Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

16 October 2008

Sapaan Dari Allah

Nats : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu ... apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? (Mazmur 8:4,5)

Bacaan : Mazmur 104

Suatu sore, saya asyik bercengkerama dengan anak saya yang baru berusia dua setengah tahun. Langit sore yang lembayung tampak begitu indah, sehingga sayang untuk kami lewatkan sambil bersantai di kursi panjang. Dengan asyik anak saya menelusuri langit dengan jari mungilnya yang tertuding ke atas, sembari menyanyi "Pelangi, pelangi, alangkah indahmu ...."

Tiba-tiba senandungnya yang patah-patah itu terhenti dan ia bertanya, "Ma, Tuhan ada di mana?" Saya agak terkejut mendengarnya, tetapi dengan segera saya menjawab, "Tuhan ada di hatimu, Nak. Di hati Mama juga."

Sebagai orang dewasa, benak kita cenderung penuh dengan berbagai urusan. Maka, tak heran bila sedang memandang ciptaan Tuhan dan keindahan alam, kita jarang mengingat Pribadi yang telah menciptakan semua itu (Mazmur 104:24). Padahal, sesungguhnya hal itu merupakan saat-saat indah di mana Tuhan menyapa kita dengan kesejukan kasih-Nya, khususnya di tengah-tengah berbagai urusan kita di dunia ini. Bahkan manakala kita berada di tengah gelapnya kehidupan, alam akan mengingatkan kita bahwa Allah yang menciptakan semesta yang agung, sesungguhnya juga memerhatikan kita pribadi demi pribadi, termasuk segala keberatan di hidup kita (Mazmur 8:4,5).

Marilah kita menikmati karunia Allah yang dari waktu ke waktu mewakili senyum kasih-Nya. Langit yang biru, mentari senja yang memerah, pelangi yang membusur dengan cantiknya, pegunungan yang gagah, lautan yang menggelora, dan banyak lagi yang lain, akan selalu menunjuk kepada kebesaran penciptanya -AW

TANGAN ALLAH MENCIPTA ALAM YANG BEGITU LUAS
TETAPI DIA JUGA BISA MENDEKAP SAYA YANG BEGITU KECIL

Yayasan Gloria

Belajar Berkata "Cukup"

Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Sumber : Unknown

Istilah-istilah Dalam Alkitab

Ada baiknya kita mengenal beberapa istilah dalam Alkitab untuk lebih memahami Alkitab. Mari kita simak satu per satu kata-kata berikut ini:

YESUS : Bentuk terjemahan dari nama Ibrani Yashua (Aram: Yeshua). Merupakan nama Yahudi yang umum, namun menjadi khusus ketika diberikan kepada YESUS Kristus (Ibrani: Yashua Ha Mashiakh). Nama ini merupakan turunan dari nama YAHWEH, yakni: ‘Yah’ ditambah dengan kata ‘Shua’ (artinya: Yang Menyelamatkan) , sehingga Yashua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan. YESUS Kristus adalah Firman Elohim yang menjelma sebagai manusia dengan lahir melalui seorang perawan bernama Maria.

YAHWEH : Nama Diri Sang Pencipta, Elohim Yang Mahakuasa, yang secara terbuka dan gamblang diungkapkan kepada Musa sebagai Elohimnya Abraham, Elohimnya Ishak, dan Elohimnya Yakub (Keluaran 3:15). Di dalam Tenakh ditulis hwhy yang dikenal dengan istilah TETRAGRAMMATON (YHWH).

Roh Kudus : Kitab Suci memperkenalkan Roh Kudus sebagai satu Pribadi. Ia disebut juga Roh Elohim (Kej 1:2), Roh YAHWEH (Hak 13:25), Roh Tuhan YAHWEH (Yesaya 61:1 The Spirit of the Lord GOD), Roh Kristus (Rm 8:9), Roh YESUS Kristus (Fil 1:19), Roh Kebenaran (Yoh 14:17) dan Penolong (Penghibur, Perantara, Yoh 14:16). Ia dilambangkan dengan api, air, mata air, aliran sungai kehidupan, [air] anggur, nafas, merpati, dsb.

Kitab Suci : Kumpulan kitab-kitab dan surat-surat yang diterima dan dikanonisasi sebagai firman Elohim yang mengikat kehidupan umatNya. Terdiri dari 66 kitab, yakni 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani (sebagian besar), Aram, dan Yunani.

Elohim : Bentuk jamak dari El atau Eloah. Merupakan kata Ibrani yang dipakai oleh PL untuk menunjuk pribadi-pribadi ilahi yang disembah oleh manusia, baik Elohim Pencipta yang Maha Kuasa yang disebut di dalam Kej 1:1 maupun ’ilah lain’ dalam Kel 20:3.

Anak Elohim : salah satu gelar yang disandang oleh YESUS Kristus yang menunjukkan kedudukan dan hubunganNya dengan Elohim yang dengan begitu akrab Dia sapa ’Abba’ (Mrk 14:36)

Anak Manusia : terjemahan dari istilah khas Ibrani ben ’adam atau Aram bar’ enasya. Ini adalah salah satu sebutan yang paling sering digunakan oleh YESUS untuk menyebut Diri-Nya.

Baptis : berasal dari kata Yunani baptizo, yang berarti ’memasukkan (mencelupkan) sesuatu ke dalam air’. Akhirnya ini menjadi sebuah istilah dalam terminologi Kristiani yang menunjuk pada upacara permandian di dalam air sebagai tanda pertobatan dan percaya kepada YESUS Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dan Tuhan dalam hidup seseorang.

Yohanes Pembaptis : Sepupu YESUS, karena ibunya, Elisabeth adalah sepupu Maria, ibu YESUS. Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua dari YESUS. Ia diurapi degan ‘roh dan kuasa Elia’ untuk mempersiapkan jalan bagi YESUS Kristus (Lukas 1:17).

Sumber: Kitab Suci ILT (Indonesian Literal Translation) , Yalensa, cetakan I, 2007.