Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 May 2008

Cara Untuk Suatu Hari Yang Berbahagia

  1. HARI INI SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS DENDAM : Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah, saya tidak akan berlaku demikian.

  2. HARI INI SAYA AKAN MEMOHON TUHAN MEMBERKATI “MUSUH” SAYA : Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk memberkati orang itu. Saya memahami bahwa “musuh” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal.

  3. HARI INI SAYA AKAN BERHATI-HATI DENGAN KATA-KATA SAYA : Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya tidak menyebar gosip.

  4. HARI INI SAYA AKAN BERJALAN LEBIH JAUH : Saya akan menemukan cara untuk menolong dengan berbagi beban dengan orang lain.

  5. HARI INI SAYA AKAN MEMAAFKAN : Saya akan memaafkan setiap sakit dan luka hati yang saya temui.

  6. HARI INI SAYA AKAN MELAKUKAN HAL YANG BAIK UNTUK SESEORANG, TETAPI SAYA AKAN MELAKUKANNYA DIAM-DIAM : Secara anonim saya akan mencoba menjadi berkat bagi orang lain

  7. HARI INI SAYA AKAN MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA SAYA INGIN DIPERLAKUKAN : Saya akan melakukan aturan emas – berlakulah pada orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda – pada setiap orang yang saya jumpai.

  8. HARI INI SAYA AKAN MEMBERI SEMANGAT PADA SESEORANG YANG SEDANG PUTUS ASA : Senyum saya, kata-kata saya, dukungan saya, dapat membuat perbedaan bagi orang yang sedang bergumul dalam kehidupannya.

  9. HARI INI SAYA AKAN MEMELIHARA TUBUH SAYA : Saya akan makan secukupnya; saya hanya akan makan makanan yang sehat. Saya akan bersyukur pada Tuhan untuk tubuh saya.

  10. HARI INI SAYA AKAN BERTUMBUH SECARA ROHANI : Saya akan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa hari ini: Saya akan membaca sesuatu yang rohaniah hari ini; saya akan mencari tempat yang tenang (pada suatu saat pada hari ini) dan mendengarkan firman Tuhan.

Meredam Pertengkaran

Bacaan : Kejadian 26:12-31

Dalam sebuah bukunya, Anthony de Mello menceritakan kisah ini: Ada dua orang bijak yang selama puluhan tahun tinggal bersama dengan damai. Tak pernah sekali pun mereka cekcok. Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Bagaimana kalau hari ini kita mencoba untuk bertengkar?" Yang lain setuju, "Baik, mari kita pertengkarkan sepotong roti ini." Lalu mereka bersiap-siap memulai pertengkaran itu. Orang pertama berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku semua." Orang bijak kedua menyahut, "Tidak apa-apa. Silakan saja ambil semua." Pertengkaran itu pun gagal.

Dalam bacaan kita hari ini, para gembala Ishak dan gembala Gerar mempertengkarkan sumur yang digali untuk memberi minum ternak mereka. Sumur itu layak menjadi rebutan karena airnya yang berbual-bual (ayat 19). Namun, Ishak tidak mau berlama-lama dalam pertengkaran itu. Ia pun memilih pindah ke tempat lain dan menggali sumur yang baru. Sikap Ishak itu pun menuai simpati. Si orang Gerar kemudian memutuskan untuk berdamai (ayat 28,29).

Keinginan untuk menguasai adalah akar masalah dalam relasi antarmanusia. Biasanya pertengkaran dipicu dan dipacu oleh sifat lebih suka menerima daripada memberi; mempertahankan, menuntut, meminta bagian kita. Kita hanya berfokus pada bagaimana orang memerhatikan, menghormati, bersimpati dengan kita. Kita hanya mau didengar, dituruti, dan dimengerti. Sayangnya, kita tidak mau melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Padahal tidak jarang, justru dengan memberi kita mendapatkan. Ishak telah membuktikannya -AYA

MEREDAM KEINGINAN UNTUK MENGUASAI
AKAN MEREDAM PERTENGKARAN


SABDA.org

Faith and Righteousness

Today's Scripture

Abraham believed God, and it was accounted to him for righteousness” (Galatians 3:6).

So many people today are looking for ways to be righteous or to be in “right standing” with God. The Bible simply says that when we believe God, that’s righteousness. The proof, or evidence, of our faith in Him is found in our actions. The Bible says that faith without works is dead. That means, when we really believe something, our actions will support what we believe. Because Abraham believed God, he obeyed His word and left his father’s land even when he didn’t even know where he was going. In the same way, when we believe God, we have to leave some things behind in order to embrace the new life He has in store. As you let go of the old and, by faith, embrace God’s promises, know that He is leading you down paths of righteousness for His Name’s sake! Keep believing, keep stepping out, knowing that your best days are ahead of you. As you follow His leading, you’ll walk in righteousness and live the abundant life He has in store for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, today I choose to accept and believe Your Word by faith. Thank You for making me righteous and help me to follow You all the days of my life. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

Arsip Weekend's Scripture (Update Weekly)

12 April 2008 :
"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
(Lukas 6:38)

19 April 2008 :
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
(Matius 6:34)

26 April 2008 :
"Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."
(Amsal 11:24-25)

3 Mei 2008 :
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."
(Kolose 3:13-14)

10 Mei 2008 :
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
(Amsal 3:5-6)

17 Mei 2008 :
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)

24 Mei 2008 :
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur". (Filipi 4:6)

31 Mei 2008 :
"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:4-8)

7 Juni 2008 :
"Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)