Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

24 February 2009

Keajaiban Jalan Tuhan

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Apa jadinya jika Anda membuat seseorang sukses, namun nasib Anda tak sedikit pun berubah? Itulah yang dialami oleh Mordekhai. Setelah memasukkan keponakannya Ester ke dalam benteng Susan sampai akhirnya menjadi ratu, Mordekhai hanya menjadi orang yang duduk di pintu gerbang istana seperti seorang pengemis. Bahkan setelah ia berhasil membongkar persekongkolan jahat yang berikhtiar membunuh raja Ahasyweros, nama Mordekhai hanya dicatat di buku sejarah. Tidak ada penghargaan apapun yang ia terima. Dan hidupnya tidak berubah sama sekali. Apakah Mordekhai dongkol? Mungkin saja tapi yang pasti Alkitab tidak mencatat sikap Mordekhai yang demikian.

Tapi tunggu dulu. Ternyata tak seorang pun yang bisa menebak jalan hidup seseorang dan mengerti jalan Tuhan sepenuhnya. Setelah bertahun-tahun berlalu, Tuhan bisa membuat Raja Ahasyweros tidak bisa tertidur dan membaca buku sejarah kerajaan. Pernahkah terpikir oleh Anda kalau hal ini kurang masuk di akal? Karena buku sejarah itu pasti tempatnya di perpustakaan kerajaan. Jarang ada orang yang tidak bisa tidur lalu ia pergi ke perpustakaan. Dari ratusan buku yang ada di sana, Raja memilih buku sejarah kerajaan. Dan dari ratusan halaman yang ada, nama Mordekhai begitu melekat di hatinya malam itu.

Di saat yang bersamaan, Naaman, orang kedua di kerajaan, sangat membenci Mordekhai dan berikhtiar untuk menghabisi tidak hanya Mordekhai saja namun seluruh orang Yahudi yang ada di kerajaan itu. Bahkan Ia sudah menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Lalu kelanjutan ceritanya seperti yang Anda tahu. Keadaan berbalik sepenuhnya. Naaman yang berikhtiar jahat terhadap umat pilihan Tuhan, harus menanggung hukumannya. Bahkan Naaman digantung di tiang yang telah dibuatnya sendiri. Dan Mordekhai? Ia menggantikan kedudukan Naaman menjadi orang nomor dua di Kerajaan Ahasyweros.

Pertolongan Tuhan tak pernah sedetik pun terlambat. Tuhan tahu persis apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan IA telah mempersiapkan hal itu jauh sebelumnya melalui setiap peristiwa yang kita alami saat ini. Tidak ada yang kebetulan di dalam hidup kita namun kitalah yang seringkali tidak mengerti maksud Tuhan sehingga sering mempertanyakan kasih-Nya pada kita ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Melalui banyak teladan kisah di Alkitab, marilah kita senantiasa belajar bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, apa yang tak pernah timbul di dalam hati, semua itu telah disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Waktu akan menunjukkan maksud Tuhan yang besar dalam hidup Anda ketika Anda harus melalui banyak kerikil tajam saat ini.

Jawaban.com

Apa Itu Masalah?

Masalah yang kamu hadapi akan membuatmu kalah atau juga membuatmu berhasil – tergantung bagaimana kamu meresponinya. Sayangnya banyak orang yang salah memandang bagaimana Tuhan memakai masalah-masalah untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka menanggapinya dengan cara yang bodoh dan marah terhadap masalah-masalahnya bahkan tidak mau memikirkan apa keuntungan yang mereka terima.

Di bawah ini ada lima cara Tuhan memakai masalah dalam hidupmu :

Tuhan memakai masalah untuk menuntunmu
Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu mau berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasikan kita untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba mengambil perhatianmu. Kadang-kadang membawa kita ke situasi, keadaan yang menyakitkan agar kita mau mengubah cara jalan kita (Amsal 20:30)

Tuhan memakai masalah untuk mengujimu
Manusia seperti the celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji imanmu lewat masalah-masalah? Apakah masalah-masalah itu membuka pikiranmu? Ketika kamu menghadapi banyak masalah, hendaklah kamu penuh sukacita sebab lewat masalah-masalah ini akan menguji imanmu dan akan mengajarkan kamu tentang kesanaran (Yak 1:2-3)

Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu
Ada beberapa pelajaran yang kita dapati lewat jalan yang menyakitkan dan kegagalan. Contohnya seperti anak kecil yang orang tuanya menyuruh dia untuk tidak memegang kompor yang panas. Tetapi kamu mungkin akan dapat mempelajari sesuatu lewat terbakar. Kadang-kadang kita mempelajari nilai dari sesuatu : kesehatan, uamg, hubungan, dengan menghilangkannya. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu (Mzm 119:71)

Tuhan memakai masalah untuk melindungimu
Suatu masalah kadang-kadang kelihatan akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu . Tahun yang lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika ketika atasannya menyuruhnya. Kehilangan pekerjaan adalah masalahnya. Tetapi ia terselamat dari hukuman penjara setelah setahun kemudian ketika tindakan atasannya terungkap. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20)

Tuhan memakai masalah untuk meyempurnakanmu
Masalah, jika ditanggapi dengan benar, membangun karakter kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada karaktermu daripada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal, justru bisa bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah… masalah menolong kita untuk belajar bersabar. Dan kesabaran membentuk karakter kita dan menolong kita percaya