu kosong dan tidak terhubung dengan satu kereta pun.

Saat Nick menyadari bahwa ia terkunci di dalam mobil boks pendingin itu, ia panik. Nick mulai memukuli pintu-pintu begitu kerasnya sehingga lengan dan tinjunya berdarah. Ia menjerit dan menjerit, tetapi para rekan kerjanya telah pulang ke rumah untuk bersiap ke pesta itu. Tak seorang pun dapat mendengar panggilan minta tolong Nick yang putus asa. Lagi dan lagi ia memanggil, sampai suaranya menjadi suatu bisikan serak.

Karena sadar bahwa ia ada dalam mobil boks, Nick mengira bahwa suhu dalam mobil itu jauh di bawah titik beku, mungkin serendah lima atau sepuluh derajat Fahrenheit. Nick takut pada hal terburuk. Ia mengira, Apakah yang akan kulakukan? Jika aku tidak keluar dari sini, aku akan membeku sampai mati! Aku tidak bisa tinggal di sini sepanjang malam. Semakin ia memikirkan keadaan-keadaannya, semakin dingin rasa tubuhnya. Dengan pintu tertutup rapat, dan tak ada jalan keluar yang tampak, ia duduk menunggu kematiannya yang tak terhindari dengan mati membeku atau kekurangan udara, yang mana yang datang lebih dahulu.

Waktu berlalu, ia memutuskan untuk mencatat tentang kematiannya. Ia menemukan sebatang pena dalam saku kemejanya dan melihat selembar karton tua bekas di sudut mobil itu. Sambil gemetar hampir tak terkendalikan, ia menulis cepat-cepat sebuah pesan untuk keluarganya. Di dalamnya Nick mencatat kemungkinan- kemungkinannya yang menakutkan: "Semakin kedingingan. Tubuh mati rasa. Jika aku tidak segera keluar, ini mungkin akan menjadi kata-kata terakhirku."

Dan memang demikian...
Pagi berikutnya, saat para pegawai datang bekerja, mereka membuka mobil boks itu dan menemukan tubuh Nick rubuh di sudut. Saat otopsi diselesaikan, ternyata Nick memang membeku sampai mati. Nah, sekarang adalah teka-teki yang menarik: para investigator menemukan bahwa unit pendingin bagi mobil di mana Nick telah terjebak itu bahkan tidak menyala! Nyatanya, mobil itu sudah rusak untuk beberapa waktu dan tidak berfungsi pada saat Nick mati. Suhu dalam mobil tersebut malam itu -malam Nick membeku sampai mati- adalah enam puluh satu derajat Fahrenheit! Nick membeku sampai mati dalam suhu yang sedikit kurang dari suhu ruangan normal karena ia percaya bahwa ia ada dalam sebuah mobil boks yang membeku. Ia mengharapkan untuk mati! Ia yakin bahwa ia tidak mempunyai kesempatan sedikit pun. Ia mengharapkan yang terburuk terjadi pada dirinya. Ia melihat dirinya sendiri ditakdirkan tidak dapat lolos. Ia kalah dalam peperangan dalam pikirannya sendiri!

Bagi Nick, hal yang ia takutkan dan harapkan terjadi, terwujud juga. Pepatah lama "Kehidupan adalah suatu nubuatan yang dipenuhi sendiri" memang benar baginya. Itu biasanya terjadi dalam kehidupan anda juga. Banyak orang pada masa kini sama dengan Nick. Mereka selalu mengharapkan yang terburuk. Mereka mengharapkan kekalahan. Mereka mengharapkan kegagalan. Mereka mengharapkan keadaan biasa-biasa saja. Dan, mereka biasanya mendapatkan apa yang mereka harapkan; mereka menjadi apa yang mereka percayai.

Tetapi anda dapat mempercayai hal-hal baik. Saat anda menghadapi masa sukar, jangan berharap untuk tetap tinggal di sana. Harapkanlah untuk keluar dari masalah itu. Harapkanlah Tuhan untuk secara ajaib mengubahnya. Saat bisnis menjadi sedikit sepi, jangan harapkan untuk bangkrut; jangan membuat rencana-rencana untuk gagal. Berdoalah dan harapkanlah Tuhan untuk mendatangkan para pelanggan kepada anda.

Jika anda mengalami kesukaran-kesukaran dalam pernikahan anda, jangan hanya menyerah dalam frustasi dan berkata, "Aku seharusnya tahu bahwa pernikahan ini memang ditakdirkan untuk gagal sejak semula." Tidak! Jika anda sedang melakukannya, berarti anda sedang menanggapi dengan cara Nick. Pengharapan anda yang lemah akan menghancurkan pernikahan anda; cara berpikir anda yang salah akan menjatuhkan anda. Anda harus mengubah cara berpikir anda. Ubahlah yang anda harapkan. Berhentilah mengharapkan untuk gagal. Mulailah mempercayai bahwa anda akan berhasil!

Bahkan jika fondasi hidup anda runtuh, sikap anda seharusnya adalah: "Tuhan, aku tahu bahwa Engkau akan mengubah ini dan menggunakannya untuk kebaikanku. Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau akan membawaku keluar lebih kuat dibanding sebelumnya..."

Quoted from "Your Best Life" Now by Joel Osteen

7 Celaka

Introspeksi Hikmat dan Bijaksana dalam Melangkah:

Matius 23:1-36

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik,...' - Matius 23:23a

Tidak ada seorang pun yang mau mengalami celaka, tetapi Yesus sendiri pernah mengatakan kecaman yang sangat pedas bagi orang-orang farisi dan para ahli taurat. Mengapa Yesus menjadi sangat marah dan mengatakan celaka kepada mereka?

Karena beberapa alasan:
1. Karena mereka menghalangi orang untuk masuk dalam Kerajaan Sorga. Karena beberapa pengajaran yang menentang kebenaran, mereka menafsirkan firman dengan kebenaran mereka sendiri dan bertentangan dengan kebenaran (ayat 13).

2. Karena mereka adalah orang munafik, TUHAN itu melihat hati, namun orang-orang Farisi lebih mengutamakan pandangan manusia, hingga mereka mengatur cara berdoanya agar kelihatan bagus dan dipuji manusia. Allah melihatnya sebagai kebohongan dan mereka menipu orang lain (ayat 14).

3. Mereka dengan gigih menobatkan orang dan dibawa pada agama bukan pada TUHAN, inilah yang menyebabkan orang disesatkan dan masuk neraka (ayat 15).

4. Mereka melakukan segala kegiatan agamanya dengan motivasi emas yang ada di bait suci, hanya untuk satu tujuan yaitu harta, bukan karena pelayanan yang murni, mereka lebih mementingkan uang daripada pelayanan bagi TUHAN (ayat 16-22).

5. Mereka melakukan hal-hal yang kelihatan seperti: bayar perpuluhan, memberi persembahan tetapi mengabaikan ajaran terpenting, seperti belas kasih, kesetiaan, keadilan tidak mereka lakukan, mereka meremehkan TUHAN yang melihat apa yang tak kelihatan (ayat 23).

6. Mereka hanya mementingkan bagian luar agar kelihatan baik di mata manusia, bukan di mata TUHAN, cari nama baik berkenan pada manusia, bukan pada TUHAN (ayat 25-28).

7. Mereka suka menghakimi orang lain dengan menganggap dirinya yang paling benar, dan merasa tidak akan dihukum TUHAN, padahal merekalah yang menyebabkan orang lain terhukum (ayat 29-36).

Bagaimana dengan pandangan ALLAH terhadap kita saat ini? Apakah kita termasuk orang yang melakukan hal yang sama atau tidak? Mari introspeksi diri dan renungkan!

JANGAN JADIKAN KEKRISTENAN HANYA SEBAGAI KEGIATAN AGAMAWI TETAPI LAKUKAN APA YANG TUHAN MAU UNTUK KITA LAKUKAN.

Tuhan memberkati!

17 January 2009

Gunakan Dengan Bijak

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 17; Matius 17; Kejadian 33-34

Seorang guru sekolah menengah di Los Angeles mempunyai cara yang unik ketika ia mengajar para siswanya. Cara itu ia terapkan untuk merangsang para siswanya agar dapat berpikir dengan tepat. Dari waktu ke waktu, ia selalu menulis pesan-pesan singkat di papan tulis yang sebenarnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelajaran-pelajaran yang sedang diajarkannya pada saat itu.

Suatu pagi, para siswa melihat angka 25.550 tertera di papan tulis yang ada di kelas mereka. Melihat tulisan itu, seorang siswa lalu mengangkat tangannya dan bertanya mengapa gurunya menuliskan angka tersebut. Lalu ia menjelaskan bahwa 25.550 merupakan jumlah hari dalam kehidupan seseorang yang hidup hingga usia 70 tahun. Guru tersebut berusaha menekankan tentang singkatnya kehidupan dan nilai dari tiap-tiap hari.

