Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 June 2008

Still He Walked

He could hear the crowds screaming "crucify" "crucify"...

He could hear the hatred in their voices,

These were his chosen people.

He loved them,

And they were going to crucify him.

He was beaten, bleeding and weakened... his heart was broken,

But still He walked.

He could see the crowd as he came from the palace.

He knew each of the faces so well.

He had created them.

He knew every smile, laugh, and shed tear,

But now they were contorted with rage and anger...his heart broke,

But still He walked.

Was he scared?

You and I would have been

So his humanness would have mandated that he was. He felt alone.

His disciples had left, denied, and even betrayed him.

He searched the crowd for a loving face and he saw very few.

Then he turned his eyes to the only one that mattered

And he knew that he would never be alone.

He looked back at the crowd, at the people who were spitting

At him, throwing rocks at him and mocking him and he knew

That because of him, they would never be alone.

So for them, He walked.

The sounds of the hammer striking the spikes echoed through

The crowd. The sounds of his cries echoed even louder,

The cheers of the crowd, as his hands and feet

Were nailed to the cross, intensified with each blow.

Loudest of all was the still small voice inside his

Heart that whispered "I am with you, my son",

And God's heart broke.

He had let his son walk.

Jesus could have asked God to end his suffering,

But instead he asked God to forgive.

Not to forgive him, but to forgive the ones who were persecuting him.

As he hung on that cross, dying an unimaginable death,

He looked out and saw, not only the faces in the crowd,

But also, the face of every person yet to be,

And his heart filled with love.

As his body was dying, his heart was alive.

Alive with the limitless, unconditional love he feels for each of us.

That is why He walked.

When I forget how much My God loves me,

I remember his walk.

When I wonder if I can be forgiven,

I remember his walk.

When I need reminded of how to live like Christ,

I think of his walk.

And to show him how much I love him,

I wake up each morning, turn my eyes to him,

And I walk.


- Author Unknown -

Halus Tetapi Mematikan

Nats : Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat (Amsal 8:13)

Bacaan : 2 Tawarikh 32:24-33

Kesombongan. Inilah dosa yang paling disukai oleh Iblis. Sebaliknya, inilah dosa yang paling dibenci oleh Allah (Amsal 6:17). Mengapa Iblis menyukai-nya? Karena kesombongan bersifat sangat halus sehingga kerap kali manusia tidak sadar bahwa mereka sedang menyombongkan diri. Dan, kesombongan bisa merasuki siapa saja termasuk orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Sebagai contoh adalah Hizkia. Dengan membaca seluruh kisah Hizkia, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ia adalah seorang raja yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan. Hizkia selalu mendahulukan Tuhan dan taat kepada setiap perintah Tuhan. Itu sebabnya tak heran jika Tuhan memberkati hidupnya. Namun sayangnya, di tengah berlimpahnya berkat Tuhan itu ia justru sempat menjadi angkuh (ayat 25), sehingga nyaris mendatangkan murka Tuhan atas negerinya.

Dari kisah Hizkia, ada dua peringatan yang harus kita waspadai. Pertama, dosa kesombongan bisa merasuki siapa saja termasuk kita, anak-anak Allah. Kedua, dosa kesombongan selalu menjadi godaan yang paling besar, justru pada saat kita berada di puncak kehidupan. Kesombongan adalah dosa yang halus, tetapi mematikan. Ia bisa merasuki manusia secara halus tetapi berakibat fatal. Bila kita menemukan kesombongan timbul di hati kita, mari ikuti langkah Hizkia selanjutnya. "Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia" (ayat 26) —RY

KESOMBONGAN DAPAT MERASUK DAN MERUSAK SIAPA SAJA
WASPADALAH!


SABDA.org

Give Your Faith A Voice

Today's Scripture

And since we have the same spirit of faith, according to what is written, ‘I believed and therefore I spoke,’ we also believe and therefore speak” (2 Corinthians 4:13).

Today's Word from Joel and Victoria

Every believer has been given a measure of faith. In order to see the promises of God come to pass in your life, you have to give your faith a voice. You must declare what God says about you in His Word. Those seeds of faith inside you are activated when you speak them out into the atmosphere. That’s why the scripture tells us, “Let the weak say I am strong. Let the poor say I am rich.” When you give your faith a voice and send forth the Word of God out of your mouth, the Bible says that He watches over His Word to bring it to pass in your life. Don’t dig up your seed by speaking against His Word. Don’t allow words of defeat or negativity to come out of your mouth. Instead, water your seed by continuing to declare the Word of God. When you wake up every morning, thank Him that His promises are coming to pass in your life. As you do, you will see those things come to pass, and you will live the life of victory God has prepared for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, I humbly come before You giving You my thoughts, my actions, and my words. Help me to activate my faith by speaking Your Word daily. May my words and thoughts be pleasing to You always. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries

Kecelakaan Yang Membawa Berkat

Kurang lebih pada pertengahan bulan Agustus 1999, suami saya mengendarai mobil bersama temannya sepulang dari bekerja. Belum 5 menit keluar dari areal parkir, tiba-tiba ada truck besar sekali menabrak dari arah samping tempat suami saya duduk. Setelah diselidiki ternyata supirnya mabuk. Kejadiannya begitu cepat dan mengejutkan, sampai-sampai suami saya merasa pingsan sejenak. Waktu sadar dalam beberapa menit kemudian, ternyata kaca mobil sudah hancur, dan bagian depan mobil dan sebagian pintu di mana suami saya duduk ringsek ke dalam. Suami saya dan temannya tidak berani bergerak, karena takut keadaan makin parah kalau terjadi patah tulang dan luka-luka lainnya. Jadi, masih dalam posisi duduk terikat sabuk pengaman mereka diam tak bergerak, menunggu bantuan dari 911, yang memang reaksinya begitu cepat di Amerika kalau terjadi kecelakaan. Dalam hati suami saya hanya bisa memanggil nama Tuhan Yesus saja, karena di samping masih kaget, dia takut terjadi apa-apa yang mungkin saking sakitnya malah tidak terasa. Akhirnya dalam 5 menit berikutnya rombongan 911 yang terdiri dari ambulance, polisi, dan pemadam kebakaran datang, siap memberikan bantuan.

Dengan bantuan mereka suami saya dan temannya dikeluarkan dari dalam mobil, dan ditemukan bahwa teman suami saya mengalami patah leher. Suami saya juga diperiksa berulang-ulang, karena diperkirakan akan lebih parah. Namun yang ajaib, mereka tidak menemukan sesuatu yang salah dengan suami saya. Bahkan secuil luka lecet pun tidak ada. Sampai mereka semua heran, karena secara logika, yang seharusnya luka parah itu suami saya kalau dilihat dari arah truck menabrak. Sungguh luar biasa Tuhan Yesus kita. Di saat yang benar-benar kita perlukan perlindunganNya, Dia sudah tahu dan sudah melindungi anak-anakNya, bahkan sebelum suami saya sempat berdoa menyebut nama Tuhan karena peristiwanya begitu tiba-tiba. Haleluya, segala puji bagi Dia, Allah yang heran! Suami saya tak henti-hentinya memuji kebaikan Tuhan, dan kami dengan dorongan Roh Kudus bersaksi ke semua orang betapa heran perlindungan Tuhan ini.

Keesokan harinya, suami saya menerima telepon dari lawyer temannya yang patah leher, dengan berita bahwa karena ada perusahaan asuransi yang mengcover kecelakaan tersebut, suami saya sebagai salah satu penumpang juga bisa mendapatkan claim asuransi tersebut. Besarnya berapa, kita belum tahu. Tetapi lawyer itu meminta suami saya melengkapi surat-surat yang mendukung peristiwa tersebut. Suami saya pun segera mengisi dan mengirim kembali formulir-formulir yang harus diisi tersebut.

