Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 July 2008

Completely Satisfied

Today's Scripture

“Blessed, fortunate, happy and spiritually prosperous…are those who hunger and thirst for righteousness, uprightness and right standing with God, for they shall be completely satisfied” (Matthew 5:6 AMP).

Today's Word from Joel and Victoria

God longs to pour out his abundant blessing on every area of your life. He wants you to live completely satisfied. When you hunger and thirst for righteousness--God’s way of doing things--then you will live in complete satisfaction. You direct your hunger by choosing what you focus on. For example, if you focus on your favorite food, if you start thinking about it early in the morning, and all throughout the day, chances are, by the end of the day you’ll be eating it! What you give your attention to, you will desire. In the same way, the more you give your attention to God and His Word, the more you will hunger for Him. Just like the scripture promises, when you hunger for righteousness, you will be completely satisfied. The world offers so many things for you to give your attention to, but they aren’t things that will satisfy. You might think you want a particular car, or certain clothes, or live in a particular neighborhood. There’s nothing wrong with those things, but understand that “things” won’t ever satisfy you. Recognize that only God will satisfy you. As you hunger for Him, you’ll live in peace and blessing and live completely satisfied all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in Heaven, I come to You today, I ask for forgiveness for allowing anything to capture my heart and attention more than You. I choose today to give You top priority, and choose to hunger for Your righteousness. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

Dimerdekakan

“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Roma 8:2)

Kapten dari kapal yang saya tumpangi nampak sangat ahli dan mampu dalam memegang kemudi, tetapi dia ternyata terbukti punya maksud-maksud tujuan yang jahat. Dia angkuh, dan sombong, dan seringkali mengarahkan kami ke tujuan-tujuan yang bisa merusak.

Kemudian kapal lain mendekat, dan kapten yang sebenarnya naik ke kapal. Kapten kapal palsu yang jahat itupun ditangkap, diikat dengan rantai dan dimasukkan ke ruang tahanan. Nasibnya sudah ditentukan. Nanti saat kami sampai di pelabuhan dan mendarat, dia akan dijatuhi hukuman mati.

Tetapi sesekali saya masih dapat mendengar dia meneriakkan aba-aba dan perintah dari ruang tahanan. Tanpa saya sadari, saya pun mulai mematuhi suaranya, sebelum mempengaruhi diri saya. Sering kali dia menggodai saya untuk mengarahkan kemudi kapal ke tempat-tempat yang berbahaya.

Tetapi dia diikat. Dia tidak lagi punya kekuatan untuk memaksa saya mentaati kemauannya yang jahat. Saya bebas, merdeka untuk kembali kepada kapten saya yang benar, tunduk pada petunjuk dan tuntutannya, dan mengijinkan dia untuk membawa saya ke jalur yang aman, tenang dan merapat di pelabuhan dengan selamat.

Demikian juga Kristus, Kapten yang benar dari kehidupan saya, sudah memerdekakan saya dari kuasa dosa dan kematian. Saya bebas, merdeka untuk berkata “tidak” pada dosa dan berkata “ya” pada kebenaran.

Barangkali saya masih saja mendengar teriakan-teriakannya yang mencoba untuk mempengaruhi, tetapi kehidupan lama sudah ditentukan untuk mati. Saya bebas, merdeka untuk mentaati Guru saya yang baru, dan menghasilkan buah rohani dari kehidupan kudus.

Doa: “Aku memuji Engkau dan berterima kasih TUHAN, karena sudah memerdekakan aku dari kuasa dosa dan kematian. Tolonglah aku untuk hidup dalam ketaatan dan sukacita pada suara-Mu.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta

Never Ever Give Up!

Anjing aja pantang menyerah, seharusnya kita juga bisa. SO NEVER EVER EVER GIVE UP NO MATTER WHAT!!!

1 

113456789102

Humor : Pencuri VS Petani

Suatu malam, rumah petani yang miskin disantroni maling. Maling masuk melalui jendela kamar si petani yang memang tidak ada kuncinya. Si petani sadar akan kehadiran si pencuri. Karena dinginnya angin malam yang berhembus masuk ke dalam kamarnya, tapi ia pura-pura tidur dengan nyenyaknya. Ia pikir, apalah yang akan diambil si pencuri. Ia adalah seorang petani yang miskin. Rumahnya tidak ada apa-apanya. Sedangkan baju yang ia punyai sekarang, semuanya dipakai sebagai selimut. Lebih baik ia berdiam sendiri saja agar si pencuri dapat keluar meninggalkannya dengan selamat.

Dalam kegelapan, si pencuri mencari-cari. Tetapi ia tidak menemukan sesuatu barangpun. Akhirnya si pencuri menemukan guci penyimpanan beras sang petani. Dasar pencuri, beraspun ia sikat. Pelan-pelan ia membuka dan membentangkan jaketnya di lantai. Tanpa bersuara ia berusaha menuangkan beras ke atas jaketnya. Di dalam kegelapan itu, sang petani masih bisa melihat ulah si pencuri. Ketika si pencuri asyik mengangkat guci, dengan kakinya sang petani mengait jaket si pencuri dan menyimpannya di balik punggungnya. Setelah selesai menuangkan beras, si pencuri berusaha mencari-cari ujung jaketnya untuk mengikat beras itu. Tanpa sadar ia berkata, "hah...mana jaketku?".

Istri petani terbangun karena kaget mendengar suara itu lalu berkata kepada suaminya, "Pa, ada pencuri!" Sang petani berkata kepada isterinya sambil berpura-pura masih lelap, "Tidurlah sayang, mana ada pencuri disini...". Rupanya sang pencuri tidak tahan lagi, ia segera menimpali, "Tidak ada pencuri gimana? Lalu jaket saya siapa yang mengambil?"

30 July 2008

Sederhana Tapi Berharga

Nats : Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1Samuel 16:7)

Bacaan : Kisah Para Rasul 9:36-39

Bila ditanya tentang pelayanan yang paling berharga bagi Allah, kebanyakan kita akan langsung berpikir tentang pelayanan gerejawi yang biasa dilakukan; misalnya memimpin pujian, menyanyi dalam paduan suara, penginjilan pribadi, pelawatan, dan sebagainya. Padahal, sesungguhnya pelayanan yang dilakukan bagi Tuhan bisa lebih banyak bentuk dan luas cakupannya.

Cerita tentang Dorkas membukakan wawasan kita tentang arti sebuah pelayanan. Alkitab tidak terlalu banyak memberi keterangan mengenai Dorkas. Ia hanya disebut sebagai seorang murid perempuan dari Yope, yang memiliki nama lain Tabita (ayat 36). Namun, Alkitab mencatat bahwa ia adalah wanita yang banyak berbuat baik dan memberi sedekah, khususnya menjahit pakaian bagi para janda (ayat 39). Jika dibandingkan dengan Petrus atau Paulus, nama Dorkas memang kurang populer. Pekerjaan yang dilakukannya pun tak sehebat murid Yesus yang lain. Namun, apa yang telah dilakukannya berharga bagi Allah.

Ya, inilah pelayanan yang berharga di mata Allah. Allah tidak menilai pelayanan dari seberapa banyak pelayanan yang telah dilakukan, tetapi dari sikap hati sang pelayan (1Samuel 16:7). Melayani Allah, sekecil apa pun, bila diiringi motivasi untuk memuliakan Allah dan dilakukan dengan tulus hati, maka pelayanan itu berharga bagi-Nya. Sebaliknya, meski pelayanan kita tampak luar biasa tetapi tidak dilakukan dengan tulus atau didasari motivasi memuliakan diri sendiri, maka hasilnya tak akan berarti di hadapan Allah. Sudahkah pelayanan kita didasari motivasi yang murni dan dikerjakan dengan tulus? -RY

PERBUATAN SEDERHANA YANG DILAKUKAN DENGAN TULUS
PASTI MENJADI BERKAT YANG BERHARGA

SABDA.org

The Place of Blessing

Today's Scripture

“Then the word of the Lord came to Elijah: Leave here, turn eastward and hide in the Kerith Ravine, east of the Jordan. You will drink from the brook, and I have ordered the ravens to feed you there” (I Kings 17:2-4).

Today's Word from Joel and Victoria

As a child of the Most High God, your steps are ordered by Him. He has a specific place of blessing prepared for you. When you live a life of obedience to the Word of God, He promises to supply every one of your needs. Just as God directed Elijah to his place of blessing, God is directing you, too. He’s aligning the right opportunities for you and causing the right people to come along your path to help you get ahead. He’s constantly working behind the scenes on your behalf. But you have to do your part to keep your heart open by following His Word and keeping an attitude of faith and expectancy. A major key to keeping your heart in the right place is choosing peace and unity. The Bible says that when we live in unity, there He has commanded the blessing. And when your heart is in the place of blessing, the rest of your life will be in the place of blessing, too!

A Prayer for Today

Heavenly Father, I come to You with a grateful heart. Thank You for leading me and directing my steps. Help me to see others the way You see them so I can honor You and live in unity all the days of my life. In Jesus’ Name, Amen.

Joel Osteen Ministries

Kunci Sukses Gereja di China

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?!

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa menggoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya tidak punya band. Kita hanya kebaktian menggunakan piano. Yang bermain piano juga biasa aja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Tidak ada yang punya kemampuan MC yang wah … yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Tidak ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Waktu pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tahu, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa mengerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?!

Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! BUKAN.

Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama. PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada Pengabaran Injil. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan ?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!

Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka 'beda' dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …

Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya tidak percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis, menurut kita itu tidak happy ending, tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 orang itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis, dia menyesal kenapa tidak dari dulu percaya Tuhan!

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya 'akhirnya happy ending' penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia tidak. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah, akhirnya MATI. Tidak happy end kan? Itu kan menurut kita, menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (tidak disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There's A God).

Guys, can u see the difference?!

Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! Itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.

Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwadan JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru, boro-boro mikir mobil, punya sepeda aja udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang lain juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.

Tidak heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. Yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana Tuhan tidak mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya tidak bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. Tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal Pengabaran Injil?!?! 1 bulan 1 kali, itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan tidak ada yang bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia tidak bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih tidak heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju! JIWA-JIWA. Itu hati Tuhan.

Di Indo kita ribut soal transformasi, tapi masalahnya itu tidak akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya, saya... saya... saya... dan saya. Selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya, non sense. Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja, pernah tidak sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!

Guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. Pikirkan orang laen! Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!

Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Tidak saling berantem. Tidak saling tuding-tuding, "Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling sah." Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik, kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan, bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …

Saya rindu itu sudah terjadi sebelum Tuhan Yesus datang kembali …

Oleh : Grace Suryani

29 July 2008

Tirai Panggung Yang Tidak Akan Tertutup

Sampai sekarang, saya masih ingat bagaimana saya berkenalan dengan Chang Yi Hsiung.

Pada suatu hari, saya menyetir mobil melewati Kwang Fu Road, Sin Chu, tiba2 melihat seorang nenek yang usianya sangat tinggi jatuh dijalanan dan tidak bisa berdiri kembali. Saya hentikan mobil untuk menolongnya, kebetulan juga ada seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor ikut berhenti membantu saya. Kami berdua bersama2 mengangkat nenek tersebut. Ke dalam mobil saya, saya minta pemuda itu ikut bantu menjagai nenek tersebut dan tanpa ragu2 ia mengatakan ya. Pemuda tersebut adalah Chang Yi Hsiung.

Kami lalu mengatarkan nenek ini ke rumah sakit yg terdekat. Dalam perjalanan, dari kaca spion, terlihat oleh saya wajah Chang sinar yang sangat lembut, dengan sangat hati2 ia memegang nenek itu agar dapat menyandarkan dirinya dipundaknya, sementara tangan nenek juga dipegangnya seolah2 untuk menenangkannya. Walau tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya Chang, tetapi dari tingkah laku ketahuan bahwa dia sedang menenangkan dan menghibur hati nenek itu.

Sampai di rumah sakit, nenek tersebut diperiksa dokter, untung tidak ada masalah serius, hanya karena usia tinggi saja dia tak berdaya. Maka saya telepon ke pos polisi terdekat untuk memberitahukan kejadian tersebut. Kebetulan sekali, anak dari nenek ini sedang mencari ibunya melalui pos polisi juga. Segera dia datang ke rumah sakit, saya dapat melihat yang namanya anak ini, sudah berusia sekitar tujuh puluhan, jadi nenek itu sudah berumur sekitar sembilan puluhan.

Pada saat saya sedang telepon, sejengkalpun Chang tidak meninggalkan nenek itu, satu tangannya masih memegang tangan nenek erat2, satu tangan lagi dengan ringan menepuk punggung nenek, sedangkan mulut nenek komat kamit entah berbicara apa tidak ada yang tahu, dengan tatapan mata berharap kepada Chang, dan Chang juga balik menatap nenek dengan lembut.

Setelah anak nenek bertemu dengan ibunya, kamipun meninggalkan rumah sakit. Saya antar Chang kembali ke Kwang Fu Road untuk mengambil sepeda motornya, dalam perjalanan, saya tidak dapat tahan ingin tahu apakah Chang adalah seorang imam gereja, karena begitu lembutnya, begitu sabarnya dia, sikap yg begini jarang sekali terlihat pada diri orang muda biasa.

Chang sangat senang mendengar ungkapan saya, dia bilang dia bukanlah seorang imam, tetapi adalah murid dari akademi kesenian bagian drama, dia bilang bahwa dia sebenarnya sedang coba memerankan sesuatu, karena kebetulan dalam waktu dekat dia akan naik panggung memerankan seorang pastor. Oleh karena itu, begitu dia naik mobil, dia sudah mulai berperan, dia tanya kepada saya, bagaimana permainannya, saya jawab bahwa saya sama sekali tidak tahu dia itu sedang bermain sandiwara. Chang lalu berkata, sebenarnya walaupun semulanya dia mempraktekkan peranannya, akan tetapi sesampai dirumah sakit sudah tidak demikian. Artinya, kepercayaan dan kebergantungan si nenek terhadap dia membuat dia tidak bisa lagi bermain sandiwara. Chang berkata bahwa saat2 dirumah sakit tadi itu memberikan dia suatu pengalaman baru, dan juga akan merupakan satu kenangan yang indah bagi dia dikemudian hari.

Chang adalah orang muda yg riang, banyak berbicara, dari situ saya tahu bahwa bapaknya adalah profesor fakultas mass media dari universitas Ching Hwa. Rupanya bapaknya adalah teman saya juga, begitulah kecilnya dunia ini. Setelah peristiwa tersebut., saya sempat menyaksikan beberapa pertunjukan Chang di panggung, sebagai orang yang tidak mendalami dibidang tsb., saya tidak dapat mengeritik apakah Chang itu seorang pemain drama / sandiwara yang baik atau bukan, akan tetapi saya rasa, apapun yang diperankannya, selalu mirip sekali dengan peranan itu. Bapaknya Chang memberitahukan saya bahwa anaknya itu serius sekali dalam mengerjakan tugasnya, sebelum berperan sebagai seorang pastor, dia mencari seorang pastor dan minta untuk tinggal bersamanya selama 2 minggu, juga pada kesempatan itu belajar agama.

Sekali waktu dia memeran kuli bangunan jalan, betul2 dia melakukan kerja kasar selama seminggu. Tentulah dia sangat bagus dalam setiap peranannya. Tapi hal yang kemudian mengejutkan saya adalah, Chang mengatakan dia akan menjadi pastor, begitu riang dan lincahnya orang muda ini, mengambil keputusan untuk menjadi pastor, tentunya sangat mengherankan. Setelah saya tahu dari bapaknya, bahwa karena mau memerankan pastor, dia lalu berkenalan dengan seorang pastor, selanjutnya menjadi seorang umat katolik, dan terakhir ingin menjadi pastor. Kata bapaknya, sebenarnya tidaklah mengherankan, karena dibelakang sikap Chang yang lincah itu, sesungguhnya dia adalah seorang pemuda yang sangat serius dalam kehidupan sehari2nya.

Beberapa tahun kemudian, saya diundang untuk menghadiri pentabisan Chang sebagai seorang gembala gereja, upacara berlangsung sangat takjub, satu saat Chang menerungkupkan dirinya total dilantai, waktu itu saya berpikir dalam hati. Chang, Chang, jangan2 apakah ini sandiwara saja?! Saya tahu Chang memulai tugasnya melayani mahasiswa/i, dia pintar nyanyi, main gitar, dengan gampang bergaul baik dengan para mahasiswa. Setahun kemudian, tiba2 dia bilang mau membawa terang dan hangat dari Yesus ke sudut yang gelap, dengan persetujuan uskup, dia membawa injil kedalam penjara. Dia menulis surat ke saya, bahwa untuk memerankan seorang gembala yang baik disana adalah pekerjaan yg sangat sulit dan pahit.

Saya juga ada kontak dengan bapaknya Chang, dari dia saya tahu bahwa walaupun Chang sangat serius dalam melayani, akan tetapi kebanyakan narapidana bereaksi dingin terhadapnya. Sampai pada minggu lalu, saya membaca di koran, bagaimana pastor Chang disenangi oleh para narapidana di dalam penjara itu, bahwa sekarang mereka senang sekali menghadiri misanya. Saya berusaha untuk mengunjungi masuk kedalam penjara itu, maksud hanya satu, ingin tahu apa yg membuat pastor Chang sangat disenangi disitu.

Tiba saatnya saya sedang keliling melihat suasana dalam penjara itu, terlihat oleh saya seorang kacung sedang mencuci kakus, dia menegur saya, “Bukannya kamu profesor Li?”. Segera juga saya mengenalnya, dan seketika itu mulut saya terganga tidak dapat bersuara, rupanya pastor kita sedang mencuci kakus.

Kepala jawatan penjara membertahukan kepada saya, bahwa pastor Chang benar telah berubah menjadi kacung di dalam penjara. Dia mengerjakan apa saja, cuci kakus, menyapu, membersihkan jendela kaca, sampai tanam bunga dan potong rumput. Dia tinggal didalam penjara, makan bersama2 para pidana, karena dia adalah seorang imam, setiap hari mengadakan misa, lalu meluangkan waktu untuk mengajar, pada malam harinya memberitakan injil. Walaupun dia pastor, dia betul2 adalah kacung.

Pada saat saya pamit, Chang mengantar saya keluar, saya tanya mengapa kali ini kamu bisa sukses? Dia jawab, karena kali ini perannya adalah diri Yesus sendiri, dia berpikir lama, dan akhirnya sadar, bahwa kalau Yesus datang kedunia ini untuk mewartakan injil, Yesus pasti tidak akan berdiri diposisi tinggi mengabarkan warta gembiranya, pasti dia akan dengan sangat rendah hati memberi pelayanannya. Maka, dia memutuskan untuk menjadi seorang kacung yang memberikan pelayanan dari paling bawah, dan tinggal terus didalam penjara, walaupun ada pidana yg sudah meninggalkan tempat itu, dia sendiri masih tetap tinggal disitu. Pada malam tahun baru yang seharusnya pulang kerumah bapaknya, dia juga bersikeras untuk menemani yang masih dipenjara.