Ketika saya masih remaja dan mencoba untuk memandang hari esok, rasanya waktu bergerak begitu lambat. Sulit untuk membayangkan apa yang sering dikatakan oleh orang-orang tua bahwa waktu berlalu begitu cepat sampai-sampai mereka dibuat terheran-heran kemana perginya waktu tersebut. Namun setelah saya semakin bertambah dewasa, ternyata tahun-tahun yang berjalan memang tampak begitu pendek dan cepat berlalu, terutama bila dikaitkan dengan kekekalan.

Mari kita semua mengingat apa yang dikatakan oleh Rasul Yakobus tentang kehidupan: "Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (Yakobus 4:14). Oleh sebab itu, kita harus menggunakan setiap kesempatan dalam hidup ini untuk menghormati Allah, melayani sesama dan memberitakan tentang Kristus. Mintalah agar Allah mengajar kita untuk menghitung hari (Mazmur 90:12) agar kita beroleh hati yang bijaksana!

Jangan habiskan waktu dengan sia-sia. Investasikanlah waktu dengan bijak.

DOA :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Jawaban.com

Weekly Scripture – Amsal 14:23

"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja" - Amsal 14:23

Cecep

Cecep yang berusia 12 tahun tinggal bersama ayahnya di sebuah desa. Ibunya meninggal sejak ia masih kecil. Selama ini ayahnya yang bekerja untuk menghidupi keluarga. Suatu saat mereka memutuskan untuk migrasi ke desa lain, untuk mencari peruntungan. Mereka memiliki seekor keledai yang sudah sangat kurus karena kehidupan mereka yang kekurangan.

Pada hari mereka akan meninggalkan desa itu, mereka membawa sedikit barang yang mereka miliki dan meletakkannya di atas punggung keledai itu. Lalu mereka berangkat dengan menunggangi keledai mereka. Saat melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang menjemur pakaian, mereka mendengar ibu-ibu itu berkata, “Keledai sudah kurus seperti itu masih ditunggangi oleh dua orang dengan barang-barang, sungguh tidak punya perasaan.” Kemudian ayah Cecep turun dan membiarkan anaknya yang duduk di atas keledai.

Ayahnya ingin mengucapkan salam perpisahan kepada teman-temannya yang sedang bekerja di sawah, tetapi beberapa dari mereka ada yang mencibir, “Anak tidak tahu diri, membiarkan ayahnya yang sudah tua berjalan kaki.” Kemudian Cecep turun dari keledai dan membiarkan ayahnya yang menunggangi keledai itu.

Saat Cecep ingin mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya di sekolah, beberapa dari teman-temannya berkata, “Punya bapak tapi tidak punya belas kasih, tega membiarkan anaknya yang berjalan, sendirinya enak-enakan duduk di keledai.” Kemudian mereka berdua pun turun dan menggiring keledai mereka berjalan.

Ketika mereka sudah hampir tiba di perbatasan desa, mereka bertemu dengan seorang tua yang sedang duduk, lagi-lagi mencibir mereka, “Dasar bodoh, buat apa punya keledai tapi tidak ditunggangi.”

Renungan :
Kita tidak bisa melarang orang-orang disekeliling kita, bahkan teman-teman kita untuk berhenti membicarakan tentang kita. Hal yang baik maupun yang buruk. Kamu pasti lelah seperti Cecep dan bapaknya. Tetapi kita cukup punya Tuhan yang memberikan kita hikmat unutk menuntun kita dalam keadaan apapun. Dia yang meluruskan jalanmu.

16 January 2009

Menjadi Pusat Perhatian

Lukas 16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 16; Matius 16; Kejadian 31-32

Pengajaran Tuhan mengenai uang dalam Lukas pasal 16 sampai saat ini bahkan selamanya masih aktual untuk dijadikan berita di surat kabar. Beberapa orang Farisi mendengarkan Yesus saat Dia menyampaikan perumpamaan tentang hamba yang tidak setia. Dia berkata, "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Orang-orang Farisi mencemooh hal ini, karena mereka adalah hamba uang. Namun Yesus menanggapi, "Apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah" (ayat 15).

Seorang penulis bernama Wayne Jacobsen menunjukkan bahwa kata ‘dibenci', yang digunakan Yesus dalam ucapannya di atas tidak mengacu pada pelanggaran susila yang kotor. Dia menujukan kata itu pada kecintaan orang-orang Farisi pada harta duniawi atau lebih tepatnya pada uang. Banyak orang pada masa kini berbuat demikian, padahal itu sangat menjijikkan di mata Allah.