Waktu berjalan terus, dan kami hampir melupakan peristiwa tersebut. Sampai pada beberapa hari ini, di saat kami sedang mempersiapkan laporan pajak. Sebagai pendatang baru, ini pertama kali kami belajar mengisi laporan pajak di Amerika. Betapa kami terkejut, karena dari perhitungan pajak, kami ternyata masih harus membayar sekitar $1800, yang harus dibayarkan paling lambat tanggal 17 April 2000. Memang jumlah sekian bukan hal yang memberatkan bagi kami, tetapi ada perasaan sayang saja uang sedemikian banyak harus dikeluarkan untuk bayar pajak. Namun firman Tuhan yang mengatakan. "Bayarlah kepada kaisar apa yang harus kita bayar, dan kepada Tuhan apa yang harus kita bayar " mengingatkan kami untuk setia baik dalam perkara kecil maupun perkara besar, dan kami mau belajar taat. Sehingga uang sebesar $1800 sudah diperkirakan akan keluar pada bulan mendatang.

Kemarin, pada saat saya kerja di kantor, sambil memuji Tuhan saya berkata-kata kepada Tuhan, "Tuhan, bagaimana urusan asuransi kecelakaan itu ya?" Setelah itu saya memuji Tuhan lagi sambil bekerja. Tiba-tiba pada saat istirahat siang suami saya menelepon, dan mengatakan, bahwa baru saja dia menelepon lawyer tersebut menanyakan kelanjutan kasus kecelakaan yang dia tangani tersebut. Dan lawyer itu mengatakan, mungkin akhir Maret 2000 baru ada keputusan, karena beberapa berkas ada yang keselip dan kasusnya baru diclaim tanggal 15 February 2000 kemarin. Wow cepat sekali Tuhan menanggapi pertanyaan saya itu yang saya diskusikan bersama suami saya siang itu. Karena baru saja saya bertanya, koq terus suami saya bereaksi menelepon lawyer tersebut. Memang betul bahwa Tuhan tidak jauh-jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa..

Hari ini, tanpa diduga, lawyer tersebut menelepon suami saya, memberikan berita kejutan, karena tanpa diduga perusahaan asuransi tersebut cepat memberikan keputusan, di mana keputusannya adalah suami saya mendapatkan ganti rugi $2000, karena tidak mengalami luka apa-apa. Haleluya, Puji Tuhan. Suami saya langsung menelepon saya lagi menyampaikan kabar baik ini dan saya langsung berkata kepada suami saya, "Tuhan memang luar biasa, dia Yehovah Jireh, Dia menyediakan dan mencukupi keperluan kita. Tahu tidak untuk apakah uang $2000 itu? $200 untuk perpuluhan dan $1800 untuk bayar pajak!", dan suami saya pun tertegun, "Iya yah Tuhan koq bisa pas sekali, berikan jumlah yang kita perlukan, di saat yang tepat pula." Langsung saya menuju ke komputer dan menulis kesaksian ini.

Sekali lagi, tiada yang kebetulan dalam hidup kita, karena kalau kita ada dalam rencana Allah, Dia sudah merencanakan segala sesuatunya jauh sebelum kita alami. Bahkan sebelum kita lahir pun Tuhan sudah membentuk kita. Dan seperti ada tertulis dalam I Korintus 2:9 : "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata , dan yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia".

Segala puji dan hormat bagi nama Tuhan! Haleluya!


- Grace Widjaja -

Humor : Pasien Gila

Suatu siang di RSJ terkenal,terjadi percakapan antara dokter dan 2 pasiennya (Alex & Joni).

Dokter : "Alex,kamu harus minum obat kamu supaya cepat sembuh"

Alex : "Nggak mau, saya kan dewa. Saya nggak bisa mati"

Dokter: "Siapa bilang kamu dewa, kamu ngelindur lagi ya"

Alex : "Tuhan sendiri yg bilang pada saya tadi malam"

Joni : "Bohong dok, dia ngimpi. Saya nggak pernah bilang seperti itu ke
dia."

Dokter : "@$^&(_%&%#$ ...."