Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 March 2012

Blind Spot

Bacaan Setahun : Bilangan 31-32
Nats : Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala milikku adalah milikmu (Lukas 15:31)

Bacaan : Lukas 15:11-32

Kaca spion menolong kita melihat kendaraan lain di belakang tanpa perlu menoleh. Namun, ada area da­lam jarak tertentu yang tak bisa dili­hat lewat kaca spion-disebut "titik-buta" (blindspot). Satu-satunya cara untuk melihatnya hanyalah dengan menoleh. Sesuatu di area "titik-buta" harus selalu kita tengok dengan sadar, bersengaja, dan waspada. Baru kita bisa melihatnya ada.

Jarak yang dekat seyogianya mem­buat sesuatu lebih mudah dilihat. Na­­mun, nyatanya tak selalu demikian. Sesuatu yang dekat kadang kala justru menjadi "titik buta" yang kerap luput dari pengamatan. Hal itu pu­la yang dialami oleh si anak sulung dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Kedekat­an si sulung dengan sang ayah tak lantas membuatnya sanggup "melihat" kasih dan kebaikan hati sang bapa (ayat 29-30). Ia adalah anak-yang juga memiliki apa yang dimiliki sang bapa (ayat 31), tetapi ia punya "titik buta" akan kebaikan bapanya. Ia pun terkejut saat kebaikan itu dilimpahkan kepada si adik yang pulang dari ketersesatannya (ayat 30). Padahal kebaikan yang sama telah tersedia baginya tiap hari-begitu dekat.

Apakah tanpa sadar kita menjadi seperti si sulung-mengalami anugerah dan berkat dalam keseharian: udara sejuk, panca indera yang berfungsi normal, orangtua, saudara, anak, tempat tinggal, tenaga dan kendaraan untuk bekerja, kesempatan bersekolah, rasa kantuk dan tempat tidur, tetapi lupa melihat dan mensyukuri Sang Pemberi. Mungkin saja Dia yang begitu dekat tak lagi kita rasakan kehadiran-Nya. Lalu penyertaan-Nya kita anggap bukan lagi hal yang istimewa. Sadari dan nikmatilah waktu-waktu Anda di dekat-Nya-dan bersyukurlah. --PAD

TUHAN HADIR BEGITU DEKAT; LIHAT DAN NIKMATILAH KESEMPATAN BERSAMA-NYA TANPA TERLEWAT.

Sabda.org

Kekristenan Karismatik di Amerika Serikat

Gereja-gereja karismatik semakin berkembang di Amerika Serikat, namun banyak orang Amerika masih memiliki asumsi kurang tepat mengenai jenis keKristenan yang satu ini, menurut sebuah survei yang yang pernah dilakukan.

Menurut studi terbaru yang dilakukan kelompok Barna, masih banyak yang percaya ke-Kristenan karismatik secara eksklusif adalah fenomena Kristiani, namun riset menunjukkan bahwa sepertiga dari umat Katolik di AS (36 persen) cocok dengan klasifikasi karismatik. Dan hampir seperempat dari karismatik di AS (22 persen) adalah Katolik.

Dalam studi itu Kristiani karismatik didefinisikan sebagai mereka yang menyatakan telah "dipenuhi dengan Roh Kudus" dan percaya bahwa "karunia karismatik, seperti bahasa lidah dan penyembuhan, masih absah dan aktif saat ini."

Kesalahpahaman lain bahwa gereja-gereja karismatik adalah milik kelompok-kelompok denominasi yang terpisah. Kenyataannya, gereja-gereja karismatik telah melewati batasan denominasi dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah survei Barna terhadap pendeta-pendeta senior mengungkapkan bahwa tujuh persen dari gereja-gereja Southern Baptist dan enam persen dari gereja-gereja aliran utama adalah karismatik.

Selain itu terdapat kepercayaan yang luas bahwa gereja-gereja karismatik cenderung kecil, secara relatif bersahaja dan lebih sering dipimpin pendeta wanita. Akan tetapi, penelitian mengemukakan bahwa jemaat mereka hampir sama besarnya dengan gereja-gereja Protestan non karismatik dan sebenarnya lebih banyak menggunakan aplikasi teknologi - termasuk sistem proyeksi layar besar - demikian evaluasi studi tersebut.

Selain itu, gereja-gereja Protestan karismatik dan non-karismatik memiliki porsi yang sama dalam hal kepemimpinan pendeta senior wanita (sembilan persen).

Beberapa dekade terakhir, Kristiani karismatik dan Pentakosta berkembang dari 30 persen menjadi 36 persen, atau sekitar 80 juta orang. Satu dari setiap empat gereja-gereja Protestan di Amerika Serikat (23 persen) adalah jemaat Karismatik.

Kepala riset, George Barna, berkomentar bahwa pertumbuhan dalam gerakan karismatik dan Pentakosta tidak mengejutkan karena sesuai dengan tren budaya yang berlaku dalam masyarakat saat ini.

"Kebebasan ekspresi emosional dan spiritual khas karismatik paralel dengan tren budaya terhadap ekspresi pribadi, penerimaan berbagai emosi dan kebebasan orang untuk mengintepretasikan pengalaman-pengalam an dalam cara-cara yang masuk akal bagi mereka," jelas Barna. "Tidak mengejutkan kalau komunitas Pentakosta di Amerika bertumbuh."

Ia menambahkan bahwa ia berharap ke-Kristenan karismatik akan terus bertumbuh.

"Kita bergerak menuju masa depan dimana perpecahan karismatik-fundamen talis akan menjadi catatan kaki bersejarah daripada garis pemisah diantara tubuh orang percaya," Barna memperkirakan.

"Secara khusus, anak muda Kristiani, memiliki energi yang sedikit untuk argumen-argumen yang secara tradisional telah memisahkan karismatik dan non karismatik. Semakin banyak orang menyadari bahwa ada arena-arena signifikan lain untuk menginvestasikan sumber mereka."

Untuk sebagian, profil jemaat khas karismatik hampir sama seperti gereja-gereja injili, fundamentalis atau Protestan garis utama. Empat dari lima (80 persen) memiliki pendeta penuh waktu, paruh waktu, pendeta senior rata-rata berusia 52 tahun (sama dengan gereja-gereja Prostestan lainnya); dan jumlah kehadiran per minggu hampir sama dengan tubuh Protestan lainnya (82 orang dewasa pada pertemuan Pentakosta dibandingkan 85 orang dewasa di semua gereja-gereja Protestan).

Namun, ada perbedaan signifikan antara jemaat karismatik dan non karismatik.

Jemaat non karismatik cenderung mempunyai anggaran operasional tahunan yang lebih besar, $149,000, dibanding anggaran pelayanan Pentakostal sebesar $136,000. Hampir sama, gereja-gereja non karismatik pada umumnya menghabiskan lebih banyak untuk pendeta senior mereka, rata-rata $47,000 per tahun, daripada pendeta-pendeta karismatik yang menerima kompensasi berkisar pada $42,000.

Namun perbedaan terbesar diantara keduanya mungkin terletak pada tingkat pendidikan pendetanya. Mayoritas pendeta senior di gereja non karismatik (70 persen) adalah lulusan seminari. Tapi tidak lebih dari setengah (49 persen) pendeta karismatik yang mempunyai gelar seminari.

Laporan itu diambil dari survei telepon nasional yang dilakukan Barna dari 1.005 sampel random orang dewasa, usia 18 keatas, pada Desember 2007. Studi itu juga mengandung informasi dari survei telepon nasional diantara sampel random dari 1.220 pendeta senior gereja Protestan.

Jennifer Riley