Untuk membantu mengalihkan perhatian kita dari uang, Ken Gire menulis doa berikut: "Tuhan Yesus, tolonglah saya pada hari ini untuk melihat dengan jelas bahwa pada suatu hari kelak saya akan mati. Kini saya telah melihat dengan cukup jelas apa yang dianggap sangat berharga bagi manusia. Berilah saya mata yang dapat melihat apa yang Kau anggap berharga." Apakah yang berharga di mata Allah? Orang-orang yang membutuhkan, orang miskin, orang kelaparan, orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, orang sakit, orang yang kesepian dan para narapidana (Matius 25:34-40). Menghargai seseorang berarti mendengarkan, memahami dan memenuhi kebutuhan mereka.

Apakah perhatian Anda tertuju pada nilai-nilai duniawi? Apakah hari-hari ini Anda sedang disibukkan dengan pekerjaan ini dan itu untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan alasan untuk masa depan? Ataukah pada hari-hari ini perhatian Anda sedang tertuju kepada nilai-nilai Allah yang kekal?

Lepaskanlah hal-hal yang bersifat duniawi dan peganglah hal-hal yang bersifat kekal.

Doa:
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Jawaban.com

Humor : 1+2=15

Ada seorang anak 1 SD menanyakan pada bapaknya yg lulusan SR thn 45 tentang PR Matematika.

Tanya si Anak, "Bapak, kalau 1 + 2 hasilnya berapa, Pak?"

Jawab ayahnya, "Nggak tau yach, Nak. Tapi jaman Bapak dulu sekolah 1 + 2 = 3.

Tidak tahu yah, kalau sekarang mungkin sudah naik 15 atau mungkin 20."

Anaknya yang bingung bertanya lagi, "Kok bisa Pak? Kata Ibu guru tuh 1 + 2 = 3. Kok bisa Bapak hasilnya makin naik?"

"Bisa aja nak! Kalau BBM naik kan semuanya jadi ikut naik!"

Gelang Batu

Namanya  Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti  kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada  seorang  anak  yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard.

Ny.Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia  tidak  bisa  bermain  dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat  marit  dan  terlihat  selalu  perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak  suka.  Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan  tanda  khusus  di  laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.

Disekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut. Guru kelas satu Teddy menulis, Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.

Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy. Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.

Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas. Setelah itu, Ny.Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja.

Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa  saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya. Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.

Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny.Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya. Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya.

Ny.Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan. Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny.Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.

Satu tahun berlalu, Ny.Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny.Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny.Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny.Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditanda tangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.

Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny.Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia. Dan coba tebak apa berikutnya? Ny.Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama. Mereka berpelukan, dan Dr.Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.

Ny.Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata, “Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu.

Hangatkan hati seseorang hari ini teruskan mail ini kepada yang lain. Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang. Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif. Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.

15 January 2009

Membela Diri

1 Petrus 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30

Saat kita diperlakukan degan tidak adil, biasanya kita akan cepat membela diri dan berusaha untuk membalas. Namun bila kita bersikap tenang sementara orang lain menganiaya dan menyiksa kita, berarti kita telah menanggapi ketidakadilan tersebut seperti halnya Kristus. Allah memang ingin mengembangkan sifat-sifat yang "tidak biasa" dalam diri kita. Setiap orang pasti dapat bersabar bila segala sesuatunya berjalan seperti yang diinginkan. Namun yang disebut kebajikan sejati adalah bila kita tetap tenang dan menguasai diri walau berada di bawah tekanan (1 Petrus 2:20).

F. Nelon, seorang teolog yang hidup pada abad ke-17, berpendapat: "Janganlah begitu bersedih bila ada orang-orang jahat yang menipu Anda. Biarkan mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan dan lakukanlah terus apa yang dikehendaki Allah, di dalam diri Anda. Kedamaian dan persekutuan yang manis dengan Allah akan membayar semua yang mereka perbuat. Yang penting, pusatkan perhatian Anda kepada Allah, jangan kepada yang lain." Tuhan memang mengizinkan keadaan yang menyedihkan terjadi, karena menurut F. Nelon, "Dia melakukan semuanya ini demi kebaikan kita."

