Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 May 2010

The Devil & The Duck

There was a little boy visiting his grandparents on their farm.
Seorang anak laki2 mengunjungi kakek nenek nya di pertaniannya.
image
He was given a slingshot to play with out in the woods.
Dia diberi sebuah ketapel untuk bermain di hutan.

He practiced in the woods; but he could never hit the target..
Dia berlatih di hutan, tapi tidak pernah bisa mengenai sasaran.

Getting a little discouraged, he headed back for dinner.
Karena putus asa, dia pulang untuk makan malam.

As he was walking back he saw Grandma's pet duck.
Dalam perjalanan pulang dia melihat bebek peliharaan neneknya.
image

Just out of impulse, he let the slingshot fly, hit the duck square in the head and killed it. He was shocked and grieved!
Secara reflek, dia menggunakan katapel tsb, mengenai bebek itu tepat di kepala dan bebek itu mati. Dia sangat kaget dan bersedih.

In a panic, he hid the dead duck in the wood pile; only to see his sister watching! Sally had seen it all, but she said nothing.
Dalam kepanikannya, dia menyembunyikan bangkai bebek di tonggak batas hutan; hanya saudara perempuannya yang melihatnya! Sally melihat semuanya,   tapi dia tdk mengatakan apa2...
image
After lunch the next day Grandma said, 'Sally, let's wash the dishes'.
Keesokan harinya setelah makan siang, neneknya berkata kepada Sally, 'Sally,tolong cucikan piring'.

But Sally said, 'Grandma, Johnny told me he wanted to help in the kitchen.'
Tapi Sally berkata, ' Nek, Johnny bilang dia ingin membantu di dapur'

Then she whispered to him, "Remember the duck?'
Kemudian dia berbisik kepada Johnny, ' Ingat bebek itu?'

So Johnny did the dishes.
Maka, Johnny yang mencuci piring.

Later that day, Grandpa asked if the children wanted to go fishing and Grandma said, 'I'm sorry but I need Sally to help make supper.'
Hari berikutnya, kakek bertanya apakah anak-anak mau ikut memancing, tetapi nenek berkata, 'Wah sayang sekali tapi saya perlu Sally untuk membantu menyiapkan makan malam'.

Sally just smiled and said, 'well that's all right because Johnny told me he wanted to help?
Sally hanya tersenyum dan berkata, ' Hm...tidak apa2 karena Johnny bilang akan membantu nenek'.

She whispered again, 'Remember the duck?' So Sally went fishing and Johnny stayed to help.
Sally berbisik lagi kepada Johnny, 'Ingat bebek itu?' Maka Sally pergi memancing dan Johnny tinggal untuk membantu nenek.
 
After several days of Johnny doing both his chores and Sally's; he finally couldn't stand it any longer.
Stelah bbrp hari Johnny dikerjain Sally, akhirnya engga tahan lagi.

He came to Grandma and confessed that he had killed the duck.
Dia menemui neneknya dan mengaku bhw dia telah membunuh bebek nya.

Grandma knelt down, gave him a hug and said, 'Sweetheart, I know. You see, I was st andi ng at the window and I saw the whole thing, but because I love you, I forgave you. I was just wondering how long you would let Sally make a slave of you.'
Neneknya berlutut, memeluknya dan berkata, SAYANG, SAYA SUDAH TAHU.  TAHUKAH KAU, SAYA SEDANG BERDIRI DI JENDELA DAN SAYA MELIHAT SEMUANYA, TAPI KARENA SAYA MENGASIHI KAMU, SAYA MEMAAFKAN KAMU.. SAYA HANYA SEDANG BERPIKIR BERAPA LAMA KAMU AKAN MEMBIARKAN SALLY MEMPERBUDAKMU.

----------

Thought for the day and every day thereafter:
Whatever is in your past, whatever you have done...? And the devil keeps throwing it up in your face (lying, cheating, debt, fear, bad habits, hatred, anger, bitterness, etc.)....whatever it is....You need to know that:
God was st andi ng at the window and He saw the whole thing.
Makna dari cerita ini :
Apapun yg terjadi di masa lalu, apapun yg telah kamu perbuat..dan iblis terus mengingatkannya kembali kepadamu (kebohongan, penipuan, hutang, ketakutan, kebiasaan buruk, kebencian, amarah, kepahitan dll) apapun itu..KAMU PERLU TAHU BAHWA..
TUHAN SEDANG BERADA DI JENDELA DAN DIA MELIHAT SEMUANYA...)

He has seen your whole life... He wants you to know that He loves you and that you are forgiven. He's just wondering how long you will let the devil make a slave of you.
Dia telah melihat seluruh hidupmu. Dia ingin kamu mengetahui bhw Dia mengasihimu dan bahwa kamu telah diampuni. Dia hanya sedang berpikir berapa lama kamu akan membiarkan dirimu diperbudak oleh si iblis.

The great thing about God is that when you ask for forgiveness;
Hal yg terindah tentang TUHAN adalah ketika kamu meminta pengampunan..

He not only forgives you, but He forgets.
Dia tdk hanya mengampuni kamu, tapi dia melupakannya..

It is by God's grace and mercy that we are saved.
Oleh karunia dan rasa sayang kita telah diselamatkan.

Go ahead and make the difference in someone's life today.
Berjalanlah terus dan buatlah suatu perubahan pada hidup seseorang hari ini.

Share this with a friend and always remember:
Teruskan ini kepada seorang sahabat dan selalu ingat :

God is at the window!
Tuhan itu ada di jendela !

When Jesus died on the cross; he was thinking of you!
Ketika Yesus mati di kayu salib, dia memikirkan kamu.
image

26 May 2010

God's Boxes

I have in my hands two boxes,
Which God gave me to hold.
He said, "Put all your sorrows in the black box,
And all your joys in the gold."
image image
I heeded His words, and in the two boxes,
Both my joys and sorrows I stored,
But though the gold became heavier each day,
The black was as light as before.

With curiosity, I opened the black,
I wanted to find out why,
And I saw, in the base of the box, a hole,
Which my sorrows had fallen out by.

I showed the hole to God, and mused,
"I wonder where my sorrows could be!"
He smiled a gentle smile and said,
"My child, they're all here with me.."

I asked God, why He gave me the boxes,
Why the gold and the black with the hole?
"My child, the gold is for you to count your blessings,
The black is for you to let go."

25 May 2010

Surat Dari Tuhan

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.
Aku kembali menanti.
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.
Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama
kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.
Baiklah… engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.
Bapamu,
ALLAH MAHA KUDUS
P.S. : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain?

24 May 2010

Namaku Tek Tan Nio

image* Setiap satu minggu sekali, dengan menggunakan tongkat penyangga, Tek Tan Nio berkeliling Pasar Bogor untuk menjual keripik dan makanan ringan lainnya untuk membiayai hidup ia dan mamanya.

”Tidak banyak yang aku harapkan sekarang, aku hanya ingin melihat mamaku sehat, itu saja..”


Sudah beberapa minggu ini, aku tidak bisa tidur nyenyak. Kepala rasanya sakit sekali seperti ditusuk ribuan jarum tajam yang perlahan menembus kulit. Setiap malam yang kulakukan hanya membolak-balikkan badan, mengganti baju yang basah karena keringat, dan setiap satu jam sekali rutin melongok kondisi mama yang tengah tertidur. Lelah sekali! Jika sudah tidak kuat menahan sakit, aku pun terpaksa minum obat tidur, agar badan ini bisa sedikit beristirahat.

