Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 September 2009

Dilahirkan Untuk Kemenangan

Yohanes 16:33 "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 69; Ibrani 3; Mikha 6-7

Yesus berkata selama Anda hidup di dunia, Anda pasti akan mengalami kesukaran. Tetapi, bukan hanya ada di dalam dunia. Anda ada dalam Yesus di dalam dunia, dan itulah yang membedakannya. Anda ada di dalam Dia dan Dia telah mengalahkan setiap jenis kesukaran yang ada.

Sebagai Anak Allah, Anda bukanlah pihak yang kalah, yang berusaha beroleh kemenangan. Anda adalah pemenang, dan iblis berusaha merampas Anda dari kemenangan yang memang milik Anda.

Ketika Anda menjadikan Yesus sebagai Tuhan, Anda dilahirkan ke dalam kemenangan karena Pemenang itu datang untuk untuk di dalam Anda. Pikirkanlah itu. Yesus yang berkemenangan. Dia yang diurapi. Tuhan yang dimuliakan dan dibangkitkan. Penguasa alam semesta.

Oleh karena itu, bergembiralah! Miliki "sejahtera dan keyakinan sempurna." Itulah Yesus yang hidup di dalam Anda.

Takdir Anda di dalam dunia ini sesungguhnya telah berubah saat Anda mengalami kelahiran baru dalam Kristus, yakni dari seorang pecundang menjadi seorang pemenang

Jawaban.com

Tangan Hampa

Seseorang dinyatakan oleh dokter ahli bahwa usianya tidak akan lama lagi. Penyakit yang dideritanya telah menggerogoti hidupnya. Mendengar vonis yang menyedihkan itu, dia meminta Pendeta untuk datang dan mendoakannya. Ketika Pendeta mengetahui kondisinya yang demikian parah dia pun berkeinginan untuk menanyakan sesuatu kepadanya.

"Jika Tuhan menghendaki engkau menghadap kepada-Nya, apakah engkau rela dalam menghadapi kenyataan ini? Apakah engkau meyakini kepastian keselamatan berada dipihakmu?"

"Ya, saya meyakini semuanya itu."

Ketika mengucapkan kalimat yang terakhir ini, dia langsung menangis. Pendeta yang ada di tempat itupun menjadi bingung. Sebab sebelumnya dia meyakini kepastian keselamatan menjadi miliknya, tetapi mengapa tiba-tiba menangis.  Tanda tanya besarpun memenuhi hati Pendeta ini. Oleh sebab itu, dia memberanikan diri dan menanyakan sesuatu kepadanya.

"Tadi engkau berkata bahwa, keselamatan telah menjadi milikmu. Surga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupanmu, sekarang mengapa harus menangis?"

Akhirnya dia menjelaskan penyebab utama mengapa dia menangis. Dengan tersedu-sedu dia mengaku bahwa waktunya telah habis, telah banyak anugerah Tuhan yang diterimanya. Namun, tidak ada sesuatupun yang dipersembahkannya kepada Tuhan - ketika menghadap Tuhan.

Terlarut dalam kesedihan itu, akhirnya Pendeta pun memintanya untuk menuangkan dalam tulisan, perasaan yang dialaminya saat itu. Dengan linangan air mata, dia menuliskan kalimat-kalimat berikut ini :

Dapatkah aku menghadap Tuhan dengan tangan hampa? Jiwaku sudah diselamatkan, tetapi aku belum mengerjakan apa-apa bagi Tuhan Bagaimana aku berjumpa dengan dia?

Selesai menuliskan kalimat-kalimat di atas, akhirnya orang ini meninggal. Kemudian Pendeta tersebut mencarikan komponis Kristen yang mencintai Tuhan. Pendeta tersebut meminta kepadanya agar kalimat di atas dijadikan lagu.  Lalu, di tangan komponis ini kalimat lagu tersebut digubah dan akhirnya menjadi lagu abadi yang dinyanyikan oleh gereja Tuhan hingga sekarang ini.

Waktu yang kita miliki sangat singkat. Setiap detik yang kita lewati tidak akan terulang lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Mungkin besok atau hari ini engkau dipanggil kepangkuan-Nya. Apakah engkau sudah siap ketika menghadap Tuhan dengan hidup yang berbuah bagi Injil-Nya? Ataukah sebaliknya engkau menghadap Tuhan dengan tangan hampa. Tidak ada yang engkau kerjakan bagi-Nya?

Jawablah dengan jujur. Kalau belum, mulailah pikirkan dan kerjakan sekarang juga. Begitu banyak anugerah Allah yang engkau nikmati. Tidakkah engkau rindu anugerah yang sama dinikmati juga oleh orang lain?

Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan