Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 June 2009

Sebelum Anda Bercerita Tentang Temanmu…

Seorang cendekiawan di Baghdad pada jaman kuno dikatakan ia orang yang sangat arif.

Pada suatu hari, seorang kawan bertemu dengan orang yang terpelajar ini dan mengatakan, “Apakah Anda sudah mendengar tentang kawan kita?”

“Tunggu sebentar,” jawab orang bijak itu. “Sebelum Anda melanjutkan, bisakah aku menanyakan beberapa hal? Apakah yang hendak Anda katakan sesuatu yang benar?”

“Aku tak tahu,” jawab teman itu.

“Baiklah,” kata orang bijak itu. “Anda mengatakan bahwa tidak tahu. Ijinkan aku menanyakan lebih lanjut.”

“Apakah yang Anda ingin ceritakan tentang sesuatu itu baik?”

Orang itu menjawab, “Tidak!”

Kalau begitu, pertanyaanku yang ketiga adalah, “Apa yang kamu ingin ceritakan itu ada manfaatnya bagiku?”

“Tidak ada,” kata teman itu.

Kemudian orang bijak itu mengatakan, “Bila Anda tidak tahu apakah itu benar, tidak baik dan tak ada manfaatnya untukku, lalu mengapa Anda ingin menceritakannya kepadaku?”

Pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas adalah sebelum Anda menceritakan sesuatu tentang orang lain, tanyakannya kepada diri Anda, apakah kabar itu dapat melalui ketiga macam ujian itu? Dengan kata lain, “Apakah berita yang ingin kuteruskan itu benar, baik dan manfaatnya untuk orang lain?”

Bila kabar itu dapat melalui tiga macam tes itu maka beritakanlah. Namun, bila tidak, lebih baik menutup mulutmu.

Bila Anda tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik tentang seseorang, maka tutuplah mulutmu!

Steve Goodier

Weekly Scripture – 1 Yohanes 2:15-17

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” - 1 Yohanes 2:15-17