Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

29 May 2008

Dua Lautan

Di Palestina ada dua lautan. Yang satu mengandung air yang menyegarkan. Oleh karenanya, terdapat banyak ikan di dalamnya. Pohon-pohon merentangkan dahan-dahannya di atasnya dan akar-akarnya yang senantiasa haus, mencicipi air yang menyembuh-kannya. Sepanjang pantainya anak-anak bermain ketika Ia berada di sana. Ia menyayanginya. Ia dapat memandang jauh atas permukaan air yang berwarna perak ketika Ia berbicara melalui perumpamaan-perumpamaan. Dan di atas sebuah lereng bukit yang terletak tidak jauh, Ia telah memberi makan kepada lima ribu orang.

Sungai Yordan membuat lautan ini dipenuhi dengan air yang jernih yang datang dari bukit bukit. Oleh karena itu, Ia merasa gembira dalam cerahnya matahari. Dan manusiapun membangun rumah-rumahnya dekat lautan itu, dan burung-burungpun membangun sarangnya; dan semua makhluk di sekitarnya dipenuhi oleh rasa sukacita yang besar karena lautan itu.

Sungai Yordan mengalir terus ke arah Selatan ke dalam suatu lautan yang lain. Di sini tidak terdapat suara ceburan dari ikan, tidak ada suara daun-daun yang berkibar, tidak ada nyanyian anak-anak. Para pelancong memilih jalan lain, kecuali jika memang terpaksa. Udara menggantung dengan berat di atas air, dan tidak ada manusia atau binatang yang mau meminum airnya.

Apa toh yang membedakan kedua lautan itu? Bukan sungai Yordan. Bukankah ia mengalirkan airnya ke dalam dua lautan itu? Bukan pula karena tanahnya di atas mana mereka terletak.

Inilah perbedaannya. Lautan Galilea menerima air dari Yordan namun tidak mengambil airnya untuk diri sendiri. Untuk setiap tetes air yang ia terima, maka setiap tetes itu pula mengalir keluar. Penerimaan dan pemberian berlanjut dalam jumlah yang sama.

Lautan yang lain agaknya lebih licik. Dipenuhi dengan rasa iri hati, ia menimbun airnya untuk diri sendiri. Ia tidak dapat tergoda untuk tergerak oleh rasa murah hati yang spontan. Untuk setiap tetes air yang ia terima, ia menimbunnya sendiri.

Lautan Galilea menerima dan memberi. Tapi lautan yang lain sama sekali tidak memberi. Karenanya, ia dinamakan Lautan Mati. Di dalam dunia ada dua jenis manusia seperti juga ada dua lautan di Palestina.

Nail Scarred Hands

It’s one more time to remember the Nail Scarred Hands that has saved me from my sins and from eternal damnation into eternal life. The hands of a carpenter that was nailed to the cross… because of me. Sinless He might have been, He chose to bear the weight of a lost world on the cross, so that they might not perish. For He so loved the world, that He came to save those that was lost so that they might have eternal life. Look at the lives of the disciples, look at the life of one Zacchaeus, once a sinner but a sinner no more by the love of Christ.

Your love has captured me oh Lord. Your love has captivated me and compelled me to come to know You. Here I come once again oh Lord to renew my faith and my commitment in You. I’m sorry Lord if I have been deceived and led astray these last few weeks. Now I want to come home, come back to where You are. To where your Nail Scarred Hands will hug me and embrace me. To where your love will never end. I love You, Jesus.

This post is dedicated to Jesus Christ, my Lord and my Savior, on the day of rememberance that He died 2,000 years ago to save me from my sins. Thank you for your unending love, Jesus. Thank you for saving me from my sins.

Here I am, Lord, and I’m drowning in your sea of forgetfulness
The chains of yesterday surround me
I yearn for peace and rest
I don’t want to end up where You found me
And it echoes in my mind, keeps me awake tonight

I know You’ve cast my sin as far as the east is from the west
And I stand before You now as though I’ve never sinned
But today I feel like I’m just one mistake away from You leaving me this way

Jesus, can You show me just how far the east is from the west
‘cause I can’t bear to see the man I’ve been come rising up in me again
In the arms of Your mercy I find rest
‘cause You know just how far the east is from the west
From one scarred hand to the other

I start the day, the war begins, endless reminding of my sin
Time and time again Your truth is drowned out by the storm I’m in
Today I feel like I’m just one mistake away from You leaving me this way

I know You’ve washed me white, turned my darkness into light
I need Your peace to get me through, to get me through this night
I can’t live by what I feel, but by the truth Your word reveals
I’m not holding on to You, but You’re holding on to me
You’re holding on to me

