Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 July 2008

Completely Satisfied

Today's Scripture

“Blessed, fortunate, happy and spiritually prosperous…are those who hunger and thirst for righteousness, uprightness and right standing with God, for they shall be completely satisfied” (Matthew 5:6 AMP).

Today's Word from Joel and Victoria

God longs to pour out his abundant blessing on every area of your life. He wants you to live completely satisfied. When you hunger and thirst for righteousness--God’s way of doing things--then you will live in complete satisfaction. You direct your hunger by choosing what you focus on. For example, if you focus on your favorite food, if you start thinking about it early in the morning, and all throughout the day, chances are, by the end of the day you’ll be eating it! What you give your attention to, you will desire. In the same way, the more you give your attention to God and His Word, the more you will hunger for Him. Just like the scripture promises, when you hunger for righteousness, you will be completely satisfied. The world offers so many things for you to give your attention to, but they aren’t things that will satisfy. You might think you want a particular car, or certain clothes, or live in a particular neighborhood. There’s nothing wrong with those things, but understand that “things” won’t ever satisfy you. Recognize that only God will satisfy you. As you hunger for Him, you’ll live in peace and blessing and live completely satisfied all the days of your life!

A Prayer for Today

Father in Heaven, I come to You today, I ask for forgiveness for allowing anything to capture my heart and attention more than You. I choose today to give You top priority, and choose to hunger for Your righteousness. In Jesus’ Name. Amen.

Joel Osteen Ministries

Dimerdekakan

“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Roma 8:2)

Kapten dari kapal yang saya tumpangi nampak sangat ahli dan mampu dalam memegang kemudi, tetapi dia ternyata terbukti punya maksud-maksud tujuan yang jahat. Dia angkuh, dan sombong, dan seringkali mengarahkan kami ke tujuan-tujuan yang bisa merusak.

Kemudian kapal lain mendekat, dan kapten yang sebenarnya naik ke kapal. Kapten kapal palsu yang jahat itupun ditangkap, diikat dengan rantai dan dimasukkan ke ruang tahanan. Nasibnya sudah ditentukan. Nanti saat kami sampai di pelabuhan dan mendarat, dia akan dijatuhi hukuman mati.

Tetapi sesekali saya masih dapat mendengar dia meneriakkan aba-aba dan perintah dari ruang tahanan. Tanpa saya sadari, saya pun mulai mematuhi suaranya, sebelum mempengaruhi diri saya. Sering kali dia menggodai saya untuk mengarahkan kemudi kapal ke tempat-tempat yang berbahaya.

Tetapi dia diikat. Dia tidak lagi punya kekuatan untuk memaksa saya mentaati kemauannya yang jahat. Saya bebas, merdeka untuk kembali kepada kapten saya yang benar, tunduk pada petunjuk dan tuntutannya, dan mengijinkan dia untuk membawa saya ke jalur yang aman, tenang dan merapat di pelabuhan dengan selamat.

Demikian juga Kristus, Kapten yang benar dari kehidupan saya, sudah memerdekakan saya dari kuasa dosa dan kematian. Saya bebas, merdeka untuk berkata “tidak” pada dosa dan berkata “ya” pada kebenaran.

Barangkali saya masih saja mendengar teriakan-teriakannya yang mencoba untuk mempengaruhi, tetapi kehidupan lama sudah ditentukan untuk mati. Saya bebas, merdeka untuk mentaati Guru saya yang baru, dan menghasilkan buah rohani dari kehidupan kudus.

Doa: “Aku memuji Engkau dan berterima kasih TUHAN, karena sudah memerdekakan aku dari kuasa dosa dan kematian. Tolonglah aku untuk hidup dalam ketaatan dan sukacita pada suara-Mu.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta

Never Ever Give Up!

Anjing aja pantang menyerah, seharusnya kita juga bisa. SO NEVER EVER EVER GIVE UP NO MATTER WHAT!!!

1 

113456789102

Humor : Pencuri VS Petani

Suatu malam, rumah petani yang miskin disantroni maling. Maling masuk melalui jendela kamar si petani yang memang tidak ada kuncinya. Si petani sadar akan kehadiran si pencuri. Karena dinginnya angin malam yang berhembus masuk ke dalam kamarnya, tapi ia pura-pura tidur dengan nyenyaknya. Ia pikir, apalah yang akan diambil si pencuri. Ia adalah seorang petani yang miskin. Rumahnya tidak ada apa-apanya. Sedangkan baju yang ia punyai sekarang, semuanya dipakai sebagai selimut. Lebih baik ia berdiam sendiri saja agar si pencuri dapat keluar meninggalkannya dengan selamat.

Dalam kegelapan, si pencuri mencari-cari. Tetapi ia tidak menemukan sesuatu barangpun. Akhirnya si pencuri menemukan guci penyimpanan beras sang petani. Dasar pencuri, beraspun ia sikat. Pelan-pelan ia membuka dan membentangkan jaketnya di lantai. Tanpa bersuara ia berusaha menuangkan beras ke atas jaketnya. Di dalam kegelapan itu, sang petani masih bisa melihat ulah si pencuri. Ketika si pencuri asyik mengangkat guci, dengan kakinya sang petani mengait jaket si pencuri dan menyimpannya di balik punggungnya. Setelah selesai menuangkan beras, si pencuri berusaha mencari-cari ujung jaketnya untuk mengikat beras itu. Tanpa sadar ia berkata, "hah...mana jaketku?".

Istri petani terbangun karena kaget mendengar suara itu lalu berkata kepada suaminya, "Pa, ada pencuri!" Sang petani berkata kepada isterinya sambil berpura-pura masih lelap, "Tidurlah sayang, mana ada pencuri disini...". Rupanya sang pencuri tidak tahan lagi, ia segera menimpali, "Tidak ada pencuri gimana? Lalu jaket saya siapa yang mengambil?"