Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

01 November 2008

Arsip Weekend Scripture - Matius 7:1-2

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." - Matius 7:1-2

Humor : Marah

Suatu ketika, SMU Exempli Gratia kedatangan tim penilik sekolah. Celakanya, hari itu banyak siswa membolos.

Kepala Sekolah merasa malu dan sangat marah. Maka, setelah selasai menjamu tamu, ia masuk ke sebuah kelas sambil mencak-mencak.

"Kalian murid yang tidak kenal disiplin! Ke mana teman-temanmu yang membolos?"

"Nonton TV, Pak. Ada siaran langsung tinju kelas berat."

"Astaga! Membolos hanya untuk menonton televisi? Ini pelecehan berat! Kalian harus dididik lebih keras lagi!

Kalian tidak boleh kurang ajar seperti ini lagi!" kata Kepala Sekolah berapi-api. Seluruh murid di kelas itu habis dimarahi oleh Pak Kepala Sekolah.

"Pak, boleh kami bertanya?" seorang murid memberanikan diri menyela.

"Mau tanya apa? Silakan."

"Mengapa kami yang tidak membolos malah dimarahi? Bukankah yang membolos yang seharusnya dimarahi?"

"Loh? Tidak mungkin! Saya tak mungkin memarahi mereka yang sekarang tidak hadir!"

Making Choices

Joseph Henry was an American scientist who served as the first Secretary of the Smithsonian Institution. He used to tell a rather strange story about his childhood. His grandmother, who raised him, once paid a cobbler to make him a pair of shoes.

The man measured his feet and told Joseph that he could choose between two styles: a rounded toe or a square toe. Little Joseph couldn't decide. It seemed to be such a huge decision; after all, they would become his only pair of shoes for a long time.

The cobbler allowed him to take a couple of days to make up his mind. Day after day, Joseph went into the shop, sometimes three or four times a day! Each time he looked over the cobbler's shoes and tried to decide. The round-toed shoes were more practical, but the square toes looked more fashionable. He continued to procrastinate. He wanted to make up his mind, but he just couldn't decide!

Finally, one day he went into the shop and the cobbler handed him a parcel wrapped in brown paper. His new shoes! He raced home. He tore off the wrapping and found a beautiful pair of leather shoes - one with a rounded toe and the other with a square toe.

I can learn a lesson here...a lesson about decisions: if I don't make decisions myself, others will probably make them for me. Better that I make them myself. And if I choose poorly from time to time, that's okay, too. At least I won't have to wear shoes that don't match. Besides, I'll probably do better the next time.

-- Steve Goodier