Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 December 2011

Balas Melukai

Bacaan Setahun : 1 Timotius 4-6
Nats : Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya" (Amsal 24:29)

Bacaan : 1 Petrus 2:16-25

Adi yang berusia tujuh tahun menangis di ruang tamu. Ketika ditengok ibunya, ternyata ia menangis karena rambutnya ditarik-tarik oleh Bram, adiknya. "Sudahlah, Adi, jangan marah, " kata si ibu. "Adikmu baru tiga tahun. Ia belum tahu bahwa rambut itu sakit kalau ditarik." Setelah tangisnya reda, si ibu kembali ke dapur. Namun, sesaat kemudian terdengar Bram yang menangis! "Ada apa lagi ini?" tanya si ibu kesal. Seketika Adi menjawab dari ruang tamu: "Bu, sekarang Bram sudah tahu rasanya!"

Orang yang terluka biasanya terdorong untuk membalas. Terkadang tanpa disadari. Rasa dendam yang menyelinap di hati membuat kita tak lagi bebas mengasihi semua orang. Bagaimana mengatasinya? Petrus menasihati agar kita "hidup sebagai orang merdeka". Seseorang disebut merdeka jika jiwanya bebas dari dendam. Bebas dari niat membalas kejahatan dengan balik berbuat jahat. Dengan jiwa yang merdeka, kita bisa menghormati semua orang, termasuk majikan yang bengis terhadap kita (ayat 18-19). Petrus menjadikan Yesus sebagai contoh. Ketika dicaci maki hati-Nya terluka, tetapi Dia tidak balas melukai orang. Apa rahasianya? Dia menyerahkan urusan pembalasan itu kepada Bapa!

Adakah dendam dalam hati Anda? Niat balas dendam membuat hati tidak bisa lagi bening. Pikiran menjadi ruwet. Bahkan, bisa membuat kita nekat berbuat jahat. Kadang kala orang yang tidak melukai kita pun bisa kena getahnya. Pembalasan itu melumpuhkan dan membahayakan! Lebih baik serahkan sakit hati kita kepada Allah. Mintalah kepada Dia untuk mengambil alih perkara itu dan membebaskan jiwa Anda --JTI

PEMBALASAN HANYA AKAN MELUMPUHKAN ANDA IA TIDAK BISA MEMBEBASKAN ANDA

Sabda.org