Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 July 2008

Petunjuk Dari Atas

Nats : Percayalah kepada Tuhan . Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5,6)

Bacaan : Amsal 3:1-6

Ketika berkunjung ke Chicago, saya menginap di lantai 25 sebuah hotel. Tatkala memandang keluar jendela, saya takjub melihat empat barisan mobil yang berseliweran dengan arah yang saling berlawanan memadati jalanan kota Chicago yang tak pernah sepi.

Salah seorang pengendara mobil rupanya menghadapi kesulitan. Mobilnya mengalami kerusakan mesin sehingga mogok di tengah jalan yang padat itu. Dari kamar saya yang berada di lantai 25, saya dapat melihat sampai di kejauhan. Tanpa sadar beberapa pengemudi di jalur lain yang tidak sabar mengantri, melintas dan masuk ke jalur tempat mobil mogok tadi berada. Dengan melakukan itu mereka berharap dapat lebih menghemat waktu dan lebih cepat sampai ke tujuan, namun sesungguhnya mereka justru memasuki jalur yang akan menghambat mereka lebih lama.

Sementara menjalani kehidupan ini, kita sering kali bersikap seperti para pengemudi malang di atas. Dengan jangkauan pandangan yang terbatas, kita hanya memilih jalur yang tampak paling baik. Namun terkadang di ujungnya kita malah menjumpai banyak hambatan dan hal-hal yang menyakitkan hati. Sebab itu, betapa menguntungkan bila kita dapat memandang kepada Dia yang ada di atas segalanya, yang tahu segala sesuatu dari awal sampai akhir! Itu sebabnya penulis kitab Amsal berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu" (Amsal 3:6). Ketika Tuhan memberi petunjuk "stop" atau "pindah jalur" atau "tunggu," kita tinggal menaatinya.

Ya, carilah petunjuk yang dari atas!

CARA TERBAIK UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH
ADALAH DENGAN BERKATA "SAYA TAAT" KEPADA ALLAH

SABDA.org

0 comments:

Post a Comment