Jesus, You know just how far the east is from the west
I don’t have to see the man I’ve been come rising up in me again
In the arms of Your mercy I find rest
‘cause You know just how far the east is from the west
From one scarred hand to the other

Lyrics from East To West by Casting Crowns

Lowongan Pekerjaan Di Sekolah Mahanaim

Kami dari Yayasan Mahanaim, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dengan fokus di bidang pendidikan. (www.love-mahanaim.or.id). Salah satu divisi yang bernaung di bawah Yayasan ini adalah divisi sekolah. Sekolah ini sedang membutuhkan sejumlah guru yang terbeban untuk melayani sebagai:

Guru SD - SMA semua bidang studi

Syarat:
- Berpendidikan S1 ditutamakan yang SPd.
- pengalaman 2 th

Adapun bagi guru English Program, dengan syarat tambahan:
- TOEFL score min. 600

Bagi yang tertarik dapat mengirimkan
- Surat lamaran
- fotokopi Izajah
- Biodata
- Kesaksian pengalaman pribadi bersama Tuhan

ke :
Yayasan Mahanaim
PO Box 155
Bekasi, 17015
Indonesia

atau melalui email ke
daniel.ferry.73@gmail.com (max 200KB).


Lamaran ditunggu sampai bulan Agustus 2008

Ganggulah Aku

Nats : ... sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem ... (2Samuel 11:1)

Bacaan : 2Samuel 11:1-27

Biasanya orang lebih suka berada di tempat yang aman daripada harus berpetualang dan meninggalkan kenyamanan. Begitu juga banyak orang kristiani sudah cukup puas dengan keadaan rohaninya yang "aman-aman" saja. Daripada memulai petualangan rohani yang seru bersama Tuhan, mereka lebih suka memiliki keadaan rohani yang monoton dan datar saja. Sedapat mungkin mereka berharap situasi akan terus stabil, tidak ada gangguan, masalah, ataupun hambatan.

Seorang yang luar biasa bernama Sir Francis Drake, merindukan petualangan rohani bersama Tuhan, sehingga saat keadaan "aman", ia berdoa demikian: "Ganggulah kami Tuhan, ketika kami berpuas diri karena mimpi-mimpi kecil kami menjadi nyata. Ketika kelimpahan harta benda membuat kami kehilangan rasa haus terhadap air kehidupan. Ketika kecintaan pada hidup ini membuat kami berhenti memimpikan kekekalan. Ketika keinginan kami membangun bumi baru meredupkan visi kami akan surga. Ganggulah kami agar berani berpetualang di lautan yang lebih luas, di mana badai akan memperlihatkan kuasa-Mu yang dahsyat!"

Doa di atas sebenarnya ingin menunjukkan betapa bahayanya sebuah tempat di mana kita merasa nyaman di situ. Lihatlah kehidupan Daud ketika jatuh dalam dosa perzinaan dengan Batsyeba. Ia jatuh bukan saat ia ada dalam pelarian atau peperangan yang menegangkan, tetapi justru saat ia santai di istananya yang nyaman.

Hati-hati jika kita sudah cukup puas dengan kekristenan kita selama ini. Daripada puas dengan kehidupan rohani yang biasa-biasa, sebaiknya kita berdoa meminta keberanian untuk mengalami perkara yang lebih besar -PK

KETIKA KITA BERPUAS DIRI DENGAN KEADAAN ROHANI KITA
ITU SAATNYA MEMINTA TUHAN AGAR IA MENGGANGGU KITA


SABDA.org

He Prepares Your Path

Today's Scripture

I will go before you and make the crooked places straight…” (Isaiah 45:2 NKJV)

Today's Word from Joel and Victoria

Do you ever feel like every time you try to move forward in something, you hit a roadblock? Something happens that throws you off course. Be encouraged today because right now in your life, God is going before you. He’s preparing a way. He’s making your crooked places straight. He’s making your rough places smooth. You may be going through a difficult time right now, but it’s not the end. It’s only the beginning. God has equipped you for this journey. You may feel like you’re in a dry season, but don’t look at your circumstances. Look at the promise of God today! If you’ll keep speaking words of faith, God promises that He’ll anoint your head with oil and your cup will run over. That means you’ll be refreshed and anointed to do what He’s called you to do. God is preparing your path and equipping you for the journey. What do you need today to keep moving forward? Start by checking your attitude. Don’t go around complaining and focused on the negative side of things. Put on an attitude of praise and thanksgiving. Thank Him for making your crooked places straight! As you do, you’ll move forward in joy and gladness in the blessed future He has prepared for you!

A Prayer for Today

Lord in heaven, thank You for Your goodness in my life. Thank You for preparing the path for my life and making my crooked places straight. Thank You for restoring my soul and life and for guiding me in everything I do. I submit every area of my life to You today. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries