Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

12 May 2010

Tadinya Aku Mengira

Tadinya aku mengira...

Cinta adalah saat aku menangis dan seseorang memelukku dan menghapus air mataku.

Cinta adalah saat aku berbuat salah dan seseorang memberitahuku apa yang benar.

Cinta adalah saat aku jatuh dan seseorang membantuku berdiri serta mengeringkan lukaku.

Cinta adalah saat aku minta maaf dan seseorang memaafkan dengan tulus tanpa sindiran.

Namun ternyata cinta tidak demikian...

Cinta ternyata adalah saat aku menangis dan seseorang jadi merasa kesal sambil menunggu tangisku reda sendiri.

Kesal melihatku menangis karena dia tidak pernah suka melihatku bersedih. Yang dia inginkan hanyalah membuatku merasa bahagia.

Cinta ternyata adalah saat aku berbuat salah dan seseorang marah-marah lalu membiarkan aku mencari tau sendiri apa yang benar.

Marah-marah karena dia merasa telah gagal menjagaku untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, dan akhirnya dia membiarkanku mencari tau sendiri apa yang benar karena mungkin dengan cara demikian barulah aku menyadari kesalahanku dan tidak lagi mengulangi kebodohan yang sama.

Cinta ternyata adalah saat aku jatuh dan seseorang menertawakan aku serta membiarkan lukaku kering sendiri.

Membiarkan lukaku kering sendiri karena dia ingin agar tubuhku terlatih lebih kuat dan sistem pertahanan tubuhku meningkat sehingga tidak lagi mudah jatuh dan luka berikutnya akan lebih cepat kering.

Cinta ternyata adalah saat aku minta maaf serta butuh dukungan dan seseorang terus menyindir kekeliruanku.

Mengingatkan, lebih tepatnya,bukan menyindir. Karena dia ingin mengingatkan aku bahwa aku sudah pernah salah langkah dan agar aku tidak lagi mengulangi kesalahan itu. Sebab kadang aku memang lupa bahwa aku pernah terjatuh.

Aku mungkin tidak paham mengapa kadang cinta itu menyakitkan, namun aku mengerti bahwa setiap hal pasti memiliki dua sisi pandang yang berbeda.

Dan tugasku kini adalah mencoba melihat dari sisi yang satunya lagi tanpa lebih dulu menghakimi.

Dan memang, nyatanya apa yang terlihat menyakitkan, rupanya menyimpan makna yang lebih besar di baliknya.

Aku hanya belajar untuk mengerti dan memahami, sekali lagi, tanpa lebih dulu menghakimi.

Love is not only about trust, but also about being trusted.

0 comments:

Post a Comment