Saya lalu tanya, “Apakah kamu kali ini bersandiwara lagi?”

Jawabnya, “Boleh saja anda bilang begitu, akan tetapi peranan ini, tidak ada istilah diatas panggung, dibawah panggung, tidak ada juga istilah didepan panggung atau dibelakang panggung, jika mau mejalankan peranan ini, tirai panggung selamanya tidak akan ditutup.”

Sepanjang jalan kami menuju keluar penjara, dimana harus melewati beberapa pintu besi, sampai disatu pintu besi dimana narapidana tidak dapat melewatinya, Chang berhenti mengantarkan saya. Saya keluar, dia tinggal didalam. Dia melambaikan tangannya kepada saya dari dalam, sayapun mengerti akhirnya, apa artinya yang disebut “Tirai panggung yang selamanya tidak akan ditutup.”

Penulis: Prof Li Chia Thung
Publikasi: World Journal
Diterjemahkan oleh: Jennie Lo

Dan ketahuilah, AKU menyertai kamu senantiasa sampai kepada Akhir Zaman.

Your Tounge Can Be Your Worst Enemy!

Your words, your dreams, and your thoughts have power to create conditions in your life. What you speak about, you can bring about.

If you keep saying you can't stand your job, you might lose your job.
If you keep saying you can't stand your body, your body can become sick.
If you keep saying you can't stand your car, your car could be stolen or just stop operating.
If you keep saying you're broke, guess what? You'll always be broke.
If you keep saying you can't trust a man or trust a woman, you will always find someone in your life to hurt and betray you.
If you keep saying you can't find a job, you will remain unemployed.
If you keep saying you can't find someone to love you or believe in you, your very thought will attract more experiences to confirm your beliefs.
If you keep talking about a divorce or break up in a relationship, then you might end up with it.

Turn your thoughts and conversations around to be more positiveand power packed with faith, hope, love and action.

Don't be afraid to believe that you can have what you want and deserve.

Watch your Thoughts, they become words.
Watch your Words
, they become actions.
Watch your Actions
, they become habits.
Watch your Habits
, they become character.
Watch your Character
, for it becomes your Destiny.

The minute you settle for less than you deserve, you get even less than you settle for.

Thought I would share this with you.
In the search for Me, I discovered Truth.
In the search for Truth
, I discovered Love.
In the search for Love
, I discovered GOD.
And in God,
I have found Everything.

Be Blessed

Watch how your circumstances and situations begin to change when you change the way you speak.

Rasa Cinta

Nats : Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari (Mazmur 119:97)

Bacaan : Mazmur 119:97-105

Rasa cinta itu unik. Cinta membuat hati sepasang kekasih tak terpisahkan seperti magnet. Keduanya merasa ingin selalu dekat. Jika berpisah beberapa saat saja, rasa rindu segera menyerang. Siang dan malam, wajah sang kekasih selalu terbayang. Apa yang sang kekasih ucapkan selalu terngiang. Hati menjadi resah, sebelum tiba waktunya mereka berjumpa lagi.

Dalam Mazmur 119, Daud berbicara tentang cinta. Namun bukan cinta pada seseorang, melainkan cinta pada firman Tuhan. Di matanya, merenungkan dan mempraktikkan hukum Tuhan bukanlah sebuah beban, melainkan justru sebuah kesukaan. Hobi. "Betapa kucintai taurat-Mu!" katanya. Ibarat orang sedang jatuh cinta, Daud merenungkan firman itu siang dan malam. Apa yang membuatnya jatuh cinta pada firman Tuhan? Daud menemukan bahwa firman Tuhan itu begitu ampuh. Firman itu menjadikannya orang bijak yang disegani siapa pun (ayat 99-101). Firman itu memberinya janji yang manis dan menghibur saat susah (ayat 103). Firman itu menolongnya membenci apa yang Tuhan benci (ayat 104) dan mengarahkan masa depannya ke arah yang Tuhan mau (ayat 105). Bagi Daud, orang yang tidak hidup dekat dengan firman, mengalami kerugian besar!

Seberapa besar rasa cinta Anda pada firman Tuhan? Bagi Anda, apakah membaca Alkitab merupakan kesukaan atau beban? Pandanglah firman Tuhan sebagai e-mail harian penting dari Tuhan bagi Anda. Ada banyak janji, nasihat, petunjuk hikmat yang Tuhan ingin sampaikan kepada Anda setiap hari. Baca dan renungkan. Jangan dilewatkan, nanti kita yang rugi -JTI

ISI FIRMAN TUHAN BUKANLAH ATURAN YANG MENEKAN
MELAINKAN KABAR BAIK YANG MEMBEBASKAN

SABDA.org

Bebas Dari Tangan Lucifer

Nama saya Ludi Hasibuan. Melalui tulisan ini saya ingin bersaksi tentang pengalaman "pelepasan" yang dialami oleh saudaraku Ryan (17). Kisah ini diangkat berdasarkan kesaksian yang dialami, dirasakan, dilihat oleh Ryan. Semua ditulis berdasarkan cerita apa adanya. Tidak ada penambahan atau pengurangan.

Sabtu, 9 Januari 2004 saya bersama saudara-saudara berkumpul disebuah rumah dikawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur untuk melakukan kebaktian "pelepasan" (melepaskan seseorang dari belunggu kuasa kegelapan). Kebaktian ini dipimpin oleh Pendeta Joshua Tumakaka dari Gereja Tiberias Indonesia.

Kebaktian dimulai pukul 17.00 WIB dengan mengangkat puji-pujian kepada Tuhan Yesus. Setelah itu dilanjutkan dengan doa dan mendengarkan firman Tuhan. Pendeta Joshua Tumakaka, meminta Ryan untuk membaca firman Tuhan dari Yohanes 10:10. Awalnya Ryan ngedumel dan melontarkan makian kenapa dirinya yang disuruh membaca firman Tuhan. Kenapa tidak orang lain yang disuruh membaca? Setelah dibujuk, ia mau membacanya tapi ia tidak bisa membaca firman tersebut melalui Alkitab yang diberikan ibunya. Setelah memakai Alkitab dari pendeta Johua Tumakaka, ia baru bisa membacanya. Ketika pendeta menjelaskan keselamatan ada pada diri Yesus Kristus, Ryan memperlihatkan tingkah laku yang melecehkan dan menghina pendeta.

Pendeta Joshua Tumakaka meminta Ryan untuk membaca kembali firman Tuhan. Ryan dengan nada marah dan menghina pendeta menolak permintaan tersebut. Tapi setelah dibujuk untuk membaca kembali, ia pun mau tapi ini untuk yang terakhir kalinya.

Pendeta Joshua Tumakaka mengakui kalau Ryan berada dibawah pengaruh kuasa gelap. Ia harus diselamatkan tapi sebelum itu dilakukan ia ingin agar kedua orang tua Ryan terlebih dahulu melakukan pertobatan dan pelepasan. Saat itu juga berlangsung pelepasan dan pertobatan dari kedua orang tua Ryan dan adik-adiknya. Setelah itu baru dilakukan pelepasan terhadap Ryan.

Ketika pendeta mendoakan dan memberikan minyak urapan kepada diri Ryan, Ryan pun menjerit-jerit kesakitan, memberontak dan marah. Padahal saat itu kondisi Ryan dalam keadaan sakit. Kaki kirinya patah dan belum pulih tapi ia mempunyai kekuatan yang luar biasa. Ia bisa memberontak melawan 5 orang dewasa yang berbadan besar. Ryan berubah menjadi liar, sorot matanya merah dan melotot. Ia memandang orang sekitarnya dengan sorot mata mengancam. Ia pun mengeluarkan kata-kata cacian, makian dan mengancam untuk membunuh orang-orang yang ada disekitarnya.

Saat itu diri Ryan berada di dalam dua dimensi atau dua kepribadian. Dimensi pertama adalah Ryan yang berteriak minta tolong diselamatkan oleh Yesus Kristus. Dimensi kedua adalah Ryan yang berada dibawah kendali kuasa gelap (ditangan Lucifer).

Ketika Ryan ada dalam dimensi pertama, ia memberitahu pendeta bahwa disekitar itu ada "Lucifer". Ia mengatakan kalau "Lucifer" lah yang mengikat dirinya. Ia meminta tolong untuk diselamatkan.

Dalam dimensi kedua, Lucifer mengatakan kalau Ryan telah diangkat sebagai salah seorang panglima kuasa kegelapan. Ia telah menjadi salah satu orang kepercayaan "Lucifer". Tugas Ryan adalah menjadi pengatur (operator) program computer yang bisa membuat semua manusia patuh dan menurut. Ryan yang akan bertugas mengatur manusia dengan memakai symbol 666.

Kamipun berdoa dan mengangkat puji-pijian kepada Tuhan Yesus untuk membebaskan Ryan dari tangan Lucifer. Dalam kondisi dimensi kedua, Ryan mulai memaki, mencaci, menghina, meludahi pendeta, memukul dan menendang orang-orang yang mendoakannya. Ryan bahkan dengan angkuhnya duduk seperti seorang raja yang sombong dengan mulut yang menyeringai (mungkin ini yang dimaksud senyuman sombong si iblis) serta tangan seolah-olah memegang tongkat. Ia memerintahkan para legion (setan yang diusir Yesus Kristus masuk ke dalam tubuh babi) untuk membunuh kami. Ia juga memerintahkan "Balthazor" (salah satu setan lainnya) untuk membinasakan kami semua yang ada disana. Disamping itu ia pun menghina dengan kata-kata bahwa keselamatan hanya ada ditangan Lucifer. Yesus tidak menyelamatkan, Roh Kudus bohong belaka. Bahkan Lucifer mengatakan bahwa Yesus tidak berhak lagi atas hidup Ryan karena Ryan telah menjadi milik Lucifer.

Kami tidak memperdulikan ocehan itu. Kami semua berdoa dan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yesus agar segera membebaskan Ryan dari Lucifer. Tiba-tiba Ryan memasuki dimensi pertama. Ia memberitahu pendeta dan semua orang yang ada disana bahwa dibelakang Lucifer terlihat ada cahaya putih terang penuh kemuliaan. Tuhan Yesus telah datang.

Tapi dalam sekejap Ryan masuk dalam dimensi kedua. Ryan yang berada ditangan Lucifer memaki Ryan yang memohon pertolongan Tuhan Yesus. "Untuk apa berteriak-teriak minta tolong dan memanggil Yesus. Ia tidak memiliki keselamatan!"

Kami lebih bersemangat lagi berdoa dan memanjatkan puji-pujian karena bala tentara surga sudah dekat untuk menolong dan menyelamatkan Ryan. Sementara Ryan dalam dimensi kedua bertambah marah, menghina, mencaci maki karena dirinya merasa semakin kepanasan.

Pendeta Joshua Tumakaka, mengajak seluruh orang yang ada diruangan ini untuk memasuki ruangan kudus karena akan diadakan perjamuan kudus. Yaitu untuk menerima tubuh dan darah Yesus Kristus. Kamipun berdoa dan menyanyikan pujian kepada Yesus Kristus. Ryan dalam dimensi pertama menerima perjamuan kudus berupa tubuh Yesus. Ketika ia memakan hosti, ia pun bergetar dan merasakan kesakitan yang luar biasa. Ryan berteriak kesakitan dan meronta-ronta. Saat hosti itu tertelan dalam mulutnya, Lucifer terpental dari dirinya. Ryan telah menjadi Ryan yang memohon perlindungan Tuhan Yesus. Ryan disuruh pendeta untuk mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan meminta agar Tuhan Yesus menolong dirinya. Awalnya Ryan kesulitan tapi akhirnya ia bisa mengucapkan hal tersebut. Akibatnya Lucifer bertambah lemah dan kalah.

Tak lama kemudian Ryan berteriak, "Ada salib turun dari langit". Ia pun mengatakan kepada kami semua kalau "Lucifer, Legion dan Balthazor tengah berlarian karena diserang oleh malaikat dari surga". Ryan mengatakan kepada pendeta Joshua Tumakaka kalau dirinya melihat di sebelah kiri-kanan pendeta telah berdiri Malaikat Gabriel dan Malaikat Michael. Ia pun memberitahukan kalau dalam ruangan dan rumah ini telah dipenuhi oleh para malaikat untuk menjaga dan mengusir para setan.

Ketika akan memasuki tahap penerimaan darah Yesus dalam perjamuan ini, Ryan melihat ada darah tercurah dari langit. Saat itulah dirinya merasa terbebas seratus persen dari ikatan Lucifer. Ryan pun menangis tersedu-sedu bahkan ia meminta maaf kepada pendeta atas hinaan, cacian dan kata-kata kotor lainnya yang dilakukan oleh Lucifer. Ryan memberitahu kalau rumah ini telah dibentengi dengan kokoh. Di benteng itu terdapat pintu gerbang. Sekarang pintu gerbang itu terbuka dan masuklah dua merpati putih ke dalam rumah ini. Ryan juga memberitahukan kepada semua yang ada di dalam ruangan ini. Ia mendengar suara yang keras dan berdentam dengan wibawa. "Akan datang harinya dimana Aku akan menjemput umatKu."

Kami semua menangis penuh sukacita serta menaikkan ucapan syukur karena Ryan telah diselamatkan dan Tuhan Yesus telah memberitahu bahwa kedatanganNya yang ke dua kali sudah semakin dekat.

Ketika Ryan sadar kembali dalam kondisi normal, ia menceritakan awal mulanya ia terjerat oleh Lucifer. Beberapa tahun yang lalu sebelum tinggal di Jakarta ia berdomisili di Manado, Sulut. Suatu hari bersama ketiga temannya ia bermain perang-perangan disebuah bangunan tua. Ia melihat disekitar bangunan tersebut banyak mobil mewah yang sedang parkir. Hal ini membuat ia bersama temannya penasaran. Ada apa digedung tua itu? Merekapun mengintip. Ternyata disana sedang berlangsung sebuah upacara keagamaan, dimana semua orang memakai jubah hitam dengan tudung kepala. Di dalam gudang itu terdapat pentagram (symbol setan) dan ditengah ruangan itu terdapat upacara pemotongan bayi. Ternyata yang dilihat Ryan adalah sebuah upacara gereja setan. Ia melihat secara langsung sementara temannya lari dan yang satunya jatuh pingsan. Setelah kejadian tersebut dirinya mengalami sakit yang sangat parah. Ia nyaris meninggal dunia. Pada saat dalam kondisi kritis tersebut ia merasa didatangi oleh sesosok pria yang luar biasa gantengnya. Ia mengaku bernama Lucifer dan akan memberikan keselamatan pada Ryan jika ia mau menerimanya. Ryan yang saat itu berusia sekitar 12 tahun, mau menerimanya. Sejak saat itulah ia terikat oleh Lucifer.

Lucifer akan mengangkat Ryan sebagai salah satu panglimanya. Ryan diberi pengetahuan dan kepandaian mengenai computer. Ini terbukti dengan kemampuannya meng'hacker' (masuk ke situs pribadi secara ilegal) situs orang atau membobol pertahanan orang. Kemampuan Ryan dibidang komputer melebihi kemampuan yang dimiliki anak seusianya dibidang komputer. Selain itu Ryan akan menjadi pengatur/operator agar manusia menjadi penurut pada Lucifer dengan memakai symbol 666.

Ia diberitahu oleh Lucifer bahwa saatnya semakin dekat dan Ryan akan menjadi salah satu yang berkuasa didunia selama 3.5 tahun. Tetapi Ryan harus membunuh seseorang dengan panggilan Mongol. Mongol adalah salah seorang pengikut Lucifer yang telah berpaling. Ia kini menjadi pengikut setia Yesus Kristus.

Ketika Ryan diminta membaca Alkitab, ia melihat tulisan yang ada di Alkitab tersebut menjadi terbalik susunan katanya sehingga ia kesulitan membacanya. Setelah memegang Alkitab milik pendeta, ia baru bisa membacanya.

Ketika menyadari bahwa dirinya telah terikat oleh Lucifer, Ryan mencoba melakukan perlawanan. Ia melawan setiap kata Lucifer dengan kata-kata Tuhan Yesus Kristus. Tapi Lucifer pandai bersilat lidah. Ia memutar balikkan omongan dan fakta. Hal inilah yang membuat iman Ryan jadi bertambah lemah. Ia berhadapan dengan Lucifer si penghujat Tuhan. Iman Ryan yang masih berusia belasan tahun masih sangat lemah dan mudah terombang-ambing. Hal ini semakin memudahkan dirinya terjerat.

Sebelumnya bila berada dalam dimensi pertama, Ryan sering meminta bantuan kami untuk segera diadakan pelepasan sebab dirinya sudah tidak kuat lagi menanggung beban.

Dari pengalaman ini dapat ditarik kesimpulan : Ibilis/Lucifer tengah mempersiapkan diri menyongsong akhir jaman dimana manusia akan memakai tanda 666 melalui program komputer. Tuhan Yesus Kristus akan segera datang kembali ke dunia untuk yang ke dua kalinya karena akhir jaman sudah semakin dekat. Bertobatlah!

Oleh : Ludi Hasibuan

Rest for Your Soul

Today's Scripture

“Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest.” (Matthew 11:28).

Today's Word from Joel and Victoria

God wants to give you rest. He wants to refresh and restore your soul, which is your mind, will and emotions. It’s so easy to get caught up in the busyness of life, and before long, your mind, will and emotions are so “spun up” that you can barely think straight! But even among the hustle of life, you can find rest, ease and relaxation. God wants you to enjoy your life. That’s why He tells us to come to Him. When you understand that God wants to take care of everything that concerns you, you will be able to find rest. Imagine that someone came up to you today and said, “Give me all your monthly bills, I’m going to pay them.” You’d get pretty excited, wouldn’t you? But it wouldn’t happen until you did your part to give that person your bills. They couldn’t pay them for you if you never release them. In the same way, when we release our cares and concerns to God, He promises to take care of them. Choose today to release your cares to the Lord. As you do, you’ll find that rest that He promises, and you’ll live the abundant life He has for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I humbly come to you. I choose to cast my cares on You so that I can live in Your rest. Thank You for Your goodness to me. Help me find ways to share Your goodness with those around me today. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

28 July 2008

Sebuah Kemauan

Roma 5:3-4 : "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Pada tahun 1883, seorang insinyur bernama John Roebling terinspirasi untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan kota New York dengan Long Island. Para pakar dunia berpikir bahwa ide John itu mustahil dan menyuruhnya untuk melupakannya. Tidak bakal terealisasi. Tidak praktikal. Tidak akan terselesaikan.

John tidak bisa mengacuhkan visi di dalam pikirannya tentang jembatan ini. Dia memikirkannya sepanjang waktu dan dia tahu dalam hatinya kalau itu pasti bisa terjadi. Dia hanya perlu membagikan impian itu kepada orang lain. Setelah diskusi yang panjang dan lama, ia berhasil meyakinkan anaknya, Washington, seorang insinyur muda bahwa jembatan itu bisa dibangun. Bekerja sama untuk pertama kalinya, ayah dan anak itu membangun konsep jembatan itu. Dengan penuh semangat dan tantangan yang menghadang, mereka mulai memperkerjakan tukang dan membangun jembatan impian itu.

Awalnya proyek ini berjalan baik, tetapi beberapa bulan kemudian terjadi kecelakaan di proyek yang menewaskan John. Washington saat itu selamat dengan luka-luka dan mengalami sedikit kerusakan otak yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan, berbicara bahkan bergerak.

"Sudah dibilang kan, orang gila dan impian gila, suatu kebodohan untuk mengejar visi gila". Semua orang melontarkan komentar dan berpikir kalau proyek itu akan berhenti karena hanya John yang tahu cara membangunnya. Tetapi Washington tidak pernah kecewa. Ia masih punya semangat untuk menyelesaikan jembatan itu. Ia mencoba untuk mendorong dan membagikan semangatnya kepada teman-temannya, tetapi mereka terlalu takut dengan tugas itu.

Washington tidak pernah menyerah. Yang bisa ia lakukan adalah hanya mengobarkan hatinya untuk menggunakan otak dan menggerakkan jarinya untuk memberi instruksi kepada istrinya. Kelihatannya bodoh, tetapi proyek akhirnya berjalan kembali. Selama 13 tahun, Washington menggunakan jarinya untuk memberi instruksi kepada istrinya sampai jembatan itu benar-benar selesai.

Hari ini, Jembatan Brooklyn berdiri dengan kokoh menyiratkan semangat dan kemauan yang tidak pernah padam karena keadaan. Sebuah kebanggan bagi para mandor dan tukang kepada seoarang yang dicemooh oleh setengah penduduk dunia. Juga sebuah monumen cinta dan pengabdian seorang istri yang dengan sabar menyampaikan pesan suaminya dalam pembangunan selama 13 tahun.

Sumber : Devoted Failing Forward

Temukan "Sweet Spot" Anda!

"Sweet Spot" (titik tertentu dalam diri kita yang membuat kita merasa senang melakukan sesuatu). Hidup di sweet spot bergulir seperti kalau ada kita bersepeda menuruni sisi bukit dan di dorong oleh angin. Hidup menjadi manis rasanya apabila anda menemukan sweet spot anda itu. Namun, bagaimana anda melakukannya? Yang diperlukan hanyalah menggali keunikkan anda.

Periksalah kemampuan Anda dan temukanlah apa yang Tuhan tetapkan bagi anda. "Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus" (1 Petrus 4:11). Apabila Allah memberi tugas, dia juga memberi keahlian. Pelajarilah keahlian-keahlian anda untuk menyingkapkan tugas anda.

Anda mempunyai sebuah panggilan luar biasa untuk suatu kehidupan yang luar biasa. "Roh Kudus telah mengaruniakan kepada masing-masing kita jalan istimewa untuk melayani orang lain (1 Korintus 12:7). Betapa kelirunya dalih "saya tidak punya apa-apa untuk diberikan".

Jangan khawatir akan keahlian-keahlian yang tidak anda miliki. Anda hanya perlu mengembangkan keunikan anda. Dan lakukanlah itu untuk membuat perkara besar dari Allah.

"Segala sesuatu berasal dari Allah. Segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya" (Roma 11:36). Kita hadir untuk memperlihatkan Allah, untuk mempertunjukkan kemuliaan-Nya.

Nyatakanlah Dia. Wartakanlah Dia. "Allah telah memberikan berbagai karunia kepada kamu masing-masing dari beraneka ragam kasih karunia-Nya. Kelolalah karunia itu dengan baik ... Maka Allah akan dimuliakan" (1 Petrus 4:10-11)

Perlihatkanlah Allah dengan keunikan Anda. Ketika peran serta anda meningkatkan keharuman nama Allah, hari-hari anda tiba-tiba menjadi manis. Dan agar bisa benar-benar mempermanis dunia anda, pakailah keunikan anda untuk memuliakan Allah ... dalam hidup anda sehari-hari.

Yahweh bekerja pada enam hari pertama penciptaan. Yesus berkata, "Bapa-Ku tidak pernah berhenti bekerja, maka Aku tetap bekerja juga" (Yohanes 5:17). Karier anda menghabiskan setengah dari waktu hidup anda. Apakah empat puluh sampai enam puluh jam seminggu itu tidak menjadi milik-Nya juga?

Dikutip dari : Temukan "Sweet Spot" Anda!, Max Lucado, Gloria Graffa, 2008

Humor : Penjaga Toko

Penjaga toko sangat marah karena di sebelahnya dibuka toko yang mirip dengan tokonya, dan memasang papan pengumuman besar: "Harga Terjangkau".

Kemudian di sebelah kanan tokonya, dibuka juga toko lain yang memasang papan pengumuman yang lebih besar: "Harga Termurah".

Si penjaga toko panik, sampai akhirnya dia dapat ide. Ia memasang papan pengumuman paling besar di tokonya sendiri dengan tulisan

"Pintu Masuk Utama".

Rancanganmu Bukan Rancangan-NYA

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawanya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Allah, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Allah yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Allah. Ia tahu bahwa Allah ada, namun tidak mempercayai-Nya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Allah yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru. Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Allah mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan." Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis. Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah. Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Allah telah memakainya sebagai alat-Nya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.

(Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)
------------ ---------
Untuk dapat melihat kehendak Allah digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Allah dan bukan mengharapkan Allah yang mengikuti anda. (Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)
------------ ---------
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)
------------ ---------
Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu.

Avoid Strife

Today's Scripture

“ It is an honor for a man to cease from strife ” (Proverbs 20:3)

Today's Word from Joel and Victoria

Strife is a very destructive force. It can creep into relationships by starting small, maybe through a comment or a wrong look from someone, and can then escalate into something much bigger. But when you choose to cease from strife and overlook an offense, you are acting honorably, and you are honoring God. How do you avoid strife? The Bible tells us that love covers over many offenses. It means that you give people the benefit of the doubt. You consider what they may be going through over how they reacted to you. Maybe someone was short with you at the office, but they may have a loved one in the hospital, or they may have some other concern. Instead of getting upset, walk in love—be patient, be kind to them. Choose to avoid strife. Look for ways to walk in unity with the people in your life. The Bible says that He has commanded the blessing when we walk and live in unity. Choose unity today and watch the hand of the Lord move mightily on your behalf!

A Prayer for Today

Father God, today I choose Your ways. I invite Your plan to unfold in my life. Help me to avoid strife so I can walk in peace and unity and honor you all the days of my life. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

27 July 2008

Mati Setiap Hari

Nats : Dalam segala hal kami ditindas .... Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami (2 Korintus 4:8,10)

Bacaan : 2 Korintus 4:7-12

Apakah Anda berada dalam situasi di mana Anda sering disalahpahami karena iman Anda di dalam Kristus? Apakah Anda dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki jiwa suka mencela dan mengkritik? Apakah pekerjaan yang Anda lakukan di gereja Anda atau untuk keluarga Anda kurang atau sama sekali tidak dihargai?

Reaksi yang tepat untuk itu adalah bersedia memiliki roh yang rendah hati dan penyerahan diri -- untuk mati seperti yang Yesus lakukan di sepanjang hidup-Nya. Ya, Tuhan kita mati satu kali di atas kayu salib; tetapi dalam pengertian lain, Dia pun mati setiap hari. Salib menjadi puncak dari seluruh kematian seumur hidup. Dia bersedia disalahpahami dan difitnah, mengorbankan tempat tinggal dan kenyamanan, untuk mengambil peran sebagai seorang hamba. Itu adalah “kematian” yang harus dialami-Nya. Kita harus bersedia untuk mati seperti itu juga.

Ketika kita mati bersama-Nya, karunia Allah kepada kita adalah “kehidupan Yesus” (2 Korintus 4:10), hidup paling menarik yang pernah ada. Keindahannya perlahan-lahan akan tumbuh dalam diri kita dan menjadi keindahan kita juga.

Ingatlah peribahasa ini: “Sebuah gambar bernilai seribu kata”. Kerendahan hati dan ketenangan yang melukiskan tentang Yesus dalam menghadapi kesalahpahaman yang menyedihkan nilainya sebanding dengan ribuan kata-kata. Sebagian orang boleh melihat hidup Yesus yang terungkap dalam diri Anda dan rindu untuk masuk ke dalam hidup itu. Begitulah, mati setiap hari dapat membantu membawa hidup kepada orang lain —David Roper

AGAR DAPAT HIDUP SETIAP HARI UNTUK KRISTUS
KITA HARUS MEMATIKAN DIRI SENDIRI SETIAP HARI

SABDA.org

Kasih Seorang Ibu

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali"

Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma. Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.

Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.

Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us. Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membawanya ke rumah sakit. Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?"

Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu. Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya. Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu. Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti. Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

The Power of Peace

Today's Scripture

“Peace I leave with you; My peace I give you. I do not give to you as the world gives. Do not let your hearts be troubled and do not be afraid” (John 14:27).

Today's Word from Joel and Victoria

No matter what may be going on all around you today, you can still live in peace. The scripture encourages us to not let our hearts be troubled. In other words, don’t meditate on all the negative things in this world to the point that it steals your peace. If you have fear, worry or anxiety about anything, recognize that those feelings aren’t from God because He has promised to give you a spirit of power, love and a sound mind. There is tremendous power in peace. When you are at peace internally, you can think more clearly. You can hear the voice of God more easily. You’ll make better decisions. Even your physical body responds to peace. The enemy knows this, and his goal is to steal your peace. He tries to set you up to get upset. But when you choose to receive God’s peace, then no weapon formed against you shall prosper. You can live in peace, you can live in joy, and you can live the abundant life God has for you.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your gift of peace in my life. I choose to receive Your peace in my heart and hold it close to me always. I receive Your Word as truth and life to my soul. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

26 July 2008

Bagaimana Seandainya

Bagaimana seandainya Tuhan tidak mempunyai waktu untuk memberkati kita hari ini karena kita kemarin tidak ada waktu untuk mengucap syukur kepada-Nya…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi membimbing kita esok hari, karena kita tidak mengikuti-Nya hari ini…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak berjalan lagi dengan kita hari ini karena kita gagal untuk mengenali hari ini sebagai hari-Nya…

Bagaimana seandainya bila kita tidak akan pernah mengamati mekarnya sekuntum bunga karena kita menggerutu ketika Tuhan mengirim hujan…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mengasihi dan peduli kepada kita …

Bagaimana seandainya Tuhan mengambil Alkitab kita esok hari karena kita tak membacanya hari ini…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mau memberi pesan-Nya kepada kita karena kita tidak mau mendengar kepada orang yang membawa berita-Nya…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak mengutus AnakNya yang tunggal karena Ia ingin agar kita mempersiapkan sendiri untuk membayar harga dari dosa-dosa kita…

Bagaimana seandainya pintu Gereja tertutup bagi kita karena kita tidak mau membuka hati kita…

Bagaimana seandainya Tuhan menjawab doa-doa kita dengan cara seperti kita menjawab panggilan Tuhan untuk melayaniNya…

Weekend Scripture - 1 Korintus 12:6

"Allah bekerja melalui berbagai orang dengan berbagai cara, tetapi Allah yang sama itulah yang mencapai tujuanNya melalui mereka semua" (1 Korintus 12:6)

Humor : Baptisan

Seorang pemabuk tanpa disengaja berada di sebuah kebaktian pembaptisan di tepi sebuah sungai. Ia berjalan terus sampai berada di dalam sungai dan berdiri di sebelah pendetanya.

Si pendeta menoleh kepadanya dan bertanya, “Sobat, apakah Anda telah siap untuk bertemu dengan Yesus?”

Si pemabuk memandang pendetanya dengan agak ling-lung dan menjawab, “Ya, pak pendeta, … akkkuu sudah siiiaapp.”

Pendetanya menyelupkan orang itu di bawah permukaan air dan kemudian menegakkan kepalanya kembali. “Apakah Anda bertemu dengan Tuhan Yesus?”

“Tidddak, belum!!” jawab si pemabuk.

Pendeta menyelupkan orang itu agak lebih lama lagi ke dalam air, menegakkan kepalanya kembali dan bertanya, “Apakah Anda sekarang telah bertemu dengan Tuhan Yesus?”

“Belummm juga, …pppak!”

Si Pendeta agak menjadi bingung, dan kemudian menekan kepala orang itu lebih lama lagi ke dalam air untuk kemudian menarik kepalanya keluar dan bertanya lagi, “Saudara yang kekasih, apakah Anda sudah bertemu dengan Yesus?”

Orangtua itu mengusap-usap matanya dan dengan ragu-ragu ia bertanya, “Appaaakah bappa-ak bisa pastikan bahwa Yesus telah jjatu-uh di tempat ini?”

Petunjuk Dari Atas

Nats : Percayalah kepada Tuhan . Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5,6)

Bacaan : Amsal 3:1-6

Ketika berkunjung ke Chicago, saya menginap di lantai 25 sebuah hotel. Tatkala memandang keluar jendela, saya takjub melihat empat barisan mobil yang berseliweran dengan arah yang saling berlawanan memadati jalanan kota Chicago yang tak pernah sepi.

Salah seorang pengendara mobil rupanya menghadapi kesulitan. Mobilnya mengalami kerusakan mesin sehingga mogok di tengah jalan yang padat itu. Dari kamar saya yang berada di lantai 25, saya dapat melihat sampai di kejauhan. Tanpa sadar beberapa pengemudi di jalur lain yang tidak sabar mengantri, melintas dan masuk ke jalur tempat mobil mogok tadi berada. Dengan melakukan itu mereka berharap dapat lebih menghemat waktu dan lebih cepat sampai ke tujuan, namun sesungguhnya mereka justru memasuki jalur yang akan menghambat mereka lebih lama.

Sementara menjalani kehidupan ini, kita sering kali bersikap seperti para pengemudi malang di atas. Dengan jangkauan pandangan yang terbatas, kita hanya memilih jalur yang tampak paling baik. Namun terkadang di ujungnya kita malah menjumpai banyak hambatan dan hal-hal yang menyakitkan hati. Sebab itu, betapa menguntungkan bila kita dapat memandang kepada Dia yang ada di atas segalanya, yang tahu segala sesuatu dari awal sampai akhir! Itu sebabnya penulis kitab Amsal berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu" (Amsal 3:6). Ketika Tuhan memberi petunjuk "stop" atau "pindah jalur" atau "tunggu," kita tinggal menaatinya.

Ya, carilah petunjuk yang dari atas!

CARA TERBAIK UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH
ADALAH DENGAN BERKATA "SAYA TAAT" KEPADA ALLAH

SABDA.org

Humor : Cangkir

Karena urusan bisnis, seorang pria harus bepergian sehari setelah bulan madu, jadi dia berpikir untuk memberi istrinya hadiah.

Di toko suvenir di bandara, ia melihat cangkir kopi yang ditulisi "Aku cinta kamu" dalam gambar bentuk hati warna merah.

Yakin kalo istrinya akan suka dengan cangkir itu, ia langsung menyuruh pelayan toko untuk membungkusnya.

Setelah diberikan, istrinya pun membuka bingkisannya. Istrinya kaget bukan kepalang saat melihat-lihat cangkir itu.

Ada tulisan "Kakek" di bagian belakangnya.

Cast Your Cares

Today's Scripture

"Cast all your anxiety on Him because He cares for you" (I Peter 5:7).

Today's Word from Joel and Victoria

God cares so much about you today. Not only does He love and care about you, He cares about the things that concern you as well. If you have concerns, worry or anxiety about something in your life today; finances, relationships, your job or anything else, know that your Heavenly Father already has a plan to take care of those things for you. It’s a good plan, and He wants to show Himself strong on your behalf. The scripture reminds us that the lilies of the field and the birds of the air are cared for, how much more will your Heavenly Father take care of you? Make the decision today to cast all of your anxiety on Him by choosing to trust that He is going to take care of you. Refuse to dwell on your problems and don’t allow them to steal your peace and joy any longer. Instead, choose to meditate on His Word and confess God’s promises over your life. As you cast your cares on Him, you’ll experience His peace and joy, and you will live the life of blessing He has in store for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for caring for me. I choose today to cast my cares on You and trust that You are working behind the scenes on my behalf. I bless and magnify You today. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

25 July 2008

Kekuatiran Yang Bodoh

Nats : Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri (Matius 6:34)

Bacaan : Matius 6:25-34

Ralph Easter telah berulang kali mengemudi dari Calgary, sebuah kota di kaki bukit Alberta, menuju Banff, sebuah dataran tinggi di Canadian Rockies. Ia pernah bercerita bagaimana perjalanan pertamanya ke sana memberi kesan yang tak terlupakan baginya. Saat jalanan yang ia lalui membelok ke barat dari Calgary dan melewati deretan perbukitan, tiba-tiba di depannya tampak barisan puncak bukit bersalju yang seolah-olah hendak memotong dan mengakhiri jalan. Pada saat itu ia merasa ragu bagaimana caranya melewati rintangan yang tampaknya sukar dilalui itu. Akan tetapi ia tetap melanjutkan perjalanan dan mengemudi dengan mantap.

Akhirnya, ketika mencapai ujung jalan yang kelihatannya akan berakhir itu, ternyata ia mendapati sebuah kelokan yang tajam hingga seketika jalanan kembali terbentang seperti sebelumnya. Selanjutnya, kelokan-kelokan jalan membawanya berjalan terus dan naik sampai ke sisi lain dari bukit.

Manakala kita mengarungi kehidupan, berbagai rintangan sering kali tampak menghadang, sehingga kita takut sesuatu yang buruk akan terjadi. Keadaan sakit, operasi, kebangkrutan, atau kehilangan pekerjaan seakan menghalangi kita untuk mencapai tujuan. Namun jika kita tetap beriman, Allah akan membuka jalan baru di depan kita. Banyak hal yang kita kuatirkan ternyata tidak benar-benar terjadi. Kalaupun ada masalah yang datang, Allah akan senantiasa hadir dan membukakan jalan bagi kita. Kita dapat menghindari kekuatiran yang bodoh dengan mempercayakan masa depan kita kepada-Nya --RWD

ALLAH TAK PERNAH MEMINTA KITA
MENANGGUNG BEBAN KEKUATIRAN

SABDA.org

Tuhan Tidak Pintar Matematika

Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal : Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika.

Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini. Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati. Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan" idealisme saya. Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya. Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak? Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? Wah, ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin. Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung. Aneh bukan? Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan. Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok. Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi : MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA.

Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian : X=Y dimana X=pemberian Tuhan, Y=kebutuhan. Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan-Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga. Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang "sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.

Amin...

Control Everything That Can Be Controlled

We are often spending our time and energy to feel worry about all the things which is out of our control. We try so hard to control uncontrollable peoples or things, manipulating everything and got frustrated that all we have done is useless. 4 things which are normally uncontrollable in our life are :

1. Other people
We cannot change our partner, children, boss or colleagues, even if we want it to.

2. Our inheritance
We cannot choose the family where we were born, or we will be born as a boy or a girl.

3. Our past
Some of us would like to change our past. Sins, mistakes, bad decisions, wrong curves, which all of this obsessed us and we often imagine if we can control our past. We are all known there is nothing we can do to change our past.

4. Environment and our surrounding
There are many things in our life which cannot be controlled. Economics, drunk driver who crashed your car, living cost, weather, etc. If we try to control the uncontrollable things, it would be ended almost every time with frustration and disenchantment, and we harmed our self. If we try to control the uncontrollable peoples in our life, the truth which is happening is that we destroy out own happiness. Knowing that we cannot control them but we are still trying, it would make us become in their control. Our happiness, peace and our comfort are depending to their behaviour, achievement or attitude. Then, when we were frustrated because we cannot control those uncontrollable, we disposed to give full rein to our God. Our relationship with God is stop and we are suffering because we get no love and power from Him to help us. God do not abandon us; He does not leave us or ignore us. God is able and ready to take the uncontrollable things or persons and carry all your problems in His shoulder. He will be there to give all the support and help that you need. God will not take all your problems until you admit it that all your problems is out of your control.

There are things in our life that we can control:

1. Our relationship with God.
It needs a disciplines, acceptance and willingness. If your relationship with God is more important than anything else, you will have a power to control all the uncontrollable things.

2. Our mind.
If you prefer to think about all the wrong things, imagining all the bad things, thinking about all the negative things, and you let your mind to control our surrounding, you will never win from the uncontrollable things.

3. Our tongue.
So many damages happened every day because of the uncontrollable tongues. How important for us to control our tongue and all the words that we said. Our relation with others will get better soon if we can control our tongue.

4. Our attitude.
Even your condition is very bad, there is nothing that can force you to do a bad thing if you do not want it to, and even your condition is very good, there is nothing that can force you to do a good thing if you do not want it to. Our attitude is our own choice.

5. Our integrity.
We can control our integrity. Are you honest to all what you have done in your live? Are you known as a person to be relying on? If we are using our time and power to control the controllable things, there will be enough power and wisdom to handle the uncontrollable. We are not wasting time to be frustrated because of the uncontrollable persons or things, since we are too busy to control the controllable things or person. If you can control the controllable things, you can handle also the uncontrollable.

Source : "How to remain growing from 9 am to 5 pm"

Kebahagiaan

Menyambut ulang tahunnya yang ke - 6, Putri diajak ayahnya shopping di sebuah toko mainan. Tampaknya ia tertarik pada sebuah boneka cantik terbalut baju beludru ungu di rak mainan di pojok ruangan.

"Apakah Putri boleh minta ini, Pak?"

Sang ayah mengganggukkan kepala tanda setuju. Saat berjalan menuju kasir, Putri melihat anak laki-laki seusianya sedang melihat-lihat mainan ditemani ayahnya. Rupanya tujuan mereka sama. Melihat penampilannya, tampak bahwa mereka berasal dari kalangan yang status sosial ekonominya di bawah keluarga Putri. Dari kejauhan tampak si bocah laki-laki itu melonjak kegirangan melihat sebuah mainan robot yang terpajang di rak. Mereka lalu terlibat dalam percakapan yang serius. Namun setelah si ayah membuka-buka dompet, ia menggelengkan kepala.

Putri menyaksikan dengan saksama seluruh adegan tadi. Setelah berpikir sejenak, ia mengembalikan bonekanya ke tempat semula lalu mengambil robot mainan yang tadi dipilih si bocah. Setelah itu ia menuju ke kasir. Sambil membayar ia membisikkan sesuatu kepada sang kasir, yang kemudian segera membungkus mainan tersebut dan menyimpannya di bawah meja. Putri dan ayahnya berdiri di dekat pintu, menunggu si bocah laki-laki tadi melewati jalur keluar.

"Selamat! Kamu terpilih menerima hadiah ini!" ujar kasir kepada si bocah lelaki itu seraya memberinya bungkusan mainan.

"Wah, inilah barang yang selama ini kuidam-idamkan," seru si bocah dengan amat gembira setelah membuka isi bungkusan tersebut.

"Sayang, alangkah mulianya hatimu," ujar ayah Putri.

"Pak, bukankah Ibu menyuruh saya membeli sesuatu yang membuatku bahagia?"

"Tentu saja, sayang."

"Nah, aku baru saja melakukannya," jawab Putri.

Itulah kisah Putri. Sebagai bocah tentu ia belum pernah baca buku The Bliss of the Way. Di dalamnya Anton Chekhov menulis, "Manusia diciptakan untuk bahagia. Siapa pun yang mendapatkan kebahagiaan berhak mengatakan pada dirinya sendiri, 'Aku telah melakukan kehendak Tuhan di dunia ini.'"

All Things Are Possible

Today's Scripture

"What is impossible with men is possible with God" (Luke 18:27).

Today's Word from Joel and Victoria

Is there a situation in your life today that seems impossible? As a child of the Most High God, you are not limited by what you see. You are not limited by your circumstances, the economy, or what others say because with God all things are possible! It doesn't matter how it may look in the natural, when you see things through your eyes of faith, you will see new possibilities. You will see the answer that is on its way! It all starts by having a grateful attitude: an attitude of faith and expectancy. When you declare the promises of God over your life and meditate on His Word, it activates faith in your heart. Faith draws the good things of God into your life. When you wake up every morning, declare that with God all things are possible. Declare that you are blessed and you cannot be cursed. Declare that you are above only and not beneath. Expect God's favor and blessing in your life every day. As you do, you will see Him move on your behalf, and you'll see new levels of possibility in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for making a way where there seems to be no way. I choose an attitude of faith and expectancy today. Work in my heart and life that I may be a living testimony of Your goodness to those around me. In Jesus' Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

24 July 2008

Baik Kok Menderita?

Nats : Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5)

Bacaan : Ayub 1:1; 42:1-6

Banyak dari kita mungkin sering mendengar ungkapan ini: "Mengapa ia bisa mengalami hal itu? Padahal ia orang baik. Kasihan, ya?" Orang cenderung berpikir bahwa tidak adil bila ada orang baik yang hidup menderita. Ibarat orang tak bersalah yang harus menerima hukuman. Orang berpikir bahwa hidup orang baik itu selalu diberkati Tuhan. Atau, bila ia harus mengalami kesulitan, Allah akan segera menolong.

Alkitab mencatat bahwa Ayub adalah orang saleh, yang bahkan dipuji oleh Allah sendiri (1:1). Namun, Ayub harus mengalami penderitaan yang datang bertubi-tubi. Dari yang awalnya kaya raya sekarang jatuh miskin; dari yang semula sehat sekarang jatuh sakit. Seluruh anaknya tewas dalam sebuah kejadian. Istri serta teman-temannya meninggalkan Ayub. Apa salah Ayub? Tidak, Ayub tidak bersalah. Lalu mengapa ia mengalami penderitaan yang begitu berat? Karena Allah ingin mengajar Ayub tentang siapa diri-Nya. Melalui penderitaan, Allah ingin Ayub mengenal Dia lebih dalam. Dan inilah yang diakui Ayub pada akhir cerita tentangnya. Pengenalan Ayub akan Allah menjadi lengkap saat ia berkata: "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" (42:5).

Penderitaan bukan berasal dari Allah, tetapi kerap kali Allah mengizinkan hal itu terjadi supaya kita dapat memetik hikmah dari penderitaan tersebut; baik itu hikmah mengenai kekudusan, pertobatan, ataupun mengenai Allah sendiri. Jadi, daripada menangis dan mengeluh, mari temukan apa yang hendak Tuhan ajarkan lewat penderitaan kita -RY

ALLAH KERAP KALI MENGIZINKAN HUJAN LEBAT TERJADI
SUPAYA KITA DAPAT MELIHAT PELANGI

SABDA.org

Humor : Lupa Nama Istri

Seorang pria tua diundang ke rumah temannya untuk makan malam.

Dia kagum melihat temannya mengawali setiap permintaan dengan kata "sayang", "cintaku", "belahan jiwaku", dll.

Pasangan itu menikah sudah hampir tujuh puluh tahun, namun kelihatan masih berbunga-bunga.

Ketika si istri di dapur, pria tua itu tanya ke temannya, "Aku kagum sekali sama caramu memperlakukan istrimu."

"Aku mesti bilang yang sesungguhnya, " katanya, "aku lupa namanya sudah sejak sepuluh tahun lalu."

Kue Dari Tuhan

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake."

"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.

"Yaiks," ujar anaknya.

"Bagaimana dengan telur mentah ?"

"You're kidding me, Mom."

"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"

"Mom, semua itu menjijikkan."

Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."

Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Amanat Agung

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:18-20)

Bagian Satu : Sasaran Pelayanan

Kutipan di atas adalah deretan kalimat terakhir dari Injil Matius, yang juga kalimat-kalimat amanat terakhir Tuhan Yesus di dunia. Juga merupakan kalimat-kalimat awal dari pergerakan para murid, dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke seluruh dunia sebagaimana direkam dalam catatan Kisah Para Rasul dan sejarah gereja. Biji sesawi yang mulai ditaburkan, tumbuh dan berkembang, yang sampai sekarang telah menjadi pohon yang besar.

Amanat ini disebut sebagai Amanat Agung (The Great Commission) karena besarnya otoritas yang memerintahkannya (segala kuasa di surga dan di bumi), luasnya lingkup yang dicakup yaitu semua bangsa, tingginya standar yang dicapai (murid Kristus), menyeluruhnya proses yang dikerjakan (baptis, ajar segala sesuatu yang diperintahkan, pergi), panjangnya janji penyertaan yang mengikutinya (sampai kepada akhir zaman). Adakah amanat yang lebih besar dari Amanat Agung ini?

Apapun yang kita kerjakan dalam pelayanan, bidang apapun yang kita tekuni, siapapun yang kita layani perlu selalu terkonteks dan perlu dievaluasi kena-mengenanya dengan terang amanat ini. Tulisan ini mengajak Saudara yang melayani Tuhan untuk lebih memahami tuntutannya dan relevansinya dalam pelayanan.

Sesuai struktur tata bahasa aslinya (Yunani), kalimat induk dalam amanat ini adalah "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku". Disini kita sedang berhadapan dengan standar kuantitas dan kualitas hasil pelayanan yang diinginkan Tuhan Yesus bagi kita. Kuantitas merujuk pada berapa murid yang dihasilkan. Kualitas merujuk pada bagaimana murid yang dihasilkan.


Sasaran Kuantitas : Semua Bangsa

Sasaran Tuhan Yesus tidak kurang dari mencapai semua bangsa. Kata bahasa asli (Yunani) yang diterjemahkan sebagai "bangsa" dalam di sini adalah ethne. Dari akar kata ini kita memperoleh kata ethnic dalam bahasa Inggris atau etnis dalam bahasa Indonesia. Kata ethne berarti secara literal sebagai suku bangsa, kaum, atau kelompok orang (people group).

Begitu besar kasih Allah akan dunia ini (Yohanes 3:16) dan tidak ingin ada seorang pun binasa (2 Petrus 3:9). Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang di dunia yang tawar. membusuk dan gelap (Matius 5:13-16). Kita bukan dari dunia, tetapi tidak diambil dari dunia melainkan diutus ke dalam dunia, sebagaimana Kristus telah diutus ke dalam dunia (Yohanes 17:14-21). Kita diberi teladan untuk menjadi hamba dari semua orang Yahudi, orang di bawah Taurat, orang di luar Taurat, orang lemah, dan sebagainya. Supaya dapat memenangkan sebanyak mungkin orang (1 Korintus 9:19-23). Hingga pada kesudahan zaman nanti didapat orang-orang dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa menyembah Tuhan (Wahyu 7:9-17).

Perhatikan implikasinya : Sasaran akhir pelayanan tidaklah berhenti pada pertobatan ataupun bahkan pertumbuhan, tetapi ketika pelayanan itu menghasilkan murid-murid Kristus yang pergi memenuhi tempat dan panggilannya di dalam dunia untuk membawa orang-orang memuliakan Tuhan!


Sasaran Kualitas : Murid Kristus

Tuhan Yesus bukan hanya mendefinisikan kemana kita pergi, melainkan juga apa yang haris kita hasilkan di sana. Dia menghendaki kuantitas yang berkualitas, dengan ciri seorang murid Kristus. Siapakan murid Kristus?

Murid Kristus yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang menjadi pelajar dan pengikut Kristus, yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus. Bagian-bagian lain dalam Alkitab menegaskan sasaran kualitas pertumbuhan yang sama melalui ungkapan "menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya" (Roma 8:29), "diubah serupa dengan gambar-Nya" (2 Korintus 3:18), "mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" (Efesus 4:13).

Tuhan Yesus tidak hanya mengumpulkan orang banyak yang hanya akan menjadi khalayak ramai. Dia menghendaki agar mereka menjadi murid-Nya yang serupa dengan Dia, dan mereka kemudian diutus untuk menjadikan orang lain lagi serupa dengan Dia. Pelipatgandaan ini terus mengembang kepada semakin banyak orang. Pada masa kini ada banyak penekanan pada penyelenggaraan kegiatan dan pertemuan, namun kurang memberi perhatian pada terjadinya pertumbuhan pribadi. Banyak aktivitas, tetapi kurang produktivitas; banyak pelayanan yang efisien (melakukan dengan benar), tetapi kurang efektif (melakukan yang benar).

Robert E. Coleman (The Masterplan Of Evangelization) menyatakan bahwa pemuridan berarti bahwa setiap petobat baru diberi seorang teman kristiani untuk membimbing dia sampai pada tahap dimana ia juga bertumbuh dewasa dan dapat membimbing orang lain. Si pembimbing harus bersekutu dengannya secara teratur dalam jangka waktu yang lama, mempelajari Alkitab dan berdoa bersama, menjawab pertanyaan-pertanyaan, menjelaskan kebenaran-kebenaran, dan bersama-sama menolong orang lain.


Bagian Dua : Strategi Pelayanan

Misi pelayanan diamanatkan. Pergi ke semua bangsa untuk menghasilkan murid Kristus. Otoritas pemberi amanat dinyatakan. Segala kuasa di surga dan di bumi. Jaminan penyertaan dalam melaksanakan amanat diberikan. Sampai kepada akhir zaman. Amanat agung. Strategi apa yang perlu ditempuh untuk menunaikannya?

Kalimat utama "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku" merupakan satu amanat dengan tiga karakteristik, sebagaimana diketahui dari tiga kata kerja dalam anak kalimat yang menerangkannya : baptislah, ajarlah, pergilah. Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 ini berbicara tentang suatu proses transformasi. Proses untuk menjadikan seorang murid Kristus terdiri dari membagikan kabar baik (baptislah sebagai tanda dari pengalaman pertobatan), membina iman mereka (ajarlah), dan mengutus mereka kembali (pergilah). Murid yang diutus pergi ini kemudian memulai lingkaran proses penginjilan, pembinaan, dan pengutusan tersebut. Demikianlah mereka berlipatganda.

Dalam konteks pelayanan, proses transformasi menjadi murid Kristus tersebut dapat diterjemahkan sebagai sasaran bertahap :

  • Penjangkauan dan penginjilan kepada orang-orang yang belum percaya untuk menghasilkan orang yang terbuka terhadap injil dan petobat baru.
  • Pembinaan dan pemberian perlengkapan kepada petobat baru untuk menghasilkan murid yang bertumbuh dan melayani.
  • Pengutusan dan Pelipatgandaan kepada murid yang bertumbuh dan melayani untuk menghasilkan murid yang bermisi dan melipatganda.

Pola pemuridan ini bukan hanya dinyatakan secara verbal oleh Tuhan Yesus dalam Amanat Agung, melainkan juga ditunjukkan secara aktual dalam pelayanan-Nya. Yesus memiliki strategi yang sangat intensional dan spesifik dalam mengembangkan seseorang. Dalam kurun waktu pelayanan sekitar 36 bulan, Dia mentransformasikan hidup kepada murid-murid-Nya, yang selanjutnya pada waktunya mereka juga memengaruhi dunia bagi Tuhan. Gereja dan persekutuan dapat meningkatkan kemampuan untuk membangun orang-orang dan memenuhi misi Tuhan dengan memahami strategi Kristus ini.

Setelah mengamati, menganalisis, dan merefleksikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pelayanan dan gereja, serta pemecahan-pemecahan menyeluruh yang ditawarkan oleh beberapa pendekatan, dapat disimpulkan bahwa secara mendasar semua masalah tersebut disebabkan karena kurang dimilikinya pola pelayanan yang tepat. Pembentukan kualitas murid Kristus yang menjalankan misinya ini tidak dapat diasumsikan akan terjdi dengan sendirinya. Adanya berbagai kegiatan dan pertemuan kerohanian tidak menunjukkan bahwa gereja atau persekutuan tersebut sedang membangun murid Kristus. Kita telah mengondisikan orang untuk mempercayai bahwa seorang murid adalah seseorang yang setia mengikuti suatu kegiatan kerohanian, bukannya seseorang pelajar dan pengikut Krsitus yang mencerminkan karakter, nilai-nilai, dan gaya hidup-Nya, serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain. Jika kita mendefinisikan seorang murid sebagai seseorang yang dengan setia mengikuti kegiatan-kegiatan yang kita selenggarakan, yang kita dapatkan adalah penonton-penonton.

Secara ringkas, inilah tujuan dari pelayanan : menolong proses transformasi seorang murid Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus (kualitas : murid Kristus) yang secara aktif berusaha menjadikan orang lain murid Kristus di mana pun dia berada dan diutus (kuantitas : semua ethne), yang dikerjakan melalui usaha penjangkauan dan penginjilan, pembinaan dan pemberian perlengkapan, serta pengutusan dan pelipatgandaan.

Selamat mengemban Amanat-Nya! Tuhan Yesus Memberkati!

Oleh : Johan Setiawan

Sumber : Renungan Harian Edisi Juni 2008