Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

09 May 2008

Indah Pada Waktunya

Sebelum menulis kesaksian ini saya mohon pimpinan Tuhan karena saya tidak pandai merangkai kata kata yang ada dalam hati dan kesaksian ini nama Tuhan dipermuliakan.

Semoga kesaksian ini dapat memberikan kekuatan pada anda yang mengalami penderitaan sepeti yang kami alami ini. Ingatlah Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda dalam situasi sesulit apapun, Tuhan mendengarkan doa Anda dan tahu apa yang harus diperbuat untuk Anda, mungkin tidak dengan segera menjawab doa Anda atau tidak sesuai dengan keinginan Anda, tapi Anda harus mengimani suatu saat Tuhan akan memberkan untuk Anda sesuai dengan jalan Tuhan dan kebenaran Tuhan.

Kadang kita tidak mengerti jalan Tuhan, seperti yang kami alami ini selama hampir satu tahun hidup dalam ketidak pastian masa depan. Segala usaha telah kami jalankan tapi semuanya mengalami kebuntuan. Telah kami panjatkan doa-doa dengan tidak bosannya minta Tuhan bawa kami sekeluarga sesegera mungkin membawa kami keluar dari masalah pekerjaan dan keuangan keluarga yang minim sekali, kehidupan keluarga kami benar-benar jatuh nol. Tapi ternyata Tuhan tidak segera membawa kami keluar dari masalah tersebut. Kami sadar Tuhan tidak menjawab doa yang kami layangkan kepada Nya tapi kami yakin Tuhan pasti akan mengabulkannya tapi entah kapan. Tuhan mempunyai rencana lain untuk kami sekeluarga, Dia menghajar kami dengan penderitaan ini untuk membawa kebaikkan untuk keluarga ini.

Suami saya, Tuhan buat dia sadar untuk mengikuti Dia dengan penuh Ketaatan dan menjalani hidup baru dibimbing oleh seorang hamba Allah. Dan puji Tuhan kini keluarga kami dapat berbakti kepada Tuhan dengan lebih dalam lagi Tuhan telah mengabulkan doa yang saya mintakan selama bertahun tahun agar kami sekeluarga selalu hidup dengan Tuhan. Dan saya juga lahir baru kembali dan Tuhan memberikan kuasa berbahasa roh, dan anak kami semakin dalam lagi pengetahuan tentang kasih Yesus. Tuhan memberikan jalan keluar juga untuk masalah pekerjaan suami saya itu pun tanpa kami bayangkan tawaran kerja yang tiba tiba dan sekarang telah diterima kerja di sebuah perusaahaan.

Dan saya juga telah diperdamaikan pula dengan salah satu keluarga yang dulunya sangat membenci saya dengan rendah hati dan tanpa beban apapun saya minta maaf pada dia. Tuhan benar benar menguji ketaatan kami sekelurga dan iman kepada Nya. Dalam Jumat agung ini yang kami rasakan adalah lahir baru kembali yang membuat kami memuji Tuhan tanpa bisa diutarakan perasaan ini bersyukur, bahagia dan entah apa lagi yang tidak terucapkan kami hanya bisa menangis. Allah ku benar benar ajaib, rencana Tuhan semuanya kami tidak tahu dan tidak pernah kami bayangkan jalan keluar seperti ini tapi yang pasti Tuhan membuat semuanya indah pada waktunya. Seperti dalam saduran berikut ini bagi saya maknanya sangat indah dan dalam. Terkadang kita tidak mengerti, mengapa segala sesuatu berjalan serba salah. Dalam hati, kita mulai bertanya apakah benar Tuhan mendengarkan Doa? Kekuatiran dan ketakutan mulai menghantui kehidupa kita kita bingung dan putus asa. Tidakkah Tuhan tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup kita ?

Pada suatu hari aku masuk ketempat kudus Allah untuk merenung. Kusadari bahwa segala sesuatu yang terjadi itu sebenarnya adalah untuk kebaikkanku sendiri

"Betapa bodoh dan dungunya aku ini pemandangan-MU, ya Allah. Walaupun demikian Engkau tetap mengasihi aku. Engkau memegang tangan kananku dan engkau mempunyai rencana yang indah bagiku. Sepanjang hidupku engkau akan terus membimbing aku dengan nasihat firman-Mu Engkau membuat semuanya indah pada waktunya, ya Tuhan ".


Oleh: Santi

Singapore Airlines

Bacaan : Kolose 3:5-17

Menurut majalah Asiamoney yang beredar di Hongkong, Singapore Airlines memperoleh penghargaan sebagai maskapai penerbangan terbaik di Asia, selama 11 tahun berturut-turut. Belum lagi penghargaan lainnya. Pelayanan yang berkualitas adalah kunci kesuksesan perusahaan ini, sesuai dengan kode maskapai penerbangannya, SQ (Service Quality). Konsistensi (keteguhan pada prinsip), persistency (ketekunan), dan inovasi (penemuan ide baru) adalah tiga hal yang membuatnya bertahan dalam persaingan global.

Sebagai manusia yang baru di dalam Kristus, adakah kita memiliki semangat untuk selalu memberi kualitas terbaik dari semua yang kita miliki saat menjalani hidup di dunia ini? Bila Allah telah mengangkat hidup kita dari yang lama dahulu (ayat 7), dan memperbarui hidup kita dengan berbagai kualitas karakter seperti yang dikatakan dalam bacaan kita hari ini, sudahkah kita hidup seturut dengan perubahan tersebut? Dalam konteks pelayanan kepada Tuhan, sudahkah kita memberi yang maksimal dari kapasitas yang Tuhan percayakan?

SQ selalu mengupayakan pelayanan yang berkualitas sehingga para pelanggannya merasa puas. Jika demikian, bukankah kita harus lebih lagi memberi kualitas terbaik dalam seluruh aspek hidup ini -- khususnya ketika kita melayani Tuhan, mengambil bagian dalam pekerjaanNya -- untuk menyenangkan Tuhan? Kualitas terbaik yang diberikan adalah nilai luhur tertinggi dalam pelayanan gerejawi. Ini melebihi SQ. Nah, sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi Raja Semesta Alam? Rindukah kita memberikan seluruh sumber daya dan kapasitas terbaik bagi Dia? -BL

APA PUN YANG TERJADI, BERI YANG TERBAIK SESUAI KAPASITAS
SEBAGAI PERTANGGUNG JAWABAN KEPADA TUHAN

SABDA.org

Live Skillfully

Today's Scripture

“Do you see a man skilled in his work? He will serve before kings…” (Proverbs 22:29).

Today's Word from Joel and Victoria

Too often times, it’s easy to get stuck in a rut in life, doing the same thing the same way. But if we are going to live at our best, we should constantly be growing and sharpening our skills. We should strive to learn and grow every single day; because when you stop learning, you stop growing, and when you stop growing, you stop living. What are you doing to stretch yourself? What are you doing to improve your skills? Don’t get trapped into thinking that “good enough” is good enough. You are created for more than just average. Today is a new day and there are new heights for you to climb. Pursue what you love, and keep developing that area of your life. Take a class or find a mentor that will help you live skillfully. As you do, you’ll rise up higher and higher. You will stand before kings and rulers and you’ll live the blessed life He has in store for you.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank you for giving me the ability to grow and increase in every area of my life. Show me ways to improve my skills so that I can honor You in everything I do. In Jesus’ Name. Amen.

Source : Joel Osteen Ministries

Buat Apa Kita Baca Alkitab?

Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan disuatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky (Amerika)dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, "Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?"

Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, "Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air".

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi".

Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, "Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup", maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, "Lihat Kek, percuma!"

"Jadi kamu pikir percuma?", Jawab kakek.

Kakek berkata, "Lihatlah keranjangnya".

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita".

Kiriman : Desy Nathalia