Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 January 2009

Kenangkan Aku

Hari itu akhirnya akan datang, ketika tubuhku akan terbaring di atas pembaringan yang bersih di sebuah rumah sakit. Pada suatu saat, seorang dokter akan menentukan bahwa otakku telah berhenti bekerja dan hidupku telah berakhir.

Bila ini menjadi kenyataan, janganlah berusaha untuk memasang pelbagai peralatan untuk menyambung hidupku secara artifisial di tubuhku. Dan janganlah mengatakan ini merupakan pembaringan matiku. Karena inilah Pembaringan Hidupku dan biarlah tubuhku digunakan untuk menolong orang lain supaya mereka dapat mengalami hidup yang lebih bermakna.

Berikanlah mataku kepada orang yang tak pernah melihat terbitnya matahari, wajah seorang bayi atau kasih-sayang di mata seorang perempuan. Berikanlah jantungku kepada orang yang jantungnya sendiri menjadi sumber penderitaan yang tak henti-hentinya.

Berikanlah darahku kepada pemuda yang telah dikeluarkan dari mobilnya yang sudah hancur, agar ia masih bisa hidup untuk dapat bermain dengan cucu-cucunya. Berikanlah ginjalku kepada seseorang yang tergantung kepada sebuah mesin, supaya dia masih dapat hidup. Ambillah tulang-tulangku, setiap otot, serat dan urat syaraf dalam tubuhku dan carilah cara untuk membuat anak yang lumpuh dapat berjalan kembali.

Periksalah setiap sudut dari otakku. Ambilah sel-selku, jika perlu, dan biarlah bertumbuh sehingga pada suatu hari seorang anak lelaki yang bisu dapat berteriak “goal” dan seorang anak perempuan dapat mendengar suara hujan berintik-rintik melalui jendela kamarnya.

Bakarlah segala sesuatu yang tersisa dari tubuhku dan sebarkanlah abunya kepada angin untuk membantu tanaman berkembang. Dan bila Anda harus memendam sesuatu, pendamlah kesalahan-kesalahanku, kelemahanku dan prasangkaku terhadap sesamaku.

Dan, bila Anda ingin mengenangku, lakukanlah dengan perbuatan yang ramah dan penuh kasih sayang atau perkataan kepada seseorang yang membutuhkannya. Bila Anda melakukan segala permintaanku, maka aku akan hidup untuk selamanya.

God’s Little Acre

0 comments:

Post a Comment