Kondisi kaki mama yang terus membengkak telah menyita seluruh pikiranku. Belum lagi kalau sesak napas mama kambuh, rasanya ingin sekali menggantikan penderitaannya. Sudah tidak bisa diungkapkan, betapa aku sangat menyayanginya melebihi apapun.

Lembaran Kisah Hidupku
Namaku Tek Tan Nio, lahir di Bogor, 11 November 1944, dari rahim Tek Cui Nio, seorang ibu yang sangat luar biasa, karena berhasil membesarkan aku dan kelima saudaraku tanpa figur seorang suami (Tan Ceng Yat -red) di sampingnya.

Sejak papa meninggal karena tifus, mama berjualan makanan untuk bisa menghidupi dan membesarkan kami. Pagi-pagi benar beliau sudah memasak. Mulai dari membuat sate manis, sayur asin, hingga ayam goreng. Sedikit pun tidak pernah terdengar oleh kami dia mengeluh.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, kini kondisi mama tidak lagi sekuat dulu. Sedangkan kami tetap membutuhkan uang untuk biaya sekolah dan hidup. Akhirnya, aku yang terbiasa membantu mama berdagang, memutuskan untuk mencari uang lebih dengan mengajar bahasa Mandarin.

Sudah lama aku mencintai bahasa ini. Bahkan untuk melancarkannya aku sering mengajak ngobrol teman, tetangga, sampai seluruh hewan peliharaanku dengan menggunakan bahasa Mandarin. Semangat tinggi ini tidak sia-sia. Meskipun hanya lulus SMA, sekitar tahun 1950 hingga 1966, aku dipercaya untuk menjadi lao shi (guru) bahasa Mandarin di Zhen Zhong Xue Xio, dan Sekolah Pacung, Mangga Besar. Melalui dua sekolah tersebut, aku mendapatkan banyak teman. Aku yang senang bergaul, juga cepat sekali akrab dengan seluruh murid-muridku.

Karena kedekatan tersebut, salah satu orangtua murid memberikan kepercayaan untuk membantu menjual berlian miliknya. Awalnya aku tidak menyangka akan diberikan kepercayaan sebesar ini, apalagi jumlah berliannya tidaklah kecil, hampir satu toples penuh. Hasil penjualannya juga tidak langsung disetorkan, tapi setiap empat bulan atau enam bulan sekali.

imageimage

Ket:
- Cobaan datang silih berganti dalam kehidupan Tek Tan Nio, namun tidak membuat dia merasa putus asa. Sebaliknya, dia menjadi semakin bersemangat untuk terus melanjutkan kehidupannya. (atas) 
- Tek Tan Nio tidak ingin dirinya dikasihani. Walaupun kakinya mengalami pengeroposan tulang, namun ia tetap semangat berjuang untuk bisa membahagiakan Tek Cui Nio (85), mamanya. (bawah)

Dua pekerjaan sekaligus aku jalani. Menjadi guru dan penjual berlian, secara otomatis telah mendongkrak kehidupan ekonomi keluargaku. Namun sayang, di balik itu banyak sekali cobaan yang hampir saja membunuh jiwa dan ragaku.

Materi terkadang dapat membuat orang gelap mata. Suatu ketika, saat aku kembali ke rumah sehabis bekerja, tiba-tiba kutemukan mama tengah menangis. Matanya yang teduh itu membengkak, dia terlihat sangat shock dan stres. Ternyata, tanpa sepengetahuan mama, salah satu adikku telah mengadaikan rumah kami ke bank, dan pihak bank datang untuk memberitahukan bahwa jatuh tempo pinjaman tersebut sudah hampir habis. Kalau pinjaman sebesar 85 juta tersebut tidak segera dilunasi, maka rumah ini akan segera disita oleh bank.

Darimana kami bisa mencari uang sebanyak 85 juta dalam waktu singkat? Hal itu langsung berputar di kepalaku. Uang 85 juta itu tidak pantas membuat mama meneteskan air matanya. Uang itu juga tidak boleh merusak hatinya yang lembut. Aku berjanji, demi mama aku akan mempertahankan rumah ini, dan atas nama mama, aku meneguhkan hati untuk berjuang.

Segala upaya aku lakukan. Tidak hanya mengajar, aku juga mulai membuat makanan kecil dan menititpkannya ke kantin sekolah, atau menjualnya sendiri ke rumah-rumah sehabis bekerja. Lelahnya bekerja sejak pukul 5 pagi hingga larut malam, tidak lagi kurasakan. Aku pun tidak pernah lupa bersujud memohon kepada Tuhan, untuk meminta kekuatan agar bisa menjalani semua ini. Akhirnya pinjaman itu berhasil kami lunasi. Rasa syukur itu terasa sangat luar biasa karena wajah mendung mama kini sudah berubah menjadi cerah.

Baru saja kami sedikit bernafas lega, tiba-tiba cobaan kembali datang. Sekitar tahun 94, rumah kami kemalingan, dan A Yi (sebutan untuk kakak dari ibu -red) juga terbunuh dalam kejadian itu. Semua berlian dagangan ludes tercuri, dan yang paling menyakitkan kami harus merelakan A Yi, yang selalu setia membantu. Jujur, betapa rapuhnya aku kala itu. Rasa takut, kecewa, dan putus asa semua bercampur menjadi satu. Melihat mama yang terus menangis kala mengingat A Yi, membuat hati ini semakin teriris...

image image005

Ket:
- Untuk mengurangi rasa nyeri dilututnya, Tek Tan Nio memberikan perban di lututnya sebelum pergi keluar rumah. (atas)
- Setiap bulannya, Tek Tan Nio mendapatkan penghasilan sebesar lebih kurang 500..000 rupiah yang hanya cukup untuk makan sehari-hari ia dan mamanya. (bawah)

Belum kering air mata ini, tiba-tiba saja adikku Tek Mei Lan divonis menderita ginjal oleh dokter. Dengan sangat terpaksa akhirnya kami pun menjual sisa-sisa barang yang masih berharga, dan menggunakan uang deposito yang selamat dari kemalingan untuk mengobati adik, sampai akhirnya dia dipanggil Yang Maha Kuasa.

Rasanya telah habis daya ini untuk melewati cobaan yang tidak berujung. Sering juga aku ingin mengakhiri hidup, tapi tatapan lembut mama selalu memberi semangat baru untukku. Ujub-ujub doa (doa khusus -red) yang aku panjatkan telah memberikan kekuatan yang tiada terkira, dan membuatku bertahan hingga saat ini.

Di umurku yang memasuki 65 tahun, aku masih terus berjuang. Dengan bantuan tongkat penyangga kaki, setiap tiga kali seminggu aku menjajakan kerupuk, keripik singkong, chesse stick, dan makanan ringan lainnya ke daerah sekitar rumah dan Pasar Bogor. Semua ini kulakukan untuk membiayai hidupku dan mama, karena tidak mungkin aku menyusahkan saudara-saudaraku yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Empat tahun lalu, aku sudah mulai merasakan sakit di kaki sebelah kanan. Namun karena tidak ada biaya aku menyepelekannya, hingga rasa sakit itu semakin hari menjadi semakin parah. Akhirnya dengan bantuan dana dari beberapa murid, aku pun memeriksakan diri. Menurut dokter, aku mengalami pengeroposan tulang, dan jatuh yang pernah kualami telah memperparah kondisi tersebut. Tulangku sudah retak dan rasanya seperti menusuk ke daging kakiku. Oleh sebab itu, hingga kini aku membutuhkan tongkat penyangga untuk berjalan, karena aku sudah tidak kuat lagi berdiri di atas kedua kakiku.

