Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 June 2009

Weekly Scripture – Mazmur 50:15

Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela - Mazmur 50:15

Rileks

Nats : Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum ... (Lukas 6:1)

Bacaan : Lukas 6:1-5

Kehidupan zaman sekarang penuh dengan tekanan; kesibukan dan ketergesaan seolah telah menjadi rutinitas. Bagaimana dengan Anda? Kapan terakhir Anda punya perasaan ingin berteriak sekeras-kerasnya? Kapan Anda merasa begitu ingin menangis? Apakah Anda mengalami kesulitan tidur pada malam hari dan terus diliputi ketegangan? Kapan terakhir Anda tersenyum dengan spontan? Kalau Anda sedang mengalami hal-hal itu, berarti Anda tengah mengalami gejala stres. Anda perlu waktu rileks. Rileks membantu me-recharge baterai kehidupan Anda.

Firman Tuhan hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus yang tengah berjalan di ladang gandum (ayat 1). Untuk apa Dia di sana? Alkitab memang tidak menjelaskan. Namun, sangat mungkin Dia tengah bersantai. Keluar sejenak dari kesibukannya, menikmati panorama alam pada Hari Sabat. Bisa dipahami, setiap hari Dia sangat sibuk -- mengajar, melayani orang banyak, menyembuhkan orang sakit. Begitu padat aktivitas-Nya, sampai kadang makan pun Dia tidak sempat (Markus 6:31). Rupanya Tuhan Yesus juga sangat memperhatikan saat-saat untuk rileks.

Rileks, berhenti sejenak dari hiruk pikuk rutinitas dan ketegangan sehari-hari, banyak sekali manfaatnya. Dalam olahraga golf dikenal pukulan yang disebut backswing. Kunci keberhasilan pukulan ini adalah rileks. Ketika si pemain berada dalam keadaan rileks, pukulannya bisa lebih jauh daripada kalau mereka melakukan dengan tegang. Begitu pula dengan hidup kita. Rileks akan membantu kita untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan kejernihan dalam berpikir, sehingga hidup kita menjadi lebih produktif. Dan tentu lebih sehat pula –AYA

KITA PERLU MENJAGA KESEIMBANGAN
ANTARA WAKTU BERAKTIVITAS DAN WAKTU UNTUK RILEKS

Ibu

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakiti-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaci maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian.

Disaat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya, tangannya tak dapat hapuskan airmata mu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan, bayangkan ibumu sudah tiada, apakah kamu cukup membahagiakannya, apakah kamu pernah berfikir, bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya.

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)

SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi...

Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...