Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 July 2008

Bagaimana Seandainya

Bagaimana seandainya Tuhan tidak mempunyai waktu untuk memberkati kita hari ini karena kita kemarin tidak ada waktu untuk mengucap syukur kepada-Nya…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi membimbing kita esok hari, karena kita tidak mengikuti-Nya hari ini…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak berjalan lagi dengan kita hari ini karena kita gagal untuk mengenali hari ini sebagai hari-Nya…

Bagaimana seandainya bila kita tidak akan pernah mengamati mekarnya sekuntum bunga karena kita menggerutu ketika Tuhan mengirim hujan…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mengasihi dan peduli kepada kita …

Bagaimana seandainya Tuhan mengambil Alkitab kita esok hari karena kita tak membacanya hari ini…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak lagi mau memberi pesan-Nya kepada kita karena kita tidak mau mendengar kepada orang yang membawa berita-Nya…

Bagaimana seandainya Tuhan tidak mengutus AnakNya yang tunggal karena Ia ingin agar kita mempersiapkan sendiri untuk membayar harga dari dosa-dosa kita…

Bagaimana seandainya pintu Gereja tertutup bagi kita karena kita tidak mau membuka hati kita…

Bagaimana seandainya Tuhan menjawab doa-doa kita dengan cara seperti kita menjawab panggilan Tuhan untuk melayaniNya…

0 comments:

Post a Comment