Apakah benar demikian? Semua yang dilakukan oleh-Nya, meskipun menyakitkan hati adalah demi kebaikan kita? Jawabannya adalah: Benar sekali! Bila kita menanggapi ketidakadilan seperti Kristus, maka kegelisahan, perasaan tidak aman dan sikap pesimis kita akan berubah menjadi ketenangan, kestabilan emosi dan pengharapan. Mengapa kita balik menyerang tatkala diperlakukan tidak adil? Mengapa kita begitu cepat membela diri atau membalas dendam? Bukankah itu berarti kita terlalu memikirkan kenyamanan dan hak-hak kita sendiri?

Jika demikian, berarti kita harus berdoa seperti Agustinus, "Lepaskanlah saya dari hasrat untuk selalu membela diri."

Cara terbaik untuk menanggapi hal yang salah adalah melakukan yang benar.

Doa :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Jawaban.com

Renungan Pendek

1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, "Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!"

Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, "Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!"

Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?

2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu."

"Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah.

"Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain."

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran..

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"

Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"

Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur."

Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya . saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang menjengukkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"

"Saya harus mengejar dia." Dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! ...saat harus menghadapi sesuatu dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya keluar

6. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang. Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!" Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!" Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain,.. hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, dan juga membuat orang lain terhina.

7. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"

Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"

"Siapa yang menemukan listrik?"

"Edison."

"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji... lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

8. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya. Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci...walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian..Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

14 January 2009

Humor : Kakek Naik Mobil

Seorang kakek naik mobil bersama cucunya yang berusia sembilan tahun, dan tidak sengaja menekan bel mobil. Sang cucu menoleh dan melihatnya minta penjelasan.

Kata sang kakek, "Aku tidak sengaja menekan belnya."

Jawabnya, "Aku tahu, Kakek."

Si kakek bingung, "Kok kamu bisa tahu?"

Jawabnya, "Karena Kakek ngga bilang `bodoh!` setelah bel bunyi."

Kenangkan Aku

Hari itu akhirnya akan datang, ketika tubuhku akan terbaring di atas pembaringan yang bersih di sebuah rumah sakit. Pada suatu saat, seorang dokter akan menentukan bahwa otakku telah berhenti bekerja dan hidupku telah berakhir.

Bila ini menjadi kenyataan, janganlah berusaha untuk memasang pelbagai peralatan untuk menyambung hidupku secara artifisial di tubuhku. Dan janganlah mengatakan ini merupakan pembaringan matiku. Karena inilah Pembaringan Hidupku dan biarlah tubuhku digunakan untuk menolong orang lain supaya mereka dapat mengalami hidup yang lebih bermakna.

Berikanlah mataku kepada orang yang tak pernah melihat terbitnya matahari, wajah seorang bayi atau kasih-sayang di mata seorang perempuan. Berikanlah jantungku kepada orang yang jantungnya sendiri menjadi sumber penderitaan yang tak henti-hentinya.

Berikanlah darahku kepada pemuda yang telah dikeluarkan dari mobilnya yang sudah hancur, agar ia masih bisa hidup untuk dapat bermain dengan cucu-cucunya. Berikanlah ginjalku kepada seseorang yang tergantung kepada sebuah mesin, supaya dia masih dapat hidup. Ambillah tulang-tulangku, setiap otot, serat dan urat syaraf dalam tubuhku dan carilah cara untuk membuat anak yang lumpuh dapat berjalan kembali.

Periksalah setiap sudut dari otakku. Ambilah sel-selku, jika perlu, dan biarlah bertumbuh sehingga pada suatu hari seorang anak lelaki yang bisu dapat berteriak “goal” dan seorang anak perempuan dapat mendengar suara hujan berintik-rintik melalui jendela kamarnya.

Bakarlah segala sesuatu yang tersisa dari tubuhku dan sebarkanlah abunya kepada angin untuk membantu tanaman berkembang. Dan bila Anda harus memendam sesuatu, pendamlah kesalahan-kesalahanku, kelemahanku dan prasangkaku terhadap sesamaku.

Dan, bila Anda ingin mengenangku, lakukanlah dengan perbuatan yang ramah dan penuh kasih sayang atau perkataan kepada seseorang yang membutuhkannya. Bila Anda melakukan segala permintaanku, maka aku akan hidup untuk selamanya.

God’s Little Acre

13 January 2009

Tingginya Nilai Kasih

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam / yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku?"

Aku menjawab: "Oh, pasti sayang".

Sindu: "Betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, "Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."

Sindu : "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!

Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk, "Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain."

Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!"

Sindu, dengan menangis, berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati."

Secara serentak istri dan ibuku berkata, "Apakah aku sudah gila?"

Aku: "Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu, tolong tunggu saya."

Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya, "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih!