Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 August 2008

Mengenal Tuhan Yesus

Kenapa aku disini? Siapa aku? Apa yang terjadi setelah aku meninggal?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat banyak orang ingin tahu sampai sekarang. Dan jawabannya di dapat dengan mengerti rencana keselamatan Tuhan.

Kamu mungkin pernah mendengar cerita tentang cinta Tuhan dihubungkan dengan berita baik. Apa itu berita baik? Sederhana : Karena apa yang di lakukan Yesus, dosa-dosa kita dapat diampuni dan kamu dapat hidup kekal.

Apa yang dilakukan Yesus? Yesus Kristus, Anak Allah, datang ke dunia ini sebagai manusia, hidup tanpa dosa, mati di kayu salib dan bangkit dari kubur.

Karena Kristus mati untuk membayar dosa-dosa kita, dosa-dosa kita dapat di ampuni. Dan karena Dia hidup kembali, kamu dapat hidup kekal, kamu tahu pasti apa yang terjadi setelah kamu meninggal.

Tetapi pengampunan dan hidup kekal ini tidak akan menjadi milikmu kecuali kamu mempunyai kemauan untuk memintanya. Tuhan membutuhkan tanggap secara pribadi dari dirimu.

  1. Bertanya
    Di Wahyu 3:20, Yesus berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

    Apa maksudnya? Tuhan Yesus ingin mengenal lebih dekat lagi dengan engkau. Dia menunggumu untuk menerima Dia dalam hatimu dan dalam hidupmu. Yang kamu lakukan hanya mengundang Dia.

    Tapi langkah pertama mu yaitu meminta pengampunan kepada Dia :
    "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan." (Kisah Para Rasul 3:19)

  2. Percaya
    Sesudah kamu minta pengampunan, langkah selanjutnya adalah percaya kepada berkat yang Tuhan berikan kepadamu.

    Pengampunan dan hidup kekal gratis. Ini adalah hal yang tidak kamu beli.

    "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9)

    Kasih karunia artinya "kebaikan". Artinya Tuhan menawarkan sesuatu kepadamu yang tidak bisa kamu sediakan sendiri. Kamu tidak harus bekerja untuk mendapatkan hadiah ini. Hal yang kamu lakukan hanyalah percaya dengan segenap hatimu bahwa Yesus mati untuk kamu. Apa kamu percaya?

  3. Berdoa
    Dalam firman Tuhan ketika kamu meminta Tuhan untuk mengampunimu dan percaya kepada Tuhan Yesus, kamu akan mendapatkan pengalaman hidup baru dalam Kristus.

    "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10:9)

    Sekarang, dengan segenap hatimu, serahkan hidupmu kepada Yesus Kristus. Akui dosa-dosamu. Minta Tuhan untuk mengampunimu. Katakan kalau kamu percaya kepada Yesus. Dan berterimakasihlah karena kamu telah di beri hidup kekal. Berdoalah sekarang :

    "Bapa, aku tahu aku berdosa terhadap Engkau. Maafkan aku. Basuh aku. Aku berjanji untuk percaya kepada Yesus, Anak-Mu. Aku percaya Dia mati untukku. Dia menebus dosaku dengan mati-Nya di kayu salib. Aku percaya bahwa Dia bangkit dari kematian. Aku menyerahkan hidupku kepada Yesus hari ini."

    "Terima kasih, Bapa, atas pengampunan dan hidup kekal yang Kau berikan kepadaku. Tolong bantu aku untuk hidup dalam firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin."

    Tidak ada sesuatu yang berbau magic dalam kata-katamu. Itu hanya sikap hati mu yang Tuhan pedulikan.

  4. Menerima
    Langkah terakhir untuk hidup menerima Kristus adalah menerima pengampunan dan hidup kekal ini. Firman Tuhan berkata :

    "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." (Yohanes 1:12)

    Ketika kamu menerima Kristus dalam hatimu, kamu menjadi anak Allah. Kamu mempunyai hak untuk berbicara kepada-Nya melalui doa. Kapanpun dan apapun.

