Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 April 2012

Penyesalan Yang Benar

Bacaan Setahun : Mazmur 73, 77-78
Nats : Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia ... lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Matius 27:3,5)

Bacaan : Matius 27:1-10

Pernahkah Anda merasa bersalah dan menyesal setengah mati setelah melakukan sesuatu? Saya cukup sering mengalaminya. Seringkali rasa sesal itu begitu kuat mencengkeram saya sehingga sepanjang hari saya tidak bisa melakukan hal lain. Saya malu dan marah pada diri sendiri dan biasanya tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Bahkan, pernah berpikir ingin lenyap dari dunia ini.

Saya pikir, itulah yang juga dirasakan Yudas setelah menjual Yesus (ayat 3). Menyesal. Akan tetapi, rupanya menyesal (Yunani: metamellomai) tidak menjamin adanya pertobatan. Tenggelam dalam penyesalannya, Yudas pergi menggantung diri (ayat 5). Mungkin ia terlalu malu untuk kembali dan mengakui kesalahannya kepada murid-murid yang lain. Ia kehilangan kesempatan menerima pengampunan Tuhan. Kontras dengan Petrus yang menangisi dosanya, tetapi kemudian kembali mengikut Tuhan (lihat pasal 26:75, Yohanes 21). Dalam bagian Alkitab yang lain dukacita Yudas disebut sebagai dukacita dari dunia (lihat 2 Korintus 7:10). Pusatnya adalah diri sendiri. Sementara, dukacita yang menurut kehendak Allah "menghasilkan pertobatan". Kata pertobatan dalam bahasa Yunani adalah metanoia, yang artinya berubah pikiran atau berbalik dari dosa.

Sungguh baik jika kita menyadari kesalahan kita dan menyesal. Namun, jangan biarkan penyesalan membuat kita tidak bisa melanjutkan hidup seperti Yudas. Datanglah kepada Tuhan dalam pengakuan yang jujur. Carilah rekan yang dewasa rohani untuk mendampingi dalam proses tersebut. Metanoia. Tinggalkanlah dosa dan mulailah babak baru bersama Tuhan. --ELS

MENYESAL SAJA MEMBAWA DUKA.
MENYESAL DAN BERUBAH MEMBAWA KEMENANGAN.

Sabda.org

Lebih Mudah Mana?

Ketika aku berpikir negatif pada seseorang.

Tanpa sadar, aku telah menghakimi orang itu.

running-shoe-rahmen

Lebih mudah mana?

Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,

atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.

Lebih mungkin mana?

Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman

atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?

Lebih mudah mana?

Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan

atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana?

Berusaha menguasai orang lain

atau belajar menguasai diri sendiri?

 

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku,

melainkan bagaimana aku berusaha baik pada orang lain.

Bukan orang lain yang bikin aku bahagia,

melainkan sikap diriku sendiri-lah yang menentukan,

aku bahagia atau tidak.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini,

tidak akan terulang kembali.

Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,

yaitu BELAJAR

dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup adalah proses,

Hidup adalah belajar.

Tanpa ada batas umur

Tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi ..

KALAH, mencoba lagi ..

GAGAL, bangkit lagi ..

Tetap semangat!

Tuhan memberkati kita semua.