Tidak hanya itu saja, dokter juga menjelaskan bahwa ada pembengkakan di jantungku. Ia menjelaskan hal tersebut adalah alasan mengapa aku sering sekali berkeringat (kurang lebih lima kali berganti baju setiap harinya, karena basah -red). Sebenarnya dokter sudah melarang untuk terlalu sering berjalan, tapi kalau aku tidak berjualan siapa yang akan memberi makan mama? Cuma ini yang bisa saya lakukan untuk berbakti sama mama.

image image

Ket:
- Tidak hanya pengeroposan tulang, Tek Tan Nio juga mengalami pembengkakkan jantung yang membuat ia selalu berkeringat. Dalam satu hari, dia bisa berganti baju hingga lima kali karena keringatnya yang berlebih. (kiri)
- Betapa besar bakti seorang anak kepada ibunya dapat kita contoh dari sikap Tek Tan Nio yang sangat mencintai ibunya yang berumur 85 tahun, dan tengah sakit-sakitan. (kanan)

Setiap hari, aku dan mama bergantung kepada uang hasil berdagang makanan ringan yang aku dapatkan. Aku akui, kalau hanya untuk makan dan membayar listrik uang tersebut (lebih kurang 500.00 per bulan) cukup, tapi kalau mama atau aku sakit, uang itu jauh dari kata cukup.

Walaupun sering mendapatkan bantuan dari beberapa mantan anak murid, aku tetap tidak ingin terus-menerus menyusahkan mereka. Saat ini yang aku pikirkan hanyalah kesehatan mama, karena menurut dokter mama juga tengah mengalami pembengkakan jantung.

Cobaan yang datang silih berganti tidak hanya membuat aku tangguh, tapi juga semakin menambah rasa cintaku yang besar kepada mama. Mama yang buat aku jadi semangat, kalau tidak ada mama, aku pasti sudah putus asa. Semangat untuk terus berjuang tidak hanya aku dapatkan dari mama, namun juga dari beberapa mantan murid-muridku, teman-teman lama, dan sekarang bertambah dengan hadirnya para relawan Tzu Chi. Karena ada Tzu Chi yang mendukung, rasanya menjadi lebih bersemangat untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Thanks

Djun

Save a Tree. Don't Print this email unless It's necessary.

22 May 2010

Terlambat

Kakek yang besoknya mau berangkat ke Kalimantan, sebelum tidur pesan ke cucunya.

Kakek : “Cucu, besok jam 5 pagi bangunin kakek ya... karena kapal masuk jam 6 pagi."

Cucu : "Baik kek"

Karena terlalu malam tidur, kakek terbangun sudah jam 7 pagi. Tanpa cuci muka atau sikat gigi, kakek ambil tas ransel & sepatu langsung ke Pelabuhan naik ojek dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di pelabuhan, kakek lari kiri kanan. Begitu sampai dermaga, jarak kapal dengan dermaga 5 meter, Kakek langsung ikat tali sepatu, ikat ransel siap lompat salto ke kapal, orang-orang pada teriak.

Penumpang : “We.... kakek mau cari mati ya..????

Kakek : “Emang gw pikirin??? yang penting gw bisa tetap berangkat !!!”
(langsung dengan sisa tenaga kakek lari mundur trus maju dan salto ke kapal).
berhasil tapi hampir jatuh ke laut...

“HUP !!”, kakek bergelantung di pagar kapal, dengan sekuat tenaga sang kakek berusaha naik ke dalam kapal. Begitu mau naik, ada seorang Satpam yang membantunya naik :

Satpam : “Saya ga sangka kakek sehebat ini......memangnya kakek mau kemana? santai aja kek..kapal baru mau bersandar kok!!”

Kakek : :(

19 May 2010

Seorang Teman Baik

Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar.

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah  teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit  kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi  kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...

Thanks for being my friend...

18 May 2010

Sulaman Benang Ruwet

Shalom,

Sobat... kadang kita mengalami hari dimana semuanya seperti kelam karena ada begitu banyak masalah yang kita hadapi. Pernahkan mengalaminya?

Hari ini saya mau bagi satu kisah yang menarik... met membaca ya.

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut. “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu”.

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”.

Sobat… Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?”.

Ia menjawab, “Aku sedang menyulam kehidupanmu”.

Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah”.

Kemudian Tuhan menjawab, “Kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlahFirman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Amin…

17 May 2010

Tiga Rumah

Rumah adalah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan, papan). Bagi orang berada, rumahnya bisa bernilai milyaran rupiah, namun bagi mereka yang sederhana, yang disebut rumah hanyalah sekedar tempat bernaung dari teriknya panas matahari dan derasnya terpaan air hujan. Berbicara tentang rumah, Firman Tuhan mengungkapkan tentang tiga rumah yang harus kita perhatikan baik-baik dalam hidup ini.

1. Rumah Tangga Pribadi
Rumah yang pertama yang harus kita perhatikan ialah rumah tangga kita pribadi lepas pribadi. Apakah dengan menjadi orang Kristen maka secara otomatis rumah tangga mencerminkan kasih dan terang Kristus? Tidak secara otomatis. Harus ada kerja keras dari tiap anggota keluarga!

Hari ini, marilah kita adakan spiritual check up atas tiap-tiap rumah tangga kita dengan memakai prinsip Alkitab yang terdapat dalam kitab Amsal :

  • Rumah tangga Kristen harus diwarnai dengan kasih vertikal dan horizontal (Amsal 3:3)
  • Saudara kembar kasih yaitu kesetiaan juga harus jelas nampak (Amsal 3:3)
  • Iman yang didasarkan atas Firman harus dipelihara (Amsal 3:5-6).
  • Hidup kudus menjauhi kejahatan harus dipraktekkan (Amsal 3:7).
  • Pendidikan iman atas anak harus diutamakan (Amsal 29:17).

Bagaimana hasil check up Anda? Dalam kitab Yosua 24:15 kita mendapati sebuah contoh yang indah mengenai rumah tangga Yosua, pemimpin besar umat Israel waktu itu. Dengan tegas Yosua berkata, “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”. Rumah tangga yang demikian inilah yang berkenan di hadapan-Nya.

2. Tubuh Kita
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:19 menyatakan sebagai berikut “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”

Sejak hari Pentakosta dimana Roh Kudus dicurahkan di kamar loteng Yerusalem, Roh Kudus “dwell in” (diam di dalam) diri orang-orang percaya sehingga dengan demikian tubuh believers menjadi Bait (rumah) Roh Kudus.

Sebagaimana rumah tiap hari disapu dan dipel sampai bersih dan semua sampah dibuang atau dibakar, demikian juga tubuh kita yang adalah Rumah Roh Kudus harus dijaga dan dibersihkan dari segala macam kotoran dan sampah yang bisa membawa penyakit berbahaya. Sayangnya, ada begitu banyak orang yang menamakan dirinya sebagai orang percaya merusak tubuhnya sendiri dengan pelbagai cara yang negatif :

  • Daun tembakau – peringatan tanda bahaya yang sangat merusak sudah ditulis di tiap bungkus rokok, tapi banyak orang yang cuek saja alias tidak menghiraukannya.
  • Berbagai macam minuman keras – merusak tubuh, bahkan tidak sedikit yang mati.
  • Obat-obatan terlarang – menghancurkan tubuh dan jiwa
  • Makan secara berlebihan – Istilah Paulus : Bertuhankan perut (Filipi 3:19)

Yang harus kita lakukan ialah mentaati nasihat rasul Paulus sebagai berikut : Marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, sehingga dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah (II Korintus 7:1)

3. Rumah Tuhan
Dalam Mazmur 92, Firman Tuhan berbicara tentang satu ciri khas seorang yang benar di mata Tuhan. Ciri khas itu dinyatakan dalam ayat 14 – Mereka ditanami di Bait Tuhan dan bertunas di pelataran Allah, bahkan sampai masa tuapun masih tetap mengeluarkan buah. Luar biasa sekali, bukan? Kita semua tentunya mau banget sampai masa tua tetap menghasilkan buah yang segar. Tapi perhatikanlah dulu syaratnya : Ditanam di dalam rumah Tuhan.

Rumah Tuhan pada di akhir zaman ini ialah gereja dimana Anda berjemaat dengan tekun dan setia tiap-tiap minggu. Untuk bisa menghasilkan buah pada hari tua, Anda harus ditanam dalam rumah Tuhan! Apa arti dari istilah “ditanam dalam rumah Tuhan” ini?

Ditanam artinya ada satu tanah yang tetap. Ini berarti harus menghargai rumah Tuhan dalam arti mau menetap dalam hal berjemaat, bukan menjadi warga Gereja Kristen Keliling Keliling (GKKK). Bayangkan : Tanaman yang hari ini ditanam ditanah A, minggu depan dicabut lalu ditanam di tanah B, bulan depan pindah ke tanah C. Bukannya segar dan berbuah, tanaman ini akan merana dan mati.

Ditanam di satu tempat artinya berakar dalam. Akar dari tanaman itu masuk ke tanah dan menyerap zat-zat makanan yang diperlukan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah. Dengan demikian tanaman ini makin kuat akarnya, makin tinggi batangnya dan makin rindang carangnya. Pada saatnya pohon itu akan menghasilkan buah yang segar. Makanan yang sehat adalah Firman Tuhan yang diberitakan secara Alkitabiah di dalam jemaat gereja. Makanan rohani inilah yang mempertumbuhkan jemaat secara rohani sehingga dapat menghasilkan buah.

Ditanam dalam rumah Tuhan artinya ada komitmen. Jemaat yang bertumbuh dengan benar tidak hanya pasif saja menonton, tapi aktif berpartisipasi mendukung kelangsungan jemaat dengan doa, tenaga, talenta, dan dana. Prinsip Alkitab yang dahsyat. Siapa membangun memperhatikan Rumah Tuhan, Tuhan akan membangun rumahnya!

Amin.

Diambil dari Warta Gereja Aletheia, Minggu, 2 Mei 2010

16 May 2010

Fun : Puisi Jatuh Cinta Anak Accounting

Wahai Kekasihku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku....
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku....
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo
mungkin cinta kita harus dijurnal balik.

15 May 2010

Fun : Surat Cinta Dosen Matematika

Untuk … tersayang

Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5

Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1

Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang

Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o)

Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya

14 May 2010

Kebohongan Yang Diucapkan Karyawan

Berikut adalah kebohongan yang sering dilontarkan para karyawan.

1. “Beres, Pak!”
Dalam pekerjaan, tak mungkin kita tak menemui kendala. Pasti ada suatu waktu kita tak bisa menemukan jalan keluar. Amat bisa dipahami ketika atasan yang seakan memiliki moto, “Datang pada saya dengan solusi, jangan dengan masalah!” membuat karyawannya ketakutan sebelum memasuki kantornya. Karena itu, untuk memuaskan atasan, karyawan seringkali berbohong ketika menghadapi masalah. Mereka bisa mengatakan bahwa segalanya beres, padahal keadaan sedang karut-marut. Jalan keluarnya, usahakan untuk berterus terang. Jika tak bisa terus terang dengan atasan, katakan pada rekan kerja, yang mungkin bisa membantu Anda. Jelaskan penyebab munculnya keadaan tersebut, dan Anda butuh bantuan untuk menemukan solusi keluar dari keadaan ini.

Ketika Anda terus berbohong, dan bertingkah seakan tak ada yang salah, segalanya mungkin terlihat lancar. Namun begitu tiba tenggat waktu, terlihat bahwa segalanya tidak berjalan semestinya. Lalu seperti apa reputasi Anda saat itu?

2. “Dengan senang hati.”
Tak semua pekerjaan itu menyenangkan. Ini adalah pelajaran yang kita semua pahami sejak kecil. Mungkin Anda terbiasa tersenyum dan terus melaksanakan tugas-tugas yang dilimpahkan. Anda harus bisa menyeimbangkan antusiasme dan keinginan untuk membuat bos senang, dengan kejujuran. Jika bos Anda memberikan tugas yang akan menyiksa, Anda mungkin tak bisa melarikan diri. Tetapi jika Anda terus mengatakan, “Dengan senang hati, Pak,” maka bos Anda akan berpikir tugas yang dilimpahkan kepada Anda adalah pekerjaan yang Anda sukai.

3. “Maaf, kena macet.”
Ya, semua juga tahu, Jakarta bukan hanya ibu kota Indonesia, tapi juga ibu kota negara kemacetan. Namun, bukan berarti Anda bisa terus berbohong soal itu dan menjadikannya kebiasaan. Jika Anda akan terlambat, hadapi! Anda mungkin berpikir bahwa mengakui Anda telat karena kesiangan sama saja bunuh diri. Kecuali Anda punya bos segalak naga, sesekali terlambat karena kesiangan akibat semalaman menyiapkan presentasi pasti dimaklumi. Semua orang pernah mengalaminya.

Jika Anda harus berbohong karena Anda selalu terlambat ke kantor, maka tak akan ada yang percaya lagi. Entah macet, alarm tidak bunyi, ada wanita melahirkan di kereta, atau segudang alasan lainnya, jika terlalu sering terucap dari Anda, tak akan ada yang peduli.

4. “Saya juga berpikir begitu.”
Tak ada yang suka penjilat. Bahkan bos pun tak suka. Jadi, jangan coba mendapatkan simpati orang dengan menyetujui segala yang ia katakan. Bisa jadi Anda tak akan memiliki ide tersebut, karena jika ya, Anda pasti sudah mengatakannya. Begitu pula dengan ide dari rekan sekerja. Sependapat dengan mereka, sekaligus mendukung ide mereka adalah hal yang mengagumkan. Namun jika berpura-pura menciptakan ide tersebut bersama, dan ingin kecipratan pujian atas ide tersebut, itu hal yang tercela. Ketika Anda berada di posisi pemberi ide, tiba-tiba ada orang yang ikut-ikutan menyatakan bahwa itu adalah idenya juga, Anda pasti tak mau, kan?

5. “Nanti kita ketemuan, ya!”
“Kapan-kapan kita ketemuan, makan siang bareng, ya?” Di dalam bisnis, bertemu dengan orang-orang yang sebenarnya tak ingin Anda temui adalah hal yang wajar. Anda tak mungkin mengatakan kepada mereka bahwa Anda tak ingin makan bersama mereka, atau mengutarakan bahwa Anda tak ingin bertemu dengannya. Jadi, untuk "kebohongan" ini bisa dimaafkan demi menjaga hubungan baik.

Namun, tak ada salahnya mempertimbangkan benar-benar saat mengucapkan janji ini. Anda tak pernah tahu kapan seseorang memiliki ide atau kontak yang bisa menguntungkan untuk Anda. Terburuknya, Anda akan mendengarkan cerita membosankan sambil makan siang. Sisi baiknya, Anda akan punya hubungan yang lebih dalam dan bisa membantu bisnis. Siapa tahu ternyata orang itu sebenarnya menyenangkan untuk dijadikan teman.

13 May 2010

Ucapan Yang Sebaiknya Dihindari

Di masa sekarang ini, ketika perputaran pegawai terjadi begitu cepat, kita harus menjaga diri agar posisi kita tidak tergeser karena sikap dan tindakan kita. Untuk menjaga karier Anda berada dalam jalur yang tepat, berikut adalah perkataan yang sebaiknya tak terlontar dari mulut Anda saat berada di kantor:

1. “Itu bukan pekerjaan saya.”
Ketika seseorang meminta bantuan pada Anda, anggaplah hal tersebut sebagai pujian. Orang yang meminta bantuan tersebut pastinya menghargai pendapat ataupun kemampuan Anda untuk mengerjakan tugas tadi. Namun sebaiknya Anda tidak mengerjakannya setengah-setengah. Percayalah, tak ada atasan yang mau mendengar kalimat seperti, ”Itu bukan pekerjaan saya.”

2. Dengan muka palsu berkata, “Saya akan bantu Anda dengan tugas itu.”
Rasanya amat menyebalkan ketika seseorang menawarkan bantuan, namun mengeluh soal pekerjaan tersebut di belakang. Jika Anda bersedia mengerjakan suatu tugas tetapi tidak sungguh-sungguh, bantuan Anda sama sekali tak berguna. Ketika seseorang bekerja tanpa antusias, ia tak akan memberikan totalitas. Plus, jangan katakan Anda akan mengerjakan suatu tugas jika Anda tak sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Anda hanya akan dianggap sebagai orang yang tak dapat diandalkan.

3. “Jangan bilang siapa-siapa.…”
Tiap kali Anda memulai percakapan dengan frase tersebut, Anda berarti meminta satu hal, yakni si pendengar untuk menyebarkan gosip itu ke orang lain. Jika Anda memang memegang suatu rahasia, simpanlah untuk Anda sendiri. Apapun isi beritanya, ketika Anda memutuskan menyampaikannya kepada orang lain, Anda lah yang akan menjadi penyebar beritanya. Plus, jika ada rekan kerja yang bergosip dengan Anda, kemungkinan terbesar dia pun akan bergosip tentang Anda.

4. “Gaji saya enggak pernah naik!”
Kebanyakan perusahaan menaikkan gaji karyawannya berdasarkan produktivitas mereka, bukan berdasarkan lamanya waktu kerja. Meminta kenaikan gaji pada atasan berdasarkan lamanya Anda bergabung dengan perusahaan tanpa menilai produktivitas kerja Anda hanya akan membunyikan alarm si atasan bahwa Anda hanya mengejar uang, bukan karena Anda memang patut mendapatkan kenaikan tersebut. Anda harus benar-benar membuktikan kepada perusahaan bahwa Anda memang patut mendapatkan kenaikan gaji.

5. “Saya benar-benar stres dan muak bekerja di sini.”
Keluhan yang terus-menerus tentang padatnya pekerjaan Anda, atau betapa memuakkannya suasana di kantor, secara perlahan tapi pasti akan membuat Anda dijauhi teman-teman kantor. Jika Anda tak setuju dengan kebijaksanaan atau aturan kantor, laporkan lewat saluran yang tepat, misalnya lewat HRD atau sekalian berhenti bekerja di sana, cari tempat baru. Siapa yang senang mendengarkan orang mengeluh terus-menerus?

6. “Ada yang aneh pada tubuh saya, ada jamur di … saya.”
Jika Anda bukan termasuk orang yang populer, tak akan ada yang mau mendengarkan keluhan penyakit Anda. Entah itu masalah sakit kram saat menstruasi, atau banyaknya gas di dalam perut Anda. AtasanAnda akan menilai Anda sebagai pegawai yang memiliki masalah kesehatan konstan, yang artinya biaya tambahan tiap bulan, dan merupakan pegawai yang risikonya tinggi. Bagi rekan kerja, Anda akan terlihat seperti orang yang sedang mencari perhatian, semacam hypochondriac, orang yang terlalu banyak khawatir akan kondisi kesehatan.

7. “Di pemilu nanti, kamu pilih siapa?” atau “Agamamu apa?”
Pemilu yang berasaskan luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur, adil) masih dianggap berlaku. Jadi, masyarakat memiliki nilai-nilai dan kepercayaan mereka masing-masing yang bebas dan rahasia. Tak perlu mengucilkan rekan kerja karena perbedaan cara pandang. Presiden Amerika Serikatsaja mengimbau masyarakatnya untuk bisa mencontoh kedamaian di antara perbedaan yang ada di Indonesia, mengapa kita harus mengkotak-kotakkan orang berdasarkan pilihan politik atau agamanya?

8. “Tadi malam saya pulang mabuk.”
Ujar-ujar work hard play hard memang banyak diterapkan masyarakat urban jaman sekarang. Tetapi, perlu diingat, jangan mengungkit-ungkit kegiatan semalam kepada bos Anda. Membicarakan hal tersebut akan membuat Anda terlihat menghitung jam untuk segera pergi dari kantor. Belum lagi Anda akan terlihat tidak profesional dan tak dapat dipercaya.

9. “Saya tak punya waktu untuk itu.”
Cobalah untuk membuka mata. Semua orang pun sibuk, bukan Anda saja. Jika Anda memprioritaskan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, jujurlah dan katakan pada atasan Anda perkiraan waktu selesainya. Katakan pada bos apa saja yang belum dan sudah Anda kerjakan, termasuk sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Tanyakan, yang mana sebaiknya yang diprioritaskan. Hal ini akan menunjukkan Anda mengerjakan setiap tugas dengan serius dan hanya ingin menyelesaikan tugas sebaik mungkin.

10. “Saya baru membelikan bos jam tangan Guess yang harganya XX juta rupiah.”
Segala yang berkaitan dengan uang itu sensitif. Jika Anda menyebutkan angka yang besar, dan memberikan ukuran bahwa suatu angka rupiah adalah mahal atau murah, Anda akan dicap orang kaya yang pelit, atau orang yang selalu mengeluh soal uang. Hal itu tak hanya membuat Anda terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi juga membuat orang berspekulasi tentang gaya hidup Anda.

12 May 2010

Tadinya Aku Mengira

Tadinya aku mengira...

Cinta adalah saat aku menangis dan seseorang memelukku dan menghapus air mataku.

Cinta adalah saat aku berbuat salah dan seseorang memberitahuku apa yang benar.

Cinta adalah saat aku jatuh dan seseorang membantuku berdiri serta mengeringkan lukaku.

Cinta adalah saat aku minta maaf dan seseorang memaafkan dengan tulus tanpa sindiran.

Namun ternyata cinta tidak demikian...

Cinta ternyata adalah saat aku menangis dan seseorang jadi merasa kesal sambil menunggu tangisku reda sendiri.

Kesal melihatku menangis karena dia tidak pernah suka melihatku bersedih. Yang dia inginkan hanyalah membuatku merasa bahagia.

Cinta ternyata adalah saat aku berbuat salah dan seseorang marah-marah lalu membiarkan aku mencari tau sendiri apa yang benar.

Marah-marah karena dia merasa telah gagal menjagaku untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, dan akhirnya dia membiarkanku mencari tau sendiri apa yang benar karena mungkin dengan cara demikian barulah aku menyadari kesalahanku dan tidak lagi mengulangi kebodohan yang sama.

Cinta ternyata adalah saat aku jatuh dan seseorang menertawakan aku serta membiarkan lukaku kering sendiri.

Membiarkan lukaku kering sendiri karena dia ingin agar tubuhku terlatih lebih kuat dan sistem pertahanan tubuhku meningkat sehingga tidak lagi mudah jatuh dan luka berikutnya akan lebih cepat kering.

Cinta ternyata adalah saat aku minta maaf serta butuh dukungan dan seseorang terus menyindir kekeliruanku.

Mengingatkan, lebih tepatnya,bukan menyindir. Karena dia ingin mengingatkan aku bahwa aku sudah pernah salah langkah dan agar aku tidak lagi mengulangi kesalahan itu. Sebab kadang aku memang lupa bahwa aku pernah terjatuh.

Aku mungkin tidak paham mengapa kadang cinta itu menyakitkan, namun aku mengerti bahwa setiap hal pasti memiliki dua sisi pandang yang berbeda.

Dan tugasku kini adalah mencoba melihat dari sisi yang satunya lagi tanpa lebih dulu menghakimi.

Dan memang, nyatanya apa yang terlihat menyakitkan, rupanya menyimpan makna yang lebih besar di baliknya.

Aku hanya belajar untuk mengerti dan memahami, sekali lagi, tanpa lebih dulu menghakimi.

Love is not only about trust, but also about being trusted.

11 May 2010

Surat

Kepada Yth:
Tuhan Yesus
di Surga

Dengan Hormat,
Tuhan, aku ingin tahu
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?

Tolong Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menganggung semua ini.

Reply from Heaven :

AnakKu terkasih,
tidakkah kau sadari bahwa mataKu selalu tertuju padamu?
Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.

Tapi tahukah kau bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka?

Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuatKu sangat marah.

Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.

Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.

Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorang pun bisa mengambilnya.

Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.

Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mataKu ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Love,
Tuhan Yesus

10 May 2010

4 Istri

Seorang laki-laki mempunyai 4 istri. Istri pertama yang tua dan jelek biasa nya tidak diperhatikan. Istri kedua agak cakep , agak diperhatikan. Istri ketiga lumayan cakep dan cukup diperhatikan. Istri keempat sangat cakep dan sangat diperhatikan dan di sanjung-sanjung serta diutamakan.

Saat seorang suami mau meninggal dipanggillah istri ke empat yang cakep dan ditanya maukah ikut menemaninya ke alam kubur, si istri menjawab sorry cukup sampai disini saja saya ikut dengamu mu.

Saat dipanggil istri yang ketiga, ditanya hal yang sama maka dijawab sorry saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.

Kemudian dipanggil istri ke dua, dan ditanyakan hal yang sama, dijawab baik saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur setelah itu good bye.

Sang suami sungguh kecewa mendengar semua itu tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian. Lalu dipanggillah istri pertama, dan ditanyakan hal yang sama, si suami tidak menyangka  dijawab istri pertama, aku akan menemani kemana pun kamu pergi dan tetap mendampingimu.

Mau tahu apa siapa istri ke 1 sampai ke 4 itu?

Istri ke 4 adalah harta kekuasaan dan kekayaan , dia akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

Istri ke 3 adalah teman-teman kita yang hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di kamar mayat atau rumah duka saat di semayamkan.

Istri ke 2 adalah keluarga dan saudara, dan teman dekat kita yang akan mengantar kita sampai dikuburan dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan di tutup dengan tanah.

Istri ke 1 adalah karakter kita sendiri.

Jadi sanak keluarga  dan anak cucu, dll hanya menangis sampai diliang kubur setelah itu tinggallah kita sendiri. Jauhkan sisi negatif karakter kita, tambahkan kebajikan, dan  sucikan hati, pikiran dan tindakan.

09 May 2010

Bersyukurlah

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:11

Jika engkau tak pernah sakit,  bagaimana kau tahu YESUS itu PENYEMBUH?
Jika engkau tak pernah sedih,  bagaimana kau tahu YESUS itu PENGHIBUR?
Jika engkau tak pernah berbuat salah, bagaimana kau tahu YESUS itu MAHA PENGAMPUN?
Jika engkau tak pernah gagal bagaimana kau belajar bersandar pada YESUS?

Bersyukurlah bila kau mengalami semua itu, karena engkau akan tahu bahwa TUHAN YESUS punya rencana yang terbaik dalam hidup kita, Dia selalu menyertai kita. Amin.

08 May 2010

Bagaimana Kebiasaan Anda?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan di atas, izinkan saya membagi kisah yang tanpa sadar pernah saya lakukan berikut ini:

Saya bangun di pagi hari, mengemil sekeping biskuit, dan dilanjutkan dengan rutinitas terburu-buru untuk berangkat bekerja. Saya tidak sarapan, namun sempat menyambar separuh biskuit sambil berangkat. Setelah tiba di kantor, bukannya meminum segelas susu, saya malah meneguk teh basi yang sudah dua hari tergeletak di kantor. Saya kemudian memulai pekerjaan dengan perasaan sedikit tidak enak di perut, tapi saya menjalankan juga pekerjaan saya hari itu.

Berbagai masalah pekerjaan, teman kantor yang menurut saya tidak bekerja sama, atasan yang menuntut, semua itu mulai membuat saya jengkel. Tenang saja, sebentar lagi saatnya makan siang, saya menghibur diri saya sendiri. Lalu jam istirahat pun tiba, tapi bukannya makan sepiring penuh nasi dan laukpauk, saya cuma sempat makan satu keping (lagi-lagi) biskuit yang cuma butuh waktu kurang dari satu menit. Waktu istirahat selebihnya? Saya gunakan untuk makan (lagi-lagi) roti basi dari tiga hari lalu. Perut saya pun makin tidak enak rasanya.

Saat mulai bekerja kembali, berbagai masalah yang datang membuat saya makin kesal. Kepala saya pusing karena tidak diisi makanan yang benar, tubuh saya lemas dan rasanya saya mau pingsan. Untunglah saya bisa bertahan, saya pulang ke rumah dan makan setangkup roti isi cokelat, satu keping biskuit sebelum tidur, lalu memulai hari yang sama keesokan harinya. Setiap hari.

Apa Anda tidak jadi sakit karenanya? Mungkin Anda bertanya seperti itu. Oh, ya, saya jadi orang yang sangat lemah, penuh dengan berbagai penyakit, dan sering tiba-tiba jatuh pingsan. Tapi saya tidak sampai meninggal, karena saya selalu makan sepiring nasi dan laukpauknya setiap hari minggu. Lumayan, makanan porsi lengkap itu membuat saya penuh energi setidaknya sampai senin sore. Lagipula, saya kan makan biskuit empat keping setiap hari. Namun, terkadang ada juga waktu-waktu di mana saya tidak makan nasi sama sekali selama dua atau tiga minggu. Kenapa? Mungkin Anda bertanya. Ya, karena hidangan yang ada tidak memenuhi selera saya. Jadi saya cuma mengendus hidangan panas itu, mengangkat bahu, lalu memilih untuk bermain saja dengan handphone saya, atau lebih parah, memilih mencari makanan basi lagi.

“Apa Anda gila?” Itu mungkin pertanyaan Anda pada saya. Untuk bisa hidup sehat, manusia harus makan tiga kali sehari, minum delapan gelas air, dan jangan pernah sekali-kali makan makanan basi! Itu membuat tubuh sakit!

Ya, itu benar sekali. Siapa yang mau makan makanan basi? Siapa yang mau memasukkan hal-hal yang merusak ke dalam tubuhnya? Tapi, sahabatku terkasih, itulah yang kita lakukan setiap hari kan? Anda mungkin sudah tahu sekarang bahwa saya bukan membicarakan tubuh fisik, tapi tubuh rohani kita. Gantilah setiap kata tertentu pada kisah di atas seperti berikut:

Satu keping biskuit ganti satu keping doa (doa pagi, doa makan, doa malam).
Segelas susu ganti pujian pada Tuhan.
Teh basi ganti gosip.
Roti basi ganti hal-hal yang bisa merusak tubuh rohani Anda (kebencian, kemarahan, iri hati, keserakahan, kesombongan, dendam..).
Setangkup roti ganti saat teduh.
Satu porsi makanan lengkap ganti kebaktian di gereja.
Tidak selera makan ganti tidak selera mendengarkan khotbah.

Bolehkan saya mengajukan pertanyaan ini pada Anda dan pada diri saya sendiri?Tidak tahukah kita bahwa untuk bisa hidup sehat, manusia harus makan tTiga kali sehari, minum delapan gelas air, dan jangan pernah. Sekali-kali makan makanan basi? Makanan basi membuat tubuh sakit. Baik, okay, kita tidak mungkin mengadakan kebaktian tiga kali sehari seperti tubuh fisik kita diberi makan nasi tiga kali sehari (oh, betapa irinya tubuh rohani kita pada tubuh fisik kita). Tapi marilah kita ubah kebiasaan kita.

Pagi hari, setelah berdoa, marilah kita melakukan saat teduh. Lalu kenapa tidak dengan sedikit memuji Tuhan? Saat tiba di kantor atau kampus, jangan bergosip dengan teman (buat apa kita minum teh basi?), sebaliknya, basahilah jiwa Anda yang kekeringan dengan air segar. Angkatlah pujian untuk Tuhan dari hati Anda. Biar jiwalah Anda memuji-muji Tuhan. Lalu bagaimana dengan doa yang katanya adalah nafas hidup orang Kristen? Jika doa adalah nafas, seharusnya kita tidak berhenti berdoa walau satu detikpun bukan?

Yakinlah saya tidak menyarankan agar kita melipat tangan dan memejamkan mata untuk berdoa sementara pekerjaan kita menumpuk dan dosen Anda memelototi Anda. Tidak. Tapi doa adalah percakapan dengan Tuhan. Dan kita bisa bercakap-cakap dengan Tuhan kapan saja. Ia tidak begitu sibuk seperti kita manusia, yang tidak punya waktu untuk mengangkat telepon genggam kita dan menelepon Tuhan. Tanyakanlah pendapat Nya saat Anda akan mengambil keputusan. Mintalah tolong pada Nya saat ada masalah (bahkan sekecil apapun) dalam keseharian Anda. Ya, libatkanlah Ia dalam kegiatan Anda, dan Anda akan sangat heran melihat keajaiban demi keajaiban yang terjadi. Itu akan jadi rahasia kecil antara Anda dan Tuhan. Pengalaman pribadi yang membuat Anda bertumbuh. Ya, jiwa kita bukan saja akan hidup, tapi juga tumbuh. Dan jika sudah tumbuh, melebatkan daun-daunnya yang lebar dan subur, bukankah kita juga akan berbuah? Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, .. buah-buah roh yang Tuhan rindu untuk kita hasilkan. Bukan untuk diri Nya, tapi untuk diri kita sendiri. Jika kita punya kasih, sukacita, damai sejahtera dalam hidup kita, menurut Anda siapa yang akan diuntungkan, Tuhan, atau diri kita?

Oh, minumlah Air Hidup yang Ia sediakan, makanlah Roti Hidup yang Ia hidangkan. Anda hanya tinggal melakukan tindakan mengambilnya serta memakan dan meminumnya, lalu rasakan tubuh rohani Anda menggeliat hidup. Jangan biarkan tubuh rohani kita kehausan, kekeringan, pingsan, bahkan sekarat. Apa yang selama ini kita lakukan dengan tubuh fisik kita, lakukan hal yang persis sama dengan tubuh rohani kita. Rawat tubuh rohani kita seperti kita merawat tubuh fisik kita. Luangkan waktu untuk tubuh rohani kita seperti kita meluangkan waktu untuk tubuh fisik kita.

Anda makan tiga kali sehari? Berilah tubuh rohani Anda makanan tiga kali sehari. Anda bisa membaca Firman Tuhan. Ia adalah Roti Hidup.

Anda minum air putih delapan gelas sehari? Berilah tubuh rohani Anda minum juga sebanyak itu. Jiwa Anda bisa memuji dan menyembah Tuhan.

Anda bernapas setiap detik, bahkan tanpa Anda sadari? Berilah juga tubuh rohani Anda napas yang sama setiap detik. Berdoalah pada Tuhan, bercakap-cakaplah dengan Nya, sehingga tanpa Anda sadari, Anda akan sampai pada titik di mana pribadi Anda dan pribadi Nya bersatu.

Anda mengistirahatkan tubuh fisik Anda yang kelelahan? Berilah juga istirahat yang sama untuk tubuh rohani Anda. Menjauhlah dari keramaian dunia, menyepilah bersama Tuhan, dan istirahatkan jiwa Anda.

Itu beberapa dari kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

Oh, tapi saya orang yang suka menjaga bentuk tubuh fisik yang indah, Anda bilang. Saya senang olahraga dan berenang. Tidak masalah, berilah waktu yang sama untuk tubuh rohani Anda. Seperti Anda melatih tubuh fisik Anda untuk berolahraga, latihlah juga tubuh rohani Anda untuk beribadah. Jiwa Anda akan sehat dan aliran darah dalam tubuh rohani Anda akan lancar.

Lalu Anda suka minum vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh? Ya, berilah tubuh rohani Anda juga vitamin. Bacalah buku-buku rohani, dengarkanlah lagu-lagu pujian, siramilah jiwa Anda dengan vitamin-vitamin.

Anda juga suka makanan basi? Minum racun? Oh, tidak? Maafkan saya jika salah mendengar. Jika Anda tidak suka makanan basi dan minum racun, jangan juga berikan hal yang sama untuk tubuh rohani Anda. Jangan biarkan iri hati merusak Anda, jangan biarkan api dendam membakar Anda. Lepaskan titel tinggi hati Anda, jangan membenci teman Anda, jangan membentak saudara Anda, ayah atau ibu Anda. Jangan marah jika ada yang memotong jalan Anda saat sedang berkendaraan. Jangan pelihara pikiran kotor, jauhkan pergaulan yang tidak sehat. Jangan menjelekkan orang lain. Apa kebiasaan Anda adalah minum oli atau bensin? Jika ya, Anda boleh saja merusak tubuh rohani Anda dengan pornografi, minuman keras, rokok, obat terlarang. Tapi jika tidak, jauhkanlah semuanya itu. Jangan memakai titel orang kristen jika Anda masih suka dengan pornografi (itu menjadi batu sandungan buat orang lain yang belum percaya). Jangan menggunakan jubah orang kristen jika Anda masih suka dengan minuman keras. Adat, seseorang yang saya kenal memberi alasan. Jangan jadikan adat sebagai pembenaran.

Saya pernah melihat sebuah film mengenai orang Rumania yang memelihara tradisi mereka selama beratus tahun untuk mencarikan istri bagi anak lelaki mereka yang berusia sepuluh tahun. Bagaimana mereka melakukannya? Mereka akan mencari sebuah keluarga dengan seorang gadis kecil, membunuh kedua orangtuanya, lalu menculik gadis tersebut untuk mereka pelihara dan jadi istri bagi anak lelaki mereka. Pada akhirnya nanti, si gadis tumbuh dewasa dan ikut melakukan hal yang sama bagi calon istri putranya kelak. Itulah tradisi. Apakah boleh kita membenarkan hal tersebut atas nama adat?

Jauhkanlah minuman keras. Jangan biarkan obat terlarang menjeratmu. Jangan biarkan dirimu kecanduan sesuatu yang menjauhkan dirimu dengan Tuhan. Apapun itu. Jangan rusak tubuh rohanimu. Pornografi, gosip, pemberhalaan, ketidakjujuran, perselingkuhan, keserakahan, kata-kata kotor, iri hati, .. tambahkan terus daftarnya.

Jangan biarkan tubuh rohani kita tergeletak sekarat tidak sadar sementara tubuh fisik kita bekerja, kuliah, makan, minum, tidur, jalan-jalan ke mall, tertawa oleh hiburan dunia, merasa bahagia, padahal tubuh rohani kita sudah nyaris mati.  Saat Anda merasa marah, iri hati, dengki, penuh dengan kebencian, prasangka, sombong, menjelekkan orang lain, penuh kritik, tidak puas, hidup dalam permusuhan, tidak bicara dengan seseorang selama bertahun-tahun, menilai tinggi diri sendiri, memberhalakan harta, penampilan, mencintai diri sendiri, hobi, mengutamakan karier, keluarga, hati-hati, itu tandanya tubuh rohani kita sedang tergeletak tidak sadar.

Lalu bagaimana, apakah masih ada harapan untuk kita? Tuhan punya kuasa untuk melepaskan ikatan yang membelenggu hidup kita selama ini. Yang harus kita lakukan hanyalah membiarkan Ia melakukannya.

Tapi tidak mungkin, Anda berkata, sudah lama sekali tubuh rohani saya sekarat. Bahkan mungkin sekarang telah mati. Namun ingatlah Lazarus! Ia juga sudah mati, tapi Tuhan membangkitkannya kembali, memanggil namanya dan saat itu juga ia hidup serta berjalan pada Nya!

Buluh yang patah terkulai tidak akan di putuskan Nya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan di padamkan Nya.

Ia mengasihi Anda, dan Ia akan menghidupkan kembali tubuh rohani Anda. Dengarlah Ia memanggil nama Anda seperti Ia memanggil nama Lazarus. Bangunlah dari tidur Anda yang panjang dan hampirilah Ia. Bangkitlah dari kematian tubuh rohani Anda dan datanglah pada Nya yang memanggil Anda. Lalu pulihkanlah tubuh rohani Anda.

Minumlah air yang Ia tawarkan, makanlah roti yang Ia hidangkan. Makan dan minumlah secara teratur. Jangan lupa vitamin dan latihan ibadah rohani. Anda akan terkejut menyadari betapa selama ini Anda mengabaikan kebutuhan tubuh rohani Anda.

Sekarang, izinkan saya menagih jawaban untuk pertanyaan saya di awal tadi.

Bagaimana dengan kebiasaan Anda?

(tulislah kisah Anda memberi makan tubuh rohani Anda dalam satu minggu, namun ubah kata tertentu seperti kisah di awal, lalu bayangkan itu terjadi pada tubuh fisik Anda, Anda akan heran melihat betapa Anda sangat pilih kasih antara tubuh fisik Anda dan tubuh rohani Anda)

Tuhan Yesus memberkati.. :)

07 May 2010

Better Life

Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber  kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa  anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah  hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu  singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.

Semoga Hidup Lebih Bahagia. Amin.

06 May 2010

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata, "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."

Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat  orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

***

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!"

Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!"

Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta."

Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya."

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

***

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?"

Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama."

Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

***

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."

***

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf. Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu. Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan. Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan:

Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Be happy!

05 May 2010

Gagal Ke Sukses

”Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana” - Amsal 24 : 16

Ada istilah yang kita sering dengar yaitu, ”Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda”. Orang yang belum pernah membuat kesalahan adalah orang yang  belum pernah membuat sesuatu apapun. Thomas Alva Edison adalah seorang yang banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting, seperti lampu pijar. Sering ia disebut orang jenius, tetapi apa yang dikatakannya? ”Jenius, tidak!, kalau penemuan yang langsung berhasil, itu baru dinamakan jenius. Karena saya sering gagal, membuat kesalahan sangat banyak, sebelum sukses.”

Ada contoh-contoh yang lain, seperti Christopher  Columbus, seorang pelaut ulung, yang pergi menuju Asia, dia tidak berhasil menemukannya, tetapi akhirnya  dia berhasil menemukan benua Amerika. Ada daftar yang panjang tentang orang-orang yang seperti itu, antara lain yaitu Charles Goodyear yang belajar menstabilkan karet, bagaimana Alexander Flemming menemukan obat penisilin. Hasil dari semua penemuan-penemuan mereka adalah melalui kesalahan-kesalahan yang mereka buat.

Begitu juga sama halnya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Karena Allah ingin kita bertumbuh di dalam kasih karunia-Nya. Kita sering jatuh, jatuh, dan berulang-ulang jatuh lagi.

Tetapi Allah itu tetap memegang janji dan berjanji kepada kita, bahwa meskipun kita jatuh, jatuh dan berkali-kali jatuh sampai tujuh kali atau 77 kali, kita jangan putus asa dan kecewa, kita pasti akan bangkit kembali. Allah menyambut kita dengan kasih karunia-Nya, mengangkat kita yang sudah jatuh terpuruk, dan membuat kita akan berjalan dengan lebih dewasa lagi, yang membuat kita lebih ingin belajar dan belajar dari kesalahan kita. Sebelum mencapai kesuksesan pada waktu Nya. Amin.

Sumber: Majalah BAIT edisi 73.

04 May 2010

3 Reaksi

Seorang wanita yg baru saja menikah datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan yang gegap gempita beberapa waktu lalu, baru ia tahu karakter asli sang suami. Keras kepala, suka bermalas malasan, boros dsb.

Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian masuk kedapur, sementara putrinya terus ber-cerita dan mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas itu kedalam 3 Gelas yang telah disiapkan di Gelas pertama ia masukkan Telur.

Digelas kedua, ia taruh Wortel. Dan digelas ketiga, ia bubuhkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi. Wortel yg keras menjadi lembut, Telur yg mudah pecah menjadi Keras dan Kopi memancarkan aroma harum. Lalu sang ibu menjelaskan, "Nak masalah itu bagaikan air mendidih. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi lembek seperti wortel, mengeras seperti telur atau harum seperti kopi.

Dalam tiap masalah, sebenarnya tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk beryukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang. Ada yang jadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri. Ada yang mengeras marah dan berontak pada Tuhan. Ada juga yang justru makin harum, makin taat dan berserah percaya pada NYA.

Adakalanya Tuhan sengaja menunda pertolongannya. Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya tidak pernah ada masalah yg tidak bisa Tuhan selesaikan.. .. :)

JBU..

03 May 2010

Dimana Letak Kebahagiaan Itu?

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah."

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka: "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: "Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing."

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

TUHAN memberkati

01 May 2010

Humor : Serba ‘T’

Tukang tempe tertantang tukang tahu. Tatkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah, "Tempe-tempe", teriaknya.

Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!"

"Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang tempe.

Tukang tahu tidak terima, "Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!"

Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tetapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe. Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!" tantang tukang tahu.

Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak.

Tukang tahu terjerembab "Tolong...tolong...tolong...!", teriaknya terdengar tinggi.

Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, "Tempe...tempe....tempe...!"