    Kehidupan Kristen adalah hubungan khusus dengan Allah melalui Yesus Kristus. Dan yang terbaik, hubungan khusus itu akan berlangsung untuk selama-lamanya. Berbahagialah menerimanya!

    Jika kamu baru saja membuat komitmen kepada Kristus hari ini, beritahu kami. Kami akan dengan senang hati mengirimkan beberapa informasi yang mungkin berguna tentang hidup baru kamu bersama dengan Kristus.

    Baca beberapa renungan ini untuk membantu kamu hidup bersama dengan Yesus Kristus :

    Yohanes 3:16
    Efesus 2:8-9
    1 Korintus 15:3-4
    1 Yohanes 1:9
    1 Yohanes 4:14-15
    1 Yohanes 5:1
    1 Yohanes 5:12-13

Sumber : Joyce Meyer Ministries

Let It Flow

Whosoever drinketh of the water that I shall give him shall never thirst; but the water that I shall give him shall be in him a well of water springing up into everlasting life.John 4:14

Love. Joy. Peace. Patience. Gentleness. Goodness. Faith. Meekness. Temperance. Powerful forces the Bible calls the fruit of the Spirit. They're the character traits of God Himself and when the Holy Spirit came to dwell in you, He brought them with Him, so they could become your character traits too.

They're designed to bubble up inside you, to gush forth like a powerful stream constantly protecting and cleansing you from the inside out.

Have you ever noticed that you can't put any trash in the mouth of a flowing fountain? When it's shooting that water up, the force of its own outflow protects it and keeps it clear of any impurities from the outside. Well, the spiritual fountain within you works the same way. When you're allowing the forces of love and joy and peace and gentleness and all the others to flow out, the devil can't get any of his junk in.

How do you keep the Spirit flowing? You pump your heart so full of the Word of God that the forces of eternal life start bubbling out. Just a little at first...and then stronger and higher.

Choose to keep those forces streaming out of the fountain of your heart. Refuse to let selfishness and sin stop the flow. You have a fountain filled with unbeatable LIFE forces inside you and it's ready to come forth. Let it flow!

Scripture Reading: Jeremiah 17:7-13

Kenneth Copeland Ministries

Daddy From Heaven

Her hair up in a pony tail,
her favorite dress tied with a bow.
Today was Daddy's Day at school,
and she couldn't wait to go.

But her mommy tried to tell her,
that she probably should stay home.
Why the kids might not understand,
if she went to school alone.

But she was not afraid;
she knew just what to say.
What to tell her classmates,
on this Daddy's Day.

But still her mother worried,
for her to face this day alone.
And that was why once again,
she tried to keep her daughter home.

But the little girl went to school,
eager to tell them all.
There were daddies along the wall in back,
for everyone to meet.

Children squirming impatiently,
anxious in their seats.
One by one the teacher called,
a student from the class.

To introduce their daddy,
as seconds slowly passed.
At last the teacher called her name,
every child turned to stare.

Each of them were searching,
for a man who wasn't there.
"Where's her daddy at?"
she heard a boy call out.

"She probably doesn't have one,"
another student dared to shout.
And from somewhere near the back,
she heard a daddy say,

"Looks like another deadbeat dad,
too busy to waste his day."
The words did not offend her,
as she smiled at her friends.

And looked back at her teacher,
who told her to begin.
And with hands behind her back,
slowly she began to speak.

And out from the mouth of a child,
came words incredibly unique.
"My Daddy couldn't be here,
because he lives so far away.

But I know he wishes he could,
be with me on this day.
And though you cannot meet him,
I wanted you to know.

All about my daddy,
and how much he loves me so.
He loved to tell me stories,
he taught me to ride my bike.

He surprised me with yellow roses,
and taught me to fly a kite.
We used to share fudge sundaes,
and ice cream in a cone.

And though you cannot see him,
I'm not standing all alone.
"Cause my daddy's always with me,
even though we are apart

I know because he told me,
he'll forever be here in my heart"
With that her little hand reached up,
and lay across her chest.

Feeling her own heartbeat,
beneath her favorite dress.
And from somewhere in the crowd of dads,
her mother stood in tears.

Proudly watching her daughter,
who was wise beyond her years.
For she stood up for the love,
of a man not in her life.

Doing what was best for her,
doing what was right.
And when she dropped her hand back down,
staring straight into the crowd.

She finished with a voice so soft,
but its message clear and loud.
"I love my daddy very much,
he's my shining star.

And if he could he'd be here,
but heaven's just too far.
But sometimes when I close my eyes,
it's like he never went away."

And then she closed her eyes,
and saw him there that day.
And to her mother's amazement,
she witnessed with surprise.

A room full of daddies and children,
all starting to close their eyes.
Who knows what they saw before them,
who knows what they felt inside.

Perhaps for merely a second,
they saw him at her side.
"I know you're with me Daddy,"
to the silence she called out.

And what happened next made believers,
of those once filled with doubt.
Not one in that room could explain it,
for each of their eyes had been closed.

But there placed on her desktop,
was a beautiful fragrant yellow rose.
---(---(---( --@@
And a child was blessed, if only a moment, by the
love of her shining bright star.
And given the gift of believing,
that heaven is never too far.

Author Unknown

Katakan Tidak

Nats : Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari hadapanmu (Yakobus 4:7)

Bacaan : Yakobus 1:12-15

Dalam buku Keponakan Penyihir dari seri The Chronicles of Narnia, diceritakan bagaimana Digory telah membuat sebuah kesalahan fatal, yakni dengan membunyikan bel yang membangkitkan seorang penyihir jahat. Ketika Aslan menanyai Digory tentang hal itu, Digory berkelit, "Aku rasa aku agak terkena mantra yang tertulis dalam bel itu". Mendengar jawaban itu, Aslan menegaskan, "Benarkah?" Kemudian barulah Digory mengaku, "Tidak. Sekarang aku tahu aku tidak terkena mantra. Aku hanya berpura-pura."

Ketika dihadapkan pada satu pencobaan dan gagal, kerap kali kita juga berkelit dengan mengatakan bahwa kita dijebak, digoda, atau terkena "mantra" seperti dalih Digory. Padahal, sebenarnya kita tidak terkena mantra apa pun. Kita sendiri yang membuat pilihan untuk jatuh. Yakobus mengatakan dengan jelas bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri (ayat 14). Setan bisa menggoda kita, tetapi pilihan untuk berdosa atau tidak, tetap berada di tangan kita.

Lalu bagaimana kita dapat menang melawan dosa? Bisa dengan dua hal: tunduk kepada Allah dan melawan Iblis. Keduanya sama penting, jadi harus sama-sama dilakukan. Kita bisa saja tetap gagal meski telah berdoa dan memohon belas kasihan Tuhan, karena kita tidak mau melawan Iblis dengan tegas. Kita hanya bisa melakukannya dengan berani berkata "Tidak!" kepada dosa. Itulah salah satu karunia yang kita peroleh dari Kristus yang telah menang atas maut. Karena Kristus telah menang bagi kita, maka saat kita berani berkata tidak, dosa pun tidak lagi berkuasa atas tubuh kita! -GS

