Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 April 2008

Penjaja Korek Api

Langit amat kelam. Hujan mengurapi bumi. Deras. Genangan air naik hingga ke trotoar pertokoan. Bumi amat muram. Sementara itu lampu jalan dan neon-sign berkedap-kedip, berkilauan menyajikan mimpi. Seorang gadis cilik dengan buntalan kantung plastik hitam berjalan menelusuri tepian jalan yang gelap. Tangan dan kakinya, yang telanjang, membiru diterpa cuaca dingin. Dia berjalan sendirian sambil menjajakan korek api dagangannya kepada satu dua orang yang melintas. Tetapi tak ada yang memperhatikannya. Semua hanya bergegas lewat, memikirkan diri mereka sendiri, megejar waktu untuk pulang ke rumah masing-masing. Malam ini malam tahun baru dan semua orang bergegas untuk berkumpul bersama.

"Aku takut pulang", desah gadis itu pahit. "Ayah pasti akan memukulku lagi bila aku pulang tanpa uang". Dia membayangkan rumahnya yang sempit dan kusam. Dinding yang retak dan ditutupi koran bekas serta kalender tua agar angin tidak menusuk masuk. Terakhir kali dia pulang tanpa uang, ayahnya yang sedang mabuk memukulnya. Kata ayahnya, "Tidak ada makanan bagi orang malas!". Toh, dia tak dapat memaksa orang untuk membeli korek apinya. Maka dia terus menelusuri trotoar kota. Di depan sebuah Restauran dia berhenti dan memandang ke dalam. Dia melihat kumpulan orang yang sedang bergembira. Di depan mereka terhidang makanan yang kelihatan amat lezat. Sayup-sayup dia mendengar alunan lagu Natal serta suara tawa. Dan beberapa anak seusianya berlarian memutari meja makan itu. Dengan sedih ia kemudian melihat pantulan tubuhnya pada kaca etalase Restauran. Wajah kurus, mata kuyu dan bajunya yang compang-camping membuatnya pilu. Dengan air mata yang mengembang di matanya dia meninggalkan tempat itu. Sayup-sayup dia mendengarkan alunan nada: Joy to the world, the Lord is came Sementara itu malam makin pekat. Jalanan kian sepi. Dan muram.

Akhirnya, dengan letih dia duduk di sudut gelap depan pertokoan yang telah tutup. Dia meringkuk kedinginan. Hujan semakin deras saja. "Mama, mama", bisiknya pelan. "Dimanakah engkau?". Kata tetangga-tetangganya, ibunya pergi meninggalkan mereka sejak dia masih berumur satu tahun. Entah kemana. Kini dia telah berusia tujuh tahun. Dia tinggal bersama ayahnya yang menjadi pemabuk setelah ditinggalkan ibunya serta tidak punya kerja tetap lagi. Kadang-kadang mereka bahkan tidak mempunyai nasi sebutir pun untuk makan sehari. Seluruh penghasilannya akan diambil ayahnya untuk dibelikan arak.

Cuaca dingin kian menusuk tulangnya. Jari-jarinya terasa kaku dan beku. Dengan ragu-ragu dia membuka kantung plastik hitam jinjingannya. Dikeluarkannya sekotak korek api. Ah, kalau saja aku berani untuk menyalakan korek api ini, tanganku tentu akan terhangati Dia merasa bimbang. Tetapi akhirnya dia mengambil sebatang dan menyalakannya. Dan sungguh indah api yang berkilauan dalam gelap. Bagaikan nyala lilin. Sesaat dia merasa berada dalam sebuah ruang yang amat indah. Cahaya itu menari-nari membentuk pendiangan yang memanggil tubuhnya mendekat. Maka diapun menghampirinya. Tetapi sayang, korek api itu lalu padam dan bayangan itu pun menghilang.

Maka dinyalakannya korek yang kedua. Cahayanya jatuh memantul di tembok. Tembok itu lalu berubah menjadi ruang yang amat lapang. Dan ditengah-tengahnya ada sebuah meja bertaplak putih bersih. Di tengah-tengahnya nampak beberapa piring porselen yang berisi makanan kesukaannya. Ada bernebon, ayam panggang rica dan berbagai macam kue seperi panekuk kesukaannya dan juga buah-buahan. Dan, hmm, sungguh lezat aromanya. Dia lalu mengulurkan tangan untuk meraih makanan kesukaanya tetapi mendadak segalanya sirna kembali. Korek itu telah padam. Yang disentuhnya hanya dinding yang keras dan dingin.

Dia lalu menyalakan koreknya yang ketiga. Dia lalu merasa berada di bawah sebuah pohon Natal yang besar dan indah. Pohon Natal terindah yang pernah dilihatnya. Ratusan lilin kecil nampak berkedap-kedip pada dahan dan rantingnya, di sela-sela selimut daun yang hijau rimbun. Sungguh menakjubkan. Dengan rindu dia mengulurkan tangannya untuk memegang pohon tersebut. Tetapi sesaat saja segalanya pun menghilang. Koreknya telah padam dan yang dilihatnya kini hanya tetesan air hujan dari langit yang kelam.

Demikianlah gadis itu terus menyalakan batang-batang korek yang membawa hidupnya ke alam mimpi yang tak pernah dialaminya. Pada batang terakhir muncullah seorang ibu berparas lembut, mengenakan sutera putih berikat biru dan menggendong seorang bayi yang bercahaya, datang menghampirinya. Ah pikirnya, "Aku pernah melihat Ibu ini di dalam gereja Tuhan". Dia ingat waktu kecil dulu, saat ayahnya belum menjadi pemabuk seperti sekarang ini, sesekali dia dibawa ke gereja tersebut. Dengan takjub dia memandangi wajah lembut itu. Dan tiba-tiba dia melihat bayi di gendongan Ibu itu tersenyum lembut kepadanya. Dengan perasaan amat riang dia bangkit berdiri dan berlari memeluk mereka.

Keesokan harinya, Tahun Baru, tubuh gadis itu ditemukan meringkuk oleh orang-orang yang lewat. Maka berkerumunlah mereka disekitarnya. Kasihan kata seorang ibu, Pasti dia mati kedinginan. "Bodoh amat", seru seorang bapak mencemooh, "Berkeliaran sendirian dalam hujan. Tetapi dia nampak bahagia bisik seorang gadis, Lihat senyumnya, seakan dia melihat sesuatu yang kudus sebelum meninggal".

Dan di dalam Gereja Tuhan, koster yang sedang membersihkan ruangan sedang mengomel. Siapa lagi yang bermain-main di sini Dia melihat ke patung Maria yang menggendong Yesus, basah kuyup. Airnya menetes-netes ke lantai. Lamat-lamat dari kejauhan, sekelompok Suster Biara bernyanyi, "Agnus Dei, Qui Tollis Peccata Mundi. Miserere Nobis".

Diadaptasi amat bebas dari Hans Christian Andersen Fairy Tales.

Something Out of Nothing

Today's Scripture

“The earth was formless and void…and God said, Let there be light.” (Genesis 1:2-3).

Today's Word from Joel and Victoria

Are you believing God for something today that seems impossible? We serve a great and mighty God. and He can create something out of nothing. He can make a way when there seems to be no way! Genesis tells us that in the beginning, God created the heavens and the earth. But before He spoke the world into existence, it was formless and void. If God can make the world out of nothing, He can take the empty places in your life and create something beautiful, too! He can speak light into your darkest hour. He can take your formless dreams and give them shape. He can resurrect your dormant gifts and talents! He can make your crooked places straight! Remember, you are created in the image of almighty God. There’s power in your words, and there’s power when you’re in agreement with Him. Start saying what God says about your situation. Speak life to your broken dreams, today. Stay in an attitude of faith and expectancy. As you do, God will take you places that you’ve never dreamed, and you’ll live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, I trust that You are willing and able to make a way where there seems to be no way in my life. Fill me with Your peace and faith and give me a vision for all You have for me. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

24 Selingan Dalam Hidup

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.

Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuhdihatimu.

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum , jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.