Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 October 2008

Humor : Ulah si Joni

Si kecil Joni diperintahkan Papa pergi ke kamarnya dan segera tidur. Lima menit kemudian

Joni: "Pa..."
Papa: "Ada apa?"
Joni: "Joni haus Pa. Bawain air dong"
Papa: "Tidak. Jangan pakai alasan itu. Ayo tidur! Matiin lampunya"

Lima menit kemudian

Joni: "Pa.....!"
Papa: "ADA APA LAGI!"
Joni: "Joni HAUS. Aku boleh minum ya"
Papa: "Kan Papa sudah bikang tidak! Kalau kamu ngomong lagi, Papa akan pukul pantatmu!"

Lima menit kemudian

Joni: "Paaaaa....."
Papa: "APA!!!!!!!"
Joni: "Kalo papa kemari mau mukul pantat Joni, sekalian bawain airnya ya Pa"

----------------------------

Mama: "Joni, sini!"
Joni: "Ada apa Ma?"
Mama: "Kamu benar-benar bikin Mama kecewa. Nilaimu kok makin jelek aja!"
Joni: "Tapi Ma, penerimaan Rapor kan baru besok"
Mama: "Mama tau. Tapi Mama besok mau belanja ke Singapur, jadi sekarang aja mama marahin kamu!"

----------------------------

Papa: "Joni! Kenapa nilai matematikamu jelek?"
Joni: "Abisnya Pa, Senin kemaren guru bilang 3+5 = 8"
Papa: "Lantas kenapa?"
Joni: "Hari Selasa bu guru bilang 4 + 4 = 8. Hari Rabu dia bilang 6 + 2 = 8. Kalo bu guru ngomongnya beda-beda begitu, gimana Joni tau mana yang benar?"
Papa: "#$&$*@&!$">>

----------------------------

Guru: "Joni, berapa tahun umur ayahmu?"
Joni: "Sama dengan umur saya Bu Guru"
Guru: "Kok bisa sama?"
Joni: "Dia kan baru jadi ayah sejak saya lahir bu guru"

----------------------------

Guru: "Joni, kenapa isi karanganmu yang berjudul "Anjingku" sama persis dengan isi karangan kakakmu? Kamu nyontek ya!"
Joni: "Nggak Bu. Anjingnya yang sama"

----------------------------

Papa: "Gurumu bilang kamu ini nggak bisa diajari apapun!"
Joni: "Itu makanya Joni bilang dia nggak berguna Pa!"

----------------------------

Guru: "Kamu lahir di mana?"
Joni: "Di Kalimantan Pak"
Guru: "Bagian mana?"
Joni: "Seluruh bagian badan saya Pak"

----------------------------

Guru: "Kenapa rambutmu nggak di sisir?"
Joni: "Nggak punya sisir bu"
Guru: "Kan bisa kamu pakai punya ayahmu"
Joni: "Ayah nggak punya rambut Bu"

Arti Hadir-Mu

Kala Angin Bertiup Kencang
Awan Hitam Menutupi Langit
Kala Kebimbangan datang menghadang
Kesepian mengikutiku

Rasa hampa didada
Tak ada kegairahan dalamku
Kekelaman terus berjalan
Kemanapun ku pergi
Tak ada harapan

Namun……
Ketika Kau hadir
Kurasakan Kasihmu
Kehadiranmu…….
Membuat hidup ini indah

Kehadiranmu
Membuat warna
Dalam kehidupanku
Bagaikan Bunga-Bunga
Bermekaran di taman

Kehadiranmu
Bagaikan semerbak wangi bunga
Ku ingin harum itu kekal abadi

Kini ku tahu…..
Arti hadirmu
Kau bawaku ke awan-awan
Kau bagaikan mentari pagi
Yang menghangatkan dunia ini

Kehadiranmu
Membuat bunga-bunga cinta
Bermekaran di bumi ini

Arti hadirmu
Bawaku……
Pada Kehangatan cintamu

Cirebon, 20 December 2004

By : Joshua Ivan S

Tidak Adil

"Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil" - Ulangan 32:4

Bacaan : Mazmur 19:8-15

Ketika menjadi pelatih basket siswi kelas satu SAM di musim gugur 2005, saya heran betapa seringnya saya mendengar ucapan, "Itu tidak adil!"

Motivasi para siswi itu tampaknya tergantung pada anggapan mereka tentang adil atau tidaknya perintah saya kepada mereka. Apabila saya meminta beberapa siswi untuk berlatih bertahan, sementara yang lain berlatih lemparan bebas, saya akan mendengar suara, "Tidak adil!" Jika saya mengizinkan satu tim menyerang lebih lama daripada tim lainnya, saya akan mendengar, "Tidak adil!"

Begitu banyak situasi hidup yang meneriakkan, "Tidak adil!" SAya melihat banyak pasangan kristiani yang bergumul untuk memiliki anak, sementara yang lain diberkati dengan memiliki anak-anak tetapi lalu melecehkan mereka. Saya melihat banyak keluarga yang semua anaknya hidup dan sehat, sementara saya tidak memiliki satu anak pun. Saya melihat teman-teman yang rindu untuk melayani Allah, tetapi terhalang oleh masalah kesehatan.

Sebab itu, saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. Kita ini bukan hakim yang menentukan keadilan. Allah sendirilah yang menjadi hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai rencana dan tujuan-Nya. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya, ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. "Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil" - Ulangan 32:4

Hidup tidak pernah tampak adil. Namun, jika kita mempercayai Allah, kita selalu tahu bahwa Dia setia.

Renungan Harian edisi Desember 2006

Arsip Weekend's Scripture - Matius 26:40-41

Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." - Matius 26:40-41