8:05:00 AM
Peak
Nats : Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu" (Keluaran 14:13)
Bacaan : Keluaran 14:9-14
Ada saat kita mengalami situasi "maju kena mundur kena". Jalan yang ada di depan seolah buntu, tetapi untuk mundur juga tidak bisa. Jadinya serbasalah. Misalnya, bertetangga dengan orang sulit dan terus mencari-cari masalah. Capek hati rasanya. Namun, mau pindah rumah juga tidak gampang. Atau, teman-teman di kantor yang menjengkelkan. Kita merasa sangat tertekan. Sudah mencoba mencari tempat kerja baru, tetapi tidak kunjung dapat.
Umat Israel dalam bacaan kita juga mengalami hal yang serupa. Mereka baru keluar dari perbudakan di negeri Mesir. Akan tetapi, rupanya Firaun tidak rela melepas mereka (Keluaran 14:5). Lalu mengejar dengan bala tentaranya. Keadaan umat Israel terjepit. Di depan Laut Teberau, sedangkan di belakang tentara Mesir. Mereka ketakutan (ayat 11). Musa mengingatkan mereka agar jangan takut, berdiri tetap, dan berfokus pada penyertaan Tuhan (ayat 13). Akhirnya mereka selamat sampai di seberang (Keluaran 14:30).
Langkah pertama menghadapi keadaan sulit adalah: jangan takut. Sebab bukan saja tidak akan menolong, rasa takut juga malah bisa melumpuhkan; membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua, berdiri tetap dalam iman. Biasanya dalam keadaan tertekan orang mudah sekali tergoda mengambil jalan pintas; asal segera keluar dari masalah, lalu menghalalkan segala cara. Padahal sikap demikian biasanya malah semakin menjerumuskan. Ketiga, berfokus pada kasih dan penyertaan Tuhan. Jalani hidup ini seberat apa pun dengan penyerahan diri dan pengharapan. Tuhan akan bertindak -AYA
TUHAN AKAN BUKA JALAN, SAAT TIADA JALAN
KUNCINYA TETAP BERFOKUS KEPADA-NYA DAN TEGUH DALAM IMAN
Yayasan Gloria
7:59:00 AM
Peak
Burung betina ini terluka parah
Here his mate is injured and the condition is appalling
Pasangannya membawakan makanan dan mencoba menyuapi si betina
Here he brings her food and attend her with love and compassion
Namun si betina akhirnya mati. Si jantan masih mencoba menggerakkan tubuh tak bernyawa itu
Brings her food but shocked with her death and try to move her
Si jantan mulai sadar kalau si betina sudah mati. Si burung jantan ini pun menjerit penuh duka
He is aware that his sweetheart is dead and will not come to him again he cries with adoring love
Si jantan tak mau menerima begitu saja kematian pasangannya. Ia terus menjerit pilu di sisi jasad si betina
Stand beside her and scream saddened of her death
Sadar bahwa si betina tak mungkin hidup lagi, si burung jantan tetap bertahan di sisi jasad beku itu dengan segala kesedihan
Finally aware that she would not return to him and she has departed, stands beside her body, sad and sorrow
(Foto ini dilaporkan diambil di wilayah Ukraina, negeri yang dulu pernah menjadi bagian Uni Sovyet).
Photos of two birds are said to have been taken in the Republic of Ukraine Where the bird is trying to save his mate. Millions of people cry after watching this picture in America and Europe
7:58:00 AM
Peak
Meski doa seringkali juga disebut sebagai nafas hidup orang Kristen, tapi banyak orang Kristen sekalipun yang mengalami hambatan dalam berdoa. Hambatan itu bisa jadi karena :
1. Kekristenan yang pura-pura.
Kita berdoa, tapi tak lagi percaya pada Yesus, Alkitab, dan kekristenan. Kita mungkin masih mendua hati, kita masih menggantungkan harapa pada sesuatu selain Kristus, kita masih sombong dan lebih percaya pada kemampuan diri sendiri. Bukan berarti Tuhan tidak akan mendengarkan doa orang yang belum percaya. Tapi, doa yang ingin Tuhan dengan dari bibri orang yang belum percaya adalah doa pertobatan. Kita mungkin juga tidak berdoa dalam nama Yesus. Ini bukan berarti setiap doa yang memuat kalimat "dalam nama Yesus" pasti dikabulkan. Betapapun indah dan meyakinkannya kata-kata doa, tidak akan berarti apa-apa jika tak ada iman. Berdoa dalam nama Yesus berarti kita memanjatkan doa kita dengan iman bahwa hanya kepada Yesus saja kita berdoa, dan bahwa hanya Dia saja yang bisa menjawab doa kita seturut dengan kehendak-Nya.
2. Doa duniawi; doa yang hanya mementingkan diri.
Yakobus 4:3-4 mendeskripsikan doa sejenis ini sebagai permohonan doa untuk hal-hal yang "hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu". Kita memperlakukan Tuhan sebagai mesin pemberi berkat, akibatnya kita hanya berdoa untuk hal-hal duniawi, hal-hal yang hanya menuruti keinginan daging kita. Lebih parah, ada juga yang bahkan merasa menerima 'nubuat' akan hal-hal yang indah bagi daging, padahal itu palsu. Hal ini sangat berbahaya karena nubuat palsu itu bisa jadi malah membuat kita memberontak pada Allah. Pastikan doa kita adalah menurut kehendak-Nya dan belajarlah mengenali suara Sang Gembala.
3. Tidak adanya pertobatan dan pengampunan.
Dalam Doa Bapa Kami, ada kalimat "ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" - Matius 6:12. Ini masih berhubungan dengan hukum tabur tuai (lihat Mat 6:14-15). Akar pahit, sikap tidak mau berdamai dengan sesama atau dengan dirinya sendiri, dan sikap menghakimi juga dapat menjadi penghambat doa kita didengar Tuhan. Jika semua hal itu masih ada dalam diri Anda, yang Tuhan ingin dengar dari doa Anda saat ini adalah doa pertobatan dan melepaskan pengampunan. Anda juga dapat meminta bantuan doa dari saudara seiman untuk sama-sama berdoa mengenai ini.
4. Menyakiti orang lain
Hambatan yang lain dapat membuat doa Anda tidak dijawab adalah karena Anda masih menyakiti orang lain. Barangkali Anda masih marah setelah bertengkar dengan pasangan atau keluarga, dsb. Alkitab menyatakan bahwa jika kita datang ke hadirat Allah dengan hati masih menyimpan dendam atau kebencian terhadap sesama, kita harus membereskannya lebih dulu (Mat 5:23-24). Jadi, jika ingin doa kita didengar, sekali lagi kita harus lebih dulu bertobat, mengadakan pemberesan atau mengusahakan ganti rugi terhadap orang yang kita sakiti. Waspadai pikiran-pikiran yang berusaha merasionalkan pelanggaran dan dosa kita dengan berbagai macam dalih. PIkkiran itupun dapat menghambat doa kita didengar Tuhan karena Dia mengetahui isi hati manusia. Demikian pula jika memang benar bahwa Anda yang menjadi korban dari pelanggaran atau kejahatan orang lain, sikapilah itu dengan cara yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan.