Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 February 2009

Salah Menaruh Hati

Hakim-hakim 14:2 Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 59-60; Markus 3-4; Bilangan 1-4

Keperkasaan Simson sangat menakjubkan. Ia lahir karena kasih karunia Allah. Allah telah memperlengkapi dengan kekuatan yang luar biasa sejak lahir. Tetapi sayang, keperkasaannya hilang karena salah menaruh hatinya. Tradisi Israel melarang untuk kawin campur yang gawur dengan bagsa-bangsa lain. Simson sebagai orang Israel asli tentu mengenal tradisi tersebut. Ia menyepelekan larangan Allah. Simson lebih memperhatikan kecantikan Delila, dibanding peraturan Allah.

Dalam memilih kekasih, Simson hanya memperhatikan penampilan luar. Ia melihat Delila hanya dari sudut pandang jasmani, bukan dari sudut pandang Allah. Ia tidak mengambil keputusan berdasarkan persetujuan Allah. Akibat kesalahannya, hidup Simson bukan hanya gagal melainkan berakhir dengan tragis.

Kita mungkin tidak seperti Simson dalam hal menaruh hati. Namun tanpa sadar, kita juga melakukan hal serupa. Kita menaruh hati di tempat yang lain, pada sesuatu yang bukan Allah, misalnya hati kita lebih terpaut pada orang yang kita cintai, hobi, pekerjaan, barang baru yang kita miliki dan lain-lain. Tidak salah kita mencintai hal-hal itu, tetapi Tuhan haruslah tetap nomor satu. Ketika kita salah menaruh hati, berarti bencana bagi kita.

Waspadalah! Jika hati kita kotor, hidup kita pun tidak akan jauh berbeda.

Jawaban.com

Tapi Kami Membacanya

Bayangkan kamu bekerja pada sebuah perusahaan dimana direktur perusahaan itu akan pergi ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama. Ia memberitahukan kepadamu dan beberapa karyawan yang dipercayainya, “Aku akan pergi, dan ketika aku tidak ada disini, aku minta kalian memperhatikan bisnis disini. Kalian yang mengatur disini selama aku pergi. Aku akan mengirim surat secara rutin. Aku akan memberi instruksi kepada kalian apa yang harus kalian kerjakan mulai dari sekarang sampai aku pulang.”

Semua setuju. Ia meninggalkan kantor dan pergi untuk beberapa tahun. Selama ia pergi, ia sering mengirim surat, memberitahukan keinginan-keinginannya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ia kembali.

Ketika berjalan menuju pintu depan kantor, ia langsung menemukan semuanya dalam keadaan kacau. Banyak tanaman liar disana, bahkan ada seekor tikus di sofa ruang tamu, kaca jendela pecah berantakan, wanita yang ada di meja depan sedang mendengkur, musik yang kencang terdengar dari beberapa ruangan, beberapa orang sedang bermain.main di ruang belakang. Bisnis mereka bukan meningkatkan profit malah menderita kerugian yang sangat besar. Tanpa segan direktur itu segera memanggil semua karyawannya untuk berkumpul dan dengan marah ia bertanya, “Apa yang terjadi? Apakah kalian tidak menerima surat-suratku?”

Kamu akan bilang. “Oh, iya tentu saja kami menerima semua surat Anda. Kami telah mengumpulkannya menjadi satu buku. Dan beberapa orang sudah menghapalnya. Bahkan, kami menyelenggarakan “letter study” setiap hari minggu. Anda tahu, surat-surat itu begitu luar biasa.”

Lalu direktur itu kemudian bertanya, “Tetapi apa yang kalian lakukan setelah menerima instruksiku?” Dan, tanpa ragu karyawan-karyawannya akan menjawab, “Melakukan? Tidak ada. Tetapi kamu membaca semuanya!”

Kamu bisa saja menjadi pembaca Alkitab yang setia. Bahkan membaca atau menggunakan buku-buku rohani sebagai referensi pribadi. Namun kamu tidak akan mengalami perubahan karakter dan hidup, jika kamu hanya membacanya tanpa melakukan apa-apa. Bebaskan dirimu dengan mulai melakukan firman Tuhan! Bukan hanya sekedar menjadi pembaca.

Weekend Scripture – Amsal 13:11

"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." - Amsal 13:11