Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 July 2008

Mati Setiap Hari

Nats : Dalam segala hal kami ditindas .... Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami (2 Korintus 4:8,10)

Bacaan : 2 Korintus 4:7-12

Apakah Anda berada dalam situasi di mana Anda sering disalahpahami karena iman Anda di dalam Kristus? Apakah Anda dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki jiwa suka mencela dan mengkritik? Apakah pekerjaan yang Anda lakukan di gereja Anda atau untuk keluarga Anda kurang atau sama sekali tidak dihargai?

Reaksi yang tepat untuk itu adalah bersedia memiliki roh yang rendah hati dan penyerahan diri -- untuk mati seperti yang Yesus lakukan di sepanjang hidup-Nya. Ya, Tuhan kita mati satu kali di atas kayu salib; tetapi dalam pengertian lain, Dia pun mati setiap hari. Salib menjadi puncak dari seluruh kematian seumur hidup. Dia bersedia disalahpahami dan difitnah, mengorbankan tempat tinggal dan kenyamanan, untuk mengambil peran sebagai seorang hamba. Itu adalah “kematian” yang harus dialami-Nya. Kita harus bersedia untuk mati seperti itu juga.

Ketika kita mati bersama-Nya, karunia Allah kepada kita adalah “kehidupan Yesus” (2 Korintus 4:10), hidup paling menarik yang pernah ada. Keindahannya perlahan-lahan akan tumbuh dalam diri kita dan menjadi keindahan kita juga.

Ingatlah peribahasa ini: “Sebuah gambar bernilai seribu kata”. Kerendahan hati dan ketenangan yang melukiskan tentang Yesus dalam menghadapi kesalahpahaman yang menyedihkan nilainya sebanding dengan ribuan kata-kata. Sebagian orang boleh melihat hidup Yesus yang terungkap dalam diri Anda dan rindu untuk masuk ke dalam hidup itu. Begitulah, mati setiap hari dapat membantu membawa hidup kepada orang lain —David Roper

AGAR DAPAT HIDUP SETIAP HARI UNTUK KRISTUS
KITA HARUS MEMATIKAN DIRI SENDIRI SETIAP HARI

SABDA.org

Kasih Seorang Ibu

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali"

Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma. Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.

Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung.

Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us. Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membawanya ke rumah sakit. Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?"

Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu. Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya. Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu. Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti. Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

The Power of Peace

Today's Scripture

“Peace I leave with you; My peace I give you. I do not give to you as the world gives. Do not let your hearts be troubled and do not be afraid” (John 14:27).

Today's Word from Joel and Victoria

No matter what may be going on all around you today, you can still live in peace. The scripture encourages us to not let our hearts be troubled. In other words, don’t meditate on all the negative things in this world to the point that it steals your peace. If you have fear, worry or anxiety about anything, recognize that those feelings aren’t from God because He has promised to give you a spirit of power, love and a sound mind. There is tremendous power in peace. When you are at peace internally, you can think more clearly. You can hear the voice of God more easily. You’ll make better decisions. Even your physical body responds to peace. The enemy knows this, and his goal is to steal your peace. He tries to set you up to get upset. But when you choose to receive God’s peace, then no weapon formed against you shall prosper. You can live in peace, you can live in joy, and you can live the abundant life God has for you.

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for Your gift of peace in my life. I choose to receive Your peace in my heart and hold it close to me always. I receive Your Word as truth and life to my soul. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries