8:04:00 PM
Peak
Setelah selesai memeriksa seorang pasiennya, seorang dokter gigi meminta sedikit bantuan dari pasiennya tersebut.
"Bisa tolong saya, Pak?" si dokter gigi memohon.
"Saya ingin Anda berteriak sehisteris dan sekencang mungkin, seperti orang yang sedang sangat kesakitan dan mengeluarkan banyak darah."
"Lho, kenapa?" tanya si pasien. "Saat ini saya merasa baik-baik saja dan tidak perlu untuk berteriak-teriak, saya masih bisa menahan rasa sakitnya, Dok!"
"Begini lho, Pak, di ruang tunggu saat ini masih ada 10 orang pasien," si dokter memberi penjelasan, "dan saya tidak mau ketinggalan menonton siaran langsung sepak bola sepuluh menit lagi!"
7:44:00 PM
Peak
Nats : Lalu berangkatlah mereka dengan perahu menyendiri ke tempat yang terpencil (Markus 6:32)
Bacaan : Markus 6:30-32
Seorang pemuda sedang memotong kayu dengan kampak. Dari pagi hingga siang ia terus bekerja. Tidak ada waktu untuk berhenti. Ia harus mengejar target. Itu sebabnya, ia terus-menerus mengayunkan kampaknya. Suatu kali seorang bapak tua datang menghampirinya. "Nak, kampakmu sudah tumpul. Berhentilah sejenak untuk mengasahnya," kata si bapak tua. "Wah, tidak ada waktu, Kek. Saya harus mengejar target," sahut si pemuda.
Kehidupan di dunia ini semakin hiruk pikuk; tuntutan dan tantangan zaman semakin besar. Kita tidak terhindarkan dari kesibukan dan belenggu rutinitas. Padahal, ibarat sebuah mesin, kita tentu membutuhkan istirahat. Hidup dalam rutinitas tanpa sejenak pun "beristirahat" sama dengan pemuda dalam cerita di atas, yang terus memotong kayu tanpa sedikit pun waktu untuk mengasah kampaknya, sehingga kampaknya pun menjadi tumpul. Inilah makna pentingnya waktu teduh: keluar sejenak dari kesibukan rutin untuk membangun relasi pribadi dengan Tuhan.
Waktu teduh lebih merupakan kebutuhan, daripada kewajiban. Karena itu, kita perlu meresponsnya dengan sukacita. Dalam rutinitas sehari-hari, perlu selalu ada waktu untuk sejenak berdiam diri. Menutup mata dan telinga dari segala hiruk pikuk kegiatan rutin sehari-hari. Menyediakan diri dan membuka hati untuk Tuhan, membiarkan Dia menyapa dengan cara-Nya. Tuhan Yesus telah mencontohkannya. Di tengah kesibukan-Nya yang luar biasa -- mengajar dan menolong orang -- Dia selalu menyempatkan diri untuk sejenak menyepi, untuk menenangkan diri dalam waktu teduh (ayat 31,32) -AYA
WAKTU TEDUH BERSAMA TUHAN BUKAN SAJA MENYEGARKAN
MELAINKAN JUGA MENYEHATKAN JIWA
SABDA.org
11:17:00 AM
Peak
Today's Scripture
“…I will make you like my signet ring, for I have chosen you,' declares the LORD Almighty” (Haggai 2:23).
Today's Word from Joel and Victoria
We don’t often hear about signet rings anymore; but in Bible times, they were very significant. The signet ring was used to identify the message or messenger and the authority they had. In other words, you knew something was from the king because it was marked by His signet ring. It was representative of power and authority. This verse is saying that you are the mark of authority of Almighty God. You have been chosen and set apart to be identified with Him. When you have someone’s power and authority, you have access to everything they have. It’s like having power of attorney; you have the authority to act on behalf of that individual. As a believer in Jesus, marked with His seal, think of all you have access to today. Think about the authority you have. Everything He has is available to you—healing, provision, strength, peace, joy. You have been given authority to “sign His name” in order to receive His blessings. You are God’s seal, and you are marked to live the abundant life He has in store for you!
A Prayer for Today
Heavenly Father, thank You for choosing me and calling me Your own. Help me to fully understand the authority You’ve given by Your Son Jesus. I receive all You have for me. In Jesus’ Name. Amen.
Joel Osteen Ministries