KATAKAN TIDAK KEPADA DOSA
MAKA DOSA ITU AKAN KEHILANGAN KUASANYA

SABDA.org

Datanglah Sebagaimana Adanya

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam ketidak percayaan. Tidak mungkin ini tempatnya. Sebenarnya, tidak mungkin aku diterima di sini. Aku sudah diberi undangan beberapa kali, oleh beberapa orang yang berbeda, dan baru akhirnya memutuskan untuk melihat tempatnya seperti apa sih. Tapi, tidak mungkin ini tempatnya. Dengan cepat, aku melihat pada undangan yang ada di genggamanku. Aku memeriksa dengan teliti kata-katanya, "Datanglah sebagaimana adanya kamu. Tidak perlu ditutup-tutupi," dan menemukan lokasinya. Ya, aku berada di tempat yang benar. Aku mengintip lewat jendelanya sekali lagi dan melihat sebuah ruangan yang penuh dengan orang-orang yang dari wajahnya terpancar sukacita. Semuanya berpakaian rapi, diperindah dengan pakaian yang bagus dan terlihat bersih seperti kalau mereka makan di restoran yang bagus. Dengan perasaan malu, aku memandang pada pakaianku yang buruk dan compang camping, penuh dengan noda. Aku kotor, bahkan menjijikan.

Bau yang busuk ada padaku dan aku tidak dapat membuang kotoran yang melekat pada tubuhku. Ketika aku akan berputar untuk meninggalkan tempat itu, kata-kata dari undangan tersebut seakan-akan meloncat keluar, "Datanglah sebagaimana kamu adanya. Tidak perlu ditutup-tutupi."

Aku memutuskan untuk mencobanya. Dengan mengerahkan semua keberanianku, aku membuka pintu restoran dan berjalan ke arah laki-laki yang berdiri di belakang panggung.

"Nama Anda, Tuan?", ia bertanya kepadaku dengan senyuman.

"Daniel F. Renken," kataku bergumam tanpa berani melihat ke atas. Aku memasukkan tanganku ke kantongku dalam-dalam, berharap untuk dapat menyembunyikan noda-nodanya.

Ia sepertinya tidak menyadari kotoran yang berusaha aku sembunyikan dan ia melanjutkan, "Baik, Tuan. Sebuah meja sudah dipesan atas nama Anda. Anda mau duduk?"

Aku tidak percaya atas apa yang aku dengar! Aku tersenyum dan berkata, "Ya, tentu saja!". Ia mengantarkanku ke sebuah meja dan, cukup yakin, ada plakat dengan namaku tertera dengan tulisan tebal merah tua.

Ketika aku membaca-baca menunya, aku melihat berbagai macam hal-hal yang menyenangkan tertera di sana. Hal-hal tersebut seperti "damai", "sukacita", "berkat", "kepercayaan diri", "keyakinan", "pengharapan", "cinta kasih", "kesetiaan", dan "pengampunan". Aku sadar bahwa ini bukan restoran biasa! Aku mengembalikan menunya ke depan untuk melihat tempat di mana aku berada. "Kemurahan Tuhan," adalah nama dari tempat ini !

Laki-laki tadi kembali dan berkata, "Aku merekomendasikan sajian spesial hari ini. Dengan memilih spesial menu hari ini, Anda berhak untuk mendapatkan semua yang ada di menu ini."

Kamu pasti bercanda! pikirku dalam hati. Maksudmu, aku bisa mendapat SEMUA yang ada dalam menu ini ?

"Apa menu spesial hari ini ?" aku bertanya dengan penuh kegembiraan.

"Keselamatan," jawabnya.

"Aku ambil," jawabku spontan. Kemudian, secepat aku membuat keputusan itu, kegembiraan meninggalkan tubuhku. Sakit dan penderitaan merenggut lewat perutku dan air mata memenuhi mataku. Dengan menangis tersedu sedan, aku berkata, "Tuan, lihatlah diriku. Aku ini kotor dan hina. Aku tidak bersih dan tidak berharga. Aku ingin mendapat semuanya ini, tapi aku tidak dapat membelinya.

Dengan berani, laki-laki itu tersenyum lagi. "Tuan, Anda sudah dibayar oleh laki-laki di sebelah sana," katanya sambil menunjuk pintu masuk ruangan. "Namanya Yesus."

Aku berbalik, aku melihat seorang laki-laki yang kehadirannya membuat terang seluruh ruangan itu. Aku melangkah maju ke arah laki-laki itu, dan dengan suara gemetar aku berbisik, "Tuan, aku akan mencuci piring-piring atau membersihkan lantai atau mengeluarkan sampah. Aku akan melakukan apa pun yang bisa aku lakukan untuk membayarMu kembali atas semuanya ini."

Ia membuka tangannya dan berkata dengan senyuman, "Anakku, semuanya ini akan menjadi milikmu, cukup hanya bila kamu datang kepada-Ku. Mintalah padaKu untuk membersihkanmu dan Aku akan melakukannya. Mintalah padaKu untuk membuang noda-noda itu dan itu terlaksana. Mintalah pada-Ku untuk mengijinkanmu makan di meja-Ku dan kamu akan makan. Ingat, meja ini dipesan atas namamu. Yang bisa kamu lakukan hanyalah MENERIMA pemberian yang sudah Aku tawarkan kepadamu."

Dengan kagum dan takjub, aku terjatuh di kaki-Nya dan berkata,"Tolong, Yesus. Tolong bersihkan hidupku. Tolong ubahkan aku, ijinkan aku duduk di meja-Mu dan berikan padaku sebuah hidup yang baru."

Dengan segera aku mendengar, "Sudah terlaksana." Aku melihat pakaian putih menghiasi tubuhku yang sudah bersih. Sesuatu yang aneh dan indah terjadi. Aku merasa seperti baru, seperti sebuah beban sudah terangkat dan aku mendapatkan diriku duduk di meja-Nya.

"Menu spesial hari ini sudah dipesan," kata Tuhan kepadaku. "Keselamatan menjadi milikmu."

Kami duduk dan bercakap-cakap untuk beberapa waktu lamanya dan aku sangat menikmati waktu yang kuluangkan denganNya. Ia berkata kepadaku, kepadaku dan kepada semua orang, bahwa Ia ingin aku kembali sesering aku ingin bantuan lain dari kemurahan Tuhan. Dengan jelas Ia ingin aku meluangkan waktuku sebanyak mungkin denganNya.

Ketika waktu sudah dekat bagiku untuk kembali ke 'dunia nyata', Ia berbisik padaku dengan lembut, "Dan Daniel, AKU MENYERTAI KAMU SELALU." Dan kemudian, Ia berkata sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan. Ia berkata, "Anakku, lihatkah kamu beberapa meja yang kosong di seluruh ruangan ini ?"

"Ya, Tuhan. Aku melihatnya. Apa artinya?", jawabku.

"Ini adalah meja-meja yang dipesan, tapi tiap-tiap individu yang namanya tertera di tiap plakat ini belum menerima undangan untuk makan. Maukah kamu membagikan undangan-undangan ini untuk mereka yang belum bergabung dengan kita?", Yesus bertanya.

"Tentu saja," kataku dengan kegembiraan dan memungut undangan tersebut.

"Pergilah ke seluruh bangsa," Ia berkata ketika aku pergi meninggalkan restoran tersebut.

Aku berjalan masuk ke "Kemurahan Tuhan" dalam keadaan kotor dan lapar. Ternoda oleh dosa. Asalku bagai kain tua yang kotor. Dan Yesus membersihkanku. Aku berjalan keluar seperti orang yang baru... berbaju putih, seperti Dia. Dan, aku menepati janjiku pada Tuhanku.

Aku akan pergi.

Aku akan menyebarkan luaskan perkataanNya.

Aku akan memberitakan Injil ...

Aku akan membagikan undangan-undangannya.

Dan aku akan memulainya dengan kamu. Pernahkah kamu pergi ke restoran "Kemurahan Tuhan?" Ada sebuah meja yang dipesan atas namamu, dan inilah undangan untukmu... "DATANGLAH SEBAGAIMANA KAMU ADANYA. TIDAK PERLU DITUTUP-TUTUPI."